08 Jun 2014 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2014
Bagaimana Mendapat Hidup Kekal
8 Juni 2014

Malam ini kita mempelajari Matius 19:16-22. Mungkin Anda telah mengalami dimana Anda membimbing seseorang kepada Kristus dan Anda melihat tidak ada perubahan dalam hidup mereka, tidak ada sesuatupun yang berubah dan mereka bahkan tidak mau pergi ke gereja, Mungkin Anda menanyakan diri mengapa ini terjadi. Allah akan memberikan Anda jawaban akan hal itu malam ini.

Matius 19:16-22, “Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru yang baik, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" 17 Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau memanggil Aku baik? Hanya Satu yang baik, yaitu Allah. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah." 18 Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, 19 hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." 20 Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?" 21 Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." 22 Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.”

Perhatikanlah di ayat 16 bahwa orang muda ini menanyakan bagaimana caranya memperoleh hidup yang kekal. Istilah “hidup kekal” telah digunakan kira-kira 50 kali di dalam Firman dan adalah dasarnya semua pengabaran Injil. Dengan kata lain, kita ingin supaya manusia ingin kehidupan kekal itu, supaya mereka menerima kehidupan kekal. Bahkan Yohanes 3:16 mengatakan, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Dan disini datanglah orang muda ini yang langsung maju kedepan dan menanyakan Yesus pertanyaan itu. Kebanyakan usaha kita dalam pengabaran Injil adalah untuk membawa seseorang kepada titik itu. Jika Anda dapat membawa orang itu kepada saat dia mengatakan, “Apakah saya harus perbuat untuk mewarisi hidup kekal,” yang hanya perlu ditambahkan adalah: percayalah, tanda tangan sebuah kartu, maju kedepan dan minta dibaptis. Dia berada dimana Anda ingin dia berada.

Namun orang muda ini mengabaikan seluruh proses dari usaha normal sebelum ada pemberitaan injil. Seperti bagaimana Anda tahu ada Allah, bagaimana kita dapat percaya Alkitab dan seterusnya. Dia langsung maju dan bertanya kepada Yesus pertanyaan mengenai hidup kekal itu. Nah, pertanyaan itu telah muncul beberapa kali di Perjanjian Baru. Bukan saja dari orang muda ini, namun juga dari seorang pengacara dan juga sekelompok orang-orang di Yohanes 6.

Kelakuan Yesus sangat berbeda dari apa yang kita biasa mendengar. Namun kita sangat memerlukan kebenaran dari teks ini. Kita memiliki banyak cara pengabaran injil sekarang yang tidak sesuai Alkitab dengan keputusan orang-orang dan kemajuan orang kedepan dan saran untuk percaya saja. Dan itu membawa orang- orang kepada khayalan bahwa mereka selamat namun sebenarnya mereka tidak diselamatkan.

Jadi bagaimana caranya memperoleh hidup kekal? Nah, pertama-tama kita perlu tahu apa yang kita inginkan. Dia tahu dia tidak memiliki hal itu. Matius memberitakan bahwa dia masih muda di ayat 20 dan bahwa dia kaya di ayat 22. Dan di Lukas 18:18 dikatakan bahwa dia adalah seorang pemimpin. Kemungkinan besar dia adalah pemimpin sinagoga, seorang pemimpin agama Yahudi, yang taat, yang jujur berhubungan dengan Yudaisme, muda, kaya, terkenal dan berpengaruh.

Dilihat dari kebudayaan pada waktu itu, dari suasana agama di zaman itu, dia memiliki semuanya. Karena itulah di ayat 16, Matius mengatakan, “Coba lihat.” Itu menakjubkan bagi Matius bahwa orang ini datang dan mengaku bahwa dia tidak memiliki hidup kekal. Dia masih belum menemukan damai, sukacita dan harapan. Dia pada dasarnya datang karena dia merasa ada kebutuhan. Dia tidak tenang dan cemas. Dia merasa hidupnya tak terpenuhi.

Paulus mengatakan bahwa kewarganegaraan kita di dalam Kerajaan memperoleh karakter ilahi dan kita tiba-tiba seakan-akan menjadi hidup bagi Allah dan kehidupan itu tidak pernah berakhir. Namun hidup kita juga memiliki kualitas keberadaan yang khusus, bukan saja kuantitas. Saya sekarang bisa menanggapi Allah. Sebelum saya diselamatkan saya mati dalam dosa, samasekali tidak responsif terhadap lingkungan Allah. Ketika saya menjadi orang Kristen, saya diberi kemampuan untuk menanggapi lingkungan Allah untuk selamanya.

Kedua, orang kaya ini tahu keinginannya jadi dia merasakan kebutuhannya. Nah, banyak orang merasa mereka tidak membutuhkan kehidupan kekal. Mereka benar- benar tidak peduli menjadi hidup bagi Allah dan mereka sama sekali tidak tertarik. Dan boleh dibilang mereka tidak cukup putus asa. Orang ini bukan saja tahu keinginannya namun dia juga merasakan kebutuhannya.

Ketiga, untuk memperoleh hidup kekal yang diperlukan juga adalah ketekunan dalam mencari. Nabi Yesaya dari Perjanjian Lama mengatakan di Yeremia 29:13, “Apabila Anda mencari Aku dengan segenap hati, Anda akan menemukan Aku.” Nah disini ada orang yang bertekun mencari. Anda berkata,”Bagaimana kita tahu hal itu?” Iya didalam bagian sejajar di Markus 10:17 dikatakan, “datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya.” Sekarang dia merendahkan diri. Dia serius, bermotivasi dan cemas. Dia tidak peduli kehilangan muka di depan banyak orang yang memikir dia sudah menjadi teladan rohani.

Keempat, untuk memperoleh hidup kekal dia datang kepada sumber yang benar. Tahukah Anda bahwa ada banyak orang yang mencari hidup kekal namun mereka semua mencarinya di tempat-tempat yang salah. Mengapa Iblis menciptakan agama- agama palsu di seluruh dunia? Supaya orang-orang mengejar hal-hal yang salah. Yesus bukan saja sumber hidup kekal, Dia adalah hidup kekal.

Dia pasti telah mendengar kuasa Yesus dan ajaran-ajaran-Nya karena dia datang kepada-Nya dan mengatakan “Guru.” Markus dan Lukas memberitakan kita dia memanggil-Nya “baik.” Itu ditambahkan di Matius, namun itu tidak ada di dalam kitab Matius asal. Dan dia mengatakan agathos, yang berarti baik dari dalam, baik secara moral, sifatnya baik dan pada dasarnya baik. Mungkin Anda tahu rahasianya hidup kekal.

Dia tidak pikir Yesus adalah Allah atau Mesias. Dia terpukul oleh kekuatan ajaran Yesus dan kuasa kehidupan-Nya dan dia pikir pasti guru ini memiliki rahasia hidup kekal. Dan meskipun dia tidak tahu siapakah Yesus sepenuhnya, dia memang datang kepada tempat yang benar.

Di ayat 16 dia menanyakan, “Apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Dan jawaban Yesus mengherankan. Yesus sebenarnya menempatkan tembok di hadapan orang ini. Ayat 17, “Apakah sebabnya engkau memanggil Aku baik? Hanya Satu yang baik, yaitu Allah. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah." Hanya Allah saja baik dan Yesus berkata, jadi pergilah dan taatilah segala perintah-perintah-Nya. Tidak ada informasi baru, tidak ada jalan rahasia.

Mengapa Yesus mengatakan itu? Karena orang ini datang ke Yesus untuk memperoleh keselamatan berdasarkan perasaan kebutuhannya saja, karena dia cemas dan frustasi daripada merasa sukacita, kasih, damai dan harapan. Dan itu berarti ada kekurangan besar. Apakah itu? Masalah dosanya. Orang muda ini tidak mengerti betapa banyaknya dia menyakiti hati Allah yang kudus. Keinginan untuk hidup kekal semuanya berhubungan dia sendiri, seharusnya dia lebih memikirkan betapa besarnya dia menimbulkan amarah Allah Yang kudus.

Jadi Yesus memperhadapkannya dengan fakta bahwa dia telah melanggar hukum Allah. Keselamatan adalah bagi orang-orang yang mau menjauhkan diri dari hal- hal dosa hidup ini dan berpaling kepada Allah. Dan mereka perlu bertobat, mengaku dosa mereka dan menegaskan komitmen mereka untuk hidup bagi kemuliaan-Nya. Mereka harus tahu bahwa kecuali mereka rela meninggalkan semua hal duniawi, mereka tidak bisa menjadi murid-Nya.

Dan ketika Yesus mengatakan kepada dia, “turutilah segala perintah Allah,” Dia menanyakan orang muda ini untuk membandingkan dirinya dengan standar ilahi supaya dia bisa melihat bahwa dia kekurangan. Semua penginjilan harus membandingkan si pendosa dengan hukum Allah yang sempurna supaya dia dapat menyadari kekurangannya sendiri. Lihatlah Paulus di Roma bab 1, 2 dan 3 menegaskan keberdosaan manusia dulu sebelumnya dia mulai dengan keselamatan.

Pemimpin muda yang kaya ini sama sekali tidak mengerti dia telah menyakiti hati Allah, jadi tidak ada perasaan bersalah. Harus ada penyesalan, Anda harus memohon kepada Allah untuk pengampunan. Harus ada perasaan lembut hati. Harus ada rasa berkabung kewalahan oleh dosa Anda. Tahukah, dia tidak memiliki itu. Allah yang kudus dan murni tidak dapat mentolerir kejahatan apapun juga.

Dan lihatlah jawaban orang muda ini di ayat 18-19, “Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Jadi Tuhan merespon dengan memberikannya paruh terakhir dari Sepuluh Perintah Allah secara terbalik. “Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta. 19 hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Tahukah Anda bahwa Sepuluh Perintah itu dibagi dalam dua bagian. Bagian pertama berhubungan dengan Allah, bagian kedua berhubungan dengan manusia. Dengan kata lain, hubungan manusia dengan Allah adalah bagian pertama, jangan menyembah berhala, jangan menyebut nama Allah dengan sembarangan, semua itu. Bagian kedua berhubungan dengan manusia. Yesus memberikannya bagian kedua yang lebih gampang ya? Mereka keduanya mustahil untuk ditaati namun bagian kedua kurang mustahilnya. Kalau tidak dia tidak mengatakan, “Semua bagian itu telah aku turuti.”

Dengan kata lain, mungkin Anda memikir Anda telah melakukan bagian kedua. Jadi Yesus memberikannya bagian yang lebih mudah dari yang mustahil. Dan Ia menambahkan perintah kecil pada akhirnya supaya itu memang sukar sekali, “dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Jadi Yesus membandingkannya dengan Sepulu Perintah, melawan hukum Allah. Anda harus mengerti bahwa Anda berdosa terhadap Allah sendiri.

Nah kita tidak bisa berkhotbah tentang anugerah sebelumnya kita telah berkhotbah tentang hukum, benar? Karena tidak ada orang akan mengerti artinya anugerah kecuali dia mengerti apakah yang dituntut hukum. Tidak ada orang yang mengerti belas kasihan kecuali mereka mengerti rasa bersalah. Jadi Yesus membandingkan orang itu dengan perintah-perintah Allah, dimana dikatakan semua hukum harus ditaati.

Namun di ayat 20, “Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?" Orang Yahudi melihat seluruhnya dari luar dan mereka tidak pernah melihat apa yang ada di dalam hati. Yesus mengatakan di Matius 5, Saya tahu Anda tidak melihat itu sebagai pembunuhan tetapi jika Anda membenci orang, Anda membunuhnya di dalam hati, benar? Dan Aku tahu bahwa Anda tidak memikir Anda berzinah, akan tetapi jika Anda melihat perempuan dengan bernafsu gairah, Anda telah berzinah di dalam hati. Dan ketika Anda menceraikan isteri-isteri Anda tanpa dasar Alkitabiah, Anda berzinah juga.

Dengan kata lain, Yesus mengatakan kepada mereka sepanjang Matius 5, dari luar memang Anda kelihatannya baik namun dari dalam Anda penuh kejahatan. Sepuluh Perintah hanya gambaran luar yang mencerminkan hati yang benar. Pokoknya orang ini tidak mengerti karakter dalam dari hukum Allah. Jadi dia pikir dia benar okay. Yang dia katakan sebenarnya adalah, “aku tidak ada dosa nyata.”

Dengarkanlah, orang ini tidak dapat diselamatkan karena dia tidak mengerti arti sepenuhnya dari keselamatan, yaitu si pendosa datang kepada Allah dan memohon pengampunan, benar? Jika Anda memikir Anda tidak berdosa, Anda tidak mungkin dapat diselamatkan. Beginilah bekerja agama yang membenarkan diri. Itu sangat menipu diri, dan itu sangat menyakinkan diri. Nah Alkitab mengatakan pada saat ini di Markus 10:21, “Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya.” Ada sesuatu yang tulus di dalamnya. Dia benar seseorang yang beragama. Yesus mengasihi dia dan tidak ingin dia binasa.

Allah harus bekerja melalui Roh Kudus sebagai unsur dalam keselamatan sejati. Itu bukan pekerjaan manusia sebelum seseorang diselamatkan. Kita tahu kita bergantung kepada Roh Allah untuk itu dan itu suatu misteri bagaimana Roh Kudus bekerja di dalam kehendak manusia juga.

Jadi Yesus meneruskan dengan langkah lain di ayat 21, “Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” Yesus berkata sebenarnya, “Apakah Anda akan melakukan apa yang Aku inginkan? Siapakah yang menjalankan hidup Anda? Apakah Anda atau apakah itu Aku?” Kemudian dia diberi ujian. Yesus memberikannya perintah dan mengatakan setelah Anda selesai dengan perintah pertama ini, datanglah kembali dan ikutilah Aku terus.

Keselamatan sejati termasuk pengajuan menaati perintah Tuhan. Seseorang yang datang kepada Kristus tidak akan mengerti penuh semua arti pengakuan itu, namun yang diminta Tuhan adalah kemauan. Dosa orang ini adalah dosa ketamakan, dosa indulgensi, itu dosa materialisme, kekayaan dan semua harta itu. Dan dia tidak peduli orang miskin dan orang-orang yang kebutuhan.

Apakah kita harus memberikan semuanya kepada orang lain untuk menjadi orang Kristen? Tidak, itu tidak perlu. Tuhan tidak mengatakan hal itu kepada orang-orang lain. Namun apakah Anda rela untuk melakukan apa saja yang diminta Tuhan untuk dilakukan? Iya. Dan itu berbeda dalam berbagai kasus. Namun Tuhan mengembalikan kita kepada prinsip dari Lukas 14:33, “Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.”

Yesus tahu ini yang paling penting bagi orang ini. Untuk beberapa orang itu mungkin sebuah mobil. Untuk orang lain itu mungkin seorang gadis. Bagi orang lain itu mungkin suatu pekerjaan atau karir atau dosa tertentu yang mereka senangi. Bagi orang ini, itu semua uangnya dan harta miliknya. Dan Tuhan tahu hal itu dan mengatakan, “Apakah Anda rela melepaskan semuanya ini? “

Yesus tahu benar dimana hatinya berada dan Dia mengatakan, “Kecuali Yesus Kristus adalah prioritas nomor satu di dalam hidupmu, tidak ada keselamatan bagi Anda.” Nah, keselamatan menuntut dua hal. Nomor satu apakah Anda mengaku Anda telah melukai perasaan Allah dan nomor dua apakah Anda rela berbalik dari dosa-dosa Anda? Jika Anda tidak mau melakukan itu berdasarkan persyaratan itu, Yesus tidak akan terima Anda.

Di Matius 13 ada dua perumpamaan, di ayat 44 sampai 46 ada perumpamaan tentang harta terpendam dan perumpamaan tentang mutiara yang sangat berharga. Keduanya mengacu kepada keselamatan yang disediakan di Kerajaan. Dan di dalam kedua kasus, masih ingat, orang itu menjual seluruh miliknya untuk membeli itu dan orang lain itu juga menjual seluruh miliknya untuk membeli mutiara tersebut, jadi harganya total adalah keseluruhan milik Anda.

Orang-orang tidak mengerti implikasi sepenuhnya dari Ketuhanan Kristus. Keselamatan berarti komitmen untuk menyerahkan segala hal lain. Roma 10:9, “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” Ada ongkos untuk diselamatkan, yaitu segala milik Anda adalah bagi Tuhan.

Dan apa reaksinya? Ayat 22, “Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.” Dia pergi. Mengapa? Apa yang lebih penting baginya daripada Kristus? Harta milik? Dia tidak dapat masuk berdasarkan persyaratan itu. Dia pergi dengan sedih hati karena dia memiliki kejujuran di dalam hatinya. Dia benar-benar ingin hidup kekal itu, namun harganya terlalu mahal baginya.

Dia datang untuk hidup kekal dan dia pergi begitu saja. Oh, betapa sedihnya itu. Dan kita belajar banyak, benar, dari kisah ini bagaimana kita harus memberitakan Injil dan apa yang diharapkan Tuhan kita. Dan semakin kita bertumbuh menjadi lebih seperti Kristus, semakin kita mau memberitahu orang lain tentang Yesus supaya ada kemungkinan mereka bertobat dan mereka selamat.

Apakah Anda akan menjawab ketika ada orang yang menanyakan Anda mengapa Anda menjadi orang Kristen. Apakah Anda akan membicarakan hal-hal sukar seperti dosa dan hukuman dan juga belas kasihan dan anugerah? Oh Tuhan, berikanlah kami pengertian dan kemauan untuk bekerja bagi Engkau kapan saja dan dimana saja Engkau memanggil kami. Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu