31 Jan 2016 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2016
Petrus memberitakan Kristus
31 Januari 2016

Petrus berkhotbah di KPR 3 dan ini memang khotbah yang indah. Dan yang dia akan bicarakan adalah nama-nama Yesus. Petrus berkhotbah di KPR 2 pada hari pertama kelahiran gereja; dan dia berkhotbah lagi beberapa hari kemudian di KPR 3; dan di KPR 4 dia berkhotbah lagi. Petrus ditugaskan Allah untuk menjadi rasul bagi orang-orang Yahudi, mereka yang telah disunat, kepada Israel untuk menyatakan bahwa Yesus Kristus dari Nazaret adalah sang Mesias.

Dan pada waktu gereja lahir hasilnya sangat menarik dan pada akhir khotbah pertamanya ada 3000 orang yang menjadi Kristen. Dan setelah khotbahnya yang kedua ada 5000 pria ditambah wanita-wanita dan anak-anak. Jadi dibawah pimpinan Petrus gereja lahir dan mulai bertumbuh cepat. Dan khotbah-khotbahnya semua tentang Yesus Kristus dan yang dibicarakan adalah dosa.

Namun di khotbah ini di KPR 3, dia memusatkan diri kepada nama-nama Yesus Kristus. Di KPR 3:6 dia mengatakan kepada orang lumpuh itu, “Dengan kuasa Yesus Kristus orang Nazaret itu, berjalanlah!” Kemudian di ayat 16, dia mengatakan kepada orang-orang Yahudi yang sekarang mendengar khotbahnya, “Ia sudah menjadi kuat dan sehat kembali karena kepercayaan kepada nama Yesus dan kuasa-Nya. Karena kepercayaan melalui Yesus maka orang ini sudah menjadi sehat kembali di hadapan saudara-saudara sekalian.”

Inilah inti khotbahnya. Nama itu yang dikatakan Allah adalah diatas segala nama. Dia adalah tema setiap khotbah yang diberitakan para rasul dan tema setiap pesan injil dan dari setiap utusan Allah sepanjang sejarah gereja. Bahkan Petrus dengan berani khusus mengatakan di KPR 4:12, “Hanya melalui Yesus saja orang diselamatkan. Sebab di seluruh dunia di antara manusia tidak ada seorang lain pun yang mendapat kekuasaan dari Allah untuk menyelamatkan kita.” Tiga puluh tiga kali di Kisah Para Rasul ada referensi untuk “nama itu”.

Yesus adalah tokoh satu-satunya yang paling penting di sejarah alam semesta. Semua berkat terdapat di dalam nama-Nya. Mungkin Anda pikir nama orang itu penting dan memang mungkin itu benar jika Anda diminta untuk minta bantuan dari seseorang dan Anda mengatakan si Anu, orang penting itu yang minta saya datang kepadamu, ya mungkin Anda akan mendapatkan bantuan itu. Namun itu tidak bekerja dengan Allah. Allah hanya akan menjawab kepada satu nama, saja yaitu Yesus Kristus yang mengatakan di Yohanes 14:6, “Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Itu nama satu-satunya yang memberikan Anda akses kepada Allah.

Seperti kita lihat Roh Kudus telah menegaskan khotbah Petrus melalui mujizat-mujizat dan tanda-tanda untuk membuktikan bahwa pemberitaan itu benar ilahi. Di KPR 2 pada permulaannya, Roh Allah merencanakan mujizat bahasa-bahasa itu dimana mereka semua mulai memuji pekerjaan-pekerjaan Allah di dalam bahasa asli para pendengar. Dan karena itu orang banyak berkumpul karena terkejut atas sifat ilahi mujizat itu. Dan dengan latar belakang itu Petrus mulai memberitakan nama Yesus Kristus.

Kemudian di KPR 3, Roh Kudus melakukan hal yang sama lagi. Sebelum Petrus mulai berkhotbah dan menyebut nama Yesus Kristus, Roh Kudus mengizinkan mereka untuk memberkati orang lumpuh itu dengan karunia penyembuhan dalam nama Yesus Kristus. Sekali lagi tindakan Allah ini menyebabkan orang banyak itu berkumpul dengan heran dan takjub. Petrus kemudian memberitakan pesannya yang dikonformasi sebagai ilahi oleh mujizat yang mencengankan itu.

Dan ini persis apa yang dikatakan Ibrani 2:4, “Allah turut menguatkan kesaksian orang-orang itu dengan mengadakan segala macam keajaiban dan hal-hal luar biasa.” Jadi pada saat kita tiba di KPR 3:12-26, yang adalah khotbah itu sendiri, kita harus mengerti bahwa semua yang terjadi di KPR 3 adalah kesaksian tentang pekerjaan Roh Kudus. Dialah yang yang membuat mujizat itu terjadi dan Dialah yang memberikan Petrus setiap kata yang dia ucapkan. Petrus dan Yohanes hanya ada disitu untuk dipergunakan.

Nah dengan latar belakang itu kita mulai melihat khotbah ini. Ayat 11, “Orang itu terus saja mengikuti Petrus dan Yohanes. Dan sewaktu mereka bertiga sampai di serambi yang disebut "Serambi Salomo", semua orang datang berkerumun pada mereka karena kagum.” Nah sebelum kita melihat khotbah di ayat 12, mari kita lihat kata pengantarnya. Wah, Roh Kudus telah menyediakan ilustrasi hidup dari orang lumpuh itu yang terus mengikuti Petrus dan Yohanes.

Ayat 12, “Ketika Petrus melihat orang-orang itu, ia berkata kepada mereka, "Hai orang-orang Israel, mengapa saudara-saudara heran akan hal ini? Mengapa kalian melihat terus pada kami? Apa kalian kira orang ini dapat berjalan karena ada kuasa pada kami atau karena kami taat kepada Allah?” Mereka tahu orang-orang menatap mereka sambil memikir kedua orang itu hanya nelayan dari Galilea. Petrus sekarang merubahkan fokus mereka kepada Kristus karena dia mengatakan, “Saya tidak punya uang sama sekali. Tetapi apa yang ada pada saya, itu akan saya berikan kepadamu: Dengan kuasa Yesus Kristus orang Nazaret itu, berjalanlah!"

Petrus mengatakan bukan kita yang melakukan itu, ini semua perbuatan Allah. Ini sulit bagi mereka untuk diterima karena mereka tidak percaya bahwa Yesus adalah Allah. Namun sudah jelas itu dilakukan atas nama Yesus, benar? Petrus memanggil mereka “orang-orang Israel,” yang adalah cara paling sopan untuk menyapa orang Yahudi. Bahkan di ayat 25 dia memanggil mereka “anak-anak nabi dan perjanjian.” Allah belum selesai dengan Israel. Mereka hanya sementara dibutakan seperti yang dikatakan Paulus di Roma 9, 10 dan 11.

Setelah itu Petrus menuduh mereka karena sikap buruk mereka terhadap Yesus. Inilah tema utama di KPR 3:13-18. Dia memperkenalkan Yesus dengan enam nama, enam gelar berbeda dari 208 gelar yang Dia miliki. Dan dia memberikan kita keenam nama ini pada saat yang sama ada enam pernyataan tentang setiap nama. Petrus menamakan Yesus pertama Hamba, kemudian Yesus, Yang Suci, Yang Benar, Sumber Hidup, dan di ayat 18, Kristus. Itulah enam nama itu.

Pernyataan pertama dan yang terakhir adalah dari Allah dan yang empat ditengah adalah tentang bagaimana manusia memperlakukan-Nya. Pertama sebagai Hamba Dia dimuliakan dan yang terakhir sebagai Kristus Dia dinyatakan. Namun ditengah-tengah lihatlah bagaimana Dia diperlakukan. Yesus diserahkan. Yang Suci ditolak. Yang benar tidak diterima. Sumber Hidup dibunuh. Jadi sementara Petrus memperkenalkan Yesus sebagai Mesias, pada saat yang sama dia menghakimi Israel karena mereka melawan Allah dan menyangkal dan menolak Mesias mereka sendiri.

Marilah kita mulai di ayat 13, “Allah yang disembah oleh Abraham, Ishak, Yakub, Allah nenek moyang kita, Allah itu sudah memuliakan Hamba-Nya, yaitu Yesus.” Petrus menghubungkan ini semua dengan Israel. Ini adalah Allah kita. Jadi dia menggunakan semua istilah-istilah yang tepat. Allah juga Allah semua orang, namun Allah khususnya adalah Allah perjanjian dengan Israel.

Dan Petrus ingin supaya mereka tahu bahwa dia sesuai dengan semua nabi-nabi Perjanjian Lama. Dia menyatakan Allah yang sama yang mereka sembah. Sekarang lihatlah istilah “Hamba” itu sebentar dan lihatlah apa yang dikatakan tentang Yesus. Istilah Hamba itu mengacu kepada duta besar. Yesus melayani Allah sebagai duta besar yang diutus dari surga ke bumi untuk mewakili-Nya. Dan itulah persis Mesias.

Dan ketika Dia datang ke dunia, Dia berkali-kali menyatakan bahwa memang Dia adalah Hamba Allah. Nah marilah kita melihat dua ayat, Yesaya 42:1 mengatakan, “Kata Allah, "Inilah hamba-Ku yang Kudukung, orang pilihan-Ku yang menyenangkan hati-Ku. Aku telah memberi kuasa-Ku kepadanya, untuk membawa keadilan bagi setiap bangsa.” Dan di Yesaya 52:13 dikatakan, “Allah berkata, "Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil; ia akan disanjung dan ditinggikan.”

Yesus juga menyatakan bahwa Dia adalah Hamba yang nubuatkan di Yesaya. Matius 12:15-18 mengatakan, “Yesus tahu bahwa orang-orang Farisi itu berniat jahat terhadap diri-Nya. Jadi Ia pergi dari tempat itu dan banyak orang mengikuti-Nya. Lalu Ia menyembuhkan semua orang yang sakit. 16 Tetapi Ia melarang mereka memberitahukan tentang Dia kepada orang lain. 17 Dengan demikian terjadilah apa yang dikatakan Allah melalui Nabi Yesaya, 18 "Inilah utusan-Ku yang Kupilih, Orang yang Kukasihi dan yang berkenan di hati-Ku. Roh-Ku akan Kuberikan kepada-Nya, keadilan-Ku akan diwartakan-Nya kepada bangsa-bangsa.”

Yesus melayani Allah. Dia datang untuk mati karena itulah rencana Allah. Yohanes 6:38 mengatakan, “Sebab Aku turun dari surga, bukan untuk melakukan kemauan sendiri, melainkan kemauan Dia yang mengutus Aku.” Akan tetapi Dia juga melayani kita. Di Yohanes 13:4-5, Dia mengajarkan kita cara melayani yang tepat, “Ia berdiri, membuka jubah-Nya, dan mengikat anduk pada pinggang-Nya. 5 Sesudah itu Ia menuang air ke dalam sebuah baskom, lalu mulai membasuh kaki pengikut-pengikut-Nya dan mengeringkannya dengan anduk yang terikat di pinggang-Nya.”

Dan setelah itu Yesus mengatakan di ayat 13-16, “Kalian memanggil Aku Guru dan Tuhan. Dan memang demikian. 14 Kalau Aku sebagai Tuhan dan Gurumu membasuh kakimu, kalian wajib juga saling membasuh kaki. 15 Aku memberi teladan ini kepada kalian, supaya kalian juga melakukan apa yang sudah Kulakukan kepadamu. 16 Sungguh benar kata-Ku ini: Seorang hamba tidak lebih besar dari tuannya, dan seorang utusan tidak lebih besar dari yang mengutusnya.”

OK, marilah kita melihat nama kedua, Yesus. Di Matius 1:21 malaikat mengatakan, “Anak itu harus engkau beri nama Yesus, karena Ia akan menyela-matkan umat-Nya dari dosa mereka.” Kata Yesus itu berasal dari nama Perjanjian Lama Yoshua. Ini berarti keselamatan dari Tuhan atau Yehuwa Juruselamat. Yoshua menyebabkan orang-orang melayani Tuhan sepanjang hidupnya, namun dia tidak sanggup menyelamatkan mereka. Namun Yesus kita memelihara umat-Nya dalam kekudusan untuk selama-lamanya dan sanggup menjaga supaya mereka tidak jatuh dan menampilkan mereka tanpa salah.

Dia adalah Allah Juruselamat, yang membebaskan orang, namun orang-orang menyerahkan-Nya, itu menunjukkan mereka begitu terbelit. Yang Allah muliakan sebagai pembebas mereka, mereka tolak dan membunuh sebagai penipu. Di ayat 13 Petrus meneruskan, “Yesus itulah yang kalian serahkan kepada pihak penguasa, dan kalian lawan di hadapan Pilatus, pada waktu Pilatus mau melepaskan-Nya.” Kalian yang berbuat itu. Lima kali Pilatus tidak mau menyalahkan-Nya. Dan Matius 27:25 mengatakan, “Seluruh orang banyak itu menjawab, “Ya, biarlah kami dan anak-anak kami menanggung hukuman atas kematian-Nya!”

Ayat 14, “Ia Suci dan Benar, tetapi kalian menentang Dia dan mendesak supaya Pilatus melepaskan seorang pembunuh untuk kalian.” Istilah Yang Suci menggambarkan Yesus dan itu berarti ‘terpisah untuk Allah’. Israel tidak mau tahu Dia adalah Yang Suci. Namun di dalam Alkitab ada yang tahu hal itu. Lukas 4:33-34 mengatakan, “Di situ di rumah ibadat ada seorang yang dikuasai roh jahat. Orang itu menjerit-jerit, 34 "Hai Yesus, orang Nazaret, Engkau mau buat apa dengan kami? Engkau datang untuk membinasakan kami? Saya tahu siapa Engkau: Engkau utusan Yang Suci dari Allah!" Wah, roh jahat tahu apa yang Israel tidak mau tahu.

Pendekatan Petrus terus terang saja. Dia mengatakan: dosamu adalah bahwa kalian menyangkal Yang Suci. Bisa saja dia membicarakan kemunafikan mereka, Bisa saja dia membicarakan kebohongan dan penipuan mereka. Bisa saja dia membicarakan banyak hal namun itu semua hal-hal yang tidak begitu penting. Yang dibicarakannya adalah hidup mereka yang terang-terangan memberontak melawan Allah karena mereka menolak Kristus.

Itu semua benar, namun Anda menyangkal hal itu. Dengan demikian penyangkalan itu menetap. Dia Suci namun mereka ingin membunuh-Nya seolah-olah Dia tidak suci. Dia adalah Hamba yang dimuliakan Allah namun mereka menghinakan-Nya. Lihatlah selama ini mereka semua berlawanan dengan Allah dan Kristus. Dan setiap orang tanpa Yesus Kristus hidup dalam pemberontakan melawan Allah. Dan kepada orang-orang itu akan datang hukuman.

Jadi Hamba itu itu dimuliakan, Yesus diserahkan, Yang Suci ditolak dan sekarang nomor empat Yang Benar tidak diterima, mereka memilih yang tidak benar. Mereka bisa memilih antara Yesus dan Barabas. Yesus adalah benar dan tidak bersalah atas pelanggaran apapun. Dan Petrus mengatakan kalian membunuh yang tidak bersalah dan melepaskan yang bersalah. Barabas orangnya tidak benar dan adalah seorang kriminal yang telah divonis. Ini semua menunjukkan pikiran kalian ada dimana.

Ayat 15, “Saudara-saudara membunuh Sumber hidup untuk semua orang. Dan Allah sudah menghidupkan Dia kembali dari kematian. Kami sudah menyaksikan sendiri hal itu.” Ini merupakan tuntutan kuat. Sekarang Dia disebut Sumber Hidup. Ini juga digunakan di Ibrani 12:2 dan diterjemahkan sebagai “Yang membangkitkan dan memelihara iman kita.” Untuk setiap orang Yahudi, hanya Allah adalah sumber hidup. Mazmur 36 mencerminkan perasaan setiap orang Yahudi, “Engkaulah sumber hidup semua makhluk.”

Yesus mengklaim hal itu di Yohanes 1:3-4, “Segalanya dijadikan melalui Dia, dan dari segala yang ada, tak satu pun dijadikan tanpa Dia. 4 Sabda itu sumber hidup.” Dan di Yohanes 11:25 Dia mengatakan kepada Maria dan Marta di rumah Lazarus, “Akulah yang memberi hidup dan membangkitkan orang mati, orang yang percaya kepada-Ku akan hidup, walaupun ia sudah mati.” Yohanes 14:6, “Akulah jalan. kebenaran dan kehidupan. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Dialah yang memberikan hidup.

Lihatlah ayat 16, “Saudara-saudara sudah melihat dan menyaksikan apa yang terjadi dengan orang lumpuh ini. Ia sudah menjadi kuat dan sehat kembali karena ada kepercayaan (bukan ‘ia percaya’) kepada Yesus dan kuasa-Nya. Karena kepercayaan (bukan ‘percaya’) kepada Yesus maka orang ini sudah menjadi sehat kembali di hadapan saudara-saudara sekalian.” Janganlah salah paham. Ini bukan terjadi karena iman orang lumpuh ini, ini terjadi oleh karena iman Petrus dan Yohanes. Karunia penyembuhan tidak bekerja berdasarkan iman orang yang disembuhkan, itu bekerja berdasarkan iman orang yang menyembuhkan yang bergantung kepada Allah.

Jadi Petrus memperkenalkan Kristus sebagai Mesias dan menghubungkan Dia dengan mujizat indah ini. Dan dia mengatakan Anda telah menyaksikan hal ini didepan mata sendiri dan itu semua adalah karena iman kepada Yesus, Yang telah dimuliakan Allah, dan Yang Anda telah menolak dan telah diserahkan, dan yang tidak diterima dan dihancurkan. Kalian berdiri bersama dengan orang-orang yang menyalibkan-Nya, kalian setuju dengan penghakiman mereka terhadap Dia, dan kalian hidup dengan pemberontakan terbuka melawan Allah dan kalian bersalah sama seperti mereka.

Kemudian dengan lemah lembut Petrus di ayat 17-18 mengatakan, “Saudara-saudara! Saya tahu kalian tidak tahu apa yang kalian lakukan, dan pemimpin-pemimpinmu melakukan yang sama. 18 Tetapi apa yang sudah diberitahukan oleh Allah dahulu kala melalui semua nabi-nabi, bahwa Kristus, yang dijanjikan itu, harus menderita, itu sudah digenapkan.” Yesus di Lukas 23:34 mengatakan, “Bapa, ampunilah mereka! Mereka tidak tahu apa yang mereka buat.” Allah dalam anugerah-Nya memperhitungkan hal itu sebagai pembunuhan tidak sengaja dan bukan pembunuhan sengaja.

Lihatlah ayat 19, “Oleh sebab itu saudara-saudara, bertobatlah dari dosa-dosamu dan kembalilah kepada Allah, supaya Ia menghapuskan dosa-dosamu.” Berbaliklah. Pintunya terbuka, masuk saja dan dosa-dosamu semua akan dihilangkan. Nama terakhir yang disebut di ayat 18 adalah Kristus. Kristus berarti Mesias. Dan Petrus mengatakan, “Dia adalah Mesiasmu berdasarkan semua nubuatan-nubuatan mengenai penderitaan-Nya yang digenapkan.” Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu