13 Sep 2015 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2015
Kebangkitan Yesus Kristus
13 September 2015

Ini adalah batu penjuru besar dari kepercayaan Kristen. Segalanya tentang keberadaan kita dan yang kita miliki dan kita harapkan, didasarkan pada realitas kebangkitan. Tanpa kebangkitan tidak ada kekristenan. Disisi lain karena ada kebangkitan, semua unsur kepercayaan kita ditegaskan sebagai benar dalam setiap arti.

Orang Kristen percaya bahwa Yesus bangkit dari antara orang mati. Namun ada banyak reaksi yang mungkin mengenai kebangkitan. Pertama ada reaksi rasionalisme yang mengatakan bahwa kebangkitan itu harus ditolak karena itu tidak bisa dijelaskan dengan penalaran manusia. Pandangan orang humanis mengatakan hanya hal-hal yang dapat diketahui dan dijelaskan manusia adalah benar. Jadi rasionalisme menolak kebangkitan sama seperti menolak Allah dan semua unsur mujizat lain dari sejarah penebusan.

Reaksi kedua adalah reaksi ketidakpercayaan yang menolak percaya kebenaran nyata. Ketidakpercayaan adalah menyangkal fakta, karena kebangkitan itu adalah mungkin fakta yang paling tak terbantahkan dari seluruh sejarah kuno, berdasarkan bukti-bukti dan kesaksian dari saksi mata. Tanggapan lain adalah ketidakpedulian. Itulah tanggapan yang mengatakan hal itu mungkin benar atau faktanya adalah itu benar namun saya tidak peduli. Itu bukan ada dibagian atas daftar prioritas saya meskipun itu terjadi atau tidak.

Dan juga ada tanggapan kebencian. Itu lebih dari penolakan rasional berdasarkan keunggulan daya pikir manusia. Ini lebih dari ketidakpedulian dan lebih dari kebodohan, ini amarah. Tanggapan yang baik adalah reaksi iman, kepercayaan, tanggapan applikasi kenyataan kebangkitan. Nah, semua injil percaya kebangkitan Yesus Kristus bukan karena mereka dipaksa untuk percaya, namun karena mereka dekat semua bukti-bukti, sama dengan semua orang lain dari komunitas orang percaya.

Di Matius 28:1-10 kita akan bergabung dengan mereka yang telah melihat kebangkitan ini dengan mata iman mereka. Ada orang yang memikir Alkitab itu ada banyak kebenaran rohani yang dikumpulkan secara sembarangan. Itu tidak benar. Yang kita lihat di Matius 28 adalah klimaks segala sesuatu. Inilah makna segala sesuatu dan tujuan segala sesuatu. Inilah waktunya untuk mengingatkan semuanya yang kita telah belajar supaya kita mengerti kemuliaan kebangkitan itu, kejadian yang terbesar dari segala kejadian.

Khotbah pertama yang pernah dikhotbahkan di gereja waktu gereja mula-mula mulai diberitakan oleh Petrus di Kisah Para Rasul 2, dan itulah khotbah mengenai kebangkitan. Kenyataan kebangkitan menjadi tema semua khotbah para rasul. Petrus berkhotbah lagi tentang kebangkitan di bab 4 dan sekali lagi di bab 10. Dan Stevanus berkhotbah tentang kebangkitan itu di bab 7. Dan Filipus berkhotbah tentang kebangkitan di bab 8. Dan Paulus berkhotbah tentang kebangkitan di bab 9 dan bab 13 dan akhirnya di Kisah Para Rasul 28.

Seluruh tema Perjanjian Baru adalah tentang kebangkitan Yesus Kristus. dan kita berada disini karena kebangkitan itu. Ini hari Minggu, hari pertama minggu itu dan inilah hari kebangkitan. Spurgeon menulis, “Kita berkumpul disini pada hari pertama dan bukan pada hari ketujuh dari minggu karena karya penebusan bahkan pekerjaan yang lebih besar dari pada penciptaan dan karena itu lebih layak dirayakan. Yesus telah menempatkan hari istirahat ini bukan pada akhir minggu namun pada permu-laan istirahat. Pada setiap hari pertama dari minggu itu kita harus merenungkan kebangkitan Tuhan kita dan mencoba bersekutu dalam hidup kebangkitan-Nya.

Disinilah letaknya fondasi semua harapan kita. Karena Yesus mengatakan di Yohanes 14:19, “sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup.” Yesus juga mengatakan di Yohanes 11:25-26, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, 26 dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?" Kebangkitan itu adalah inti segalanya yang kita percaya. Jadi kita gembira sekali untuk mempelajari catatan kebangkitan Tuhan kita.

Nah setiap penulis injil menyampaikan kebangkitan itu secara unik, dengan memilih beberapa unsur peristiwa kebangkitan itu untuk menguatkan beberapa kebenaran rohani tertentu yang datang dari pikiran Roh untuk hati sang pembaca. Dan selagi kita melihat gambaran Matius tentang kebangkitan itu, kita juga akan menarik dari Markus, Lukas dan Yohanes supaya memperkaya dan memenuhi keseluruhan adegan itu supaya kita dapat menghargai semua kebenaran besar itu.

Matius mendekati kebangkitan itu dari sudut perasaan emosional kelompok wanita itu. Markus dan Lukas dan Yonathan semua membicarakannya berbeda-beda. Mereka semua menggunakan kebenaran sejarah tanpa ada kontradiksi, namun setiap orang selektif tentang unsur kebangkitan yang mana mereka fokuskan sesuai dengan tujuan yang diberikan setiap penulis oleh Roh Allah.

Marilah kita melihat ini dari sudut pandangan Matius, secara emosional. Kita akan melihatnya melalui hati beberapa wanita yang mengasihi yang diberikan kepekaan terhadap peristiwa itu dengan cara yang sungguh menakjubkan. Jadi kita sendiri akan merasakan kebangkitan itu. Kita akan mengalami kebangkitan itu ketika kita ikut merasakan perasaan wanita-wanita itu yang untuk pertama kalinya bertemu dengan Kristus yang telah dibangkitkan.

Lihatlah Matius 28:1, “Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.” Permulaan kalimat itu sebenarnya berarti “sesudah hari Sabat itu selesai cukup lama,” untuk mengekspressikan bahwa cukup banyak waktu sudah berlalu sejak Sabat itu berakhir pada hari Sabtu waktu matahari terbenam. Dan sekarang waktunya “menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu.” Perhatikanlah bahwa orang Yahudi tidak menyebut nama hari. Mereka hanya menamakan hari itu secara numerik setelah hari Sabat, itu hari kesatu setelah hari Sabat, hari kedua setelah Sabat dan seterusnya.

Jadi sekarang adalah hari Minggu pagi dan mungkin sudah sepuluh jam berlalu sejak hari Sabat. Ini hari ketiga Tuhan sudah berada di kuburan. Dia berada disitu sebagian dari hari Jumat, seluruh hari Sabtu, dan sudah sepuluh jam pada hari Minggu menjelang menyingsingnya fajar dari hari pertama setelah hari Sabat. Markus 16:2 mengatakan, dengan catatan waktu yang sama, “Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit.” dan Lukas 24:1 mengatakan, “tetapi pagi-pagi benar.” Dan Yohanes 20:1 mengatakan, “pagi-pagi benar ketika hari masih gelap.”

Jadi panggung diatur pada hari ketiga ini untuk terjadi suatu acara besar, Yesus telah mengatakan bahwa Dia akan bangkit dari kuburan pada hari ketiga. Dia telah mengatakan hal itu berkali-kali di semua empat injil. Ini hari kebangkitan dan ini hari Minggu setelah hari Sabat. Namun waktu dimana Yesus berada di kuburan adalah hari Sabat sah yang terakhir. Jadi inilah akhir hari Sabat sebagai bagian perjanjian lama. Dan itu juga adalah permulaan perjanjian baru yang tidak lagi berada pada akhir minggu namun pada permulaannya. Inilah permulaan suatu era baru.

Dan karena itu kita berkumpul pada hari Minggu dan bukan pada hari Sabat, Sabtu. Marilah kita sekarang ikut serta para wanita. Dan malam ini kita akan melihat sikap mereka dan emosi mereka pada waktu mereka diperhadapkan fakta dimana Yesus yang mereka pikir sudah mati di kuburan, menghilang dan hidup. Pada mulanya mereka merasa emosi simpati. Para wanita ini mengasihi Tuhan Yesus Kristus lebih dari siapapun juga.

Lihatlah Matius 28:1, “pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.” Namun mereka tidak sendirian. Markus 16:1 menambahkan, “serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus,” dia juga ada disitu. Lukas 24:10 menambahkan, “Perempuan-perempuan itu ialah Maria dari Magdala, dan Yohana, dan Maria ibu Yakobus. Dan perempuan-perempuan lain juga yang bersama-sama dengan mereka.” Dan Yohanes menggunakan kata ganti jamak “kami” di Yohanes 20:2, jadi asumsi kita adalah bahwa dia juga melihat semua wanita itu.

Yohanes juga menunjukkan bahwa kelompok itu tiba di kuburan “pagi-pagi benar ketika hari masih gelap.” Mereka tidak datang untuk melihat kebangkitan, iman mereka masih belum sampai kesitu. Mereka masih tidak percaya, mereka datang untuk melihat kuburan. Namun mengapa? Markus 16 mengatakan, “Mereka beli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.” Untuk apa? Bukankah Dia sudah diurapi dan diminyaki dengan 50 kati bahan? Orang Yahudi ada kebiasaan untuk meminyaki sekali lagi pada hari ketiga untuk mempertahan-kan tubuh itu sedikit lagi karena pada hari keempat mayat itu sudah busuk.

Dan Markus 16 mengatakan pada waktu mereka masih berjalan mereka mendiskusikan bagaimana mereka akan menggulingkan batu besar itu. Mereka tidak tahu itu dijaga orang Romawi dan itu dimeteraikan. Dan apa yang kekurangan dalam iman mereka mereka mengimbangi dengan kasih sayang. Ini tindakan kasih terakhir. Namun pada saat mereka mendekati kuburan itu perasaan simpati itu berubah menjadi ketakutan. Emosi kedua adalah teror.

Ayat 2 mengatakan, “Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya.” Nah ini gempa bumi kedua dalam tiga hari. Ada gempa bumi pada saat Kristus mati yang mematahkan batu dan membuka kuburan dan orang-orang mati dibangkitkan menjadi hidup diantara orang-orang kudus. Dan sekarang Allah sekali lagi bekerja dan Allah mendemonstrasikan itu secara fisik.

Pusat gempa bumi itu adalah di kuburan itu. Para wanita dapat merasakan gempa bumi itu tanpa tahu apa yang terjadi. Matius memberi alasannya, “sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu.” Ketika malaikat masuk ke taman itu terjadilah gempa bumi. Tidak ada sesuatu yang mengatakan bahwa malaikat itu melepaskan Yesus dari kuburan itu. Itu salah. Tidak ada orang yang melihat kebangkitan itu, itu terjadi dengan cara yang tidak kelihatan, Kristus muncul saja dari kuburan itu.

Malaikat itu menggulingkan batu itu supaya wanita-wanita itu bisa masuk dan melihat bahwa Dia sudah tidak ada lagi disitu. Jadi bagaimana Yesus dapat keluar dari situ? Dengan cara yang sama yang dikatakan di Yohanes 20:26, “Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" Dengan cara yang sama Dia masuk menembus tembok di ruangan atas adalah cara yang sama Dia keluar dari batu di kuburan. Dan ketika para wanita tiba disitu, mereka masuk dan melihat. Dan ketika Petrus dan Yohanes tiba, mereka juga masuk dan melihat.

Dan disitu letaknya bungkusan kain lenan yang tidak terganggu sama seperti mereka telah melilit tubuh-Nya. Dan kain peluh itu letaknya di tempat untuk kepala-Nya. Itu sama seperti ketika tubuh-Nya masih di dalam kain itu hanya Yesus sudah hilang. Dan imam-imam kepala dan orang-orang Farisi tidak menyangka bahwa segala usaha mereka hanya menambahkan pengaruh-Nya dan mengesahkan kebangkitan-Nya.

Nah disini kita harus melihat Injil Yohanes yang memperhatikan Maria Magdalena. Maria bagi para wanita adalah sama seperti Petrus bagi para Rasul. Ketika Maria masuk apa yang dia lihat adalah batu besar telah digulingkan dan tubuh itu hilang. Dan dia sama sekali tidak memperhatikan malaikat itu. Yohanes memberikan kita tanggapannya di Yohanes 20:2, “Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburan dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan.”

Maria Magdalena tidak tahu siapakah itu. Yohanes 20:3, “Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur.” Ayat 4 mengatakan bahwa mereka lari dan Yohanes lebih cepat dari Petrus dan dia tiba duluan. Wanita lain tinggal dan mereka mengalami pertemuan yang indah dengan malaikat itu. Malaikat itu digambarkan di Matius 28:3, “Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju.” Jadi disitu ada malaikat kudus yang menjadi wakil keilahian, mahluk ciptaan yang mewakili pencipta semua mahluk, yang sendirinya tidak dicipta, yaitu Allah sendiri.

Ayat 4 mengatakan, “Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati.” Mereka ada disitu supaya tidak terjadi sesuatu namun sesuatu terjadi yang mereka tidak sangka. Dan mereka menjadi pingsan sementara. Ketakutan itu dapat menyebabkan orang menjadi lumpuh sampai mereka pingsan dan itulah yang terjadi. Memang, wanita-wanita itu takut juga namun mereka dikuatkan oleh malaikat itu sendiri.

Ayat 5, “Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.” Ada beberapa hal yang perlu diterangkan meskipun tidak ada orang yang menanyakan. Dan karena itu dia menjelaskannya kepada para wanita, dan inilah yang dia katakan, “Janganlah takut, tidak perlu takut.” Nah ingatlah, Maria Magdalena sudah pergi namun sisa wanita-wanita ada disitu. Dia sekarang sedang lari untuk mencari Petrus dan Yohanes. Sementara itu malaikat meredakan ketakutan para wanita itu.

Prajurit itu memang patut takut ketika Kristus bangkit. Namun mereka yang mengasihi-Nya tidak perlu takut. Mereka datang untuk menemukan mayat, dan bukan untuk melihat kebangkitan. Iman mereka lemah, pengertian mereka kurang namun Allah penuh anugerah. Dan mereka mengasihi Tuhan Yesus Kristus dan bahkan di dalam waktu mereka ragu-ragu dan keputusasaan, Allah tahu kasih mereka dan merespon dengan anugerah. Teks Yunani mengatakan, “Dia bangkit, Dia tidak ada disini.”

Dan kata itu menunjukkan kebangkitan dari antara orang mati. Karena itu prajurit yang sudah ahli tentang kematian tidak mematahkan kaki-Nya, Dia sudah mati. Mereka menusuk tombak di sisi-Nya yang menembus jantung-Nya dan keluarlah darah dari jantung-Nya dan air dari selaput jantung. Dan para wanita yang sama, bersama Yusuf dari Arimatea dan Nikodemus pasti tahu sudah Dia mati. Dan dikubur dalam kuburan selama tiga hari memastikan Dia sudah mati.

Namun sekarang Dia bangkit. Dan Alkitab mementingkan bahwa Dia dibangkitkan oleh kuasa Allah Bapa di Roma 6:4, Galatia 1:1 dan 1 Petrus 1:3. Ditambah itu Yesus di Yohanes 10:18 mengatakan, “Aku berkuasa memberikan hidup-Ku dan berkuasa mengambilnya kembali.” Jadi Dia bukan saja dibangkitkan Allah Bapa namun Dia juga dibangkitkan berdasarkan kekuatan Dia sendiri. Kemudian di Roma 8:11 dikatakan, “Dan Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati.” Jadi seluruh trinitas ikut campur dalam kebangkitan Yesus Kristus.

Kemudian malaikat mengatakan di ayat 6, “Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.” Iya Lukas 24:3-4 mengatakan mereka memang melihat hal itu. Dan disitu juga dikatakan bahwa ada malaikat lain yang yang muncul didalam juga, Dan ketika mereka masuk malaikat itu muncul lagi dan pada dasarnya mengulangi berita yang sama. Mengapa dia mengatakan hal yang sama dua kali? Iya, pesan seperti ini memang patut diulangi dua kali untuk mementingkan bahwa realitas ini sangat hebat.

Kemudian Lukas 24:4 mengatakan bahwa malaikat pertama yang mengulangi berita itu dua kali didampingi malaikat kedua, yang satu di bagian kepala dimana dulu ada tubuh dan yang satu lagi di bagian kaki dimana dulu tubuh itu berada. Pada Tabut Perjanjian di Perjanjian Lama pada bagian atasnya ditempatkan Tempat Pendamaian dimana penebusan dosa terjadi dan disitu di dua sisi ada dua malaikat juga. Dan disini dengan adanya dua malaikat di dua sisi dan Kristus ditengah, ini merupakan Tempat Pendamaian tulen dimana Kristus telah menebus semua dosa dunia.

Kemudian di Lukas 24:5-7 dikatakan bahwa dua malaikat itu memberi pesan lain, “Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? 6 Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, 7 yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga." Jadi inilah pesan yang mereka mengulangi untuk ketiga kalinya. Dan akhirnya di ayat 8 dikatakan, “Maka teringatlah mereka akan perkataan Yesus itu.”

Malaikat kemudian memerintah di Matius 28:7, “Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu." Meskipun murid-murid itu lemah, mereka melarikan diri, mereka menyangkal, mereka meninggalkan Juruselamat, namun tetap Dia mengatakan, Saya ingin kamu secepat mungkin memberitakan kabar bahwa Yesus hidup. Betapa besar anugerah itu.

Tahukah Anda mengapa wanita-wanita itu adalah yang pertama melihat malaikat dan Kristus yang hidup? Karena mereka berada disitu. Semakin dekat Anda berada bersama Tuhan dan pekerjaan-Nya, semakin Anda akan menikmati apa yang Dia lakukan. Yang kekurangan dalam hal iman, Anda akan mengimbangkan dengan loyalitas. Dan Allah akan menegaskan kelemahan Anda dan merubahkan itu menjadi kekuatan, Amin? Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu