10 Agt 2014 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2014
Orang Buta Bisa Melihat
10 Agustus 2014

Matius 20:29-34, “Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya keluar dari Yerikho, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. 30 Lihatlah, ada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan mendengar, bahwa Yesus lewat, lalu mereka berseru: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!" 31 Tetapi orang banyak itu menegor mereka supaya mereka diam. Namun mereka makin keras berseru, katanya: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!" 32 Lalu Yesus berhenti dan memanggil mereka. Ia berkata: "Apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" 33 Jawab mereka: "Tuhan, supaya mata kami dapat melihat." 34 Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia menjamah mata mereka dan seketika itu juga mereka melihat lalu mengikuti Dia.”

Kisah yang sederhana, yang gampang dimengerti dan tidak aneh dalam kehidupan Kristus karena kisah-kisah seperti ini terjadi berribu-ribu kali. Sebegitu banyak sehingga mungkin seperti Yohanes katakan, semua buku diseluruh dunia tidak dapat mengandung semuanya. Mengapa kisah ini dibicarakan? Mengapa kisah ini ada disini? Pada waktu Yesus pergi ke Yerusalem untuk mati, mengapa berhenti dalam kemajuan kejadian yang begitu besar seperti perayaan Pelewatan dimana Dia akan menjadi domba, dikorbankan untuk dosa-dosa kita. Mengapa kisah kedua orang buta itu dimasukkan disini?

Nah, satu alasan yang kuat ditunjukkan oleh kata “belas kasihan” di ayat 34. Hati Yesus tergerak oleh belas kasihan. Sementara dunia ingin membungkamkan orang- orang seperti ini, Yesus ingin mendengar apa yang mereka mau katakan. Sementara dunia ingin memastikan tidak ada halangan, Yesus ingin memastikan Dia berdiri bersama mereka. Sementara dunia ingin memastikan mereka tidak sempat menjelaskan kebutuhan-kebutuhan mereka, Yesus ingin memenuhi kebutuhan mereka.

Yesus bisa saja memikirkan murid-murid-Nya yang harus meneruskan pekerjaan- Nya setelah Dia mati. Mungkin saja Dia terpengaruh pikiran kematian itu dan menjadi domba korban itu. Sebenarnya tidak ada waktu untuk berhenti dan mengurus dua orang buta karena orang buta itu banyak sekali. Namun tetap Dia memberi waktu. Yesus Kristus tidak terlalu sibuk dalam menebus seluruh dunia untuk memberi penglihatan kepada dua orang buta yang tidak dapat memberi apapun juga selain daripada masalah mereka.

Namun pelajaran ini lebih mendalam dari apa yang kita sangka. Kebutaan sebenarnya adalah suatu catatan yang ada di Alkitab. Itu hal biasa, kebutaan fisik dan kebutaan spiritual. Kebutaan fisik terdapat cukup sering di dunia purbakala. Kemiskinan, kekurangan perawatan medis, keadaan kotor, sinar matahari, angin pasir, berbagai macam kecelakaan, peperangan, pertempuran, semua hal seperti itu dapat menyebabkan kebutaan fisik.

Namun yang lebih umum dari pada kebutaan fisik adalah kebutaan rohani. Dan Injil dan surat-surat secara metaforis lebih sering berbicara tentang kebutaan hati. Bahkan Yohanes 1:9-11 menyimpulkan ini dalam kata-kata yang mengatakan, “Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. 10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. 11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang- orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.”

Atau di Yohanes 3:19 dikatakan, “Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.” Atau Roma 11:25 yang mengatakan, “Sebagian dari Israel telah menjadi tegar.” Atau 2 Korintus 3:14 yang mengatakan, “pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka.” Atau perkataan Yesus di Matius 23:16, “Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta,” orang Farisi buta. Yesus mengatakan, Anda buta terhadap Allah. Anda bisa melihat secara fisik, namun secara rohani Anda buta terhadap Allah.

Sekarang kasus orang-orang ini menarik, meskipun mereka buta secara fisik, mereka malah memiliki pandangan rohani yang luar biasa terang. Secara fisik mereka tidak bisa melihat apapun, namun secara spiritual mereka dapat melihat dengan baik. Dan mereka akan dapat melihat jauh lebih baik lagi setelah Tuhan selesai dengan mereka, karena mereka dapat melihat secara fisik. Mengapa orang- orang buta secara spiritual? Mereka dibutakan dosa. Di Matius 6:23 dikatakan, “jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.”

2 Korintus 4:4 mengatakan, “orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini.” Jadi Iblis telah membutakan mereka dua kali lipat. Dan mungkin Allah dapat membutakan mereka tiga kali lipat ketika Dia secara berdaulat membutakan mata, seperti dikatakan Yesaya 6, sebagai hukuman terhadap mereka yang tidak percaya. Jadi kita melihat banyak orang dibutakan dosa dan dibutakan lagi oleh Iblis dan dibutakan lagi oleh Allah sendiri. Dan di dalam kegelapan kebutaan rohani orang-orang ini datanglah Yesus.

Masih ingat ketika Dia memberitahukan Dia sudah datang di Lukas 4:19, Dia datang untuk memberi penglihatan bagi orang-orang buta? Dan Dia bukan terutama membicarakan kebutaan fisik, malah Dia terutama membicarakan kebutaan rohani. Dia mengatakan di Yohanes 8:12, “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." Dia datang untuk memberi penglihatan spiritual kepada mata buta.

Dan kadang-kadang Dia memberi penglihatan fisik kepada mata buta. Dia melakukan itu untuk tiga alasan. Pertama, Dia menunjukkan bahwa Dia adalah Mesias. Kedua, ini sebagian dari pratinjau waktu di surga. Dia memperlihatkan seperti apa keadaannya di dalam Kerajaan setelah semuanya dikembalikan dan ada keutuhan mulia dan penyembuhan di Kerajaan. Dan ketiga, ini semacam gambar atau lambang.

Setiap kali Dia menyembuhkan orang dari kebutaan fisik, Dia sebenarnya mengatakan itu hanya lambang dari apa yang Aku akan lakukan dengan jiwa Anda. Setiap kali Dia membuka telinga seseorang supaya mendengar suara, Dia sebenarnya menunjukkan bahwa itu persis apa yang Dia ingin melakukan dengan hati Anda supaya Anda dapat mendengar dan memahami Firman Allah. Dan setiap kali Dia membangkitkan seseorang dari kematian fisik, Dia mengatakan Aku sanggup memberi hidup kepada jiwa sama seperti Aku sanggup memberi kehidupan kepada tubuh.

Dan karena itu bagi Yesus mengampuni dosa sama saja dengan menyembuhkan seseorang. Dan ketika orang menanyakan pertanyaan itu, Dia menjawab, “Apakah bedanya? Aku memperlihatkan kepada kalian kuasa mutlak Aku atas dunia fisik dan semua hukum alam dan Saya juga berkuasa dan mengontrol dunia spiritual dan semua hukum supranatural.

Jadi dalam kasus kedua orang buta ini, inilah bukti Dia adalah Mesias. Dan Anda telah diberi pratinjau surga. Dan Anda diberi gambaran indah dari apa yang Dia dapat melakukan kepada hati orang. Dan Anda diberi realitas, setelah kejadian ini kedua orang buta dapat melihat dan memiliki jiwa yang diselamatkan. Mereka dapat melihat secara fisik dan secara spiritual. Dan mereka menunjukkan kepada kita tidak peduli betapa sibuknya Tuhan kita, hati-Nya yang penuh belas kasihan itu selalu merangkul mereka yang berseru meminta pertolongan-Nya.

Sekarang marilah kita melihat keadaannya di ayat 29. Kisah ini sederhana sekali dan keadaannya sederhana. “Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya keluar dari Yerikho, banyak orang berbondong-bondong mengikuti Dia.” Yesus telah menyelesaikan pelayan-Nya di Galilea. Dia juga telah menyelesaikan pelayanan- Nya di Parea, daerah sebelah timur Yordan, yang berlangsung beberapa minggu disana dan sekarang Dia menuju ke Yerusalem. Jadi Dia perlu menyebrang sungai Yordan sekali lagi menuju ke arah barat.

Jadi sekarang ini Yesus sudah siap untuk berangkat. Dia tidur malam itu dan sekarang Dia mulai pergi ke Yerusalem. Dia harus pergi ke Perayaan Pelewatan. Jadi kita mulai lagi di ayat 30, “Ada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan mendengar, bahwa Yesus lewat, lalu mereka berseru: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!" Nah di ayat 29 dikatakan, “Ketika keluar dari Yerikho” hal ini terjadi. Markus mengatakan dalam bagian firmannya yang komparatif, “waktu mereka meninggalkan Yerikho.” Namun Lukas 18:35 mengatakan, “Waktu Yesus hampir tiba di Yerikho.”

Apakah ini kesalahan alkitabiah? Dua injil mengatakan Dia pergi dan satu injil mengatakan Dia hampir tiba. Menurut John McArthur Yesus bersama orang banyak berjalan dan ketika mereka tiba di gerbang kota, tiba-tiba mereka mendengar seruan kedua orang buta ini dan saat itu Dia kembali ke kota untuk bertemu dengan mereka. Perhatikanlah bahwa setiap penulis Injil tidak membandingkan diri dengan apa yang ditulis orang lain, mereka tidak mengutip sumber asing yang sama. Mereka menulis dari isi hati mereka dibawah inspirasi Roh Kudus. Dan tetap saja semua itu masuk akal.

Sekarang, ayat 30 mengatakan, “Lihatlah,” (tambahan pribadi yang harusnya ada) dan istilah teriakan itu bukan ditulis karena ada dua orang buta, sepertinya itu sesuatu yang aneh. Alasannya mereka menulis “lihatlah” itu adalah karena apa yang mereka katakan, “Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!” Mereka memanggil Dia dengan memakai judul Mesias. Dua orang pengemis, kata Markus, yang sedang mengemis, kata Lukas, yang duduk dipainggir jalan, kata Matius, berseru keras judul Mesianik. Dari mana mereka mendapat informasi dan iman itu?

Sekarang di saat ini kita dapatkan fakta lain lagi. Lukas hanya membicarakan satu dari dua orang buta itu, yang paling menonjol, namun tidak pernah mengatakan hanya ada satu orang. Nah Markus menerangkan hal ini lebih lanjut, dia memberikan kita nama salah satu dari mereka di Markus 10:46. Namanya Bartimeus, anak Timeus. Matius hanya ingin kita melihat keagungan Kristus. Lukas mementingkan hal yang sama, namun Markus menamakan orangnya. Jadi ketika orang membaca surat Markus, seolah-olah Markus mengatakan, “Tahukah Anda siapa salah satu dari kedua orang itu? Itulah temanmu Bartimeus.”

Ayat 30 mengatakan, “Waktu mereka mendengar Yesus lewat, lalu mereka berseru: "kasihanilah kami!" Kemudian di akhir ayat 31, “Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!" “Berseru” itu disini berarti mereka berteriak, Ini digunakan di Perjanjian Baru ketika orang-orang yang kerasukan Setan berteriak di Markus 5. Itu juga digunakan ketika seorang ibu berteriak saat melahirkan bayi. Dan keputusasaan itu sangat kuat dan dramatis. Dan mereka berteriak, “Kasihanilah kami.”

Mereka tidak mengatakan, “Tuhan kami telah diperlakukan dengan tidak adil, tolonglah membenarkan keadaan ini.” Mereka menyadari mereka membutuhkan belas kasihan. “Kasihanilah kami. Lihatlah keadaan parah kami.” Ada semacam kerendahan hati yang tulen dalam hal itu. Mereka berseru dengan keinginan keras untuk disembuhkan, namun mereka tidak menuntut dan mereka tidak mengklaim mereka layak. Dan mereka juga bertekun. Ayat 31, “Tetapi orang banyak itu menegor mereka supaya mereka diam. Namun mereka makin keras berseru!" Dunia ini selalu mencoba untuk menghalang orang-orang bertemu dengan Yesus, benar?

Keadaannya tidak berubah sekarang. Orang-orang benci melihat pengemis dan jika Anda pernah ke dareah dunia dimana ada banyak pengemis, ada kemungkinan besar kitapun tidak peduli dan mereka memang sering menghalang. Namun hati mereka berada di tempat yang benar. “Kasihanilah kami.” Mereka menyadari kebutuhan mereka sangat besar. Dan mereka tahu mereka tidak layak. Mereka berbeda sekali dari orang Farisi yang tidak mencari belas kasihan karena mereka percaya berdasarkan jasa, mereka sudah memiliki hak untuk segala sesuatu. Dan memang mereka bertekun.

Ada hal ketiga yang menunjukkan bahwa persepsi mereka benar. Meskipun mereka buta secara fisik, mereka dapat melihat secara spiritual karena mereka berteriak, “Tuhan, Anak Daud,” yang adalah judul Mesias. Karena dikatakan di Matius 1:1, “Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.”Itu adalah istilah Yahudi paling umum bagi raja yang akan datang. Mereka percaya bahwa Dia adalah Mesias. Mereka tidak ragu-ragu bahwa inilah satu-satunya kesempatan mereka.

Dan memangnya Dia adalah Anak Daud. Ketika terjadi kelahiran Yesus Kristus di Lukas 1:32 kita baca, “Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama- lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” Dan mereka memanggil- Nya nama yang sama di Matius 21:9 ketika Ia masuk ke Yerusalem pada Minggu Palem itu, “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!"

Ketika Anda telah datang kepada titik iman terbesar yang mungkin, Tuhan akan menemukan Anda pada titik iman itu dan membawa Anda seluruh jalan sampai kepada penyelamatan. Dan itulah yang Dia lakukan dengan kedua orang buta ini. Jadi kita melihat masalah sedih mereka, permintaan dari hati mereka, ketekunan mereka dan persepsi mereka yang benar. Ayat 32, “Lalu Yesus berhenti dan memanggil mereka. Ia berkata: "Apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Dia berhenti, dan Dia memberhentikan semua orang-orang.

Disini ada kejadian besar dimana Dia melakukan tiga hal, Dia memberi bukti Mesias lagi, Dia memberikan pratinjau surga dan gambaran yang indah dari apa yang Dia dapat melakukan bagi hati. Disini tibalah waktunya untuk menunjukkan siapakah Dia sebenarnya lagi, namun lebih dari itu, itulah waktunya Dia memperlihatkan belas kasihan yang lembut terhadap dua orang yang sangat memerlukannya. Dan Dia memanggil mereka. Bagaimana caranya Dia memanggil mereka?

Dalam surat Markus kelihatannya seperti Dia memanggil mereka dengan orang suruhan. Ada orang yang lari ke mereka yang berada dekat pintu gerbang. Dan dia lari kembali dan Markus 10:49 mengatakan, “Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau." Dan di Markus 10:50 dikatakan, “Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus.” Mungkin dia pikir dia akan kembali setelah dia dapat melihat untuk mencarinya kembali.

Ini dilakukan untuk menimbulkan harapan yang lebih besar lagi dari hati mereka, ini dilakukan untuk menegaskan kepada orang-orang khususnya apa yang Dia sedang lakukan. Dan jawaban mereka adalah suatu permohonan sederhana di ayat 33, “Tuhan, supaya mata kami dapat melihat.” Mereka mengaku bahwa mereka buta, dan itu harus benar-benar di jelaskan. Dan itu membawa kepada hak istimewa supranatural, ayat 34, “Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia menjamah mata mereka dan seketika itu juga mereka melihat.”

Nah disini dikatakan bahwa Yesus tergerak belas kasihan. Itulah benar pesan utama, Dia merasakan kebutuhan mereka. Dia merasa sedih untuk mereka. Begitu besar rasa lembut hati di dalam Dia. Dia menjamahmata mereka. Dan doktor Lukas menambahkan di Lukas 18:42, “Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Dan langsung semua hukum alam disingkirkan dan sama seperti Allah menciptakan sesuatu dari nol, Kristus menciptakan mata yang dapat melihat.

Yah Yesus menggunakan banyak metode. Kadang Dia menyentuh, kadang tidak. Kadang-kadang mereka menyentuh Dia. Ada kalanya Dia berbicara, ada kalanya Dia hanya memikir dan mereka sembuh. Kadang-kadang Dia memasukkan jari ke telinga, kadang Dia memakai tanah liat, kadang dia memakai ludah. Dia menyembuhkan menggunakan banyak sekali cara yang berbeda-beda. Namun penyembuhan-Nya selalu total, lengkap dan lansung yang tidak bisa dijelaskan secara alami.

Nah ini membawa kita kepada titik terakhir. Keadaan mereka sedih, mereka sangat bertekun, persepsi mereka tepat, keinginan mereka sederhana, dan mereka diberi hak istimewa supranatural dan mereka mengikuti dengan rendah hati. Akhir ayat 34 mengatakan, “mereka mengikuti Dia.” Ini pernyataan kecil namun juga pernyataan indah. Di Markus 10, “kata Yesus kepadanya: "Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Jadi mereka pergi kemana? Jalan mereka adalah jalan Dia sejak saat itu.

Tidak perlu ada iman di catatan Perjanjian Baru untuk disembuhkan. Banyak orang di Perjanjian Baru disembuhkan yang tidak beriman, namun tidak ada seorangpun yang diselamatkan tanpa iman. Jadi ketika Yesus mengatakan, “imanmu telah menyelamatkan engkau,” itu persis apa yang Dia maksud. Mereka benar-benar diselamatkan.

Ada alasan lain mengapa orang-orang ini benar memiliki hidup yang ditransformasikan. Disitu dikatakan, mereka mengikuti Dia. Mungkin orang mengatakan, “Ah mereka hanya mengikuti-Nya ke Yerusalem.” Namun dikatakan di Lukas 18:43, mereka “mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah.” Saya harap Anda terpengaruh belas kasihan Yesus. Dan jika Anda pernah berseru kepada-Nya, Dia akan merubah Anda untuk melihat secara rohani. Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu