10 Jul 2016 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2016
Akibat Konversi Paulus
10 Juli 2016

Di KPR 9 kita ada tiga laporan mengenai konversi rasul Paulus. Tidak ada pertobatan di Firman Allah yang dibicarakan dengan begitu banyak detail. Seluruh kehidupannya adalah pertempuran. Sebelum dia bertemu dengan Kristus di perjalanan di Damsyik, dia berperang melawan Kristus dan gereja. Dan sesudah itu dia berperang melawan Iblis dan dusta, penipuan dan agama-agama palsu dan berjuang untuk menyelamatkan orang-orang berdosa.

Ketika Paulus memberi kesaksiannya kepada pemimpin-pemimpin Roma di KPR 26:9 dia mengatakan, “Bagaimanapun juga, aku sendiri pernah menyangka, bahwa aku harus keras bertindak menentang nama Yesus dari Nazaret,” dan memang itulah yang dia lakukan. Namun Kristus menundukannya. Saulus si penghujat itu menjadi Paulus si pengkhotbah. Agen kebencian menjadi nabi kasih. Hati yang penuh amarah untuk darah orang Kristen sekarang ingin supaya darah Kristus membeharui setiap hati.

Dia di transformasikan secara total dari musuh injil yang volatil menjadi rasul terbesar di Perjanjian Baru, orang yang paling saleh dan heroik yang pernah meninggikan nama Yesus Kristus. Dia adalah teladan terbesar dari kuasa kebangkitan dan transformasi Injil. Dan kami sedang mempelajari kehidupannya sewaktu kami membaca fasal ini.

Pertama kami melihat di sembilan ayat pertama bahwa Dia sekarang memiliki Tuhan baru, yaitu Yesus Kristus. Pertemuan dengan Kristus itu merubahkan jiwanya. Itu merubahkan kehidupannya dan tujuan akhirnya. Dan langsung dia masuk kedalam dunia baru, domain baru. Dan kami melihat hal itu di ayat 10-12. Paulus dalam kebutaannya dibiarkan disitu berhari-hari dan dia berdoa. Tanda konversi tulen adalah persekutuan dengan Allah.

Kemudian kami melihat bahwa bukan saja dia memiliki Tuhan baru dan hidup baru, namun sekarang juga memiliki misi baru. Dan Ananias datang kepadanya untuk memberitakan apa yang dikatakan Tuhan kepadanya. Ayat 15, “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.” Dia dipanggil untuk menjadi misionaris.

Ayat 17, “Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus.” Jadi Ananias setelah mendapat pesan dari Tuhan menumpangkan tangannya ke atas Saulus untuk melambangkan kesatuan itu dan memberikannya apa yang dia dengar dari Tuhan.

Untuk misi baru pemberitaan injil kepada bangsa-bangsa non-Yahudi dan kepada raja-raja dan kepada Israel, dia memerlukan kekuatan baru. Dan kekuatan baru itu adalah kekuatan dari Roh Kudus. Dia dipenuhi Roh Kudus. Masih ingat apa yang dikatakan di KPR 1:8, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu.” Kediaman Roh Kudus memberdayakan orang percaya itu.

Dan apakah yang dilakukan Roh Kudus dengan orang ini? Allah mengambil apa yang sudah ada, yaitu DNA dan pengalaman, dan Allah mengembangkan itu dalam sesuatu yang berguna bagi kerajaan, seperti kemampuan untuk memimpin, tekad, mendisiplin diri, motivasi, ketekunan, keyakinan, keberanian dan kekuatan. Dan semua itu sudah tercipta di Paulus, namun Tuhan menghaluskan karakteristik-karakteristik yang berguna itu.

Kedua, Allah harus menggantikan semua karakteristik yang tidak berguna seperti kebencian, permusuhan, kepahitan dan kemarahan dan Dia menggantikannya di dalam hidup Paulus dengan kasih, sukacita, kedamaian, kelemah-lembutan, kebaikan, kepercayaan, kelembutan hati dan penguasan diri. Paulus menjadi teladan kerendahan hati. dan itulah keinginan Tuhan bagi setiap kehidupan yang lahir baru. Tuhan yang baru menyebabkan Anda memiliki misi baru untuk melayani-Nya seumur hidup. Dan kuasa untk pelayanan itu adalah Roh Kudus karena memang itulah pekerjaan-Nya.

Dan kita harus dipenuhi Roh. Di KPR 9:17, Ananias mengatakan kepada Paulus, “dan penuh dengan Roh Kudus.” Begitulah kami semua harus hidup, dan itu juga menghasilkan kerendahan hati terhadap satu sama lain. Itu menghasilkan kasih di dalam hubungan pernikahan, kemauan untuk tunduk diantara anak-anak dan orang tua. Jadi semua hal itu benar bagi Paulus dan benar bagi semua orang percaya.

Di perjalanan ke Damsyik Paulus melihat Kristus dan setelah itu dia dibutakan Kristus. Ananias menyatakan bahwa Paulus melihat Tuhan. Dan kemudian Barnabas muncul dan Barnabas juga menyatakan bahwa Paulus melihat Tuhan. Jadi faktanya bahwa Paulus melihat Kristus dikonformasikan oleh tiga saksi, Ananias, Barnabas dan Paulus sendiri. Ini bukan bagian dari imajinasinya. Dia melihat Tuhan dan dia mulai hidup dikuasai Roh Kudus.

Paulus mengembangkan sensitivitas yang kuat terhadap dosa dibawah pimpinan Roh Kudus. Dia memiliki kehausan untuk kebenaran Allah, wahyu Allah dan Firman Allah dan dia menjadi alat yang mendatangkan firman itu. Dia tidak melakukan apa-apa untuk mendukakan Roh Kudus, tidak ada sesuatu yang memadamkan Roh Kudus, namun semuanya untuk menghormati Roh Kudus dan untuk bergerak dalam kuasa Roh Kudus. Dan dia menerima keluarga baru, suatu persekutuan baru dengan orang-orang percaya.

Transformasi menyebabkan ada perubahan dramatis dalam hubungan Anda. Semua orang yang dibenci Saulus menjadi orang yang dia kasihi. Dan semua orang yang dulunya terkait dengan dia menjadi musuhnya. Dia dulu pahlawan bagi para pemimpin orang Yahudi, dia adalah kampanye satu orang yang dengan berkat mereka, tenaga mereka dan otoritas mereka bertindak untuk menghancurkan orang Kristen. Namun setelah pengalaman Jalan Damsyik itu semuanya berubah.

KPR 13:44-45 mengatakan, “Pada hari Sabat berikutnya datanglah hampir seluruh kota itu berkumpul untuk mendengar firman Allah. 45 Akan tetapi, ketika orang Yahudi melihat orang banyak itu, penuhlah mereka dengan iri hati dan sambil menghujat, mereka membantah apa yang dikatakan oleh Paulus.” Di KPR 14:19, “Tetapi datanglah orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium dan mereka membujuk orang banyak itu memihak mereka. Lalu mereka melempari Paulus dengan batu dan menyeretnya ke luar kota, karena mereka menyangka, bahwa ia telah mati.”

Di KPR 17:5 hal yang sama terjadi, “Tetapi orang-orang Yahudi menjadi iri hati dan dengan dibantu oleh beberapa penjahat dari antara petualang-petualang di pasar, mereka mengadakan keributan dan mengacau kota itu. Mereka menyerbu rumah Yason dengan maksud untuk menghadapkan Paulus dan Silas kepada sidang rakyat.” Dan di KPR 21:27-28 tertulis, “Ketika masa tujuh hari itu sudah hampir berakhir, orang-orang Yahudi yang datang dari Asia, melihat Paulus di dalam Bait Allah, lalu mereka menghasut rakyat dan menangkap dia,”

Ayat 28, sambil berteriak: "Hai orang-orang Israel, tolong! Inilah orang yang di mana-mana mengajar semua orang untuk menentang bangsa kita dan menentang hukum Taurat dan tempat ini! Dan sekarang ia membawa orang-orang Yunani pula ke dalam Bait Allah dan menajiskan tempat suci ini!” Ayat 30-32, “Maka gemparlah seluruh kota, dan rakyat datang berkerumun, lalu menangkap Paulus dan menyeretnya keluar dari Bait Allah dan seketika itu juga semua pintu gerbang Bait Allah itu ditutup. 31 Sementara mereka merencanakan untuk membunuh dia, sampailah kabar kepada kepala pasukan, bahwa seluruh Yerusalem gempar. 32 Kepala pasukan itu segera bergerak dengan prajurit-prajurit dan perwira-perwira dan maju mendapatkan orang banyak itu. Ketika mereka melihat dia dan prajurit-prajurit itu, berhentilah mereka memukul Paulus.”

Ini adalah orang-orang Yahudi yang sama yang menganggapnya pahlawan sebelumnya. Perubahan dalam orang ini sangat dramatis, dan sekarang dia menjadi musuh utama mereka. Semua orang yang dibenci Saulus menjadi orang yang dia kasihi, dan semua orang yang dulunya mengasihi Saulus menjadi orang yang paling membencinya. Bagaimana mungkin ada transformasi total seperti itu, perubahan 180 derajat? Hanya kuasa Allah dan transformasi jiwa orang secara total.

Sekarang marilah kita teruskan di KPR 9:20. “Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah.” Dia juga memiliki berita baru dan dia memberitakan hal itu langsung. Ayat 21-22, “Semua orang yang mendengar hal itu heran dan berkata: "Bukankah dia ini yang di Yerusalem mau membinasakan barangsiapa yang memanggil nama Yesus ini? Dan bukankah ia datang ke sini dengan maksud untuk menangkap dan membawa mereka ke hadapan imam-imam kepala?" 22 Akan tetapi Saulus semakin besar pengaruhnya dan ia membingungkan orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik, karena ia membuktikan, bahwa Yesus adalah Mesias.”

Konversi ini begitu radikal sehingga langsung Paulus berbubah dari menganiaya orang Kristen sampai berkhotbah bahwa Yesus adalah Kristus. Dan dimana dia pergi untuk melakukan itu? Di dalam sinagog-sinagog yang sama yang sebelumnya memberikan dia otoritas untuk menangkap dan mengeksekusi orang-orang Kristen. Dia sangat termotivasi untuk berbicara tentang Tuhan Yesus Kristus, meskipun ia hanya seorang yang baru bertobat. Apa pengetahuannya saat itu? Wah, ini orang yang sangat terpelajar yang dulu diajarkan oleh Gamaliel, guru Yahudi yang terbaik waktu itu.

Sinagog-sinagog yang sama yang minta pertolongannya untuk membasmi Kekristenan adalah tempat-tempat yang dia kunjungi. Keberanian Paulus benar luar biasa. Jauh lebih gampang untuk mulai di tempat lain. Akan tetapi dia langsung kesana karena di Roma 1:16 dia mengatakan, “Sebab saya tidak malu akan injil Kristus, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.”

Dan dia membuktikan hal itu. Nah bagaimana caranya membuktikan Yesus adalah Anak Allah? Hanya ada satu tempat dia bisa pakai, yaitu Perjanjian Lama. Paulus adalah sarjana Perjanjian Lama yang dibimbing para sarjana Perjanjian Lama elit. Dan tiba-tiba Roh Kudus menerangkan semua pengertian Perjanjian Lama itu, dan itu semua mengarah kepada Kristus. Dia melihat Kristus dan dia mengalami Yesaya 53:5 itu sendiri, “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremuk-kan oleh karena kejahatan kita.”

Mungkin dia melakukan apa yang Yesus lakukan di Lukas 24, dia kembali ke Musa, para nabi dan Firman Kudus dan mengajarkan mereka segala sesuatu tentang Yesus yang dia tahu. Mungkin dia menyatakan bahwa Yesus adalah penggenapan Mazmur 22, dan bahwa Yesus dalam kebangkitan-Nya adalah penggenapan Mazmur 16. Dan bahwa Yesus adalah Anak Domba akhir yang digambarkan di semua pengorbanan binatang; dan bahwa Yesus akan datang dan menebus umat-Nya.

Nah memang baik untuk memberi kesaksian tentang apa yang telah dilakukan Allah di dalam hidup Anda. Namun Anda harus menunjukkan fakta-fakta injil. Roma 10:14 mengatakan, “Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?” Ayat 17, “iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” Kekristenan itu bukan perasaan, itu bukan suatu pengalaman. Ini adalah fakta sejarah.

Sejarah adalah dasar kepercayaan orang Kristen karena semua itu benar-benar terjadi. Kekristenan dan Injil bukan subyektif, ini adalah obyektif. Dan Anda perlu membuktikan semua itu dari Firman Allah. Pusatnya bukan kehidupan Anda atau saya atau pengalaman kami. Ini berdasarkan karya penyelamatan Allah yang tertulis dalam Firman Taurat, yang puncaknya adalah Kristus, dan semua tindakan sejarah itu tercapai diluar kehidupan kami.

Ayat 23, “Beberapa hari kemudian orang Yahudi merundingkan suatu rencana untuk membunuh Saulus.” Tahukah Anda berapa lama “beberapa hari kemudian” itu? Paulus mengatakan di Galatia 1:15-18, “Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, 16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia; 17 juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik. 18 Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya.”

Paulus berada di Damsyik dan Arabia selama tiga tahun sebelumnya dia pergi ke Yerusalem. Apakah yang dia lakukan di Arabia? Dia terima wahyu dari Tuhan. Itulah yang dikatakan di Galatia 1:11-12, “Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia. 12 Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.” Jadi setelah dia kembali orang-orang Yahudi merencanakan bersama untuk membunuhnya. Karena dia pasti akan mulai berkhotbah lagi.

Ayat 24, “Tetapi maksud jahat itu diketahui oleh Saulus. Siang malam orang-orang Yahudi mengawal semua pintu gerbang kota, supaya dapat membunuh dia.” Dimanapun Paulus pergi dia mendapat musuh. Ayat 25, “Sungguhpun demikian pada suatu malam murid-muridnya mengambilnya dan menurunkannya dari atas tembok kota dalam sebuah keranjang.” Kota-kota kuno dikelilingi benteng yang tinggi dan lebar, dan didalam tembok itu ada perumahan, dan jendela mereka berada di sebelah luar tembok.

Ayat 26, “Setibanya di Yerusalem Saulus mencoba menggabungkan diri kepada murid-murid, tetapi semuanya takut kepadanya, karena mereka tidak dapat percaya, bahwa ia juga seorang murid.” Mereka tidak tahu dia sudah pergi selama tiga tahun. Ayat 27, “Tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul dan menceriterakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan dan bahwa Tuhan berbicara dengan dia dan bagaimana keberaniannya mengajar di Damsyik dalam nama Yesus.”

Jadi ayat 28-29, “Dan Saulus tetap bersama-sama dengan mereka di Yerusalem, dan dengan keberanian mengajar dalam nama Tuhan. 29 Ia juga berbicara dan bersoal jawab dengan orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani.” Dia melakukan hal itu swelama dua minggu. Karena di Galatia 1:18 dikatakan, “Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya.” Dan sama seperti Stefanus dia berdebat dengan orang-orang Yahudi Yunani tentang Yesus Kristus.

Karena itu mereka mencoba membunuh Paulus. Jadi di ayat 30, “Akan tetapi setelah hal itu diketahui oleh saudara-saudara anggota jemaat, mereka membawa dia ke Kaisarea dan dari situ membantu dia ke Tarsus.” Mereka tahu dia sekarang sangat berguna, jadi mereka mengirim dia ke rumahnya. KPR 15:22, “Maka rasul-rasul dan penatua-penatua itu mengambil keputusan untuk memilih dari antara mereka beberapa orang yang akan diutus ke Antiokhia bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas, yaitu Yudas yang disebut Barsabas dan Silas yang terpandang di antara saudara-saudara itu.”

Ayat 23 berikutnya, “Kepada mereka diserahkan surat yang bunyinya: "Salam dari rasul-rasul dan penatua-penatua, dari saudara-saudaramu kepada saudara-saudara di Antiokhia, Siria dan Kilikia yang berasal dari bangsa-bangsa lain.” Bagaimana mereka sampai ke Siria dan Kilikia? Karena Paulus juga pergi kesana selain kota Tarsus. Jadi dia memberitakan injil kepada orang-orang Yahudi dan juga orang-orang bangsa lain.

Ayat 31, “Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlah-nya makin bertambah besar.” Karena Paulus si penganiaya itu dirubah menjadi penginjil dan jemaat gereja semakin bertambah. Sekarang Petrus diutamakan lagi dan Paulus nanti akan kembali lagi. Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu