05 Mei 2013 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2013
Dosa yang tidak bisa diampuni
5 Mei 2013

Malam ini kita berfokus kepada Matius 12:31-32. Marilah kita melihat lagi bahwa Tuhan Yesus hidup dalam penyerahan total kepada Allah Bapa dan kuasa Roh Kudus. Di Matius 3:16, ketika Dia dibaptis, kita melihat Roh Kudus turun kepada Kristus pada inisiasi pelayanan-Nya. Kita percaya bahwa Yesus disusun Roh Kudus dan didiami Roh Allah. Namun ada suatu penguatan unik dari Roh Kudus untuk pelayanan-Nya yang mulai pada saat Dia dibaptis.

Dan menurut Markus 1:12, “Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun.” Jadi Roh Kudus mulai menguatkan apa yang Dia katakan dan melakukan dan kemana Dia pergi. Dan selanjutnya setelah pembaptisan-Nya, Lukas mengatakan apa yang terjadi berikutnya di Lukas 4:14, “Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea.”

Kemudian Lukas 4:18 memberitakan bahwa Yesus mengatakan, “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku 19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” Dalam ayat itu kita melihat Dia berkhotbah, menyembuhkan orang, mengusir setan, dan semua itu terjadi karena kuasa Roh Kudus ada diatas-Nya.

Dengan itu dalam pikiran kita, kita mulai melihat bagian ini di Matius 12. Orang Yahudi di waktu Yesus telah melihat semua mujizat-mujizat, menyaksikan semua pembebasan, mendengar khotbah-khotbah dan ajaran dan telah mengalami daya tarik Yesus Kristus secara pribadi. Buktinya sudah jelas, tidak ada perdebatan tentang manifestasi kekuasaan ilahi. Akan tetapi apakah mereka mau memberi kemuliaan dan hormat kepada Roha Kudus untuk apa yang mereka melihat?

Matius 12:22 memberikan kita apa yang terjadi yang menyebabkan ini semua mencapai puncaknya, “Kemudian dibawalah kepada Yesus seorang yang kerasukan setan. Orang itu buta dan bisu, lalu Yesus menyembuhkannya, sehingga si bisu itu berkata-kata dan melihat.” Dengan kata lain, Ia bukan saja menyembuhkan orang itu secara fisik, namun dia juga mengusir setan.

Sekarang kita tiba di ayat 23, “Maka takjublah sekalian orang banyak itu, katanya: "Ia ini agaknya Anak Daud.” Takjub ini menyebabkan ada tuduhan, karena para pemimpin Yahudi tidak dapat membiarkan orang-orang menyimpulkan bahwa ini adalah Mesias karena Yesus mengancam keamanan mereka. Jadi mereka berkata di ayat 24, “Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan.” Dengan kata lain, “kuasa-Nya datang dari Iblis.”

Pada saat mereka mengatakan itu siapakah sebenarnya yang mereka menghujat? Roh Kudus, karena Roh Kuduslah yang melayani melalui Yesus, karena dalam penghinaan-Nya yang sukarela, dengan mengambil rupa seorang hamba, Dia telah memberikan diri-Nya untuk dikuasai Roh Kudus. Jadi inilah dosa penghujatan Roh Kudus.

Penghujatan adalah berbicara jahat melawan Roh Kudus, dan yang paling jahat yang dapat dikatakan melawan Roh Kudus adalah mengatakan bahwa Dia adalah Iblis, Dia adalah Setan. Dan inilah yang dikatakan orang Farisi tentang kekuasaan Roh Kudus, itulah tuduhan mereka.

Tuduhan itu, menyebabkan ada jawaban di ayat 25. Yesus akan menanggapi tuduhan mereka, dan Dia melakukan itu dengan tiga cara. Pertama Dia mengatakan tuduhan Anda tidak masuk akal. Di ayat 25, “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa dan setiap kota atau rumah tangga yang terpecah- pecah tidak dapat bertahan.”

Dengan kata lain, Dia memberikan mereka suatu kebenaran manusia dasar: tidak mungkin Anda dapat mengatasi suatu revolusi internal, atau memecah-belahkan sesuatu yang Anda ingin menyatukan. Karena itu ayat 26 mengatakan, “Demikianlah juga kalau Iblis mengusir Iblis, iapun terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri; bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan?”

Kedua, Yesus mengatakan bahwa jawaban mereka bukan saja tidak masuk akal tetapi juga berprasangka. Ayat 27, “Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa siapakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu.” Murid-murid mereka percaya bahwa mereka berkuasa untuk mengusir setan.

Jadi Yesus mengatakan, mereka dari luar melakukan hal yang sama yang Aku lakukan, Dan Anda mengatakan perbuatan mereka datang dari Allah namun Aku dari Setan; itu kecenderungan sewenang-wenang, dan itu hanya menyatakan prasangka Anda. Faktanya bahwa Anda memakai alasan yang tidak konsisten menunjukkan bahwa Anda semua hanay berprasangka terhadap Aku.

Ketiga, Anda juga pemberontak. Dia ayat 28 dikatakan, “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.” Jika Saya memang melakukan itu dengan kuasa Allah, maka Anda menyaksikan Kerajaan Allah. Yesus mengatakan, jika Aku dapat menguasai setan-setan dari Iblis, tentu Aku sanggup untuk mengikat Setan itu. Dan jika Aku adalah yang sanggup mengikat Iblis, maka Allah ada ditengah-tengah Anda. Masalah Anda adalah bahwa Anda pemberontak, dan tidak mau percaya Aku, jadi Anda melawan Aku.

Mereka telah menghujat Roh Allah, dan sekarang Allah melalui Kristus akan mengutuk mereka. Mereka telah melakukan dosa yang tidak dapat diampuni. Ayat 31, “Sebab itu,” dengan kata lain berdasarkan semua yang telah Ia katakan dan semua yang telah terjadi, “Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni.”

Ini pernyataan sederhana, dosa dan penghujatan adalah di satu sisi agak berbeda, meskipun penghujatan adalah dosa. Dosa adalah kategori besar perbuatan jahat, pikiran atau sikap. Penghujatan adalah salah satu jenis dosa dalam kategori yang luas itu. Penghujatan adalah dosa unik tentang berbicara jahat terhadap Allah, mengatakan hal-hal tentang Allah yang tidak benar, berbicara tentang Allah dengan cara yang menghina, itulah penghujatan.

Yesus mulai dengan mengatakan, “Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni.” Ini akan diampuni bila semua kondisi terpenuhi. Dan kondisi pengampunan dosa sangat jelas diberikan dalam Perjanjian Baru sebagai pertobatan kepada Allah dan iman kepada Tuhan kita Yesus Kristus. Ketika Anda mengakui dosa Anda, dan berbalik dari dosa Anda kepada Kristus dalam iman, percaya dan menerima Dia sebagai Juruselamat, maka Allah akan mengampuni semua dosa dan penghujatan Anda.

Lihatlah lagi kepada Mazmur 32:5, dimana Daud mengatakan, “Aku akan mengaku kepada Tuhan pelanggaran-pelanggaranku dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku.” Mazmur 103 mengatakan Allah mengampuni dosa- dosa kita dan sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita. Yesaya 43:25 mengatakan bahwa Allah menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Dia sendiri, dan Dia tidak mengingat-ingat dosamu. Di 1 Yohanes 1:9, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”

Allah akan mengampuni segala dosa demi anugerah-Nya, bahkan dosa penghujatan pun. Anda berkata, “Apakah orang Kristen akan melakukan hal itu?” Orang Kristen melakukan itu juga, setiap kali Anda memikirkan suatu pikiran atau mengatakan kata yang melawan Allah, Anda telah menghujat, Anda telah berbuat jahat membicarakan nama-Nya. Jika Anda telah mengatakan, "Tuhan, itu tidak adil," bahkan itu juga merupakan penghujatan.

Apa yang Yesus katakan adalah bahwa bahkan orang yang telah ditebus mungkin harus berurusan dengan realitas penghujatan dalam kehidupannya sendiri, ketika ia mengatakan kepada Allah, “Itu tidak benar, atau tidak adil, atau tidak bijaksana, mengapa Engkau melakukan itu?” Ketika Anda marah pada Tuhan, seolah-olah Anda berbicara kejahatan melawan Allah. Tapi semua itu dapat dimaafkan.

Lihatlah ayat 31 lagi, “Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi,” dan kata kecil “tetapi” menjadi perubahan besar. “tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni.” Sekarang kita diperkenalkan kepada sesuatu yang tidak dapat diampuni. Ini dosa satu-satunya di Alkitab dimana dikatakan dosa itu tidak dapat diampuni.”

Tahukah Anda apa hukumannya untuk penghujatan di Perjanjian Lama? Imamat 24:14-16 mengatakan hukumannya adalah kematian dengan lempar batu. Jika seseorang mengatakan kata buruk terhadap Allah, mereka dilempari batu sampai mati. Ketika Anda melihat masyarakat celaka dan jahat dari anti-Kristus yang ada pada zaman akhir, dan membaca Wahyu 13, 16, dan 17, Anda akan menemukan bahwa itu adalah karakteristik zaman itu bahwa mereka menghujat Allah dari Surga.

Dosa ini dijelaskan lebih lanjut dalam ayat 32, dan kita akan melihat apa artinya, “Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni,” Jika Anda berbicara menentang Anak Manusia, itu dimaafkan. Namun penekanannya berasal dari kata 'Anak Manusia', dan itu adalah gelar yang menunjuk bukan keilahian-Nya, yaitu 'Anak Allah', tetapi kemanusiaan-Nya.”

Jadi Dia berkata, "Anda dapat berbicara melawan Anak Manusia, dan itu akan dimaafkan karena Anda dapat berbicara melawan Dia, dengan melihat hanya kemanusiaan-Nya.” Dengan kata lain, persepsi Anda bahkan tidak memungkinkan Anda berurusan dengan keilahian sebagai faktor, Anda menghakimi apa yang Anda melihat dalam kemanusiaan-Nya (meskipun kau salah), Anda mungkin tidak tahu fakta-fakta; siapakah Dia sesungguhnya.

Namun demikian, ketika Anda berbicara melawan Roh Kudus, itu tidak akan diampuni, tidak dalam jangka waktu ini atau dalam jangka waktu akan datang, karena ketika Anda mulai berbicara melawan Roh, maka Anda berkata, “Saya mengakui itu supranatural, saya melihat ini gaib, hanya saya pikir itu dari Neraka, bukan dari Surga.” Untuk itu, Anda tidak akan diampuni.

Bila Anda telah melihat yang supranatural dan pelayanan Roh Allah melalui Kristus, dan Anda menyimpulkan bahwa itu adalah Iblis, Anda tidak bisa dimaafkan karena sekarang, Anda berbicara melawan Roh Allah, melawan kuasa Allah, sebagaimana dinyatakan melalui Kristus. Jadi sekarang kau berbicara menentang keilahian-Nya, sifat ilahi-Nya, dan menyebutnya setan.

Orang-orang Yahudi pernah berkata, "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" Mereka tidak terkesan dengan elemen manusia Yesus, tetapi itu jauh berbeda dari berkata, "Ya, kami telah melihat kekuatan supranatural-Nya, melihat mujizat-Nya, mendengar ajaran-Nya, melihat Dia mengusir setan, dan kesimpulan kami adalah bahwa kekuasaan-Nya adalah dari neraka.” Itu tidak akan dimaafkan.

Kenapa? Pengampunan didasarkan pada pertobatan dan iman dalam Kristus. Jika mereka menyimpulkan bahwa Kristus dipenuhi dengan Iblis, mereka pasti tidak akan mendengarkan pesan-Nya tentang pertobatan dan menaruh iman mereka di dalam Dia. Alasan mereka tidak pernah bisa dimaafkan adalah karena mereka tidak akan pernah percaya.

Jika Anda hanya tahu sedikit tentang Yesus Kristus, Anda bisa dibawa untuk belajar sedikit lagi dan sedikit lagi, sampai akhirnya Anda sadar apakah kebenaran itu. Tetapi jika Anda sudah tahu semua kebenaran, dan Anda telah menyimpulkan bahwa Dia adalah setan, kau tidak tertolong. Bagi mereka, itu menjadi keadaan yang permanen; karena itu di akhir ayat 32 dikatakan, “ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak.”

Jadi tidak seolah-olah Allah hanya sewenang-wenang mengatakan, "Saya tidak suka cara Anda memperlakukan Anak-Ku, aku tidak akan pernah memaafkan Anda, bahkan jika Anda datang kepada-Ku.” Tidak, apa yang Ia katakan adalah, "Anda telah memiliki begitu banyak bukti dan Anda telah mengambil kesimpulan- mu, karena itu sudah jelas Anda tidak akan pernah datang kepada-Ku. Jadi Anda tidak akan diampuni."

"Apakah ini dosa unik untuk masa itu?" Tidak, untuk melakukan dosa khusus ini, Anda harus diberi tahu segala sesuatu yang ada mengenai Yesus dan tetap menolak-Nya, dan ada kemungkinan bahwa dosa yang sama seperti ini akan dilakukan lagi di dalam Kerajaan ketika Kristus kembali.

Ketika Dia datang lagi di bumi, dan melakukan apa yang Dia lakukan secara ajaib pada periode itu, juga akan ada orang yang akan memberontak. Wahyu mengatakan bahwa akan ada banyak orang dari seluruh dunia yang akan melawan-Nya, sehingga dosa yang sangat spesifik yang menuduh karya Roh datang dari Setan bisa dilakukan lagi.

Namun, ketika Yesus datang kembali untuk kedua kalinya Dia tidak akan berada dalam mode penghinaan lagi, tetapi Dia akan berada dalam modus peninggian, dan semua yang Dia lakukan adalah karya-Nya sendiri, meskipun tentu sesuai dengan Roh. Pada saat itu, mereka akan menghujat-Nya untuk pekerjaan-Nya sendiri, dan itu juga akan tidak dapat dimaafkan jika mereka telah melihat cukup sehingga mereka memiliki semua cahaya yang mungkin bisa diberikan.

Kurang dari empat puluh tahun setelah orang-orang Yahudi menolak Yesus, Allah menghancurkan seluruh masyarakat Yahudi pada tahun 70 Masehi. Dia menghancurkan Bait Suci, menghancurkan kota Yerusalem, membantai 1,1 juta orang Yahudi, dan pada tahun-tahun berikutnya, penakluk datang dan membantai orang-orang Yahudi dari 985 kota-kota dan desa-desa. Karena hanya ada sisa orang percaya, dan yang lain mengatakan, "Dia adalah Iblis."

Namun jenis dosa itu tidak unik, karena itu datang pada periode berikutnya. Ibrani 6 menggambarkan periode yang lansung sesudah kehidupan Kristus, dan kita melihat jenis dosa yang sama terjadi lagi. Ibrani pada dasarnya ditulis untuk orang Kristen Yahudi, tetapi kadang-kadang ada peringatan untuk orang Yahudi yang belum diselamatkan, yang telah memiliki semua informasi intelektual dan bukti tapi masih tidak mau datang kepada Kristus.

Orang-orang Yahudi pada waktu itu telah menerima sangat banyak jenis bukti yang sama seperti yang orang-orang Farisi telah menerima. Mereka telah mendengar pesan, tidak diajarkan oleh Kristus, tetapi oleh para rasul-Nya, yang melakukan tugas-Nya, mereka telah melihat mukjizat, kekuatan nyata Roh Kudus melalui para rasul.

Peringatan itu datang di Ibrani 6:4-6, “Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, 5 dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, 6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.”

Dikatakan, "Mereka mengecap karunia surgawi." Itu adalah pesan keselamatan, Injil, terikat di dalam Kristus. Bagaimana? Mereka mengikuti Yesus berkeliling, melihat kuasa-Nya, pesan-Nya mendengar dan melihat mujizat-Nya. Mereka tidak makan daging-Nya dan minum darah-Nya, seperti John 6 mengatakan mereka harus melakukan. Mereka hanya mencoba-coba, hanya mencicipinya.

Yesus berkata di Yohanes 6:54, “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.” Dia tidak mengatakan, "Kecaplah darah-Ku" Anda harus meminumnya, sehingga ada komitmen total. Mereka mencicipinya, tahu karakter dan kualitas. Jika Anda berada di titik wahyu tertinggi, Anda sebaiknya percaya pada saat itu, karena jika Anda tidak melakukan itu, Anda akan menjadi murtad – tak tertebus, untuk selama-lamanya.

Anda berkata, "Bagaimana dengan zaman ini?" Di waktu ini, prinsip yang sama berlaku. Jika Anda telah diberitahu semua kebenaran tentang Injil yang Allah dapat memberikan, dengan kata lain, Anda memiliki pengetahuan yang cukup banyak untuk mengambil keputusan, dan kesimpulan akhir Anda adalah bahwa hal itu tidak benar, Anda tidak dapat ditebus lagi.

Aku bukan hakim kapan itu terjadi, tetapi akan datang waktunya ketika Allah mematikan lampu, di mana Anda tidak dapat menemukan jalan kembali. Saya pikir itu adalah roh Yesus ketika Ia berkata, "Percayalah selagi bisa," dan Paulus ketika ia mengatakan, "Sekarang adalah waktu yang tepat untuk percaya." Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu