03 Jul 2016 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2016
Transformasi Paulus
3 Juli 2016

Banyak orang membicarakan transformasi, menjadi lebih baik dari pada sekarang, memperbaiki diri. Dan maksud mereka sebenarnya adalah beberapa opsi dangkal untuk transformasi seperti pakaian baru, atau bedah kosmetik, atau diet atau pindah rumah atau teman-teman baru atau mengembangkan citra diri yang lebih baik. Namun tidak ada sesuatu yang benar-benar dapat menciptakan transformasi baru. Hanya Kekristenan sanggup menghasilkan transformasi total.

Lihatlah 1 Korintus 6:9-11, “Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, 10 pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. 11 Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.”

Kekristenan adalah tentang transformasi, akan tetapi orang-orang tidak sanggup merubahkan diri mereka. Yeremia 13:23 mengatakan, “Dapatkah orang Etiopia mengganti kulitnya atau macan tutul mengubah belangnya?” Yeremia 2:22, “Bahkan, sekalipun engkau mencuci dirimu dengan air abu, dan dengan banyak sabun, namun noda kesalahanmu tetap ada di depan mata-Ku, demikianlah firman Tuhan Allah.” Atau Yeremia 9:4-5, “Baiklah setiap orang berjaga-jaga terhadap temannya, dan janganlah percaya kepada saudara manapun, sebab setiap saudara adalah penipu ulung, dan setiap teman berjalan kian ke mari sebagai pemfitnah. 5 Yang seorang menipu yang lain, dan tidak seorangpun berkata benar.”

Kami tidak sanggup merubahkan sifat dosa kami. Bahkan kami dengan kekuatan sendiri tidak ada kemampuan untuk merespon terhadap kuasa ilahi, disiplin ilahi atau hukuman ilahi. Amsal 27:22 mengatakan, “Sekalipun engkau menumbuk orang bodoh dalam lesung, dengan alu bersama-sama gandum, kebodohannya tidak akan lenyap dari padanya.” Tidak ada sesuatupun dari dunia ini yang sanggup merubahkan manusia.

Yeremia 17:9 mengatakan, “Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?” Yesaya 1:5-6 mengatakan, “Seluruh kepala sakit dan seluruh hati lemah lesu. 6 Dari telapak kaki sampai kepala tidak ada yang sehat.” Hanya Allah sanggup mentransformasikan orang secara total dari dalam dan dari luar melalui injil. Jadi marilah kita melihat lagi Kisah Para Rasul 9.

Kisah Saulus seharusnya menghilangkan semua pertanyaan mengenai keberdaulatan Allah dalam penyelamatan. Disini terdapat ilustrasi klasik bahwa Allah adalah yang memulai penyelamatan itu, bahwa Allah adalah yang mencari, karena tidak ada orang satupun yang mencari Allah. Disini ada orang yang hanya hidup dengan satu tujuan, yaitu untuk mendukung agama palsu dan kedua, untuk menyakiti, memenjarakan dan bahkan membunuh orang-orang yang menurut dia mengancam agama itu.

Marilah kita membaca kisahnya di KPR 9:10-19, “Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: "Ananias!" Jawabnya: "Ini aku, Tuhan!" 11 Firman Tuhan: "Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa, 12 dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi."

“13 Jawab Ananias: "Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem. 14 Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu." 15 Tetapi firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. 16 Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.”

“17 Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus." 18 Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis.19 Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatan-nya. Dan Saulus tinggal beberapa hari bersama dengan para murid di Damsyik.”

Kejadian ini benar penuh mujizat-mujizat. Bukan saja penampilan Yesus di perjalanan ke Damsyik adalah mujizat, namun kata-kata Tuhan kepada Ananias dalam visi adalah suatu mujizat; dan ada visi mujizat lain diberikan kepada Saulus yang buta untuk memperkenalkannya dengan Ananias. Ini adalah suatu pertobatan yang berbeda sekali dengan pertobatan lain. Jadi sesuatu yang dramatis dan penuh mujizat harus terjadi supaya ada rasul baru yang dapat ditambahkan kepada jajaran asli.

Orang ini sejak hari itu sudah ditransformasikan seluruhnya. Pembunuh yang membenci Kristus sudah berubah total. KPR 9 memberikan kita gambaran dari tranformasi itu, dan kami dapat melihat hal-hal yang sejajar disini dengan pengalaman kami sendiri dalam pertobatan. Dan meskipun kami tidak memiliki konversi mujizat dimana Tuhan menampilkan diri dari langit dengan cahaya dan visi dan sebagainya, itu tetap dimulai Allah. Konversi Anda, keselamatan Anda semua dimulai Allah dari surga.

Masih ingat apa yang dikatakan Nikodemus kepada Yesus di Yohanes 3:4-5, “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? 5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Jika Anda telah lahir kembali dari atas, itu merupakan karya Allah yang berdaulat. Apa yang terjadi terhadap Paulus setelah karya itu terjadi juga adalah suatu ilustrasi dari apa yang akan terjadi di dalam hidup setiap orang yang percaya, tanpa ada mujizat luar.

Saulus tahu apa yang diberitakan orang Kristen, dia tahu injil itu. Namun dia menolaknya sampai saat ada pengalaman perjalanan Damsyik. Saulus yang telah menganiaya Tuhan Yesus tengkurap di hadapan Tuhan Yesus dan berkata, “Engkau adalah Tuhan.” Dia telah mengaku bahwa Kristus adalah segalanya yang telah dia dengar dari orang-orang Kristen dan Stefanus. Dia mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan; dan sebagai Tuhan Yesus memberikannya perintah. Dan itulah yang dia lakukan, dia taat kepada perintah itu.

Disitulah mulai terjadi transformasi kehidupan siapapun juga. Itu mulai dengan pengertian injil dan pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan, 2 Korintus 5:17 mengatakan, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru.” Jadi jika Anda mencari hidup yang baru dari dalam keluar, kehidupan yang telah ditransformasikan total, hanya ada satu tempat, yaitu lihatlah kepada Kristus. Di dalam Kristus saja ada transformasi.

Perjanjian Baru menerangkan hal ini seperti ini: Orang yang sekarang mati dalam dosa dihidupkan kembali kepada kebenaran. Orang yang tidak mengerti kebenaran ilahi menjadi bijaksana dalam kebenaran ilahi. Orang yang tidak sensitif akan kehadiran ilahi sekarang menyicipi dan melihat bahwa Tuhan itu baik. Orang yang menjadi milik kerajaan Iblis sekarang pindah kepada kerajaan Anak Allah. Orang yang tadinya menuju ke neraka sekarang menuju ke surga. Orang yang membenci Allah sekarang mengasihi Allah. Orang yang mengasihi dosa sekarang membenci dosa.

Marilah kita mengikuti tanggapan Paulus di ayat 10, “Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: "Ananias!" Jawabnya: "Ini aku, Tuhan!” Dia mengatakan pada dasarnya apa yang dikatakan Paulus. Disini Tuhan memberikan suatu visi tentang Paulus kepada Ananias, dan Tuhan memberikan kepada Paulus visi tentang Ananias. Allah dengan mujizat menciptakan dasar dimana kedua orang ini dapat bertemu. Ingat, Saulus sekarang masih buta di dalam rumah seseorang bernama Yudas.

Hal kedua yang terjadi ketika seseorang di transformasikan adalah bahwa mereka langsung mulai bersandar dan bersekutu dengan Allah. Siapakah Ananias ini? Ya, dia adalah murid Tuhan Yesus Kristus. Dia mungkin adalah salah satu dari sasaran utama penganiayaan Saulus. Di KPR 22:12 Paulus mengatakan ini tentang Ananias, “Di situ ada seorang bernama Ananias, seorang saleh yang menurut hukum Taurat dan terkenal baik di antara semua orang Yahudi yang ada di situ.”

Tuhan mengatakan di ayat 11-12, “Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa, 12 dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi.” Jalan ini di Damsyik mulai dari gerbang timur sampai ke gerbang barat melalui pertengahan kota dan panjangnya kira-kira lima kilometer.

Tahukah Anda bahwa berdoa adalah tanggapan pertama terhadap konversi? Ketika ada bayi lahir, bayi itu langsung secara otomatis menarik napas untuk hidup. Dan berdoa itu seperti menarik napas spiritual. Hal pertama yang terjadi ketika Saulus bertemu dengan Tuhan Yesus Kristus adalah bahwa dia sekarang hidup di hadirat Allah dan dia mulai belajar berdoa. Sekarang dia berdoa dalam ketergantungan yang buta dan tidak berdaya. Hidup yang ditransformasikan itu adalah hidup yang berseru kepada Allah.

Semuanya dalam kehidupannya telah berubah. Segala sesuatu yang dia harapkan, segala sesuatu yang dia percaya, semua yang dia kerjakan, semua pencapaian agama, semua penghargaan spiritual semua tidak berguna sekarang. Dia mengatakan di Filipi 3:8, “Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.”

Dan berdoa itu bukan percakapan satu sisi, dan Paulus belajar hal itu cepat, karena Ananias memberikannya visi yang sesuai dan Paulus diberitakan tentang itu. Dia telah melihat dalam visi seseorang bernama Ananias datang dan menumpang tangannya kepada dia supaya dia dapat melihat lagi. Jadi Ananias tahu bahwa dia harus melihat Paulus. Paulus juga tahu kedatangan Ananias, meskipun Paulus itu buta. Inilah indikasi bahwa Allah memegang kendali mutlak atas pikiran dan akal budi manusia.

Kemudian ada realitas ketiga dalam penyelamatan yang berhubungan dengan pelayanan yang kita dipanggil untuk memberi. Lihatlah ayat 13-14, “Jawab Ananias: "Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem. 14 Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu.” Jadi ide untuk mencari Saulus tampaknya gila bagi Ananias karena dia tidak tahu ada pertemuan itu di perjalanan ke Damsyik.

Jadi Allah menguatkan Ananias dengan fakta bahwa Paulus sedang berdoa. Kemudian Allah mengatakan di ayat 15, “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.” Pertama, jangan takut karena dia sedang berdoa. Kedua, jangan takut karena Saya memerintah Anda untuk pergi. Ketiga, jangan takut karena Paulus adalah alat pilihan-Ku untuk menjadi pengkhotbah injil yang sama itu yang telah dianiayanya sebelumnya.

Paulus dipilih untuk memberitakan injil kepada orang-orang non-Yahudi dan didepan raja-raja dan juga kepada anak-anak Israel. Dia berkhotbah kepada orang Israel dulu, namun dia berakhir sebagai misionaris kepada bangsa-bangsa. Jadi Ananias, Allah mengatakan jangan takut di ayat 16, “Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.” Paulus tidak lagi akan menganiaya orang lain, sebaliknya dia sendiri akan menderita. Dan memang dia menderita banyak.

Lihatlah 2 Korintus 11:24-27, “Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, 25 tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut. 26 Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu. 27 Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian.” Dan di akhir hidupnya dia dimartir.

Di KPR 22:14-16 dimana Paulus memberi kesaksiannya, Ananias mengatakan, “Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benar dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya. 15 Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan yang kaudengar. 16 Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan!” Jadi Ananias mengatakan kepadanya percis apa yang Allah telah sediakan baginya.

Inilah tugas Saulus dalam pelayanan. Hidup yang ditransformasikan adalah pekerjaan yang ditransformasikan, dan juga persekutuan yang ditransformasikan dan juga hubungan yang ditransformasikan. Pelayanan sekarang menjadi prioritas kehidupan, itu menjadi alasan hidup kami. Dan kami diberi kekuatan untuk pelayanan itu oleh Roh Kudus. Dan ini membawa kita kepada elemen berikutnya dalam konversi Paulus, yang juga sejajar dengan pengalaman kami.

Ayat 17-18, “Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus." 18 Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis.”

Ada Tuhan baru sekarang, ada hidup baru sekarang, ada misi baru sekarang, ada kekuatan baru sekarang dan ada persekutuan baru. Kembalilah kepada ayat 17 dan lihatlah apa yang dikatakan Ananias kepada Saulus, “Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya, "Saulus, saudaraku.” Transformasi itu menyebabkan ada perubahan dalam hubungan. Efesus 2:19, “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah.”

Hubunganmu dengan orang percaya lain sudah berubah. 1 Yohanes 1:6-7 mengatakan, “Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran. 7 Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.” Kita adalah satu tubuh, satu keluarga dan satu persekutuan.

Pembaptisan itu melambangkan apa? Penguburan kita dan kematian Kristus, dan kebangkitan kita dalam hidup baru di dalam Kristus. Namun itu juga melambang-kan persatuan kami dengan semua orang percaya lain. Dan itu ditunjukkan dengan caranya mereka memeliharanya, dengan memberi makanan kepadanya sehingga dia dikuatkan. Dan Ananias juga membaptiskannya. Wah luar biasa. Paulus sekarang memiliki keluarga baru. Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu