19 Mei 2013 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2013
Apakah terjadi jika Anda menolak Kristus?
19 Mei 2013

Alkitab jelas bahwa semua orang pendosa, terpisah dari Allah dan sasaran tepat untuk penghakiman ilahi. Tidak gampang untuk menentukan betapa besar dosa seseorang, karena di dalam dunia ini ada semacam kebaikan relatif. Ada orang-orang yang beragama, yang bermoral dan baik yang mengatakan mereka percaya Allah dan berbuat hal baik kepada orang lain. Namun pada akhirnya, keberdosaan manusia dinyatakan pada saat seseorang berhadapan muka ke muka dengan Yesus Kristus, dan pada saat itu tidak mungkin itu disembunyikan.

Sebelumnya kita teruskan dengan Matius 12, saya ingin membicarakan Yohanes 15:22-25 dulu. Disini Tuhan kita bertemu dengan murid-murid-Nya di ruangan atas. Ini malamnya Dia dikhianati dan ditangkap, hanya beberapa jam sebelum Dia mati. Waktu Yesus berbicara dengan murid-murid-Nya, Dia memberikan mereka bermacam nasehat supaya mereka tetap disatukan oleh kebenaran ketika Dia sudah pergi. Salah satu yang dijanjikan Kristus kepada mereka adalah bahwa dunia akan membenci mereka karena dunia membenci Dia.

Kemudian Dia membicarakan mereka yang menolak-Nya, “22 Sekiranya Aku tidak datang dan tidak berkata-kata kepada mereka, mereka tentu tidak berdosa. Tetapi sekarang mereka tidak mempunyai dalih bagi dosa mereka!” Disini Dia mengacu kepada pemimpin-pemimpin Yahudi yang tampaknya kudus benar dan beragama, Mereka kelihatannya mengasihi dan menaati Allah dan mengikuti Hukum Taurat- Nya dan tidak seorangpun tahu betapa jahat dan berdosa mereka itu, karena kedok agama mereka.

Namun ketika Yesus memperhadapkan mereka dengan penolakan mereka akan Anak Allah yang hidup, semua menjadi terang betapa besar dosa mereka. Tuhan memanggil mereka di Matius 23, “kuburan yang dilabur putih, ular-ular, keturunan ular beludak, orang bodoh dan pemimpin buta, orang jahat dengan hati hitam dan mulut berbisa.” Kejahatan hati mereka tidak akan terlihat orang, namun dengan penolakan Dia dan akhirnya dengan pembunuhan-Nya, mereka menunjukkan sifat mereka sebenarnya.

Di Yohanes 15:23 Yesus mengatakan, “Barangsiapa membenci Aku, ia membenci juga Bapa-Ku.” Kebenaran tentang mereka sudah diketahui sekarang, mereka tidak mengasihi Allah, mereka membenci Allah, karena jika mereka mengasihi Allah, tentu mereka mengasihi Yesus. Jika Anda berhadapan muka-ke-muka dengan Yesus Kristus dan Anda menolak Yesus, pada saat itu, kebenaran keluar. Tidak peduli Anda tampaknya seperti apa dari luar, hati Anda yang jahat diketahui dalam konfrontasi dengan Kristus.

Ini benar zaman ini dalam berbagai cara, ada banyak kelompok religius yang tampaknya berjalan sangat baik dengan kedok agama mereka sampai saatnya ada orang yang memperhadapkan mereka dengan kebenaran Injil Yesus Kristus, dan ketika mereka menolaknya, kebenaran sebenarnya dinyatakan. Mereka sama sekali tidak mengasihi Allah.

Ambillah orang Mormon, saksi-saksi Yehova dan sekte-sekte lain, yang tampilnya begitu religius dan begitu taat terhadap hukum yang mereka percaya datang dari Allah. Ketika Anda memperhadapkan mereka dengan Yesus Kristus, tiba-tiba kemunafikan mereka keluar. Mereka tidak mengasihi Allah, mereka membenci Allah, karena mereka membenci Anak-Nya. Hal yang sama terjadi di gereja- gereja liberal dimana orang-orang membicarakan Alkitab tanpa benar-benar mempelajarinya, dan mementingkan solusi politik, sosial dan psikologis saja. Ketika Anda masuk dan memperkenalkan mereka Injil Yesus Kristus, Anda akan menemukan bahwa mereka sebenarnya tidak mengasihi Allah.

Jadi pada saat kita sampai kepada Matius 12, orang-orang Farisi sudah mengeraskan penolakan mereka. Mereka mengatakan bahwa Yesus adalah pematah-Sabat, karena mereka berusaha untuk mendiskreditkan Yesus di mata rakyat. Mereka ingin mempertahankan kekuasaan mereka, kontrol, dominasi atas orang-orang. Ketika orang-orang mulai mulai tertarik kepada Yesus, mereka harus mendiskreditkan-Nya di depan umum untuk mempertahankan tempat mereka.

Tetapi Yesus menyerang mereka. Dia mengatakan. “Kamu tidak mengerti Kitab Suci Anda sendiri. Anda tidak mengerti hari Sabat, dan Anda tidak mengerti bahwa Akulah Tuhan atas hari Sabat.” Jadi mereka menyerang-Nya untuk kedua kalinya di bab 12. Kali ini mereka mengatakan, “Dia bukan saja pematah Sabat, tetapi juga kerasukan setan.”

Dan Yesus berkata, “Tuduhan macam ini tidak masuk akal, berprasangka, memberontak, dan mengkhianati hati Anda. Anda terkutuk untuk itu, dan Anda tidak dapat lagi bertobat dan menerima pengampunan. Anda tidak akan diampuni.” Setiap kali mereka menyerang-Nya mereka kalah. Namun masih ada serangan terakhir pada akhir Matius 12.

Yesus menghakimi orang-orang yang telah menolak-Nya seperti kita lihat di Matius 12:38-42, “38 Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: "Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu." 39 Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. 40 Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.

41 Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit melawan angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus! 42 Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit melawan angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!"

Mereka mengatakan, "Guru," dan ini memperlihatkan kemunafikan mereka, "Kami ingin melihat suatu tanda dari Anda.” Ketika seseorang datang, dalam perakitan resmi ahli Taurat dan orang Farisi, untuk mengajukan pertanyaan seperti ini kepada Yesus, pertanyaan ini haruslah apa yang dibutuhkan-Nya menurut hukum. Jadi para ahli Taurat telah menentukan dari hukum bahwa jika Dia memang Mesias, Dia harus melakukan suatu tanda. Itu pertanyaan resmi.

Jadi orang-orang diberitahu bahwa Yesus ini belum cukup membuktikan klaim- Nya sebagai Mesias, masih ada tanda yang perlu dilakukan. Jenis tanda apa yang mereka inginkan? Dia telah melakukan penyembuhan setelah penyembuhan, mengusir setan, mentransformasikan hidup orang, menyelamatkan orang dan mengampuni dosa-dosa: apa lagi yang mereka inginkan dari ribuan keajaiban yang mereka telah lihat?

Mereka ingin Dia menunjukkan mereka tanda di langit. Jadi Yesus menjawab, “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.” Orang Yahudi selalu menginginkan verifikasi supranatural dari segala sesuatu. Karena itu Tuhan memberi kemampuan kepada para Rasul dan mereka yang bekerja sama dengan mereka untuk melakukan tanda-tanda, keajaiban dan perbuatan perkasa, karena itu harapan orang-orang Yahudi.

Mereka menginginkan suatu tampilan spektakuler di langit. Mungkin mereka ingin Dia merubah lokasi bintang-bintang, atau membentuk awan-awan menjadi bentuk unik yang mengeja dalam bahasa Aram, “Inilah Yesus dari Nazaret yang adalah Mesias.” Mereka percaya Dia tidak sanggup melakukan itu dan mereka ingin mendiskreditkan-Nya di depan orang.

Jawaban-Nya sangat menarik. Ayat 39, “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda.” Dengan kata lain, “Jika Anda setia kepada Allah, Anda tidak memerlukan hal macam itu. Anda menunjukkan ada perzinahan hati untuk mencari hal seperti itu.” Dia mengatakan kepada seluruh bangsa Israel waktu itu, “kalian semua generasi tidak setia. Kamu semua telah melanggar janji Anda dan mengikuti allah-allah palsu.”

Mereka tidak setia kepada Allah dan telah berzinah dengan legalisme mereka, tradisi mereka, kebenaran diri mereka dan egoisme mereka. Mereka telah meningalkan Allah dan perzinahan mereka tidak dengan allah-allah orang Kanaan, melainkan kepada allah yang mereka bentuk dan bikin sendiri. Bukankah jelas bahwa mereka tidak ada hubungan dengan Allah jika mereka ingin membunuh Anak-Nya? Kemudia Yesus berkata, “Kepada mereka tidak akan diberi tanda.”

Yesus tidak memberi tanda, bukan berdasarkan alasan yang mereka pikirkan. Dia sanggup melakukan apa saja, Dialah yang menciptakan semuanya, dan Dia sanggup merubahnya setiap saat Dia inginkan. Lihatlah buku Wahyu dan bacalah apa yang Dia akan lakukan dengan merubah seluruh alam semesta, karena itu memang kehendak-Nya.

Yesus kemudian mengatakan ini, “Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.” Apakah Anda ingat cerita Yunus? Dia mengambil perjalanan pendek didalam ikan panjang. Dia dipanggil Allah untuk berkhotbah di Niniwe, dia mengatakan, “Saya tidak mau pergi ke Niniwe,” dan dia naik kapal laut ke arah berlawanan. Ada badai dan dia mengatakan kepada kapten, “Aku masalahnya. Lemparlah aku keluar.”

Mereka melemparnya keluar, dan ikan besar menelannya, dan dia tinggal di dalam ikan itu selama tiga hari. Nabi yang tidak taat akan menyebabkan apapun juga menjadi sakit perut, jadi ikan itu memuntahinya di pantai. Ia pergi ke Niniwe dan berkhotbah, seluruh tempat itu bertobat memakai kain karung dan abu, dan Allah tidak jadi menghukum mereka.

Yesus mengatakan, “mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Dan lihatlah ayat 40, “Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.” Itulah tandanya. Ini nubuatan, saudara-saudari.

Yesus disini mengatakan bahwa kisah Yunus adalah suatu nubuatan, sama seperti nubuatan Yesaya 53. Ini suatu gambaran daripada suatu kisah, bahwa Yunus tinggal tiga hari dan tiga malam di dalam perut ikan yang besar, demikian pula Anak Manusia akan tinggal tiga hari dan tiga malam di dalam rahim bumi.

Kelihatannya ini akhir Yunus, namun itu tidak benar, kelihatannya ini akhir Yesus namun itu juga tidak benar. Yunus dikubur ditempat dalam; Yesus dikubur di tempat dalam. Yunus keluar dan Yesus keluar juga/ Itulah gambaran kebangkitan. Itu berlangsung selama tiga hari bagi Yunus dan itu berlangsung tiga hari bagi Yesus. Ini gambaran yang sempurna.

Disini kita melihat bahwa Yesus percaya kisah Yunus, Bukankah itu sangat baik? Saya baru membaca suatu komentar yang mengatakan, “karena Yesus menyebut Yunus itu tidak berarti bahwa Dia benar-benar percaya bahwa itu benar terjadi.” Ya, mungkin Anda percaya Yunus itu pembohong, namun tidak mungkin untuk percaya bahwa Yesus adalah pembohong. Jika Yesus mengatakan inilah kisahnya, maka itulah kisahnya. Yesus membuktikan keaslian kisah Yunus.

Sedikit lagi informasi tentang ikan besar itu. Ada orang yang mengatakan itu ikan paus, namun yang dikatakan adalah itu ikan besar dan kita tidak tahu itu ikan macam apa. Mungkin ikan itu khusus diciptakan Allah dan ditempatkan disitu, dan setelah ikan itu melakukan tugasnya, jenis ikan itu berakhir. Saya tidak tahu, namun jenis ikan apapun itu, ikan itu cukup besar sehingga Yunus bisa masuk keseluruhannya ke dalam.

Satu hal lagi adalah dikatakan disitu tiga hari dan tiga malam. Orang-orang selalu ada masalah dengan hal itu karena mereka berpikir, “Jika Yunus berada di dalam ikan itu tiga hari dan tiga malam, jangka waktu itu 72 jam, jadi Yesus juga harus dikubur selama 72 jam. Dan jika Dia bangkit pada hari Minggu pagi, jadi penyaliban itu haruslah terjadi pada hari Kamis dan bukan hari Jumaat.

Nah, istilah ‘satu hari dan satu malam’ itu adalah frase yang mengacu kepada sebagian dari 24 jam it. Jadi ketika Anda mengacu kepada suatu periode, Talmud mengatakan, “Setiap bagian dari satu dianggap sebagai keseluruhan dari satu.” Jadi Yunus berada di dalam ikan itu sebagian dari tiga hari, sama seperti Tuhan kita berada di tanah sebagian dari tiga hari itu, dan bukan keseluruhan 72 jam.

Jadi ini adalah gambar kebangkitan Yesus Kristus. Itu adalah tanda-Nya terakhir, sesudah itu Yesus tidak lagi berbuat mukjizat di dalam tubuh duniawi-Nya. Akan tetapi, iya, dalam tubuh kekal-Nya Dia datang dan pergi bersama para Rasul, dan Dia dapat muncul dan menghilang seketika itu juga, namun mengenai mukjizat, Kristus tidak berbuat itu setelah kebangkitan-Nya.

Jadi kita datang kepada kalimat terakhir di ayat-ayat 41-42. Karena Tuhan membicarakan Yunus, Dia membicarakan Niniwe, kota yang dikunjunginya. Dia mengatakan, “Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit melawan angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!”

Yunus 3:5-6, “Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung. 6 Setelah sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu.” Itulah sikap pertobatan sungguh-sungguh.

Jadi orang-orang non-Yahudi, kafir, dan yang menyembah berhala, diluar Perjanjian dan Hukum Allah menerima seorang nabi yang tidak taat dan pemberontak yang berkhotbah kehancuran saja, yang tidak melakukan mukjizat, dan seluruh tempat itu bertobat dan percaya Allah. Bandingkanlah itu dengan apa yang dikatakan di ayat 41, “dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!”

Disini orang-orang Yahudi, bukan non-Yahudi. Ini umat Allah, mereka yang memiliki hukum Taurat. Dan Yang datang kepada mereka lebih besar daripada Yunus. Siapakah Dia? Dia adalah Allah Yunus dalam tubuh manusia, dan Dia sempurna, tanpa dosa, penyayang dan berkuasa dan pesan-Nya bukan kiamat tetapi kasih karunia, belas kasihan, pengampunan dosa dan keselamatan. Dia melakukan mujizat demi mujizat dan tanda demi tanda.

Namun mereka membenci-Nya dan membunuh-Nya. Jadi Tuhan kita berkata di ayat 41, “Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit melawan angkatan ini dan menghukumnya juga” karena mereka percaya dan bertobat dengan informasi yang jauh lebih sedikit. Dia belum selesai. Dia mengingat suatu kejadian lain dalam sejarah di 1 Raja-raja 10. Ayat 42, “Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit melawan angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga.”

Jika Anda membaca 1 Raja-raja 10, Anda akan baca tentang Ratu negeri Syeba. Tanah orang Syeba adalah di Saudi. Orang itu makmur sekali karena mereka berada di jalur perdagangan ke India. Mereka telah mengembangkan perdagangan dan keterampilan mereka sehingga ratu ini benar-benar kaya sekali.

Dikatakan bahwa dia akan bangkit melawan generasi ini dan menghukumnya. Dia orang non-Yahudi, dan orang Arab dan perempuan lagi. Seorang perempuan non- Yahudi akan menghukum umat yang terpilih ini. Mengapa? Karena di ayat 42, “ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo.” Dia melintasi padang pasir dengan seluruh rombongannya dari negeri jauh untuk datang tanpa undangan untuk mencari hikmat.

Tahukah Anda apa yang terjadi ketika dia tiba disana? Yang ada melebihi pikirannya dan dia begitu terpesona sampai dia mulai memberi kepada Salomo berbagai harta karun. Itulah caranya menghormati dan berterima kasih kepadanya. Coba pikirkanlah hal itu.

Lihatlah akhir ayat 42, “dan sesungguhnya Yang ada di sini lebih dari pada Salomo.” Yesus mengatakan, “Anda tidak perlu berjalan jauh! Saya ada disini dan Anda tidak peduli.” Disitu ada perempuan non-Yahudi yang datang tanpa undangan yang melintasi padang gurun dengan semua barang-barangnya untuk mendengar hikmat dari bibir seseorang yang membicarakan kebenaran Allah, dan disini mereka malah tidak mau mendengar meskipun Dia berada ditengah-tengah mereka. Dan Dia lebih besar daripada Salomo.

Ada orang-orang sekarang yang menolak hikmat Yesus Kristus. Mungkin mereka berada di gereja, dan pada suatu hari orang Niniwe dan seorang ratu non-Yahudi akan menghukum mereka. Yang dikatakan disini adalah bahwa mereka yang datang dari jauh dan percaya membuktikan bahwa orang yang sudah dekat wajib percaya. Jika Anda berada ditengah Kekristenan dan menolak Yesus, hukuman Anda lebih besar. Marilah kita tunduk berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu