19 Jun 2016 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2016
Kuasa Penyelamatan Firman
19 Juni 2016

Kita berada di KPR 8 dan sedang membandingkan iman yang tidak menyelamatkan dengan iman yang menyelamatkan. Minggu lalu kami melihat iman yang tidak menyelamatkan yang di ilustrasikan oleh Simon, tukang sihir itu. Minggu ini kita melihat suatu iman yang menyelamatkan yang diilustrasikan oleh orang kasim dari Etiopia. Dalam kedua kasus, Filipus adalah alat utama dari Allah dalam kisah ini.

Diaken Filipus, bukan rasul Filipus adalah orang Yahudi yang bukan Israel dari dunia Yunani yang menjadi anggota gereja Yerusalem. Dia dibawa ke Kristus bersama ribuan orang lain di gereja mula-mula. Dan dia adalah salah satu dari orang mulia yang dipilih itu untuk melayani dan memimpin gereja. Dia orangnya kuat dan dipenuhi Roh, dan seorang pengkhotbah berbakat dan Tuhan melakukan banyak mujizat melalui dia, wah luar biasa!

Kita akan melihat pertemuannya dengan orang kasim dari Etiopia itu di KPR 8:25. Namun sebelumnya kita menyelidiki hal itu, saya ingin menggambarkan apa yang telah terjadi di gereja itu. Roh Kudus telah merubuhkan banyak benteng-benteng besar. Gereja itu mulai di Yerusalem dengan orang Yahudi itu yang telah berkumpul disitu. Pada permulaannya ada penghalang awal melawan orang Yahudi Yunani it, yaitu orang-orang Yahudi yang bukan Israel. Namun halangan itu cepat diatasi karena banyak dari mereka ada disitu pada hari Pentakosta, dan ada 3000 orang yang menjadi percaya.

Kemudian ada panghalang berikut yang besar, yaitu Samaria. Halangan itu tidak dianggap pada waktu Filipus dan orang Kristen lain terpencar keluar dari Yerusalem oleh karena penganiayaan Paulus, dan gerakan itu mulai masuk ke Yudea dan melewati perbatasan utara masuk ke Samaria, dan dimana saja mereka pergi mereka mengabarkan berita baik, yaitu Firman. Jadi hasil penganiayaan itu adalah bahwa benteng-benteng melawan pengabaran Injil itu di Samaria rubuh.

Jadi hal berikut yang perlu terjangkau adalah ‘ujung bumi’ itu. Jadi mulai dengan KPR 8:25, kita melihat konversi pertama satu orang yang non-Yahudi. Ini adalah seseorang dari Etiopia, yaitu orang asing. Orang-orang Yahudi begitu membenci orang-orang Samaria sehingga mereka tidak mau berurusan dengan mereka sama sekali. Namun paling sedikit orang Samaria itu ada hubungan tradisional dan ras yang jauh. Akan tetapi Etiopia yang mewakili bangsa-bangsa non-Yahudi lain, tidak memiliki hubungan sama sekali.

Di KPR 8, kita melihat Filipus sebagai alat Allah menghadapi pada mulanya, Simon di Samaria dan menunjukkan seperti apa iman palsu itu. Dan sekarang kita melihat Filipus menghadapi orang kasim Etiopia dan menunjukkan kepada kita seperti apa iman yang benar itu. KPR 8:25, “Setelah mereka memberikan kesaksian dan memberitakan perkataan Tuhan, Petrus dan Yohanes kembali ke Yerusalem. Dan di perjalanan, mereka memberitakan Kabar Baik itu di banyak kampung-kampung Samaria.”

Ingatlah bahwa Roh Kudus masih belum datang, meskipun banyak orang sudah percaya dibawah khotbah-khotbah Filipus, sampai saatnya kedatangan Petrus dan Yohanes. Supaya orang-orang Yahudi yakin bahwa Roh Kudus yang sama telah datang kepada orang-orang Samaria dengan Roh Kudus yang datang kepada mereka pada Hari Pentakosta. Dan ada lagi ulangan dari fenomena yang sama dan kehadiran para rasul yang sama yang telah hadir disitu waktu Pentakosta itu untuk meyakinkan semua orang bahwa orang Yahudi dan orang Samaria bersama-sama harus bersatu dalam satu gereja.

Sekarang dengan kedatangan Roh Kudus banyak hal mulai terjadi. Filipus sudah mau mulai bertemu dengan orang kasim Etiopia dan ini pertama kali gereja itu memperluas diri ke bagian ujung bumi. Israel sebagai bangsa selalu dari dulu sudah dipanggil untuk menjadi pekabar injil dari Allah. Namun mereka terombang-ambing antara sikap isolasi Yunus dan kebencian terhadap bangsa-bangsa di sekitar mereka. Namun satu hal yang tidak mau dilakukan adalah untuk mengabarkan Injil ke bangsa-bangsa, yang memang adalah tugas mereka.

Jadi tujuan Allah untuk menjangkau dunia melalui Israel itu menjadi jalan buntu dan Allah melalui gereja menciptakan saluran baru dengan orang-orang baru, sementara mengesampingkan Israel; dan mereka masih diabaikan sampai saat ini juga. Dan mereka tidak mulai mengabarkan injil ke seluruh dunia sampai saat ada tribulasi dimana Allah menyelamatkan 12,000 orang dari setiap suku Israel. Kemudian ada 144,000 orang pekabar Injil Yahudi yang membawa injil ke dunia, dimana mereka akhirnya memenuhi tugas mereka.

Namun itu sekarang mulai pada mulanya di perjalanan di padang gurun dengan satu orang saja. Kerajaan Allah itu maju satu per satu. Pertama ada persiapan dalam pertemuan ini, kemudian ada presentasi itu, kemudian ada tanggapan pribadi dan itulah urutan universal yang sederhana dari pertemuan injil manapun juga. Dan selagi kita memperhatikan ketiga bagian itu kita dapat melihat komponen-komponen iman yang menyelamatkan.

Marilah kita melihat persiapannya di KPR 8:26-29, “Seorang malaikat Tuhan berkata kepada Filipus, "Ayo berangkat! Pergilah ke arah selatan ke jalan yang menghubungkan Yerusalem dengan Gaza." Jalan itu di padang gurun. 27 Maka Filipus pun berangkatlah. Pada waktu itu ada seorang pegawai istana Etiopia yang sedang dalam perjalanan pulang ke negerinya. Orang itu seorang pegawai tinggi yang bertanggung jawab atas semua kekayaan Kandake, ratu negeri Etiopia. 28 Orang itu telah pergi ke Yerusalem untuk berbakti kepada Allah dan sekarang sedang kembali dengan keretanya. Sementara duduk di dalam kendaraannya itu ia membaca Buku Nabi Yesaya. 29 Roh Allah berkata kepada Filipus, "Pergilah mendekati kendaraan itu."

Nah ini menunjukkan kepada kita bahwa ada persiapan Roh Kudus yang indah untuk pertemuan itu. Jadi persiapan untuk keselamatan tulen itu mulai dengan karya berdaulat Roh. Penyelamatan itu adalah karya Allah, bukan pekerjaan manusia. Allah yang memulai semua itu. Ini mencerminkan kehendak-Nya karena tidak ada satu manusiapun yang ingin mencari Allah. Manusia duniawi itu mati dalam pelanggaran dan dosa-dosanya, dan bodoh, tidak berdaya dan tidak tertarik.

Namun oleh karena tujuan dan kuasa Allah, terang injil itu mulai bersinar di dalam kegelapan itu dan itu menghancurkan kebutaan lahiriah dan juga menhancurkan kebutaan kedua yaitu kebutaan setan, kebutaan ilah duniawi yang dikenakan pada semua pendosa-pendosa. Masih ingat pembicaraan Yesus dengan Nikodemus ketika Dia berkata, “Anda harus dilahirkan dari Roh Allah.” Dengan kata lain, Anda harus dilahirkan dari atas.

Allah adalah yang memilih, Allah adalah yang memanggil dan Allah adalah yang menghidupkan hati manusia secara spiritual. Kita tidak dapat menolong Allah dalam menentukan hal itu. Manusia yang mati dalam dosa tidak sanggup melakukan apa-apa. Di Yohanes 6:44 Yesus mengatakan, “Tak seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa yang mengutus Aku, tidak membawa dia kepada-Ku.” 1 Korintus 1:18 mengatakan, “Sebab bagi orang-orang yang menuju kebinasaan, berita tentang kematian Kristus pada salib merupakan omong kosong.” Roh Kudus itu harus mengatasi ketidakmampuan total bagi mereka yang belum selamat untuk melihat, mengerti, menerima dan percaya.

Dan kita tahu bahwa ini terjadi karena ada malaikat Tuhan yang berbicara dengan Filipus dan mengutus dia untuk langsung pergi ke individu ini, yang adalah pegawai pengadilan dari Kandake, ratu negeri Etiopia, demi pengabaran injil. Disini kita melihat suatu ilustrasi. Dan ini semua dicatat bagi kita secara grafis, sedangkan biasanya kita tidak tahu apa yang telah terjadi dalam hidup kita ini. Ini semua sudah direncanakan Roh Kudus melalui pengabar malaikat.

Dimana ini terjadi? Di perjalanan ke Gaza, kota orang Filistin yang diberikan kepada Yudea dari Joshua. Di 96 S.M. itu dihancurkan total dan kota baru dibangun beberapa kilometer dari situ, namun perjalanan ke Mesir masih melalui benteng tua yang sudah runtuh. Jadi itu benar perjalanan di padang gurun yang dipakai banyak orang. Jadi Roh itu memerintah Filipus untuk pergi ke jalan itu dan dia taat. Ayat 27 mengatakan, “Maka Filipus pun berangkatlah.”

Dan disitu, menurut kuasa pemeliharaan Allah, ada pegawai pengadilan Kandake, ratu Etiopia yang bertanggung jawab atas semua hartanya, yang telah datang ke Yerusalem untuk menyembah Allah. Allah telah memilih orang ini. Allah telah menulis namanya di Buku Kehidupan sejak sebelum dunia diciptakan, sehingga konversi orang kasim itu sudah direncanakan Allah dari kekekalan, dan yang juga demikian bagi semua orang yang diselamatkan.

Tetapi bagaimana orang-orang itu akan tahu kecuali ada pengkhotbah? Harus ada seseorang yang pergi dan berkhotbah karena Roma 10:17 mengatakan, “orang-orang menjadi percaya karena mereka mendengar berita tentang Kristus.” Jadi kedua, harus ada kehendak hamba Tuhan yang mau menurut. Tuhan telah memilih untuk bekerja melalui alat manusia. Petrus pada hari Pentakosta di KPR 2, berkhotbah injil dan 3000 orang diselamatkan. Sekali lagi ada pengabaran injil di KPR 4 dan 5000 orang diselamatkan. Kemudian Injil terus saja diberitakan oleh Stefanus.

Filipus langsung pergi walaupun kelihatannya hal itu tidak logis dan masuk akal. Dan dia bertemu dengan pejabat pengadilan Etiopia itu waktu dia kembali dan sedang duduk di keretanya, sedang membaca tentang nabi Yesaya. Dan jika Anda ingin tahu betapa besar keinginan Filipus itu untuk melakukan apa yang ditugaskan kepadanya, bacalah ayat 30, “Maka Filipus pergi mendekati kendaraan itu, lalu ia mendengar orang itu membaca Buku Yesaya. Filipus bertanya kepadanya, "Apakah Tuan mengerti yang Tuan baca itu?"

Kemudian ada elemen ketiga, yaitu pendosa yang sedang mencari. Sekarang kita melihat individu itu. Tidak akan ada penyelamatan nyata kecuali si pendosa ini sedang mencari untuk hal itu. Kita tidak dapat memberitakan injil kepada orang-orang yang tidak tertarik akan hal itu atau yang menganggap itu kebodohan. Perhatikanlah di ayat 27, orang kasim Etiopia ini sedang membaca buku Yesaya.

Pria ini telah dikebiri untuk melayani di harem. Namun pria ini bukan sembarangan orang kasim, dia adalah Direktur Keuangan Utama Etiopia yang dipercaya, dihargai dan dihormati. Allah dengan tegas melarang pengebirian di Ulangan 23:1 karena ini melukai gambar Allah dan itu juga penyembahan berhala. Nah sekarang dia sudah datang ke Yerusalem untuk menyembah dan jaraknya hampir dua ribu kilometer jauhnya naik kereta. Dia telah mencari-cari. Dia pernah dengar tentang Allah Israel dan pasti ada orang Yahudi yang sudah pindah ke daerah itu.

Dalam keselamatan sejati harus ada kelaparan asli untuk kebenaran. Ingatlah Matius 5:6, “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena Allah akan memuaskan mereka!” Mazmur 119:2, “Berbahagialah orang yang berusaha mengenal Tuhan dengan segenap hatinya.” Atau Yeremia 29:13, “Kamu akan mencari Aku dan menemukan Aku, sebab kamu mencari dengan sepenuh hati.” Pada saat ini bagi mereka yang sedang mencari, inilah waktunya untuk Firman Allah.

Dan bukan saja dia hanya membaca dimana saja di nabi Yesaya, dia sedang membaca Yesaya 53:32. Ini adalah bagian yang terpenting di Yesaya, dan ini adalah presentasi injil. Dia membaca bagian yang terbaik dia dapat baca. Jadi Filipus mengatakan di ayat 30, “"Apakah Tuan mengerti yang Tuan baca itu?" Ayat 31, “Orang itu menjawab, "Bagaimana aku mengerti, kalau tidak ada yang menjelaskannya kepadaku?" Lalu ia mengajak Filipus naik ke kereta dan duduk bersama-sama dia.”

Ayat 32-34, “Inilah ayat-ayat yang dibacanya itu, "Ia seperti domba yang digiring untuk disembelih, seperti anak domba yang tidak mengembik kalau bulunya digunting, begitulah Ia tidak mengucapkan sepatah kata pun. 33 Ia dihina dan diperlakukan dengan tidak adil. Nyawa-Nya dicabut dari muka bumi sehingga seorang pun tidak ada yang dapat menceritakan tentang keturunan-Nya." 34 Pegawai tinggi dari Etiopia itu berkata kepada Filipus, "Coba beritahukan kepada saya, siapa yang dimaksudkan oleh nabi ini? Dirinya sendirikah atau orang lain?”

Ayat 35, “Maka Filipus pun mulai berbicara; ia memakai ayat-ayat itu sebagai permulaan untuk memberitakan Kabar Baik tentang Yesus kepada pegawai tinggi itu.” Simon ingin memiliki kekuatan, orang ini hanya mengingini kebenaran. Yohanes 16:13 mengatakan, “Roh Kudus akan menyatakan kebenaran tentang Allah.” Bagian Firman yang dia baca menggambarkan penebusan sebagai pengganti dari Kristus pada waktu Dia dibunuh sebagai korban Anak Domba Allah tanpa suara dan dihina, dimana nyawa-Nya diambil dari dunia. Ini nubuatan kematian sang Mesias.

Filipus benar-benar seorang penginjil karena dia disitu dalam pertemuan yang direncanakan secara ilahi menjelaskan kepada orang itu siapakah Yesus, mulai dengan Yesaya 53. Ketika Yuhan kita berbicara dengan murid-murid-Nya di Yohanes 15:27, Yesus mengatakan, “Apabila Roh datang, Ia akan memberi kesaksian tentang Aku.” Filipus dipenuhi Roh waktu menerangkan itu. Ini sama seperti apa yang dilakukan Yesus di perjalanan ke Emaus terhadap kedua murid dimana Dia “menerangkan Perjanjian Lama kepada mereka dan apa yang tertulis di dalam seluruh Alkitab mengenai diri-Nya.”

Filipus bahkan mengajarkan dia pembaptisan. Lihatlah ayat 36, “Di tengah perjalanan, mereka sampai ke suatu tempat yang ada air. Pegawai itu berkata, "Lihat itu ada air! Apa lagi masih kurang untuk membaptis saya?” Pasti ada kolam dengan air di bagian padang gurun itu. Mengapa hal itu penting? Karena pembaptisan itu melambangkan persatuan dengan Kristus dalam kematian, penguburan dan kebangkitan-Nya.

Seberapa penting pembaptisan itu? Allah mengizinkan pertemuan pemeliharaan Allah itu terjadi di tempat dimana tidak ada air kecuali di tempat itu. Itu memberikan kita suatu petunjuk. Allah dengan kuasa pemeliharaan-Nya mengatur proses penyelamatan itu dan Dia memastikan ada air disitu. Orang kasim itu beriman dan taat. Tidak ada sesuatu yang menghalang dia. “Apa lagi masih kurang untuk membaptis saya?” Ayat 38, “Lalu ia menyuruh keretanya berhenti; kemudian mereka berdua, Filipus dan pegawai itu, turun ke dalam air dan Filipus membaptis dia.”

Ini pembaptisan pertama yang sah dari seseorang yang datang dari “ujung bumi” itu. Nah ada komentar sedikit tentang ayat 37. Ayat itu tidak ada di semua naskah kuno jadi itu ditambahkan kemudian. Di ayat 37, “Filipus berkata, "Kalau Tuan percaya dengan sepenuh hati, Tuan boleh dibaptis." "Saya percaya Yesus Kristus adalah Anak Allah," kata pegawai tinggi dari Etiopia itu.” Ini bukti bahwa iman itu asli.

Ayat 39, “Ketika mereka keluar dari air, Roh Allah mengambil Filipus dari situ. Pegawai tinggi dari Etiopia itu tidak melihat dia lagi. Dengan gembira pegawai tinggi itu meneruskan perjalanannya.” Waduh, apa itu? Itu mujizat, Anda dapat membaca tentang hal yang sama dengan Elia dan Anda juga dapat membaca tentang itu dengan Yehezkiel. Filipus itu menghilang begitu saja. Jadi bagaimana dengan tindak lanjut untuk sida-sida itu? Dimana ada iman ada juga ketaatan dan juga ada suka cita.

Jadi Filipus itu dipindahkan dari situ, dia adalah penjelajah waktu! Ayat 40, “Tahu-tahu Filipus sudah ada di Azotus. Dan ketika ia meneruskan perjalanan-nya, ia mengabarkan Kabar Baik tentang Yesus di semua kota sampai ia tiba di Kaisarea.” Azotus adalah nama Perjanjian Baru untuk kota Asdod yang adalah kota orang Filistin dimana dulu mereka membawa tabut perjanjian. Asdod itu kira-kira 36 kilometer sebelah utara Gaza dimana kejadian ini terjadi.

Irenaus, Bapa Gereja awal mengatakan bahwa sida-sida ini menjadi misionaris. Dan ada beberapa bagian di Afrika dimana secara sejarah ada beberapa kelompok orang Kristen yang mengklaim bahwa orang kasim ini adalah pendiri gereja mereka. Mungkin itu tradisi. Namun mungkin juga tradisi itu berkembang karena ada pengaruh nyata dari kehidupan orang ini. Bagaimana dengan Anda, apakah Anda terpengaruh kisah ini? Harapan saya adalah supaya beberapa orang dari sini menjadi seperti Filipus. Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu