15 Sep 2013 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2013
Tradisi melawan Perintah
15 September 2013

Malam ini, marilah kita melihat Matius 14 dan 15. Sangat penting untuk mengerti bahwa Allah ingin menyucikan hati kita dan untuk membersihkan kita dari dalam, Dia tidak akan membiarkan penyembahan kita kosong dan hanya dari luar saja. Allah mengatakan di Yesaya 66:2 bahwa Dia telah menciptakan segala sesuatu, namun Dia tetap mencari satu hal, “Aku mencari orang yang tertindas dan rendah hati semangatnya dan yang gentar kepada firman-Ku.”

Allah menginginkan penyembah sejati. Nabi Amos di bab 5:21-27 mengatakan, “Aku membenci perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. 23 Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu sampai keadilanmu menjadi benar.” Maleakhi 1 dan 2 mengatakan hal yang sama, “Janganlah menawarkan persembahan cemar, hewan lumpuh dan buta, janganlah menodai hubungan pernikahan Anda dan bersifat tidak setia dengan istri muda Anda dan kemudian datang ke tempat ibadah-Ku dan pura-pura menyembah Aku.”

Yesaya mengatakan itu dan Yesus Tuhan kita mengatakan hal yang sama di teks ini dan kita perlu mengatakan itu juga di masa kini. Marilah kita melihat Matius 14:34-36, “Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret. 35 Ketika Yesus dikenal oleh orang-orang di tempat itu, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah itu. Maka semua orang yang sakit dibawa kepada-Nya. 36 Mereka memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.”

Matius 15:1-9, “Kemudian datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus dan berkata: 2 "Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan.” 3 Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu? 4 Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati.”

“5 Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah, 6 orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri. 7 Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu: 8 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. 9 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.”

Ini ayat-ayat penting, ini menjelaskan peperangan rohani diantara Yesus dan agama waktu itu. Ketika kita melihat teks ini, kita perlu melihat Yesus di dalam banyak ciri karakter-Nya. Pertama di ayat 34-36 kita melihat Dia sebagai penyembuh yang penuh belas kasihan. Kemudian langsung setelah itu di Matius 15:1-9, Dia menjadi hakim yang menghakimi.

Minggu depan di Matius 15:10-20, kita akan melihat Dia sebagai guru yang mendidik. Didalam setiap keadaan Dia membenarkan sesuatu yang salah. Dia menyembuhkan penyakit mereka, kemunafikan mereka, Dia membukakan kedok agama mereka dan menjelaskan apakah artinya memiliki hubungan benar dengan Allah, dan di ayat-ayat 10-20, Dia membenarkan doktrin-doktrin yang salah.

Kita mulai di ayat 34, “Setibanya di seberang,” yaitu murid-murid dan Tuhan kita telah menyeberang Laut Galilea. Ingatlah bahwa kemarin mereka memberi makan kepada orang banyak itu dan menyembuhkan dan berkhotbah tentang Kerajaan, dan malam itu Yesus datang berjalan diatas air. Mereka akhirnya tiba di pantai dan beberapa waktu kemudian mereka tiba di tanah Genesaret. Jadi ini terjadi di akhir hari berikutnya.

Ingatlah ketika mereka datang kepantai yang lain di pagi hari itu, Yesus mengajarkan mereka ajaran rohani yang penting bahwa Dia adalah roti hidup. Orang banyak yang sama itu yang berada di pantai timur telah menyeberang, mereka sudah makan malam gratis dan mereka kembali untuk sarapan gratis. Namun dari pada Yesus memberi mereka makanan fisik , Dia memberi mereka makanan rohani dengan berbicara tentang roti hidup. Dan di akhir hari itu mereka pergi ke tanah Genesaret.

Genesaret itu tanah yang panjangnya kira-kira 6 km dan mungkin lebarnya di tempat paling lebar sekitar 3 km. Ini berbatasan dengan pantai barat laut lautan Galilea. Ini dekat dengan Betsaida dan Kapernaum. Menurut Josefus tanah itu subur sekali dengan keindahan yang tak tertandinggi, dengan tanaman yang luar biasa dan berbagai produk. Daerah itu indah dan ada empat mata air dan ladang gandum yang megah. Bermacam jenis vegetasi bertumbuh di pinggir lautan yang juga dihuni berbagai jenis burung.

Yesus ingin memberi waktu kepada murid-murid-Nya, namun terganggu lagi. Matius 14:35-36, “Ketika Yesus dikenal oleh orang-orang di tempat itu, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah itu. Maka semua orang yang sakit dibawa kepada-Nya. 36 Mereka memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.”

Mungkin mereka ingat perempuan di Matius 9, yang menyentuh jubah-Nya dan langsung sembuh. Mereka merasa yang perlu mereka melakukan hanya menyentuh-Nya saja, mereka mengatakan, “Kita memerlukan sekali apa yang mau Engkau berikan kepada kita, namun kita tidak ingin menjadi beban tambahan. Engkau tidak perlu berkeliling ke kita semua, kita akan menyentuh Anda saja dan dengan cara demikian kita hanya menyebabkan masalah terkecil mungkin bagi Anda. Jadi ada sensitivitas dalam pendekatan mereka dan iman yang besar.

Namun ini juga contoh orang-orang yang hanya datang kepada Yesus untuk menerima apa yang mereka inginkan. Kemudian setelah mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan, mereka pergi. Bahkan sekarang dalam Kekristenan kontemporer kita, Yesus sering dipandang sebagai jin yang merespon kepada keinginan kita, dan setelah kita menerima keinginan kita, kita meninggalkan hubungan bermakna apapun juga. Jadi terlepas dari sifat mementingkan diri mereka, Dia tetap menyembuhkan mereka, Ini menunjukkan belas kasihan Allah.

Sekarang kita datang kepada fase hakim yang mengutuk. Di satu sisi Dia sangat berbelas kasihan, namun disisi lain Dia sangat mengutuk. Allah memang merasa belas kasihan, namun Dia juga merupakan Allah penghakiman besar dan Allah yang adil. Marilah kita melihat Matius 15:1, “Kemudian datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus.” Delegasi ini dikirim setelah ada perayaan Pelewatan atas permintaan orang Farisi Galilea yang juga benci Yesus.

Jadi ini merupakan delegasi penting dari orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat tinggi yang dikirim dari Yerusalem. Mereka adalah perwakilan dari pemimpin- pemimpin agama yang legalistik, benar diri dan eksternal. Mereka dari Iblis dan bukan dari Allah, mereka benci Yesus Kristus. Mereka memandang hina kebenaran yang berada di dalam Kristus. Mereka adalah musuh Tuhan kita.

Mereka ingin menyerang Dia di depan umum supaya Dia kelihatan buruk di depan semua orang. Mereka ingin mencela Dia karena mereka lebih bergengsi dari pada pemimpin lokal, jadi Yesus berurusan dengan mereka lebih keras. Yang diajarkan Yesus persis bertentangan dan mereka berada pada kursus tabrakan. Mereka percaya bahwa menyembah itu hanya upacara dan eksternal dan Yesus mengajarkan bahwa semuanya datang dari hati.

Dan inilah peperangan yang sama yang kita hadapi sekarang dengan kemunafikan di gereja, dan melawan orang-orang di seluruh dunia yang memanggil diri mereka orang Kristen namun yang sebenarnya tidak, yang hanya berlaku seperti itu dari luar. Pukulan pertama datang dari ahli Taurat dan orang Farisi di Matius 15:2, “Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita?” Mereka sudah lama merencanakan pertanyaan itu, dan itu langsung menyimpulkan pertempuran itu.

Marilah kita mempelajari hal ini supaya Anda mengerti apakah artinya tradisi nenek moyang itu. Tradisi adalah adat istiadat yang turun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Ini bukan datang dari Allah yang memberi kita Firman Allah. Setiap kali ada agama yang terdiri dari Firman ditambah tradisi, akan ada masalah. Dan inilah terjadi sekarang dengan gereja Roma Katolik dan Yudaisme. Orang-orang tidak dapat membedakan lagi yang mana datang dari Allah dan yang mana dari manusia.

Talmud, yang adalah hukum Yahudi mengatakan bahwa Allah memberikan hukum lisan kepada Musa, dan kemudian menyuruh Musa untuk menyampaikan itu kepada orang lain di tempat ibadah yang harus melakukan tiga hal dengan hukum Allah itu. Pertama, mereka harus mengappliksasikan hukum Allah itu dengan benar. Kedua, mereka harus mengajarkan hukum itu ke banyak murid lain supaya mereka juga dapat mengapplikasikan hukum itu dengan benar. Ketiga, mereka harus melindungi hukum itu, jangalah ada orang yang menyerangnya, bangunlah benteng untuk melindunginya.

Karena ketaatan tidak keluar secara spontan dari hati, cara satu-satunya yang lain untuk menyebabkan orang melakukan sesuatu adalah dengan memaksa mereka. Jadi mereka mulai menambahkan banyak hukum terus menerus dan mereka sendiri menjadi penegak hukum. Akibat akhir adalah bahwa hukum Allah asli terkabur total. Yang dilihat orang adalah benteng itu, namun mereka tidak dapat melihat hukum Allah.

Dan tembok benteng itulah yang sekarang dinamakan tradisi nenek moyang. Ketika Israel dan Yudah masuk tahanan, itu pengalaman syok bagi negara Israel dan orang- orang Yahudi. Sepertinya Allah telah meninggalkan mereka. Orang-orang Yahudi yang masih takut akan Allah menyadari bahwa mereka telah menjauhkan diri dari Allah Yahweh, dan mereka menerima apa yang dikatakan Yesaya dan Yeremiah, yaitu hukuman Allah karena mereka telah menjauhkan diri dari Allah.

Jadi harapan pemulihan satu-satunya adalah untuk berbalik kepada Allah. Akibat hal itu, ada gerakan untuk memperkenalkan orang-orang kembali kepada hukum dan tradisi nenek moyang, supaya tingkah laku mereka kembali menjadi benar. Ezra adalah bapa kelompok orang yang kita kenal sekarang sebagai ahli Taurat, yang tugasnya adalah untuk mengumpulkan, untuk menyusun dan untuk menterjemahkan adat istiadat lama itu. Dan itu menjadi semakin besar karena setiap rabbi ada komentar atasnya. Dan itu menjadi begitu besar sampai mereka kehilangan perbedaan diantara hukum Allah dan tradisi manusia.

Setelah bertahun-tahun ini sangat sukar untuk dikendalikan, jadi di tahun 200 S.M., rabbi Yehuda menuliskan semua itu dan itu dinamakan Misnah, yang berasal dari kata kerja Ibrani “mengulangi.” Disamping itu ada komentar atas Misnah itu, karena perlu ada penjelasan. Jadi mereka kemudian memiliki yang dinamakan Gemara, yang merupakan serangkaian komentar mengenai Misnah yang diisi bermacam-macam hal.

Dan di Yerusalem mereka menyatukan Gemara dan Misnah itu, dan itulah yang dinamakan Talmud. Di Babel mereka melakukan hal yang sama, namun mereka membuatnya empat kali lebih besar dengan mengumpulkan empat kali lebih banyak bahan, jadi sekarang Talmud Babel dianggap yang paling baik diatara orang-orang Yahudi. Tahukah Anda bahwa paling tidak ada 20 jilid dalam bahasa Ibrani, bahannya sangat banyak.

Jadi disini ada orang-orang yang memiliki tradisi mereka, dan mereka begitu berkomitmen kepadanya sehingga Talmud mengatakan, “Perkataan ahli-ahli Taurat lebih berharga dari perkataan hukum. Jadi melanggar perkataan sekolah rabbi Hillel itu adalah pelanggaran lebih besar dari pada melanggar perkataan Firman Allah.” “Anakku perhatikanlah perkataan para ahli Taurat lebih dari pada perkataan hukum.” Jadi mereka suka upacara dan tradisi lebih dari pada kebenaran.

Matius 15:2, “Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita?” Itu pernyataan umum, namun kemudian mereka memberi suatu ilustrasi. “Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan.” Mereka tidak membicarakan kebersihan dan setiap orang tahu tangan kita harus bersih sebelum kita memasukkan makanan kedalam mulut, bukan itu masalahnya. Mereka menuduh murid-murid itu melanggar suatu tradisi agama.

Mereka percaya setiap orang Yahudi ada dua alasan untuk melakukan upacara cuci tangan itu. Alasan pertama adalah jika Anda telah menyentuh orang non-Yahudi hari itu, Anda dicemarkan dan ada upacara tertentu untuk menghilangkan noda sentuhan orang non-Yahudi itu, Kedua, ada setan bernama Shibta yang berdiam di tangan orang sewaktu mereka tidur. Jadi jika itu tidak dihilangkan, itu mengizinkan dia masuk kedalam badan mereka.

Jangan sangka ini unik untuk orang Yahudi saja, sepanjang sejarah, bahkan di dalam Kekristenan juga, orang-orang terikat kepada bermacam-macam upacara yang tidak ada artinya yang hanya mengaburkan kebenaran. Banyak orang percaya bahwa menari itu dilarang atau pakaian biasa atau celana pendek tidak pantas di gereja atau tradisi suku harus menjadi bagian dari gereja mereka. Ada banyak tradisi manusia khusus yang bukan dari Allah.

Perhatikanlah bagaimana Yesus merespon kepada hal ini. Sekarang kita berubah dari konfrontasi menjadi penghakiman di Matius 15:3, “Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?” Perhatikanlah perkataan “pun”, itu berarti ada pengakuan bersalah, Iya kita memang tidak mengikuti tradisimu.” Kemudian Dia mengabaikannya, malah Dia tidak memedulikan itu karena tidak ada artinya.

Yesus mengatakan kepada mereka, kita tidak melanggar perintah Allah apapun juga, namun kamu dengan adat istiadatmu memikir itu lebih penting dari pada Firman Allah. Mereka mengatakan, mengapa kamu melanggar tradisi dan kemudian mereka memberi- Nya ilustrasi, dan Yesus menjawab, “Mengapa kamu melanggar perintah Allah dengan tradisimu?” dan juga memberikan mereka sebuah ilustrasi. Ayat 4, “Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati.”

Ini perintah jelas dari Keluaran 20:12, dan makna penghormatan adalah penghargaan, kasih dan perhatian dan juga dukungan keuangan, kita patut memelihara orang tua kita dan memberikan mereka uang untuk keperluan mereka. Disisi lain Dia mengutip Keluaran 21:17 yang mengatakan jika Anda tidak menghormati tetapi mengutuk atau menghapus martabat bapa atau ibu, maka Anda harus dihukum mati.

Ayat 5-6, “Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah, 6 orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri.” Mereka telah mengembangkan tradisi jika Anda mengatakan, ini untuk Allah, aku memberikan uangku kepada-Nya, Anda tidak perlu lagi memberikannya kepada orang tua Anda. Namun Alkitab tidak pernah mengatakan itu, itu hanya tradisi manusia saja.

Mereka begitu egois sehingga mereka tidak mau memenuhi keperluan orang tua mereka sendiri, jadi untuk membenarkan hal itu, mereka mengembangkan tradisi “korban” ini atau “persembahan kepada Allah”, dan dengan cara itu mereka tidak perlu memberikannya kepada orang-orang yang memerlukannya. Yesus mengatakan, “Anda menggunakan tradisi supaya orang-orang tidak taat kepada Allah dalam hal menghormati orang tua.

Kita mengingat tradisi sebagai sesuatu yang indah, karena ada tradisi yang hangat, yang membawa kita kenangan baik dari masa lalu dan menolong kita menjaga budaya itu hidup dan sensitive, tetapi tradisi nenek moyang itu malah egois, melemahkan dan tanpa Allah. Yesus mengatakan, “Anda melanggar perintah-perintah Allah. Agama sungguh-sungguh dasarnya adalah menaati perintah-perintah Allah dari hati.

Yesus di ayat 7-9 memberikan komentar-Nya langsung dari Yesaya 29:13, “Hai orang- orang munafik.” Dia memanggil mereka orang-orang yang rohaninya palsu dan pembohong. “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu.” Dengan kata lain, ketika Yesaya mengatakan ini di bab 29, bukan saja itu benar bagi umatnya sendiri namun dia sekarang berbicara kepada Anda juga! Kita tahu bahwa Iblis selalu merubah kebenaran dengan orang-orang munafik.

Kemudian Yesus mengutip Yesaya di ayat 8, “Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.” Allah tidak tertarik pada agama tatacara, ritualistic dan tradisional. Ada orang yang sekarang mengatakan, “Keluarga kita sudah beragama seperti ini dan itu, ini bagi kami sudah tradisi.” Jika itu hanya tradisi dan bukan hubungan pribadi dengan Allah, semua itu tidak berarti.

Di ayat 9, Dia mengutip dari teks yang sama, kali ini dari Septuagint, yaitu versi Yunani, “9 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.” Mereka menyamakan hikmat manusia dengan kebijaksanan ilahi. Karena itu Yehezkiel 36 mengatakan bahwa Allah akan menggantikan hati batu dengan hati daging karena hanya pada saat itulah kita dapat menerima hikmat Allah.

Semoga ibadah kita benar dan sesuai keinginan Allah. Mari kita memeriksa hati kita dan melihat apakah kita mengasihi Yesus Kristus dengan segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatan. Apakah Anda rindu berada di hadirat-Nya, menjadi seperti Dia, menaati-Nya dari hati? Mari kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu