01 Sep 2013 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2013
Krisis Kepercayaan - I
1 September 2013

Kita telah mempelajari “Experiencing God” cukup lama dan kita telah belajar bahwa ketaatan itu sangat penting. Kita tahu bahwa kita harus taat karena Allah tahu masa depan dan Dia sedang membangun karakter kita melalui cobaan dan masalah-masalah dan kalau kita tidak patuh kita tidak akan bertumbuh sesuai dengan keinginan Allah.

Dan seringkali tugas yang disediakan Allah bagi kita hanya mungkin jika Dia bekerja melalui kita, seandainya kita mencoba melakukan hala-hal dengan kekuatan sendiri kita pasti gagal. Jadi Anda harus memutuskan apakah Anda percaya Allah atau Anda mengabaikan Allah dan Anda terus saja bergumul sendirian. Dan kemudian Anda bertanya diri mengapa Anda tidak merasa dekat dengan Allah dan tidak mengalami Allah. Seluruh proses ini dinamakan krisis kepercayaan.

Perkataan ‘krisis’ berarti keputusan atau penghakiman, jadi ini bukan bencana atau malapetaka di dalam hidup Anda, melainkan suatu titik perubahan dimana Anda memutuskan sesuatu. Anda harus menentukan apa yang Anda benar percaya tentang Allah. dan caranya Anda merespon pada titik balik itu akan menentukan apakah Anda akan ikut Allah dalam sesuatu yang sebesar Allah yang hanya Dia dapat lakukan atau Anda akan terus berjalan jalan Anda sendiri dan kehilangan apa yang Dia telah rencanakan bagi kehidupan Anda.

Nah ingatlah ini bukan sesuatu yang dilakukan satu kali saja, ini proses yang terus menerus terjadi selama masa hidup Anda dimana Anda harus mengambil banyak keputusan setiap hari apakah Anda mau bertumbuh dan melayani Allah atau tidak. Ini kesaksian hidup mengenai apa yang Anda percaya tentang Allah. Perbuatan Anda sehari-hari menunjukkan kesaksian yang jelas tentang hubungan Anda dengan Allah.

Apakah Anda berani memberitahukan orang-orang jika mereka berjalan mengelilingi kota itu selama beberapa hari kemudian meniup beberapa terompet bahwa tembok kota itu akan rubuh? Bayangkanlah betapa besarnya krisis kepercayaan Joshua minggu itu dan betapa besar itu bagi bangsa Israel juga. Meskipun Daud dekat dengan Allah, ketika dia berperang dengan orang Filistina apakah dia juga mengalami krisis kepercayaan? Tentu saja. Daud tetap harus memutuskan apa yang dia percaya tentang Allah, dia tetap harus keluar dengan iman yang percaya bahwa Allah akan melakukan apa yang Dia telah janjikan.

Pertemuan dengan Allah memerlukan iman.

Ketika Allah berbicara, tanggapan kita memerlukan iman. Begitulah caranya dulu di Alkitab dan begitupun caranya sekarang di masa kini di Colorado. Ibrani 11:1 mengatakan, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” 2 Korintus 5:7 mengatakan, “sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.”

Jika kita mengerti jelas bagaimana sesuatu dapat selesaikan, kita tidak memerlukan iman. Iman adalah keyakinan bahwa apa yang dijanjikan Allah akan terjadi dan adalah benar. Iman adalah percaya bahwa Allah yang memberikan kita tugas adalah Allah yang sama yang menjamin bahwa kita akan diperlengkapi dengan kekuatan dan kebijaksanaan dan apa saja yang diperlukan untuk menyelesaikan semua itu.

Iman itu tidak berdasarkan suatu ide atau konsep, iman kita berdasarkan Kepribadian, yaitu Allah sendiri. Ini berdasarkan kita taat kepada apa yang Dia perintahkan kita melakukan di dalam kehidupan kita; iman kita harus berdasarkan kuasa Allah dan bukan kebijaksanaan manusia. Ketika Allah memberitahukan apa yang Dia ingin melakukan melalui kita, itu sesuatu yang hanya dapat dilakukan Dia saja.

Ibrani 11:6 menjelaskan mengapa iman begitu penting, “tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah.” Ketaatan menunjukkan ada iman kepada Allah. Masalahnya kita sering mementingkan diri dan mandiri. Kita pikir kita dapat menyelesaikan semua hal itu berdasarkan kebijaksanaan dan kemampuan diri sendiri. Faktanya adalah bahwa kita lemah dan tidak berdaya.

Allah selalu menyatakan apa yang Dia akan perbuat dan ketika kita ikut bekerja bersama-Nya, Dia akan bekerja melalui kita dan dengan iman kita dengan penuh keyakinan dapat menaati Dia karena kita tahu Dia akan menjalankan apapun yang Dia rencanakan. Yesus mengatakan bahwa bagi manusia banyak hal mustahil, tetapi segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah (Markus 10:27) dan Alkitab terus menerus membuktikan bahwa itu benar.

Coba bayangkan Anda perlu menjual rumahmu, masa depan Anda bergantung kepada penjualan ini. Dan rumahnya berantakan, banyak hal yang harusnya diperbaiki malah ditunda, dan banyak hal luar dan dalam sudah mulai hancur, dan tidak ada orang yang mau masuk untuk melihatnya. Mereka pakai mobil dan melihatnya dari jalanan dan langsung pergi lagi. Dan orang-orang mengatakan bahwa rumah Anda secara praktis tidak ada harganya. Dan Anda sendiri di dalam hati Anda tahu bahwa banyak hal memang sudah rusak dan Anda tahu hal itu.

Anda putus asa, benar putus asa untuk menjual rumah Anda, masa depan Anda bergantung kepada itu, dan semua harta yang Anda kumpulkan sepanjang hidup Anda ada di dalam rumah itu. Dan setiap hari keadaan ekonomi semakin buruk. Hukum Murphy yang mengatakan “Apapun yang bisa menjadi buruk akan menjadi buruk,” telah terjadi pada Anda. Kelangsungan hidup Anda bergantung kepada penjualan rumah itu dan tidak ada orang yang menganggap itu berharga bahkan tidak ada orang yang mau melihatnya.

Dan sekarang ini telah menjadi masalah hidup dan mati. Dan saat Anda hampir menyerah harapan, ketika pikiran Anda terus memikirkan yang jelek dan Anda mati-matian mencari jalan keluar, wah tiba-tiba muncul seseorang yang mungkin pembeli. Dan waktu Anda mencoba untuk memulihkan diri dari shock melihat ada orang yang mau beli, si pembeli ini hanya memerlukan sepintas untuk melihat keadaan rumah seolah-olah dia sudah tahu kondisi rumah itu, dan kemudian berkata, “Aku akan beli rumah ini, dengan harga penuh!” Dan bukan itu saja, so pembeli ini berkata lagi, “dan aku akan memberi Anda uang muka yang Anda dapat bawa ke bank.”

Sekarang Anda berpikir, “Ah ini tidak mungkin, ini pasti lelucon kejam, pasti ada orang lain yang menyuruh dia berbuat ini, seperti ada orang yang di ketawain di televisi. Ini pasti suatu tipuan, ini mah tidak mungkin terjadi begitu saja. Aku telah tunggu sampai putus asa begitu lama dan sekarang terjual begitu cepat? Namun si pembeli ini benar-benar kaya, karena dia mengatakan dia bukan saja ingin memberi uang muka biasa 10%, tetapi dia ingin membayarnya sampai lunas sekarang juga.

Anda berkata, apakah Anda bisa mengulangi hal itu lagi? Anda mendengarnya pada pertama kali, namun Anda hampir tidak bisa percaya telingamu sendiri. Namun disini si pembeli mengambil buku ceknya dan menulis jumlah penuh dari harga yang diminta untuk rumah itu. dan kemudian dia berkata, “Nanti saya akan kembali untuk menyelesaikan pembelian rumah itu secara sah.” Apakah Anda menyadari bahwa apa yang dilakukan si pembeli itu dengan rumah itu adalah sebenarnya yang dilakukan Yesus dengan Anda sendiri, Dia telah membeli Anda dengan segala kekurangan Anda dan Ia telah membayar dengan harga penuh di kayu salib. Dan Dia akan kembali pada suatu hari untuk hidup bersama di suatu rumah yang Dia telah sediakan bagi Anda. Ini bukan orang asing, ini Pencipta langit dan bumi yang selalu akan melakukan apa yang Dia janjikan.

Allah bukan seseorang yang menulis namamu di Buku Kehidupan dengan potlot dan kemudian menghapus namamu jika Anda berlaku buruk dan kemudian menuliskannya lagi ketika Anda berbuat baik. Tidak, Allah telah menulis nama Anda di dalam Buku Kehidupan pada saat Anda percaya Tuhan Yesus dan namamu tertulis memakai darah-Nya yang tidak dapat dihapus untuk selam- lamanya. Karena itu Allah dapat dipercayai.

Marilah kita sebentar merenungkan:
Waktunya kita menolak untuk melakukan hal-hal untuk Allah karena kita lebih suka melakukan hal-hal bagi kita sendiri di dunia ini. Waktunya kita menolak berbuat hal-hal yang memerlukan iman, karena kita kekurangan iman. Waktunya kita ragu- ragu begitu lama sehingga kesempatan itu berlalu dan kita menyesal kesempatan itu tidak dipergunakan untuk mengabarkan Injil kepada seseorang. Apakah Anda rela berdoa kepada Allah sekarang juga untuk minta kepada-Nya untuk merubahkan Anda, untuk memberikan Anda iman yang lebih besar?

Pertemuan dengan Allah besarnya sebesar Allah!

Satu-satunya cara kita akan mengerti Allah seperti apa adalah dengan melihat Dia bekerja di dunia kita. Kita akan belajar lebih banyak tentang sifat-Nya ketika kita menyadari aktivitas-Nya. Pada waktu Allah bekerja, tugas-Nya juga akan memiliki dimensi sebesar Allah. Supaya dunia akan mulai mengenal-Nya.

Ada beberapa orang yang berpikir Allah tidak mungkin akan minta mereka untuk melakukan sesuatu yang kelihatannya mustahil. Namun jika tugas itu yang Allah memberikan saya adalah sesuatu yang saya sanggup menangani sendirian, kemungkinan besar itu bukan dari Allah. Tugas yang diberikan Allah di Alkitab selalu sebesar Allah. Tugas itu selalu melampaui apa yang mereka dapat lakukan dengan kekuatan mereka sendiri karena Allah ingin memperlihatkan kepada mereka sifat-Nya, kekuatan-Nya dan kasih-Nya bagi orang-orang dan dunia yang sedang mengamati mereka.

Allah memberitakan Abraham bahwa dia akan menjadi bapa suatu bangsa besar sementara Abraham dan Sara sudah tua sekali dan merka masih belum memiliki anak lelaki. Allah menyuruh Musa untuk membebaskan anak-anak Israel, untuk menyeberang Lautan Merah dan untuk memberi air dari batu. Yesus minta murid- murid-Nya untuk memberi makanan kepada 25,000 orang dan untuk menjadikan murid segala bangsa. Semua hal itu mustahil bagi manusia. Hanya Allah dapat melakukan itu dan baru setelah mereka rela ikut dalam hal-hal itu mereka akan belajar siapakah Allah itu.

Marilah kita baca Daniel 3: 8-30, “Pada waktu itu juga tampillah beberapa orang Kasdim menuduh orang Yahudi. 9 Berkatalah mereka kepada raja Nebukadnezar: "Ya raja, kekallah hidup tuanku! 10 Tuanku raja telah mengeluarkan titah, bahwa setiap orang yang mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, harus sujud menyembah patung emas itu, 11 dan bahwa siapa yang tidak sujud menyembah, akan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala. 12 Ada beberapa orang Yahudi, yang kepada mereka telah tuanku berikan pemerintahan atas wilayah Babel, yakni Sadrakh, Mesakh dan Abednego, orang-orang ini tidak mengindahkan titah tuanku, ya raja: mereka tidak memuja dewa tuanku dan tidak menyembah patung emas yang telah tuanku dirikan.”

13 Sesudah itu Nebukadnezar memerintahkan dalam marahnya dan geramnya untuk membawa Sadrakh, Mesakh dan Abednego menghadap. Setelah orang-orang itu dibawa menghadap raja, 14 berkatalah Nebukadnezar kepada mereka: "Apakah benar, hai Sadrakh, Mesakh dan Abednego, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu? 15 Sekarang, jika kamu bersedia, demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu! Tetapi jika kamu tidak menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala. Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?"

16 Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. 17 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; 18 tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

19 Maka meluaplah kegeraman Nebukadnezar, air mukanya berubah terhadap Sadrakh, Mesakh dan Abednego; lalu diperintahkannya supaya perapian itu dibuat tujuh kali lebih panas dari yang biasa. 20 Kepada beberapa orang yang sangat kuat dari tentaranya dititahkannya untuk mengikat Sadrakh, Mesakh dan Abednego dan mencampakkan mereka ke dalam perapian yang menyala-nyala itu. 21 Lalu diikatlah ketiga orang itu, dengan jubah, celana, topi dan pakaian-pakaian mereka yang lain, dan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala. 22 Karena titah raja itu keras, dipanaskanlah perapian itu dengan luar biasa, sehingga nyala api itu membakar mati orang-orang yang mengangkat Sadrakh, Mesakh dan Abednego itu ke atas. 23 Tetapi ketiga orang itu, yakni Sadrakh, Mesakh dan Abednego, jatuh ke dalam perapian yang menyala-nyala itu dengan terikat.

24 Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya: "Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?" Jawab mereka kepada raja: "Benar, ya raja!" 25 Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!"

26 Lalu Nebukadnezar mendekati pintu perapian yang bernyala-nyala itu; berkatalah ia: "Sadrakh, Mesakh dan Abednego, hamba-hamba Allah yang maha tinggi, keluarlah dan datanglah ke mari!" Lalu keluarlah Sadrakh, Mesakh dan Abednego dari api itu. 27 Dan para wakil raja, para penguasa, para bupati dan para menteri raja datang berkumpul; mereka melihat, bahwa tubuh orang-orang ini tidak mempan oleh api itu, bahwa rambut di kepala mereka tidak hangus, jubah mereka tidak berubah apa-apa, bahkan bau kebakaranpun tidak ada pada mereka.

28 Berkatalah Nebukadnezar: "Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah manapun kecuali Allah mereka. 29 Sebab itu aku mengeluarkan perintah, bahwa setiap orang dari bangsa, suku bangsa atau bahasa manapun ia, yang mengucapkan penghinaan terhadap Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego, akan dipenggal-penggal dan rumahnya akan dirobohkan menjadi timbunan puing, karena tidak ada allah lain yang dapat melepaskan secara demikian itu." 30 Lalu raja memberikan kedudukan tinggi kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego di wilayah Babel.

Jadi disinilah satu contoh dari pekerjaan Allah. Siapakah yang menerima pujian? Bahkan raja yang tidak percaya memberi seluruh kredit kepada Allah dan memberkati Dia. Allah tidak berubah, Dia masih bekerja terus dalam menopang dan mempertahankan kita, namun apakah kita melihat pekerjaan-Nya? Yang dunia melihat adalah orang-orang Kristen yang setia atau gereja yang melayani Allah, namun mereka tidak melihat Allah. Mengapa? Karena kita tidak mau mencoba melakukan apa yang hanya Allah dapat melakukan.

Marilah kita mengangkat Kristus, bukan dalam perkataan namun di dalam kehidupan nyata. Marilah kita memperlihatkan orang-orang bahwa ada perbedaan besar di dalam kehidupan, di dalam keluarga, di dalam gereja oleh karena Kristus. Ketika dunia melihat ada sesuatu yang terjadi melalui umat Allah yang tidak bisa dijelaskan kecuali Allah sendiri yang melakukan itu, orang-orang akan tertarik kepada Allah seperti itu.

Allah lebih mementingkan Anda berjalan bersama Dia daripada apa yang Anda melakukan untuk Dia. Anda bisa menyelesaikan suatu tugas bagi Dia, menjadi pemimpin bagi Dia tanpa mengalami Dia sama sekali. Adapat melakukan apa saja yang dikehendaki-Nya dengan kita atau tanpa kita. Yang Allah ingin adalah kita benar mengalami Dia. Kemudian Anda dan orang-orang disekitar Anda akan lebih mengenal Dia dibanding waktu sebelumnya.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu