21 Jul 2013 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2013
Tungku Api
21 Juli 2013

Kita sekarang telah tiba kepada yang terakhir dari tujuh perumpamaan yang diberikan Tuhan Yesus Kristus di Matius 13. Dan ini adalah klimaksnya. Perumpamaan ini adalah perumpamaan tentang penghakiman. Ini perumpamaan tentang neraka. Dan kuncinya perumpamaan ini terdapat di ayat 50, yaitu tungku api dimana terdapat ratapan dan gertakan gigi.

Tuhan kita sering dan banyak membicarakan neraka, Dia mengatakan banyak hal tentang mereka yang terkutuk, orang-orang jahat, mereka yang menolak Kristus. Namun dari semua hal yang menakutkan sekali yang pernah diucapkan Yesus,. mungkin yang paling mengejutkan adalah apa yang Dia katakan kepada pemimpin-pemimpin Yahudi di Matius 23:33, “Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka?”

Biasanya kita tidak menghubungkan Tuhan Yesus Kristus dengan neraka, namun Dia lebih banyak membicarakan neraka dari pada kasih. Dia mengatakan lebih banyak tentang neraka daripada semua pengkhotbah Alkitabiah bersama. Ada beberapa orang yang memikir neraka itu menyenangkan. Betapa besar penipuan itu. Nereka tidak menyenangkan. Tidak ada cara untuk menggambarkan neraka, tidak ada sesuatupun di dunia yang dapat kita bandingkan dengan itu.

Tidak ada orang hidup yang tahu apa itu. Tidak ada adegan pembunuhan dengan darah tercucur dan luka-luka parah yang dapat menyarankan sesuatu yang hampir sama dengan neraka. Biarlah penulis yang terbaik memakai talentanya untuk menggambarkan api yang tak terpadamkan dan dia bahkan tidak dapat menyentuh pinggir terdekat nereka.

Ini perumpamaan dimana Tuhan memperingatkan kita akan neraka. Ingatlah, sama seperti di dalam perumpamaan tentang gandum dan lalang. Dia membiarkan kebaikan dan kejahatan bertumbuh bersama di dalam zaman ini. Namun pada akhirnya akan datang penghakiman. Kita telah melihat perumpamaan yang menggambarkan sifat kerajaan itu, kuasa kerajaan, dan bagaimana masuk kerajaan secara pribadi dan sekarang kita datang ke puncaknya di penghakiman.

Ini peringatan yang menakutkan bahwa pada akhirnya akan ada pemisahan abadi antara orang terkutuk dan orang yang telah ditebus. Dan seluruh dunia bergerak menuju ke hal ini. Setiap kehidupan manusia menuju kepada jam yang tak terelakkan, setiap hari paling sedikit ada enam ribu seratus tujuhpuluh orang di Amerika Serikat saja yang akan meninggal dunia dan masuk kekekalan, dan kebanyakan dari mereka akan masuk neraka.

Matius 13:47-52, “Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. 48 Setelah penuh, pukat itupun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang. 49 Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, 50 lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. 51 Mengertikah kamu semuanya itu?" Mereka menjawab: "Ya, kami mengerti." 52 Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.”

Memancing di zaman Tuhan adalah pekerjaan biasa. Memancing untuk beberapa dari murid-murid adalah cara hidup mereka, jadi mereka mengerti benar apa yang Dia katakan. Pada dasarnya ada tiga cara memancing, bisa dengan pancing dan umpan. Cara kedua nelayan itu adalah dengan menggunakan jaring khusus. Jaring itu seperti lingkaran besar dan pada perimeter luar lingkaran itu ada bobot.

Para nelayan menebarkan jaring itu begitu baik sehingga jatuh ke air dalam bentuk melingkar dan saat tenggelam ke bawah ditarik bobot timah di pinggir itu menangkap semua ikan yang ada disitu. Jadi nelayan itu menunggu sehingga dia melihat ada ikan kemudian dia memutar jaring itu untuk menangkap ikan dan ia langsung menarik jaring itu sampai tutup. Dan itulah jaring yang dibicarakan Tuhan kita saat Dia mengajarkan mereka untuk menjadi nelayan manusia, dengan melempar jaring dan menangkap orang bagi Kristus dan menarik mereka masuk.

Namun bukan jaring itu yang digunakan disini sekarang, ini jaringan geser. Ini membicarakan jaring yang sangat besar yang tidak bisa dikerjakan tangan manusia saja. Ujung jaring besar ini diikat ke pantai dan ujung yang lain diikat kepada perahu. Dan sewaktu perahu itu mulai bergerak dalam sebuah lingkaran, itu akan menangkap semua ikan kedalam jaringan itu.

Pada dasarnya jaringan ini sangat besar dan itu akan menangkap segalanya. Ini seolah-olah suatu tembok vertikal yang besar yang menyapu segala hal baik mati dan hidup, kadang menangkap bermacam rumput laut, setiap bentuk hidup yang ada disitu tertangkap dalam jaringan itu. Ayat 48, “Setelah penuh, pukat itupun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang.

Jadi gambaran itu jelas, benar? Sekarang marilah kita melihat prinsip rohaninya di ayat 49, “Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar.” Marilah kita berhenti sebentar. Ada banyak hal yang kita dapat bicarakan tentang perumpamaan ini dan ada beberapa kemuningkinan yang menarik. Namun Tuhan hanya ingin mengajarkan satu hal yaitu ada proses pemisahan yang akan terjadi dimana para malaikat akan digunakan untuk memisahkan orang-orang dalam penghakiman.

Kita sudah diberitahu bahwa di zaman sekarang ini kebaikan dan kejahatan akan berjalan bersama dan Allah mengizinkan ada kejahatan. Namun waktunya akan datang dimana Dia akan memisahkan mereka yang mengenal Tuhan Yesus Kristus dan mereka yang tidak. Dan pemisahan itu tidak dapat dihindari dan itu adalah akhirnya. Jaringan geser ini akan menangkap semua jenis ikan. Kerajaan surga adalah seperti jaringan itu, itu bergerak diam-diam di lautan kehidupan, dan menarik orang, hampir tanpa pengetahuan mereka, kepada pantai kekekalan.

Hanya ada satu hal rohani yang dipentingkan Tuhan dalam perumpamaan ini yaitu tindakan akhir para nelayan itu. Semua hal lain berlalu tanpa komentar. Dan menurut aku kita juga harus membiarkan sisa kisah itu tanpa komentar juga dan hanya membicarakan apa yang Tuhan maksud untuk diajarkan. Ketika Dia membicarakan menjadi nelayan manusia, Dia membicarakan secara positif bahwa murid-murid harus menangkap orang untuk Kristus. Namun waktu Dia membicarakan jaringan geser ini, Dia membicarakan menangkap orang untuk penghakiman.

Lihatlah ayat 49, “Demikianlah juga pada akhir zaman.” Ini pernyataan umum bahwa semua manusia di dunia akan pada akhirnya ditangkap dalam jaringan penghakiman, untuk dipisahkan pada akhirnya. Dan perhatikanlah lagi bahwa yang menjadi algojo itu adalah para malaikat. Para malaikat akan memisahkan orang sama seperti kita lihat di ayat 41, sama seperti di Matius 25, sama seperti kita melihat berkali-kali di Wahyu 14. Para malaikat adalah wakil penghakiman Allah.

Matius 25:31-32, 34, 41, “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. 32 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan- Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, 34 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa- Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. 41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.”

Dan Yesus mengatakan di Yohanes 5:28-29, “Sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, 29 dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.”

Orang–orang mungkin tidak bisa melihat kerajaan, mereka tidak tahu Allah sedang bekerja di dunia, namun Dia selalu bergerak. Dan orang-orang sering ketika dipengaruhi injil Yesus Kristus, atau diancam penghakiman, mereka lari kepada kebebasan yang mereka pikir ada di depan mereka namun mau tidak mau mereka akan lari ke dalam jaringan yang sama karena tidak ada kebebasan tulen disitu. Dan mereka mau tidak mau akan menuju kepada penghakiman yang tak terelakkan.

Semua orang akan dikumpulkan di dalam jaringan itu. Kerajaan pada akhirnya akan melingkupi mereka semua. Dan Allah bersama malaikat-malaikat-Nya akan memisahkan mereka. Ini membawa kita kepada hal ketiga, yaitu kecelakaan. Ayat 50, “lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.”

Nah ini ayat yang sangat menakutkan. Akan tetapi Yesus lebih membicarakan neraka dari pada semua orang lain. Jika Yesus tidak mengajarkan kita tentang neraka, kita pasti tidak akan percaya hal itu. Kita tidak dapat membayangkan kutukan abadi itu seperti apa. Lebih dari apapun juga, Yesus mengancam orang dengan neraka. Dan jika Anda tidak percaya hal itu, Anda tidak memperhatikan perkataan-Nya dalam pelayanan-Nya.

Ini bagian yang konstan dari apa yang Tuhan ajarkan. Nah, jika Anda kemudian meneliti apakah yang dipentingkan dalam khotbah-khotbah-Nya, berdasarkan teladan Kristus, kesimpulannya haruslah khotbah-khotbah-Nya tentang neraka. Generasi kita tidak melakukan itu. Itu terlalu menakutkan. Jadi apakah artinya tungku api itu?

Nomor satu, neraka adalah tempat siksaan yang tak ada henti-hentinya. Alkitab mendefinisikan hal itu sebagai kegelapan yang paling gelap. Tuhan kita menggambarkan neraka seperti kegelapan kekal tanpa harapan ada cahaya dan tanpa harapan ada fajar. Dan Alkitab juga mengatakan itu adalah api. Nah ini bukan api yang kita kenal sebagai api yang membakar sesuatu.

Api adalah cara Allah untu menggambarkan neraka karena itu merupakan jenis api yang menyiksa tanpa berhenti, lebih mengertikan dari pada api apapun yang kita kenal. Namun api disini menggambarkan siksaan orang terkutuk, dimana siksaan itu tidak akan berhenti dengan kesakitan dan penderitaan untuk selama-lamanya.

Hanya dua kali di seluruh Firman Allah kita diberi pengertian bagaimana orang merespon terhadap neraka, Yang pertama ada di dalam perumpamaan Tuhan di Lukas 16:24 dimana, orang itu berseru, katanya: “Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.” Dan yang lain adalah di Matius 13:50 dimana Tuhan kita mengatakan, “di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.”

Kedua ini adalah tempat siksaan tanpa berhenti untuk tubuh dan jiwa. Ketika orang yang tidak percaya mati, jiwanya akan keluar dari hadirat Allah dan masuk kedalam siksaan neraka. Mungkin itu bukan lautan api terakhir yang datang setelah penghakiman tahkta putih besar, karena itu memerlukan tubuh kekal untuk menanggungnya, namun itu siksaan yang digambarkan orang kaya itu waktu dia disiksa di neraka.

Di masa depan akan ada kebangkitan tubuh orang-orang terkutuk, mereka akan diberi tubuh transenden yang akan masuk ke dalam lautan api untuk dihukum selama-lamanya. Kita, sebagai orang Kristen akan dibangkitkan untuk memiliki tubuh transenden juga, tubuh yang dimuliakan, dimana kita bersama Allah dan semua malaikat dan semua orang yang telah ditebus akan hidup kekal di surga.

Karena itu Yesus mengatakan di Matius 10:28, “Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.” Jadi tahukah Anda bahwa neraka meliputi tubuh dan jiwa? Tubuh transenden dan kekal akan diberi kepada orang yang terkutuk dan mereka akan menderita dalam tubuh mereka untuk selama-lamanya.

Yesus mengatakan di Markus 9:48, “ulat-ulat bangkai tidak akan mati.” Apakah maksud-Nya mengatakan itu? Ketika tubuh itu busuk, ulat mulai makan tubuh itu dan ulat itu mati ketika makanan mereka habis. Namun di neraka ulat-ulat itu tidak akan mati karena tubuh, meskipun selalu menjadi makanan, itu tidak akan habis. Tuhan mengatakan bahwa siksaan tubuh itu tidak akan berhenti selama-lamanya.

Ketiga, siksaan tubuh dan jiwa terjadi dalam berbagai derajat. Dengan kata lain, untuk beberapa orang neraka itu lebih buruk dari pada untuk orang lain. Di Ibrani 10:29 mengatakan, “Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia?”

Orang-orang yang telah menginjak Yesus Kristus, yang telah menolak kayu salib- Nya, akan mengalami neraka yang lebih parah dari pada mereka yang tidak. Dengan cara yang sama ada derajat di neraka akan ada derajat pahala di surga juga.

Matius 11:24 mengatakan, “Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.” Dengan kata lain, ini semua hanya relatif, tanggungan itu tidak akan ringan untuk semua mahluk, namun itu akan lebih ringan bagi mereka dari pada Anda karena apa yang telah Anda mengalami. Anda telah bertemu dengan Yesus Kristus di dalam kota Anda, mereka tidak. Anda menolak-Nya dengan informasi lebih banyak, karena itu neraka bagi Anda akan lebih keras.

Kemudian ada perumamaan di Lukas 12 dimana Tuhan mengatakan di ayat 47- 48, “Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. 48 Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan.” Jadi neraka adalah siksaan tanpa berhenti bagi tubuh dan jiwa dalam berbagai-bagai derajat.

Keempat, ada siksaan untuk tubuh dan jiwa dalam berbagai derajat untuk selama-lamanya. Ulat itu tidak akan mati, api tidak akan dipadamkan, tidak akan fajar, kelegaan manis karena kematian tidak akan datang, itu akan berlansung tanpa berhenti. Alasan satu-satunya kita dalam hidup ini dapat berhasil melewati godaan dan penderitaan dan penyakit adalah karena kita tahu pasti akan ada akhirnya.

Jadi bagaimana kita dapat menghindari neraka? Hanya melalui penerimaan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Jika Anda tidak mengambil harta karun itu, jika Anda tidak membeli mutiara yang sangat berharga itu, jika Anda tidak memilih kerajaan itu maka tidak ada jalan keluar.

Sekarang terakhir, applikasinya. Jadi di ayat 51, Yesus berkata kepada mereka, “Mengertikah kamu semuanya itu?" Apakah Anda telah menghubungkan semua ini di dalam pikiranmu? Apakah Anda melihat bahwa semua kebaikan dan kejahatan akan berlangsung sampai akhir zaman dan kemudian datanglah perpisahan. Apakah Anda benar mengerti hal ini?

Dan mereka menjawab, "Ya, kami mengerti." Dan Yesus menerima jawaban mereka bahwa mereka mengerti, kalau tidak Dia tidak akan mengatakan apa yang Dia katakan di ayat 52, “Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.”

Dan kepala keluarga atau guru yang bijaksana mengajarkan yang lama dengan yang baru secara seimbang. Sekarang Anda memiliki segudang penuh dengan hal-hal lama dan baru. Mereka tahu Perjanjian Lama dan sekarang mereka diberi hal-hal misterius dari kerajaan sekarang. Mereka tahu lebih banyak dari ahli-ahli Taurat yang hanya tahu hal lama. Yesus mengatakan Allah telah memanggil dan mempersiapkan Anda unutk memberitakan ini kepada orang lain. Saya harap kita semua menyadari bahwa Allah memberitahukan hal ini kepada kita semua supaya kita rela memberitakan injil kepada siapapun, dimanapun dan kapanpun juga, Amin?
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu