23 Jun 2013 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2013
Perumpamaan Kerajaan
23 Juni 2013

Matius 13 adalah salah satu bab terbesar dari keseluruhan Alkitab. Kita semua berusaha untuk mengerti Kekristenan di masa kini dan bagaimana kita dapat menjadikan gereja itu sesuai dengan kehendak Allah. Namun semua upaya untuk memahami zaman gereja ini, periode dimana kita tinggal sekarang, harus mulai di Matius 13 di Perjanjian Baru.

Disini ada analisis zaman gereja dari sudut pandang Yesus Kristus sendiri. ini adalah presentasi gereja alkitabiah dan Tuhan kita membicarakan sifat dan kualitas periode waktu ini yang kita kenal sebagai zaman gereja. Ini bab yang nubuatannya sangat mengagumkan. Tuhan membicarakan hal-hal yang akan datang dan akan terjadi. Jadi, sangat penting bagi kita untuk mengerti sifat zaman ini.

Sekarang ingatlah bahwa Matius telah mengajukan Yesus Kristus sebagai Raja. Dia telah menunjukkan kita bahwa Yesus adalah Yang diurapi Allah, Mesias, Kristus, dan Juruselamat dunia. Dia telah datang untuk membawa kita kerajaan-Nya. Yesus melakukan apa yang dikatakan Yohanes Pembaptis dia akan lakukan, Dia menawarkan kita satu kerajaan. Dan Dia memanggil orang untuk mengakui Dia sebagai Raja.

Namun pada saat kita datang ke Matius 13, mereka telah menolak Raja itu dan mereka menolak kerajaan-Nya. Jadi kita berada di titik monumental dalam sejarah penebusan. Dan saat kita tiba di bab 13, kerayaan itu ditunda sampai di waktu akan datang, satu waktu dimana orang-orang Israel akan menerima Raja, dan akan mengakui Kerajaan- Nya dan menerimanya sepenuhnya.

Waktu diantara penolakan ini dan kedatangan-Nya kembali adalah waktu yang dinamakan bentuk misteri kerajaan, karena waktu ini tersembunyi dari generasi- generasi yang lalu. Di Matius 13:11, “Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.” Yesus menamakan itu suatu misteri. Tidak ada yang tahu rincian periode waktu itu sampai kita kepada Matius 13 dan Yesus memberitahukan kita dimana semua itu mulai.

Sekarang untuk mengerti bagaimana Perjanjian Lama melihat periode waktu ini, lihatlah dulu Zakharia 12:10-11, “Aku akan mencurahkan roh anugerah dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi Dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung. 11 Pada waktu itu ratapan di Yerusalem akan besar sekali.”

Akan datang suatu hari dimana orang-orang Israel akan melihat kepada Yang mereka tikam, dan itu berarti penyaliban Yesus, dan mereka akan berdukacita besar. Dan mereka akan menyesal sekali mereka telah melakukan itu. Nah itu memberitahukan kita bahwa ketika Raja itu datang, Dia akan ditolak dan Dia akan disalibkan.

Mazmur 22 mengatakan kepada kita hal yang sama, Yesaya 53 sekali lagi memberitahu-kan kita hal yang sama. Akan ada tikaman, akan terjadi penolakan dan penyaliban. Namun setelah itu akan ada perkabungan atas hal itu. Namun Zakharia, Pemazmur dan Yesaya tidak mengatakan apa-apa tentang waktu diantara hal-hal itu. Waktu ada perkabungan, Zakharia 13:1 mengatakan, “Pada waktu itu akan terbuka suatu sumber bagi keluarga Daud dan bagi penduduk Yerusalem untuk membasuh dosa dan kecemaran.”

Zakharia 14: 4, “Pada waktu itu kaki-Nya akan berjejak di bukit Zaitun yang terletak di depan Yerusalem di sebelah timur. Bukit Zaitun itu akan terbelah dua dari timur ke barat, sehingga terjadi suatu lembah yang sangat besar; setengah dari bukit itu akan bergeser ke utara dan setengah lagi ke selatan.”

Inilah kedatangan Tuhan Yesus Kristus, dengan membelah dua bukit itu, bukit Zaitun itu. Kemudian dikatakan di ayat 9, “Maka Tuhan akan menjadi Raja atas seluruh bumi; pada waktu itu Tuhan adalah satu-satunya dan nama-Nya satu-satunya.” Jadi Zakharia melihat penolakan dan tikaman dan bahkan kebangkitan, dan setelah masa berdukacita dan kemudian penyelamatan umat Allah, kemudian datanglah kerajaan itu.

Sekarang, marilah kita kembali ke Matius 13 dengan pengetahuan itu. Apakah Anda dapat membayangkan betapa pentingnya lokasi Matius 13? Jika kerajaan itu ditunda sampai masa depan, sampai umat raja itu akan menerima Raja dan kerajaan itu akan datang saat itu, apakah akan terjadi selama sekarang ini? Matius 13:10, “Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Mengapa Engkau berkata- kata kepada mereka dalam perumpamaan?”

Dan itulah khususnya pertanyaan yang dijawab dengan rangkaian perumpamaan di Matius 13. Setiap perumpamaan menggambarkan suatu bagian tertentu dalam periode ini dimana kita hidup sekarang yang dikenal sebagai bentuk misteri kerajaan. Kita juga dapat mengatakan ini zaman gereja, itu hanya istilah lain untuk periode waktu yang sama ini. Ini akan berakhir ketika Yesus mengangkat gereja-Nya, sama seperti waktu mulanya ketika Ia menjadikan gereja itu.

Sekarang, saat kita mulai melihat Matius 13, marilah saya memberikan Anda malam ini suatu pandangan luas umum dan suatu pengertian tentang apa yang Tuhan kita ajarkan disini. Ada tiga pokok yang saya ingin Anda perhatikan: rencana, tujuan dan janji. Ketiga ini akan menolong kita untuk memahami bab besar ini. Pertama, ayat 3, “Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka.”

Ada alasan penting mengapa Yesus berbicara memakai perumpamaan yang kita akan melihat dalam titik kedua. Namun marilah kita membicarakan hal rencana itu dulu. Semua perumpamaan yang ada dalam bab ini dibicarakan pada saat yang sama. Pada kesempatan ini, hari yang sama dimana Yesus meninggalkan rumah itu dan pergi ke pantai laut dan orang banyak berkumpul disana Dia memberikan perumpamaan- perumpamaan itu ketika Dia naik perahu kecil dipinggir laut itu.

Nah Dia hanya mengatakan semua itu dalam perumpamaan, Matius 13:34 mengatakan, “Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka.” Dengarkanlah dengan teliti, Dia tidak menerangkan perumpamaan-perumpamaan itu kepada orang banyak, Dia hanya berbicara dengan perumpamaan kepada mereka.

Jadi apakah perumpamaan itu ? Itu sebenarnya berarti meletakkan sesuatu disamping sesuatu yang lain supaya suatu perbandingan dapat ditentukan. Pada dasarnya itulah artinya, perbandingan atau ilustrasi. Ada suatu kebenaran rohani yang mungkin sukar untuk dimengerti, jadi kita meletakkan disampingnya suatu cerita fisik duniawi yang memberikan kita pemahaman yang lebih baik dari kebenaran spiritual itu.

Yesus mengajarkan pelajaran-pelajaran spiritual tentang suatu periode waktu yang tidak diketahui orang. Dan Dia melakukan itu secara sederhana supaya orang-orang dapat gampang mengerti kisahnya. Dia menggunakan ladang dan Dia menggunakan benih. Dia menggunakan burung dan jalan dan semak duri dan matahari dan gandum dan lalang dan biji sesawi dan pohon dan ragi dan harta karun dan mutiara. Itu semua hal yang dimengerti orang.

Dan di dalam seluruh ajaran Yesus sebelum ini, seperti tercatat di Matius. Dia memberikan mereka analogi grafis. Misalnya, orang harus berada di dunia seperti garam dan terang. Itulah ajaran memakai analogi. Di Matius 7 Dia berbicara tentang pembangun yang bijaksana dan pembangun yang bodoh. Dia membicarakan fondasi pasir dan fondasi batu. Yesus menerangkan dengan gambaran, namun sekarang Tuhan memperluas ini menjadi kisah lengkap dengan banyak bagian-bagian dimana Dia menyampaikan kebenaran rohani.

Sekarang, perumpamaan efektif, pertama karena mereka membuat kebenaran jelas. Kebanyakan orang memikir dalam gambar dan mengambil konsep-konsep abstrak dan membuat gambar dari mereka. Kita mungkin tidak mengerti konsep pengabaran injil, namun kita mengerti hal itu ketika kita melihat seseorang menabur benih di ladang. Mereka membuat kebenaran lebih mudah dimengerti.

Kedua, mereka membuat kebenaran mengesankan. Jika Anda ingat kisah dan membawa kisah itu kedalam pikiran Anda, Anda selalu dapat mengingat kembali makna rohaninya karena semua unsur dalam kisah itu ada. Jadi dengan demikian semua kebenaran dapat disampaikan ke orang lain. Ketiga, kebenaran itu menjadi menarik. Mereka merubahkan itu dari pikiran rohani yang agak membosankan menjadi keadaan hidup yang menarik perhatian dan yang dapat diapplikasikan.

Dan keempat, mereka menyebabkan kebenaran itu dapat ditemukan secara pribadi. Dengan kata lain, waktu kita mendengar kisah itu, Anda mulai mengerti kebenaran rohani itu dan melihatnya dalam kisah itu sehingga Anda dapat mengapplikasikan kebenaran itu kepada dirimu sendiri. Jadi perumpamaan itu adalah cara mengajar yang sangat indah dan karena itu Tuhan kita berbicara dengan perumpamaan sama seperti orang Israel sendiri biasa melakukannya.

Sekarang ketika kita mulai melihat bab ini, kita melihat serangkaian perumpamaan. Namun walaupun perumpamaan menjelaskan hal-hal dan perumpamaan membantu kita memahami hal-hal, itu hanya menolong ketika perumpamaan itu dijelaskan kepada kami, perumpamaan yang tidak dijelaskan hanya sebuah teka-teki. Dan itulah sebabnya Yesus harus menjelaskan semua itu, bahkan kepada murid-murid-Nya sendiri.

Di Markus 4:11, “Jawab-Nya: "Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan.” Yesus hanya menjelaskan perumpamaan-perumpamaan itu kepada keduabelas dan mereka yang percaya, dan bukan kepada yang lain. Jadi ini memberi tahu tujuan perumamaan itu, mereka untuk mengungkapkan dan mereka juga untuk menyembunyikan. Bagi mereka yang percaya itu membuat kebenaran jelas, dan bagi mereka yang tidak percaya itu membuat kebenaran bahkan lebih berkabut.

Lihatlah Matius 13:12, “Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.” Siapapun sudah lahir baru, siapapun yang telah menerima Raja dan percaya Raja, siapapun yang telah menerima kebenaran Allah akan mendapatkan lebih banyak kebenaran Allah. Itulah penerangan rohani dan itulah iluminasi.

Masih ingat perumpamaan talenta dari Tuhan kita di Matius 25:28-29 dimana ada hamba jahat dan Tuhan mengatakan, “Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. 29 Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.”

Apakah artinya itu? Nah mungkin ada sedikit pemahaman saat Yesus mengajar dan berkhotbah dan melakukan mujizat-mujizat. Mereka telah melihat tanda-tanda Roh Kudus. Mereka telah melihat keajaiban. Namun ketika mereka menolak Raja, bahkan apa yang mereka miliki akan hilang. Semuanya tidak masuk akal lagi dan mereka mulai turun ke dalam kegelapan yang lebih dalam terus menerus.

Kita melihat hal ini sekarang juga. Tidak ada di masyarakat ini yang lebih bingung dari pada orang-orang Yahudi. Mereka dulu memiliki semuanya. Namun begitu mereka menolak Raja, cahaya itu padam, mereka mulai kehilangan makna segala sesuatu yang mereka miliki. Yudaisme telah pindah dari ortodoksi kepada yang dinamakan Yudaisme Konservatif dan sekarang mereka pindah ke Yudaisme reformasi dimana mereka bahkan tidak percaya Alkitab sebagai Firman Allah.

Semua orang, nah dengarkanlah baik-baik, ada dalam proses, baik mereka naik atau mereka turun. Itu hal yang sangat menakutkan. Tidak ada orang yang statik terus, semakin lama Anda mengenal Yesus Kritus, semakin setia Ia mengungkapkan kebenaran-Nya dan semakin kuat Anda bertumbuh. Semakin lama Anda menolak Yesus Kristus, semakin Anda tergeser di lereng licin dan semakin dalam lubang kegelapan itu.

Ayat 13 Yesus mengatakan, “Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.” Karena mereka tidak mendengar dengan pengertian, Saya sekarang akan bicara kepada mereka sehingga mereka tidak akan mengerti. Manusia mengatakan tidak, jadi Allahpun akan mengatakan tidak. Allah menegaskan manusia dengan keras kepala mereka sendiri. Allah mengikat mereka dengan rantai mereka sendiri. Dan bagi mereka perumpamaan itu menjadi kisah menarik tetapi mereka pada dasarnya tidak mengerti maknanya.

Dan kemudian ada pernyataan yang indah ini di ayat 14 dan 15, “Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Sambil mendengar kamu akan mendengar, namun tidak mengerti, sambil melihat kamu akan melihat, namun tidak menanggap. 15Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.”

Ini bukan kejutan bagi Allah bahwa mereka menolak Sang Raja. Mereka menggenapkan nubuatan Yesaya 6:9-10. Tahukah Anda kapan Yesaya menulis itu? Dia menulis itu pada waktu ada penghakiman terhadap Israel. Dia baru memberi serangkaian kutukan karena semua kemabukan, pesta pora, amoralitas mereka, penyuapan dan penindasan mereka terhadap orang miskin. Dia mengutuk mereka karena agama mereka munafik. Dan kemudian pada puncak semua itu Raja Uzia meninggal dan negara itu terjun ke dalam hari-hari penghakiman yang gelap.

Dan tidak lama sesudah itu, Yeremia menggemakan pesan Yesaya dan gerombolan besar datang dan menangkap orang-orang menjadi tahanan Babel. Itulah penggenapan pertama dari kata-kata Yesaya dan Yesus disini memberikan pesan kedua. Jadi perumpamaan-perumpamaan ini adalah kata-kata penghakiman atas ketidakpercayaan. Dan faktanya bahwa kita, yang mengasihi Yesus Kristus, memahami Alkitab bukanlah sebuah pernyataan atas akal budi kita, itu adalah pernyataan tentang anugarah iluminasi Allah kepada hati dan pikiran kita.

Apakah Anda ingin tahu langkah ketiga itu apa? Lihatlah 1 Korintus 14:21-22, dikutip dari Yesaya 28, suatu penghakiman lain dari Yesaya terhadap Israel, “Dalam hukum Taurat ada tertulis: "Oleh orang-orang yang mempunyai bahasa lain dan oleh mulut orang-orang asing Aku akan berbicara kepada bangsa ini, namun demikian mereka tidak akan mendengarkan Aku, berfirmanlah Tuhan." 22 Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman.”

Orang-orang sering menanyakan saya, bahasa roh itu untuk apa? Disini dikatakan itu adalah tanda, bukan bagi mereka yang percaya, tetapi bagi mereka yang tidak percaya. Dimana bahasa roh terutama digunakan? Pada hari Pentakosta, bagi orang Yahudi. Mengapa? Karena mereka tidak mau mendengar pada waktu Yesus dengan jelas berbicara dalam bahasa mereka sendiri, jadi Dia menghakimi mereka dengan berbicara kepada mereka bahasa yang mereka tidak tahu. Apakah Anda dapat melihat perkembangan penghakiman? Bahasa Roh adalah penghakiman terhadap Israel.

Sekarang kita melihat apa yang telah disembunyikan, sekarang mari kita melihat apa yang dinyatakan di ayat 16, “Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.” Bukankah itu indah? Disisi lain kita diberikan pengertian perumpamaan itu. Karena Yesus menerangkan mereka dan kita memiliki kata-kata Perjanjian Baru dan juga karena Roh Kudus adalah guru kita. Itulah yang dinamakan iluminasi.

Karena itu Pemazmur di Mazmur 119:18 berseru, “Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu.” Itulah juga hati Yesaya 64:1 waktu dia berkata, “Sekiranya Engkau mengoyakkan langit dan Engkau turun, sehingga gunung-gunung goyang di hadapan-Mu.” Saya harus diberi pengertian akan apa yang dikatakan-Nya.

Namun ayat 17 mengatakan, “Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.” Petrus mengatakan bahwa mereka melihat kedalam nubuatan mereka sendiri dan mencari siapakah dan kapan hal-hal itu akan terjadi.

Oh, betapa indahnya kita sekarang memiliki Roh Kudus untuk mengantar kita kepada seluruh kebenaran. Bahkan untuk mereka yang telah diselamatkan masih perlu ada iluminasi ilahi. Kita harus belajar dengan disiplin supaya ada iluminasi dari Roh Kudus. Yesus tidak ada untuk menjelaskan Firman-Nya, namun Dia telah mengirim Roh Kudus yang akan memimpin kita kedalam semua kebenaran.

Marilah kita melihat janji di ayat 35, “supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan.” Tahukah Anda siapakah mengatakan itu? Asaph di 1 Tawarikh 29:30 dan dia juga mengatakan itu di Mazmur 78:2. Asaf menubuatkan bahwa Mesias akan berbicara memakai perumpamaan sebagai tindakan penghakiman.

Allah tidak perlu menyesuaikan diri, sebelum dunia dijadikan Dia tahu bahwa mereka akan menolak dan Dia tahu Dia perlu ada periode misterius disitu. Semuanya menurut jadwal. Allah tidak berubah dalam waktu. Dia berdaulat. Saya harap ini memberi semangat kepada Anda untuk mendengar pesan-pesan sisa dari Matius 13.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu