07 Jul 2013 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2013
Pengaruh Kekristenan
7 Juli 2013

Marilah kita baca sekarang dua perumpamaan yang sebenarnya harus dimengerti bersama di Matius 13:31-33, “Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. 32 Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya." 33 Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.”

Hal-hal kecil dapat menjadi pengaruh besar sekali. Semua music, semua simfoni, semua concerto, semua himne dan lagu-lagu pada dasarnya datang dari delapan nada. Semua kata-kata luar biasa yang pernah diucapkan atau ditulis dalam bahasa Inggris datang dari hanya 26 huruf. Itulah sebenarnya ajaran dari kedua perumpamaan ini. Nah marilah saya memberikan Anda latar belakang supaya Anda mengerti perasaan murid-murid waktu Yesus mengajar mereka.

Murid-murid percaya bahwa Yesus adalah Mesias, Raja yang dijanjikan yang akan membangun kerajaan. Namun bagi mereka, kerajaan itu memiliki definisi yang jelas. Kerajaan itu akan datang dengan kemuliaan dan dengan kekuasaan. Akan terjadi bencana-bencana yang sangat besar. Dan akan ada penghakiman penjahat-penjahat. Mereka menunggukan musik, kemenangan dan kemuliaan dan kuasa yang berkobar- kobar pada waktu Mesias mendirikan kerajaan-Nya.

Namun ternyata keadaannya tidak seperti itu. Dan karena itu mereka tetap menanyakan diri mereka – apakah ini benar sang Mesias? Dan meskipun Dia memberitahukan mereka berkali-kali bahwa memang Dia benar Mesias, mereka tetap bergumul dengan hal itu. Bahkan di dalam buku Kisah 1:6 mereka masih menanyakan – “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?” Mereka tidak pernah mengerti hal itu karena harapan mereka berbeda sekali dengan apa yang mereka menyaksikan.

Penolakan Yahudi makin meningkat dan menjadi lebih keras dan terbuka. Dan daripada Yesus membicarakan apa yang Ia melakukan kepada mereka, Dia membicarakan apa yang mereka akan lakukan kepada Dia. Dan bukannya Dia mengatakan Dia akan membunuh mereka, Ia mulai mengatakan mereka akan membunuh Aku. Ini sangat sulit bagi murid-murid untuk diterima. Jadi Yesus mengajarkan mereka mengapa di dalam Matius 13.

Dia mengatakan sebelum kerajaan itu datang, sekarang ada bentuk kerajaan yang ada sekarang ini yang Anda harus mengerti. Dan Dia menamakannya bentuk misteri di ayat 11. Dan sekarang Yesus mengatakan Aku akan menjelaskannya kepada mereka. Jadi Dia memberikan mereka tujuh perumpamaan yang menerangkan kepada mereka kerajaan dalam bentuk misteri ini sebelum ada kemuliaan berkobar-kobar yang mereka harapkan.

Perumpamaan pertama yang Dia berikan kepada mereka adalah tentang empat macam tanah. Tiga macam tanah itu tidak menerima benih. Itu mengatakan kepada mereka bahwa di dalam bentuk kerajaan ini ada banyak penolakan. Bahkan sebagian besar dunia menolaknya. Dunia ini adalah baik tanah keras yang tidak mau menerima kabar baik atau tanah berbatu yang menerima sedikit sementara dan kemudian itu mati, atau tanah berlalang yang akhirnya mematikan karena cinta dunia dan hal-hal duniawi zaman ini.

Dan pertanyaan langsung adalah – apa yang akan terjadi kepada mereka yang menolak? Jadi Tuhan memberikan mereka perumpamaan kedua. Gandum dan lalang, warganegara kerajaan dan mereka yang menolak akan hidup bersama sampai kepada penghakiman. Dan Dia mengatakan itu bukan pekerjaanmu menjadi algojo, itu untuk para malaikat waktu penghakiman. Tugasmu adalah menjadi gandum ditengah dunia supaya Anda dapat mempengaruhi lalang yang ada disekitar Anda.

Sekarang apakah Anda pikir adalah pertanyaan berikutnya yang mereka akan menanyakan? Kita sudah melihat begitu banyak orang yang menolak dan mereka ada dimana-mana karena lalang itu ditabur diseluruh ladang. Dan kejahatan itu begitu berkuasa dan pengaruh kejahatan itu begitu mendominasi, jika kedua hal ini bekerjasama, bukankah ini akan mencekik kuasa Kristus di dunia?

Jadi Yesus mengajarkan mereka kedua perumpamaan ini untuk memperlihatkan bahwa dari asal mula yang sangat kecil, hal-hal yang tidak signifikan, kerajaan itu akan bertumbuh banyak meskipun ada perlawanan sampai akhirnya akan mempengaruhi seluruh dunia. Perumpamaan ini membicarakan kemenangan kebenaran. Bahwa pada akhirnya, biji sesawi yang kecil itu akan memenuhi dunia, ragi yang kecil itu akan mempengaruhi seluruh rotinya. Kuasa kerajaan, meskipun mulainya sangat kecil, akan mempengaruhi seluruh dunia.

Perumpamaan pertama tentang tanah membicarakan luasnya kerajaan, Benih itu ditabur diseluruh dunia. Perumpamaan kedua membicarakan panjangnya kerajaan, itu akan berlangsung sampai kepada panen. Perumpamaan ketiga tentang biji sesawi membicarakan besarnya kerajaan. Dan perumpamaan keempat tentang ragi membicarakan dalamnya kerajaan karena itu tersembunyi di dalam roti dan mempengaruhi dari dalam.

Nah Tuhan tidak menjelaskan kepada kita kedua perumpamaan terakhir ini, tetapi jangan kecewa. Tuhan memberikan kita Roh Kudus. Alkitab mengatakan bahwa Dia menjelaskan semua hal itu kepada mereka, Namun bagi kita, kita memiliki Roh Kudus yang berada didalam kita dan karena kita diajarkan pikiran Allah waktu itu dinyatakan di Firman Allah, kita dapat mengerti hal ini sebagai bagian dari rencana-Nya.

Biji sesawi itu menjelaskan kuasa eksternal kerajaan. Matius 13:31, “Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.” Disini ada seorang petani yang menanam biji sesawi itu. Mengapa? Karena itu digunakan untuk minyaknya, sebagai obat dan juga sebagai bumbu. Bahkan sekarang ini mereka masih menanam biji sesawi itu.

Ayat 32 mengatakan, “Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang- cabangnya.” Biji sesawi macam ini bertumbuh menjadi semak sekitar tiga meter tingginya. Namun kadang itu akan bertumbuh sampai enam meter tingginya. Tuhan mengatakan tidak ada hubungan antara kecilnya benih dan betapa besarnya pada akhirnya.

Yesus mengatakan di ayat 32, “biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih.” Nah orang yang ingin mengritik Alkitab menerkam pernyataan itu. Mereka mengatakan, lihatlah, ini membuktikan bahwa Akitab itu ada salahnya, karena benih anggrek liar lebih kecil daripada benih sesawi, dan karena itu jika Yesus tidak tahu hal itu, Dia bukan Allah. Para kritikus mengatakan Yesus bersalah, karena Dia bodoh atau Dia salah karena Dia membiarkan kesalahan orang lain.

Tetapi dengarkanlah, dari semua benih dan telah ditaburkan di masa lalu sampai sekarang di tahun 2013 untuk menghasilkan produk makanan, biji sesawi itu dari dulu yang paling kecil. Ini baru-baru di konformasikan oleh Dr. L.H. Shinners yang adalah direktur dari herbarium terbesar di AS barat daya, yang memiliki 318 ribu spesimen botani dari seluruh dunia. Dia mengatakan, saya kutip, “Biji sesawi memang benih yang terkecil dari semua tanaman untuk makanan pada waktu zaman Kristus.”

Nah Yesus juga berbicara dengan peribahasa hikmat. Untuk orang Yahudi, karena benih yang terkecil adalah biji sesawi, itu dipakai untuk mengambarkan suatu hal kecil. Misalnya, orang Yahudi mengatakan bahwa pelanggaran kecil dari Hukum Taurat adalah dosa sebesar biji sesawi. Mereka mengatakan ada cacat di binatang sebesar biji sesawi. Sampai hari ini orang Arab masih menggunakan istilah iman yang beratnya sebiji sesawi.

Bahkan Tuhan kita memakai hal yang sama di Matius 17:20 dimana Dia mengatakan, “Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.” Jadi ini peribahasa hikmat. Dan Dia memakai kisah dengan peribahasa yang sering dipakai, namun dengan hikmat-Nya tanpa batas yang luarbiasa, Dia juga memilih peribahasa yang tepat. Sekarang setiap orang mengerti maksud perumpamaan itu.

Pertama, kerajaan itu pada mulanya kecil. Bayangkan betapa pentingnya ini diberitahukan kepada para murid. Mereka seolah-olah dicekik oleh penindasan, penolakan dan penghujatan. Dan Yesus berkata, Sudahlah, ini memang rencana-Nya, ini akan mulai dari hal yang sangat kecil. Di Lukas 17:20, “Atas pertanyaan orang- orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: "Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah.” Ini tidak kelihatan. Tidak dalam bentuk ini.

Kerajaan itu sudah ada, namun benihnya kecil sekali, jadi masih belum kelihatan. Sama seperti saat Anda menanam biji sesawi, itu tidak kelihatan, namun tanaman itu sudah ada. Dan di dalam benih itu ada potensi pohon sangat besar. Dan dalam menanam benih kerajaan itu ada potensi untuk kerajaan yang membesar sampai ke ujung-ujung bumi.

Coba pikirkan murid-murid itu. Semua mereka digabungkan masih belum sama seperti biji sesawi. Mereka begitu kecil, sangat tidak mampu, tidak memenuhi syarat, sangat ketakutan dan tanpa iman dan lemah. Dan begitulah bentuk kerajaan yang telah ditanam. Namun di dalam hati bayi kecil itu di palungan ada kehidupan kekal yang akan meledak menjadi kerajaan kekal.

Ini kebenaran indah karena ini tidak kelihatan di Perjanjian Lama. Ini merupakan misteri yang telah dinyatakan. Jika kita berbicara dengan pendeta sekarang yang gerejanya hanya 60 orang, mungkin dia merasa kekurangan. Ada orang yang mengatakan gereja kami ini kecil sekali. Namun ketika kerajaan itu mulai hanya ada 12 orang dan selama ini perkembangannya luar biasa. Sebelumnya semua selesai ini akan menutupi seluruh dunia.

Kerajaan akan mulai kecil sekali namun kerajaan itu akan akhirnya menjadi besar sekali. Di Mazmur 72:8-11 dikatakan, “Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi! 9 Kiranya penghuni padang belantara berlutut di depannya, dan musuh-musuhnya menjilat debu; 10 kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan-persemb kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti! 11 Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya!”

Yesaya 54:2-3, “Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! 3 Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi.” Yeremia juga melihatnya. Amos melihatnya. Mikha melihatnya. Zakharias melihatnya. Pada akhirnya kerajaan seribu tahun akan datang, Yesus akan memerintah di seluruh dunia.

Wahyu 11:15 mengatakan, “Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: "Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya." Yesus mengatakan – hal ini akan menjadi begitu besar sehingga burung-burung akan datang dan membikin sarang mereka dan hidup di cabang-cabangnya.

Jadi apakah maksudnya burung-burung itu? Lihatlah Yehezkiel 31:3, 5-6, “Lihat, Aku menyamakan engkau dengan pohon aras di Libanon, penuh dengan cabang yang elok dan daun yang rumpun sekali; tumbuhnya sangat tinggi, puncaknya sampai ke langit. 5 Maka dari itu tumbuhnya lebih tinggi dari segala pohon di padang; ranting-rantingnya menjadi banyak, cabang-cabangnya menjadi panjang lantaran air yang melimpah datang. 6 Pada rantingnya diam bersarang segala burung yang di udara, di bawah cabangnya segala binatang di hutan, melahirkan anaknya; dan semuanya bangsa besar duduk bernaung di bawahnya.” Semua ini mengatakan bahwa ada satu kuasa dunia yang dominan, dan banyak yang kecil dilindunginya dibawah cabangnya.

Jadi marilah kita melihat ajaran yang mirip sekali dalam perumpamaan ragi. Matius 13:33, “Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.” Ketika kita ambil sepotong adonan fermentasi dan menempatkannya dalam roti baru itu sampai menyerap itu menyebabkan seluruh roti beragi dan menyebabkan itu naik.

Nah ragi yang digunakan itu sedikit sekali. Namun perhatikanlah bahwa itu dimasukkan adonan yang banyak sekali. Ini menunjukkan bahwa pekerjaan ragi yang sedikit itu sangat banyak. Nah terus terang roti yang beragi itu lebih baik dari pada rati yang tidak beragi. Jadi kedua, pengaruhnya positif, roti itu lebih baik dan rasanya lebih enak. Kadang-kadang ragi itu dipergunakan untuk contoh pengaruh kejahatan, namun disini ragi itu mewakili pengaruh baik dari Kristus, kerajaan-Nya, Injil-Nya dan pengikut-pengikut-Nya di dunia.

Yesus tahu bahwa orang Yahudi mengerti analogi ragi berhubungan dengan kejahatan dan bahwa mereka melihat penyebaran kejahatan yang besar sekali dan tidak ada contoh yang lebih baik untuk memahami sesuatu yang mereka mengerti dengan mengatakan – begitulah cepatnya dan dalamnya penyebaran kerajaan itu yang tidak dapat diberhentikan.

Setelah Yesus naik ke surga hanya ada 120 murid-murid kecil yang bekerja bersama di Yerusalem, dan lihatlah berjutaan orang telah dipengaruhi Kekristenan di seluruh dunia. Semua organisasi yang peduli dan baik hati, semua hal yang menolong orang miskin dan memberi tunjangan kepada mereka yang terinjak-injak dan tertekan dan sebagainya, datang dari Roh Kristus yang keluar dari hati umat-Nya yang adalah ragi di dunia.

Ajaran kedua, pengaruh positif kerajaan datang dari hati Anda. Allah yang menanam ragi-Nya di dalam orang-orang di dunia. Inilah waktunya supaya orang-orang diselamatkan, inilah waktunya Kekristenan melakukan pekerjaannya. Dunia ini telah disuntik kehidupan kekal dan itu menyebar kemana-mana. Akhirnya setiap lutut akan bertelut dan disinilah kita berada dari kehidupan kekal yang sama, yaitu Roh Kristus tinggal di dalam aku.

Galatia 2:20, “namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” Kita tidak perlu ada posisi politik, kita tidak perlu menjadi presiden Amerika Serikat. Kita tidak perlu ada hukum-hukum, senjata dan prajurit untuk mendominasikan dunia dengan Kekristenan.

Tidak, kita hanya perlu bergerak dari permulaan yang kecil. Tahukah Anda sebelum Tuhan kembali untuk keduakalinya, dikatakan di Matius 24:14, injil kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia. Ini semua akan menyebar, ini akan pergi dan mempengaruhi semua orang. Dan akhirnya Tuhan kita akan datang kembali dan mendirikan kerajaan-Nya.

Marilah saya menutup dengan pikiran-pikiran ini. Kita sekarang ada 300 ribu misionaris di seluruh dunia untuk Kekristenan di tahun 2010. Kira-kira 78 juta Alkitab disebarkan setiap tahun. Mereka memperkirakan sekarang bahwa ada beberapa juta rumah gereja yang bertemu di Cina dengan kira-kira 160 juta orang Kristen. Ada orang yang mengatakan bahwa orang Kristen di Cina melebihi orang Kristen di US.

Apakah Anda menyadari ketika gereja mulai di Yerusalem, itu makan waktu tujuh tahun sebelum didirikan gereja misi pertama di Antiokhia? Sembilan puluh lima persen dari penduduk dunia telah memiliki Alkitab atau sebagian dari Alkitab di dalam bahasa mereka sendiri? Dan sembilan puluh persen dari semua suku-suku telah diberi kesempatan untuk mendengar injil Yesus Kristus. Bukankah itu luar biasa?

Ini menyimpulkan perkataan Tuhan kita di Matius 16:18, “Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” Bukankah ini menunjukkan keyakinan? Kristuslah yang membangun kerajaan-Nya. Dan harinya akan datang dimana semua itu mencapai klimaksnya dan ini ditunjukkan di Wahyu 11:15, “Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: "Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya."

Kesitulah kita menuju pada akhirnya. Kekristenan akan menang, Yesus akan bertakhta, kejahatan akan dimusnahkandan orang-orang jahat akan dikirim ke nereka dan kerajaan akan datang dengan kepenuhan kekal. Betapa penuhnya perumpamaan ini dengan harapan. Minggu berikut kita akan melihat bagaimana Anda dan saya akan menangani kerjaan itu secara pribadi di dalam hidup ini. Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu