15 Des 2013 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2013
Ketika Natal tidak Sempurna
15 Desember 2013

I. NATAL MUNGKIN SAJA PENUH MASALAH.
Bagi banyak orang hari Natal itu waktunya membayar bill tanpa ada uang; waktu menyadari bahwa Anda satu tahun lebih tua. Hari Natal terlalu mahal, terlalu banyak waktu belanja dan mendekorasi, terlalu banyak stress untuk mencoba menyelesaikan semuanya. Namun pikirkanlah juga, bagi Yusuf dan Maria waktu itu juga bermasalah bagi mereka.

Masalah pertama adalah kehamilan Maria. Yusuf dan Maria sudah tunangan tetapi masih belum menikah. Yusuf sudah mau mengakhiri semua itu sampai saat ada malaikat yang menjelaskan keadaan itu. Apakah malaikat itu mau menerangkan hal itu kepada ibu dan bapanya dan seluruh keluarga lain? Coba bayangkan keadaan Maria sebagai ibu yang tidak menikah, semua gossip dan bisikan; mengapa Yusuf melakukan perbuatan seperti itu atau siapa memikir itu dilakukan perempuan manis seperti Maria?

Tidak lama kemudian Kaisar mengharuskan setiap laki-laki Yahudi pulang ke tempat lahir mereka dan bayar pajak baru – ongkos yang tidak tersangka bagi Yusuf, dan perjalanan yang tidak direncanakannya. Dan mereka pergi perjalanan sulit itu ke Betlehem, dimana ada masalah lain lagi: tidak ada kamar di hotel. Jadi Yusuf menerima satu-satunya tempat yang ada: palungan dikelilingi binatang, tanpa doctor, tanpa perawat, tanpa suntikan epidural, Maria melahirkan dan semuanya baik-baik saja. Namun tidak lama.

Matius 2:13-15 mengatakan, “Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia." 14 Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu- Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, 15 dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku."

Bagaimana Anda akan merespon? Tuhan, bukankah pengalaman buruk kami sudah cukup? Namun Yusuf mengepak keluarganya dan menuju ke Mesir, dimana dia tinggal menunggukan berita malaikat. Berkali-kali mereka ada masalah bagi Yusuf dan Maria bagi Bayi mereka.

Namun perhatikanlah sesuatu; setiap kali ada masalah, Allah memberi pertolongan. Dia mengirim malaikat untuk menerangkan rencanan-Nya. Dia memberikan mereka niaya untuk pergi ke Betlehem dan menyediakan tempat di palungan. Dia mengirim hadiah-hadiah dari orang Majus untuk membiayai penyelamatan Yesus dari Herodes. Berulang kali Allah selalu menolong untuk menyelesaikan masalah kita.

Dan Dia melakukan hal yang sama bagi Anda dan saya. Dia tidak selalu akan menyelamatkan Anda dari setiap lubang di jalan, namun Dia akan memberi Anda anugerah untuk meneruskan perjalanan Anda. Ketika waktu Natal itu penuh masalah, ingatlah Allah penuh pertolongan. Mazmur 46:1 mengatakan, “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan.” Mengapa tidak minta pertolongan kepada Allah?

II. WAKTU NATAL MUNGKIN JUGA PENUH KESAKITAN (ay 16-18)
Kesakitan tidak berlibur. Natal merupakan waktu pahit bagi banyak orang. Kadang itu kesedihan kehilangan kekasih yang sudah meninggal; kadang itu kehidupan dalam tubuh yang sakit atau cacat. Orang yang sendirian atau telah bercerai takut waktu Natal yang sepi memikirkan mengapa. Keluarga pria dan wanita militer kehilangan kekasih mereka lebih lagi di waktu Natal dari pada waktu lain.

Namun kebenarannya adalah bahwa waktu Natal telah penuh kesakitan sejak Yesus lahir. Ketika Herodes menyadari bahwa Orang Majus itu telah membohonginya, dia memerintahkan pasukannya untuk pergi ke kota Betlehem untuk membunuh semua anak lelaki umur dua kebawah. Anak-anak yang tidak bersalah ini disembeleh seperti domba dan tidak ada seorangpun yang memberitahu orang tuanya mengapa mereka dibunuh.

Oh Tuhan, mengapa engkau membiarkan aku disini, dalam kesakitan dan tidak berdaya dalam tubuh yang sakit ini? Tuhan, mengapa aku begitu kesakitan di waktu Natal ini? Tidak ada jawaban, yang kita tahu benar hanya bahwa Tuhan berjanji kepada semua kita yang dalam kesakitan: Dia berjanji hadirat-Nya. Mazmur 34:18-19 mengatakan, “TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. 19 Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu.” Jadi apakah waktu Natal menyediakan bagi orang-orang yang bermasalah dan kesakitan?

III. NATAL MEMBAWA KITA PENGHARAPAN.
Orang itu bisa hidup menanggung beban berat malu dan perasaan bersalah karena pilihan yang salah selama puluhan tahun tanpa ada harapan pengampunan dosa, tanpa ada harapan kedamaian. Orang itu bisa menghabiskan seluruh hidup mereka mencari makna atau tujuan. Orang bisa saja hidup dan mati tanpa ada harapan mereka akan hidup kembali setelah mereka mati. Namun tidak seorangpun harus hidup tanpa harapan.

Matius 2:19-23, “Setelah Herodes mati, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi di Mesir, katanya: 20 "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu, sudah mati." 21 Lalu Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya dan pergi ke tanah Israel. 22 Tetapi setelah didengarnya, bahwa Arkhelaus menjadi raja di Yudea menggantikan Herodes, ayahnya, ia takut ke sana. Karena dinasihati dalam mimpi, pergilah Yusuf ke daerah Galilea. 23 Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.”

Karena Yesus hidup, Anda dan saya ada harapan hari ini. Ayat 19 memberitahu kita bahwa Bayi itu hidup meskipun raja Herodes yang jahat itu mencoba membunuh-Nya. Sejarah mengatakan bahwa kerajaan Herodes dibagi-bagi kepada pewarisnya. Dan ada malaikat yang mengumumkan kepada Yusuf bahwa keadaannya aman untuk pulang ke Israel, jadi sekali lagi keluarga kecil ini mengepak dan pulang. Sesudah berdoa Yusuf dan keluarganya pergi ke Nazaret, dimana Yesus tinggal bertahun-tahun sampai Dia dewasa, menunggukan waktunya Dia akan memenuhi misi-Nya.

Alkitab menerangkan hal itu demikian: Yohanes 13:1, “Sementara itu sebelum hari raya Pelewatan mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa.” Yesus tidak mati di Betlehem waktu Dia masih bayi karena waktu-Nya belum datang. Dan itu tidak akan datang bertahun- tahun kemudian, pada waktu Yesus dengan sukarela dan dengan maksud tertentu menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib untuk memberikan kita pengharapan.

Bayi itu di dalam palungan bertumbuh menjadi Domba Allah di kayu salib dan kayu salib itulah yang membawa harapan kepada orang-orang yang bermasalah dan sakit yang memerlukan pengetahuan bahwa Yesus telah menebus dosa-dosa mereka. Dia peduli dan dengan harapan itu Allah dapat menolong mereka untuk mulai lagi, dan masa lalu dapat dihapuskan dan mereka diberi hidup kekal. Karena itulah Anda dan saya dapat merayakan Natal.

Allah tidak memberikan kita kehidupan tanpa masalah atau tanpa sakit, namun Dia menawarkan kita kehidupan penuh pengharapan oleh iman kepada Yesus. Malam ini Yesus Kristus mengundang Anda untuk mengikuti Dia dan berharap lagi meskipun ada masalah dan semua kesakitan – dan harapan itu Anda bisa dapatkan sekarang juga dengan kepercayaan kepada Firman-Nya dan penerimaan kasih-Nya. Marilah datang malam ini kepada Dia.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu