10 Nov 2013 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2013
Mengaku Kristus
10 November 2013

Ini pasti salah satu teks yang paling penting di dalam Firman Allah. Jadi marilah kita mempertimbangkan malam ini Matius 16:13-17, “Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” 14 Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.” 15 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” 16 Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” 17 Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.”

Nah bagian Alkitab ini menggambarkan puncak, titik tertinggi dari upaya Yesus mengajar para murid. Dan ujian terakhir dari Tuhan sebenarnya memberikan mereka hanya satu pertanyaan dimana Anda lulus atau gagal. Ketika Yesus mengatakan kepada mereka di ayat 15, “Tetapi menurut kamu, siapakah Aku ini?” Sebenarnya Dia menanyakan satu pertanyaan yang harus dijawab setiap orang – Siapakah Yesus Kristus? Dan berdasarkan jawaban Anda ini bergantung hidup kekal Anda.

Inilah puncak Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama, - Siapakah Yesus Kristus? Pengakuan Petrus yang hebat ini adalah realitas Kekristenan. Selama dua tahun Tuhan kita sudah bergerak menuju ke saat itu, sambil mengajar, menegaskan menegaskan kembali, menetapkan, menetapkan kembali, membangun dan membangun kembali keyakinan mereka, komitmen mereka sampai Petrus, yang mewakili mereka semua, mengatakan, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.”

Jadi marilah kita melihat keadaan disekitarnya dulu. Ayat 13 mengatakan, “Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi.” Nah perkataan Kaisarea hanya berarti Kaisar. Itu adalah suatu kota yang dinamakan Kaisar. Kota ini dinamakan Kaisarrea Filipi untuk membedakannya dari suatu kota lain disebelah barat daya Palestina. Sekarang ini sebagian dari sudut barat daya Suriah, namun pada saat itu daerah itu masih dikuasai Israel.

Daerah itu dikuasai Filipus raja Iturea, yang adalah seseorang yang baik dan sabar yang tidak mengancam Kristus dan murid-murid-Nya. Namun dia berkomitmen kepada Kaisar yang terlihat dari ganti nama kota itu menjadi Kaisarea Filipi karena dia memperluasnya dan ingin membedakannya dari kota lain itu.

Nah kejadian ini tercatat di Matius, Markus dan Lukas karena ini penting sekali. Dan Markus mengatakan bahwa perbincangan ini terjadi waktu Yesus berjalan ke kampung-kampung disekitar Kaisarrea Filipi. Tuhan baru keluar dari pertemuan doa. Injil yang lain mengatakan Yesus bersama Allah Bapa, dan ditengah perjalanan mereka Dia menanyakan pertanyaan yang penting ini, “Menurut Anda siapakah Aku ini?”

Kemudian di Matius ada pertanyaan kedua yang ditanyakan Pilatus yang adalah sambungan pertanyaan pertama, Pilatus mengatakan, “apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?” Pertanyaan pertama adalah: Siapakah Yesus Kristus? Pertanyaan kedua di Matius 27:22 adalah: Apakah yang harus keperbuat dengan Dia? Kedua pertanyaan itu sangat penting.

Matius 16:13, “Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Istilah ‘Anak Manusia’ mengacu kepada Yesus dan itu digunakan lebih dari 80 kali di Perjanjian Baru, jadi dengan demikian ini sebutan Tuhan paling umum tentang diri-Nya dan meskipun ini pasti gelar kenabian Mesias yang diambil dari Daniel 7:13-14, Dia menggunakan nama itu sebagai tanda untuk mengidentifikasikan diri-Nya dengan kemanusiaan.

Sekarang Yesus telah melayani lebih dari dua tahun dan Dia telah berkhotbah, mengajar, menyembuhkan dan melakukan tanda-tanda keajaiban dan mujizat– mujizat, dan hasilnya semua itu apa? Yesus datang ke dunia untuk menyatakan diri-Nya dan sekarang adalah waktunya untuk mencari tahu apakah pikiran murid-murid-Nya. Apakah mereka benar mengerti siapakah Dia? Tidak ada yang lebih penting bagi Dia dan perluasan Kerajaan-Nya daripada pertanyaan itu.

Namun Yesus tidak benar-benar mencari jawaban karena Dia tahu hati mereka, jadi ini hanya pertanyaan dorongan. Dia tahu pikiran mereka tentang Dia namun Dia ingin mendengar dari mulut mereka suatu pernyataan jelas. Dia ingin suatu pernyataan kepercayaan, suatu pengakuan siapakah Dia. Inilah waktunya sekarang, semua pelajaran sudah selsesai, pelajaran sudah mencapai puncak, sekarang datanglah ujian.

Apakah konsensus masyarakat umum tentang Aku? Dan mereka menjawab di ayat 14, “Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis.” Ini terlihat di Matius 14:1-2 ketika dikatakan, “Pada masa itu sampailah berita- berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah. 2 Lalu ia berkata kepada pegawai-pegawainya: "Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya.”

Ada pendapat lain, lihat di ayat 14, “ada juga yang mengatakan Elia.” Elia adalah nabi yang tertinggi. Dan di Maleakhi 4:5 dikatakan, “Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari Tuhan yang besar dan dahsyat itu.” Orang Yahudi percaya bahwa Elia akan dibangkitkan kembali dan ia akan datang dari surga sebelum kedatangan Mesias. Jadi ada beberapa orang yang mengatakan ini Elia.

Tahukah Anda jika Anda pergi ke perayaan Pelewatan Yahudi sekarang, Anda akan melihat di meja Pelewatan Yahudi itu sebuah kursi kosong, dan jika Anda menanyakan tuan rumah mengapa ada kursi kosong selama Pelewatan dimana tidak ada orang yang duduk disana, dia akan memberi tahu Anda bahwa kursi itu adalah untuk Elia. Orang Yahudi masih menunggukan Elia untuk datang karena ketika ia duduk Mesias tidak lama kemudian akan datang berdasarkan Maleakhi.

Perhatikanlah juga di ayat 14 ada orang lain yang mengatakan Yesus adalah Yeremia. Dari mana datangnya itu? Nah, ini datangnya dari Apokrifa, tulisan- tulisan non-alkitabiah diantara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru di dalam Alkitab Roma Katolik. Ada dongeng bahwa Yeremia sebelum tawanan kurungan Babel di 586 SM, mengambil tabut perjanjian dan mezbah pembakaran ukupan keluar dari rumah ibadat dan menyembunyikannya di Gunung Nibo.

Dan legenda mengatakan bahwa sebelum Mesias datang kembali untuk mendirikan Kerajaan-Nya Yeremia akan kembali untuk mengambil tabut perjanjian dan mezbah pembakaran ukupan itu dan memulihkannya di tempat mereka sebelumnya. Jadi Yeremia tiba-tiba akan mejadi pahlawan meskipun pada waktu dia masih nabi mereka membuangnya ke dalam lubang untuk menyingkirkannya.

Dan terakhir ada pendapat umum diantara mereka bahwa Dia adalah salah satu nabi yang telah bangkit kembali. Jadi semuanya memiliki dua hal yang sama: pendahulu Mesias dan yang sudah bangkit dari kematian. Jadi kebangkitan itu harus ada karena dengan cara itu mereka dapat menerangkan karakternya yang supranatural. Mereka tidak pernah menyangkal mujizat-mujizat Yesus.

Namun mereka tidak mau menerima bahwa Dia adalah Mesias, mereka datang sedekat mungkin tanpa sampai kepada kebenaran. Mereka sama seperti orang- orang di dunia ini sekarang yang ingin percaya hanya sebagian tentang Yesus tanpa menerima seluruh kebenaran. Pilatus mengatakan, “Dia orang tanpa salah.” Napolean mengatakan, “Saya tahu manusia dan Yesus Kristus bukan orang biasa,” Diderot mengatakan, “Tidak ada orang yang dapat melebihinya.” Strauss mengatakan, “Dia teladan agama tertinggi.” Lecky mengatakan, “Dia pola kebajikan tertinggi.” Sudah dekat...namun kurang dekat.

Jadi Yesus menanyakan mereka pertanyaan yang kedua, ayat 15, “Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Disini terdapat pertanyaan yang paling penting dari semuanya. Sahabatku, Anda tidak dapat menolak pertanyaan itu. Anda ditempelkan di dinding keabadian dan Anda akan dipaksa untuk menjawab pertanyaan itu. Dan tempat akhir kekal Anda bergantung kepada jawaban yang Anda berikan.

Dan apakah jawaban mereka? Ayat 16 mengatakan, “Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Simon Petrus adalah jurubicara mereka, benar? Setiap kali dibutuhkan pembicara, dia berbicara. Itu kelihatan dimana-mana di berbagai tempat. Dan ini bukan pendapat Petrus saja. ini Petrus yang mengumpulkan pendapat konsensus para murid dan yang berbicara untuk mereka. Yesus memanggilnya Simon Petrus, nama sahnya sehingga ini memberikan karakter resmi kepada pengakuan ini.

Lihatlah pengakuan di ayat 16, itu mutlak, tegas dan tanpa kualifikasi, “Engkau Kristus.” Engkau Mesias! Engkau yang diurapi Allah. Engkau Yang kita cari- cari, Raja kekal, Juruselamat kekal, perwujudan dan semua harapan kami dan semua keinginan kami dan dari semua janji-janji. Engkaulah satu-satunya Allah yang Engkau janjikan.

Mungkin Anda berkata – Bukankah mereka dari dulu sudah percaya itu? Iya dan tidak. Di Yohanes 1 ketika mereka pertama kali bertemu dengan Yesus, Andreas lari mendapatkan Petrus, dia mengatakan – Petrus, kita telah menemukan sang Mesias. Namun dari waktu mereka mengambil penilaian pertama mereka sudah mulai bimbang. Mengapa?

Mereka percaya kesaksian Yohanes Pembaptis dan percaya saat mereka menyaksikan Yesus melakukan semua mujizat-mujizat-Nya. Namun kemudian, tiba-tiba penghinaan dan penolakan dan kebencian dan kepahitan mulai dan mereka mulai kuatir. Jadi ada kebingungan karena semua ini tidak berlangsung seperti mereka memikirkan itu seharusnya terjadi. Kadang-kadang mereka kuat dalam iman mereka dan kadang-kadang mereka lemah.

Mereka telah melihat mujizat-mujizat yang sangat luar biasa, Mereka telah mendengar ajaran-ajaran yang sangat dalam. Mereka yakin bahwa Yesus adalah Mesias walaupun pada saat Dia menuju ke kayu salib mereka mulai bergemetar sedikit. Dan di Yohanes 14 ketika Tuhan memberitahu mereka bahwa Dia akan mati dan meninggalkan mereka, mereka mulai menjadi sangat gelisah dan mereka mengatakan – Kami tidak tahu kemana Engkau akan pergi.

Namun pada saat itu ketika ada pengakuan hebat itu mereka percaya Dia adalah Mesias. Dan Roh Allah menanamkan hal itu kedalam hati mereka ketika Ia datang dan membuat mereka menjadi orang-orang yang merubahkan dunia. Melalui segala pergumulan dan kebencian orang Farisi, penolakan orang-orang dan kebingungan harapan Mesias mereka, tetap mereka tiba kepada saat mereka memproklamirkan bahwa Yesus adalah Mesias.

Iya, jawaban mereka tepat, Dia adalah Kristus. Kemudian Petrus menambahkan kepada pengakuan, “Anak Allah yang hidup,” bukan saja Anak Manusia, namun Anak Allah, dan bukan saja Allah namun Allah yang hidup, yang berlawanan dengan semua berhala yang mati. Dan saat Yesus dinamakan Anak Allah, itu berarti bahwa esensi-Nya satu dengan Allah.

Sekarang mereka mengatakan hal itu dan mereka percaya bahwa Dia adalah Allah, Dan mungkin Anda berkata – Tetapi mengapa Fipilus mengatakan di Yohanes 8:19 – Dimanakah Bapamu? Itu karena murid-murid belum mengerti artinya Yesus juga Allah pada saat yang sama. Mereka tidak mengerti Trinitas dan sayapun tidak tahu juga. Jadi saya mengerti mengapa mereka menanyakan hal itu, namun mereka percaya bahwa Yesus adalah Mesias.

Sekarang lihatlah ayat 17, “Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.” Yesus mengatakan – Anda tidak memperoleh informasi tentang siapakah Aku dari kemanusiaan Anda, itu bukan karena kecerdasan Anda yang unggul, itu bukan karena gerak batin Anda, tidak ada sesuatupun di dalam dunia manusia yang dapat menyingkapkan ini. Hanya Roh Allah dapat menyatakan hal ini kepada Anda karena pada dasarnya kita semua masih buta.

Sekarang pertanyaannya adalah – bagaimana Allah Bapa telah menyatakan hal ini? Apakah yang digunakan untuk itu? Allah Bapa menyatakan Yesus Kristus adalah Mesias melalui Kristus sendiri. Dan begitupun caranya sekarang. Anda dapat menemukan siapakah Yesus Kristus hanya pada saat Anda melihat dan mendengar Yesus Kristus dan ketika Anda mengikuti apa yang Dia ajarkan. Roma 10:17 mengatakan, “iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”

Dan apakah akibatnya? Apakah akan terjadi ketika Anda percaya? Matius 12:8 mengatakan, “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.” Hari Sabat adalah pusat kehidupan orang Israel. Sabat berarti istirahat atau berhenti bekerja. Dan hari Sabat memang waktu istirahat dengan dua pikiran, nomor satu berhenti bekerja dan nomor dua, pertemuan kudus. Dengan kata lain ada ibadah dan ada istirahat.

Bahkan Allah memberikan orang Israel sebuah catalog hari-hari Sabat. Di Imamat 23 ada tujuh macam hari Sabat. Nah konsep hari Sabat itu adalah lambang, suatu gambaran, sebuah tipe, bukan realitas. Kenyataannya adalah bahwa pada suatu hari akan ada istirahat benar-benaran untuk umat Allah. Seluruh sistim Sabat tidak ada guna lain kecuali untuk menunjukkan kita kepada Yang akan memberikan kita kekudusan dan istirahat yang benar.

Sekarang lihatlah Lukas 4:16-19, “Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. 17 Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: 18 "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku 19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."

Lalu di ayat 21 Yesus memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” Itulah alasannya mengapa Ia melanggar peraturan-peraturan Sabat mereka, karena Yesus, yang adalah realitas, berada disitu. Yesus adalah Tuhan seluruh sistim Sabat yang mengatur dan memerintah kehidupan mereka. Dan itulah alasannya mengapa Perjanjian Baru mengulangi setiap hukum Sepuluh Perintah kecuali – Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat – itu tidak diulangi.

Di Kolose 2:16-17, Paulus datang kepada keputusan yang sama, “Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; 17 semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.” Karena itu dikatakan di Ibrani 4:3, “Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian.” Dan itulah istirahat keselamatan.

Dengarkanlah, sejak saya menerima Yesus Kristus yang adalah Sabat, yang adalah Yang memenuhi segala gambaran – saya ingin diisi Roh Kudus setiap hari. Saya ingin beribadah dengan Allah setiap saat dalam kehidupanku. Dan ada istirahat bagi saya. Saya tidak memerlukan satu hari seminggu untuk istirahat rohani, saya selalu beristirahat dalam Allah.

Karena itu Paulus sering memakai istilah penebusan, ada unsur Yahudi disini. Karena Allah telah membebaskan kami di dalam Kristus. Dia telah memberikan kami kebebasan. Anda tidak melanggar hari Sabat pada saat Anda bekerja pada hari Minggu. Tidak, tidak, tidak. Anda melanggar hari Sabat ketika Anda menolak Yesus Kristus dan Anda terus saja mengerjakan upaya Anda yang membenarkan diri.

Apakah terjadi ketika Anda percaya bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah yang hidup? Lihatlah ayat 17, “Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus.” Apakah arti berbahagialah? Efesus 1:3, “Allah dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.” Semua sumber daya ilahi yang dicurahkan Allah kepada anak-anak-Nya adalah milikmu.

Jadi dengan demikian Tuhan kita mengakui pengakuan besar para murid. Dan Dia menyetujuinya. Dan Dia berjanji untuk memberkati mereka. Dan janji itu juga berlaku bagi Anda. Jika Anda mengaku Yesus sebagai Juruselamat, Anak Allah yang hidup, dan Anda menerima Dia, Anda akan masuk ke dalam istirahat kudus kekal dan Anda akan berhenti pekerjaan Anda yang membenarkan diri dan Anda akan diberkati. Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu