30 Jun 2013 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2013
Kerajaan dan Dunia
30 Juni 2013

Saat kita sekarang mempelajari Matius 13, saya harap Anda siap dengan Alkitab Anda dan pikiranmu terbuka dan hatimu sedia untuk Tuhan karena kita ada hal-hal besar yang Allah akan memperlihatkan kepada kita sewaktu kita melihat perumpamaan kedua. Inilah perumpamaan tentang gandum dan lalang.

Ingatlah bahwa Tuhan adalah Raja dunia. Dan didalam kerajaan itu, Tuhan Yesus mengizinkan Iblis kebebasan yang terbatas. Dia juga mengizinkan pendosa-pendosa sejumlah kebebasan. Namun Dia tetap Raja diatas segalanya dan Dia tetap berkuasa. Jadi di setiap fase sejarah manusia ada beberapa tanda kekuasaan dari Yesus Kristus.

Pada awalnya Allah menyampaikan aturan-Nya melalui Adam di dunia. Kemudian ada leluhur, kemudian raja-raja, kemudian imam-imam dan nabi-nabi dan kemudian Tuhan Yesus Kristus sendiri. Dan kemudian Allah menyampaikan kehendak-Nya dan kuasa-Nya melalui para Rasul di gereja mula-mula.

Akan datang di masa depan dimana Allah akan sekali lagi menyampaikan kuasa- Nya ke bumi melalui Tuhan Yesus Kristus yang hidup dan mulia yang kita kenal sebagai kerajaan seribu tahun. Dan kemudian akhirnya surga dan bumi akan menjadi satu sebagai kerajaan kekal di dunia.

Tetapi ada satu periode yang ketinggalan ketika kita menghitung periode-periode itu yaitu periode sejak penolakan Kristus sampai kepada kedatangan-Nya kembali, yaitu zaman dimana kita hidup sekarang. Ini juga suatu bentuk kerajaan-Nya. Alkitab menentukan ini di Perjanjian Baru sebagai bentuk misteri yang tidak kelihatan di Perjanjian Lama. Kita hidup sekarang di zaman itu.

Yesus di dalam Matius 13 memberitahukan kita bentuknya ini seperti apa. Dia mendefinisikan hal itu dalam tujuh perumpamaan, karakternya, batasnya, nilainya dan akhirnya periode ini yang dikenal sebagai bentuk misteri kerajaan. Allah menyampaikan kuasa-Nya di dunia sekarang melalui gereja-Nya, melalui orang-orang percaya yang didiami Roh Kudus.

Nah, murid-murid-Nya tidak tahu ada periode waktu ini sama seperti nabi-nabi tua yang juga tidak tahu. Jadi ketika Mesias datang, mereka memikir Dia langsung akan mendirikan kerajaan-Nya dan semua pemberontak dan yang tidak percaya akan dimusnahkan dan kekudusan dan kebenaran akan memenuhi bumi dan kerajaan yang dinubuatkan nabi-nabi akan terjadi.

Bahkan setelah Yesus mati di kayu salib, mereka masih ingin tahu tentang kerajaan. Dan itu menyebabkan mereka menanyakan-Nya di Kisah Para Rasul 1: 6-7, “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?” 7 “Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.” Itu bukan urusan Anda.

Kerajaan itu akan datang, kata malaikat, namun tidak akan datang sampai Dia datang dalam kepenuhan-Nya. Kerajaan mulia dan benar, kerajaan dimana Tuhan Yesus memerintah dengan tongkat besi dan tidak membiarkan ada kejahatan, kerajaan itu yang diantisipasi para nabi, menunggukan kedatangan- Nya. Namun sementara itu ada bentuk kerajaan yang digambarkan sebagai misteri.

Yesus mulai memberitakan mereka perumamaan-perumpamaan disini di Matius 13 untuk menolong mereka mengerti sifat periode ini dimana kita hidup. Dan Dia mulai menggambarkan hal itu kepada mereka dan pertama ada perumpamaan tanah. Dia mengatakan ada empat macam tanah, tanah keras, tanah berbatu, dan kemudian tanah bersemak duri, kemudian yang keempat tanah yang baik yang menghasilkan buah nyata. Dalam zaman kerajaan sekarang ini, tidak semua orang percaya dan menghasilkan buah kebenaran.

Bahkan Yohanes Pembaptis, pendahulu langsung Yesus Kristus tidak melihat masa transisi ini. Disini Yohanes Pembaptis mengatakan – Ketika Dia datang akan ada api dan semua sekam akan dibakar-Nya dan hanya gandum akan dipelihara. Dan semua ini juga didasarkan perkataan nabi-nabi Perjanjian Lama.

Jadi Tuhan Yesus perlu menjelaskan kepada mereka apa yang Dia akan lakukan dengan orang-orang yang tidak percaya yang ada di dunia selama bentuk misteri kerajaan ini. Dan Dia menjelaskan hal itu dalam perumpamaan kedua sekarang ini. Dia menjawab pertanyaan mereka dengan perumpamaan yang mulai di Matius 13:24 dan yang dinamakan perumpamaan tentang gandum dan lalang.

Matius 13:24-30, “Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. 25 Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. 26 Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. 27 Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? 28 Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? 29 Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. 30 Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.”

Jadi marilah kita melihat apakah diajarkan setiap ayat. Ayat 24, “Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.” Jadi ini semua tentang kerajaan Sorga atau kerajaan Allah. Allah memerintah Kerajaan itu dari surga. Ini membicarakan bentuk misteri, yaitu waktu sejak Yesus dan zaman sekarang dan bahkan zaman seribu tahun nanti.

Kemudian di ayat 25, “Tetapi pada waktu semua orang tidur,” dan ini menunjukkan bahwa ada banyak orang yang membantunya dengan menabur. Dan mereka tidur karena sudah malam hari dan orang yang bekerja keras berhak untuk menikmati tidurnya. Jadi musuh ini datang dan menabur benih lalang diantara gandum itu. Musuh itu menabur di semua tempat lalu pergi.

Dan ayat 26 mengatakan, “Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu.” Sudah nyata pada suatu ketika dalam pertumbuhan itu bahwa ini bukan gandum. Ayat 27, “Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?”

Mereka terkejut. Mereka tidak akan terkejut jika hanya ada beberapa lalang saja karena biasanya selalu ada sedikit lalang diantara gandum yang mereka harus menangani, namun mereka terkejut karena seluruh ladang penuh lalang. Dan di ayat 28, “Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?”

Sekarang kita dapat melihat lalang itu karena kepalanya sudah matang dan kita dapat membedakannya sekarang. Jadi mereka berkata, Kita sekarang dapat melihat perbedaannya, kita akan pergi ke ladang itu dan mencabut semua lalang itu. Ayat 29, “Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.” Yesus berkata, “Jangan melakukan apa- apa.”

Ayat 30, “Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.” Nah, begitulah kisahnya. Cerita yang sangat sederhana yang gampang dimengerti. Namun apakah artinya?

Kemudian, setelah Dia memberikan beberapa perumpamaan lagi, waktunya tiba untk menjelaskan perumpamaan itu, dan kita telah belajar dari injil lain bahwa Dia menerangkannya semua perumpamaan itu karena mereka tidak dapat mengertinya sendirian. Jadi di ayat-ayat 36-43 Yesus menerangkannya. Ayat 36, “Yesus pertama meninggalkan orang banyak itu.” Itu penting sekali karena Dia hanya ingin bersama murid-murid-Nya saja.

Ayat 36 meneruskan, “dan masuk kedalam rumah.” Kemungkinan besar itu rumah Simon Petrus di Kapernaum. Dan“murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.” Mereka ingin tahu hal itu. Dan begitulah keadaannya sekarang. Allah hanya mengungkapkan kebenaran-Nya kepada mereka yang menjadi milik-Nya dan Dia menjawab pertanyaan mereka.

Jadi Yesus menjelaskan apa yang akan terjadi dengan lalang itu, yang bukan gandum. Ayat 37, “Ia menjawab, kata-Nya: "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak manusia.” Nah Kristus adalah Anak manusia, gelar umum bagi Dia sendiri. Dan Dia memakainya karena nama itu mengidentifikasikan diri-Nya dengan inkarnasi-Nya, dengan kemanusiaan-Nya. Namun itu juga nama Mesias. Di Daniel 7:13 Mesias sendiri dinamakan Anak manusia.

Ayat 38, “Ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.” Jadi Tuhan menabur benih yang baik di dunia, yang adalah ladang-Nya. Ini milik-Nya. Dia adalah Raja dunia. Dia memegang di dalam tangan-Nya akta milik meskipun Dia masih belum benar-benar mengklaimnya penuh seperti yang akan Dia lakukan di Wahyu 6 ketika Ia membukakan gulungan kitab yang adalah akte milik dunia dan mengambil kembali dunia.

Jadi apakah yang ditabur Yesus? Yang dikatakan adalah benih baik itu adalah anak-anak kerajaan. pengertian adalah bahwa Tuhan menempatkan anak-anak kerajaan di dalam dunia. Kebanyakan komentator mengatakan bahwa ladang itu adalah gereja dan disitulah gandum dan lalang bertumbuh bersama. Namun Yesus mengatakan di ayat 38 bahwa ladang itu adalah dunia.

Jadi apakah dikatakan disini? Allah menabur anak-anak kerajaan-Nya diseluruh dunia. Jadi ada orang-orang percaya yang telah ditanam di seluruh dunia. Ini adalah gambar gereja di dunia. Kita telah ditempatkan di dalam sistim dunia. Kita tidak dipanggil untuk menyendiri. Kita disini bukan kebetulan, kita telah ditempatkan disini khususnya oleh Tuhan, Amin?

Pertama, kita telah ditempatkan disini supaya kita menjadi dewasa oleh masalah-masalah dunia yang diberikan kepada kita, benar? 1 Petrus 5:10 mengatakan, “Dan Tuhan akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.” Yohanes 16:33 mengatakan, “Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” Jadi Tuhan menanam kita dimana-mana supaya kita dapat berkembang.

Dia menanam kita disini supaya kita dapat mempengaruhi dunia. Apakah Anda menyadari bahwa semua orang yang sekarang gandum dulunya lalang? Kita semua jahat sebelumnya kita dirubah, benar? Jadi Tuhan menempatkan kita di Denver bukan saja untuk menjadi dewasa oleh tekanan akibat menjadi Kristen, namun juga untuk mempengaruhi orang lain supaya mereka menjadi pengikut Yesus seperti kita.

Penebusan kita harus bekerja dan karena itu Yesus mengatakan di Yohanes 17:15, “Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang si Jahat.” Janganlah kita diambil dari dunia, kita memang seharusnya berada di dunia. Hanya ada dua macam orang di dunia, anak-anak kerajaan dan anak-anak si Jahat.

Di Yohanes 8:44 Yesus mengatakan kepada pemimpin-pemimpin Israel, “Iblislah yang adalah bapamu.” Di 1 Yohanes 3, Yohanes membandingkan anak-anak Allah dengan anak-anak Iblis karena hanya ada dua jenis manusia saja. Asal kejahatan adalah dari si Jahat, Allah bukan pencipta kejahatan. Kejahatan itu keluar dari si Jahat.

Jadi kebaikan dan kejahatan tercampur di dunia. Inilah keadaannya di masa lalu dan beginilah keadaannya di zaman kerajaan misteri. Iblis sekarang telah menempatkan malaikat-malaikatnya yang jatuh dimana-mana. Bahkan di beberapa bagian dunia mereka begitu banyak sehingga sukar untuk menemukan disitu gandum. Dan dia ingin menabur mereka sedekat mungkin dengan gandum. Dan dia juga menabur mereka di dalam gereja.

Di Matius 7:21-23 dikatakan, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama- Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” Inilah orang-orang gereja.

Dan sekarang kita tiba di ayat 39, ini sangat penting, “Waktu menuai ialah akhir zaman.” Yesus mengatakan jika Anda mencoba menghakimi dunia tanpa wawasan ilahi, Anda akhirnya akan menyalahkan orang Kristen. Tahukah Anda bahwa gereja telah melakukan itu sepanjang sejarah? Bukan itulah tugas gereja untuk berkeliling dan mencabut lalang. Janganlah kita menyerang dunia.

Apakah sikap Tuhan Yesus Kristus terhadap orang-orang itu? Yesus memperlakukan mereka dengan kerendahan hati, kasih dan baik hati, benar? Bagaimana Dia memperlakukan Yudas? Yudas ada disitu bersama Dia dan Dia tidak memusnahkannya dengan api. Dia penuh anugerah, dan inilah waktu kasih karunia.

Tahukah Anda, Tuhan tahu berapa banyak orang termasuk kerajaan. Janganlah kita berdoa supaya Allah memusnahkan mereka. Kita harus berdoa supaya Allah menyelamatkan mereka, supaya Dia menebus mereka. Hanya itulah sikap yang benar. Itulah sikap Tuhan Yesus Kristus pada malam Dia dikhianati.

Nah ini membawa kita kepada klimaks di ayat 39, “Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat.” Dengarkanlah para penuai adalah malaikat yang dipanggil Allah. Orang Kristen dipanggil untuk mempengaruhi orang dengan kebenaran. Kita bukan dipanggil untuk menuai. Kita tidak dipanggil untuk mengutuk dunia. Kita harus berkhotbah melawan dosa. Kita harus mengasihi pendosa-pendosa sambil membenci dosa-dosa mereka.

Ayat 40-43, “Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. 41 Anak Manusia akan menyuruh malaikat- malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. 42 Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. 43 Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"

Orang-orang memikir mereka akan turun ke neraka dan semuanya baik-baik saja. Mereka akan bersama dengan kawan-kawan mereka dan mereka akan bersenang disana. Namun ayat ini mengatakan kepada kita bahwa bukan saja neraka itu berapi, namun ini juga menerangkan reaksi Anda disana, ratapan dan kertakan gigi, suatu penghakiman tanpa akhir yang tak terhindarkan dan tak terelakkan. Neraka bukan berarti berada bersama teman-teman, ini merupakan isolasi dari Allah dan semua yang lain.

Kemudian datanglah kerajaan yang telah diharapkan, dan datanglah Shekina yang benar, yang memberi cahaya kepada muka semua orang percaya dari segala abad. “Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka.” Jadi Yesus berkata, bagian masa depan itu akan datang, pasti sama seperti penghakiman akan datang. Bahkan Daniel 12:3 mengatakan, “Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.”

Ayat 43 adalah applikasinya. Ini berarti sebaiknya Anda mendengar. Apakah Anda mendengarkan dan siapakah Anda ikuti? Jika Anda orang percaya, Anda harus hidup bersama di dunia ini dan Anda harus mempengaruhi dunia untuk kebaikan, janganlah kita dipengaruhi. Anda menjadi pengikut siapa? Jika Anda tidak mengikuti Kristus, Anda mengikuti iblis. Anda seharusnya digunakan Allah untuk menjangkau saudaramu didekat Anda supaya mereka juga bisa menjadi anak-anak Allah yang hidup. Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu