31 Mar 2013 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2013
Urutan Kebangkitan
31 Maret 2013

Apakah Anda tahu Zaman ini adalah zaman Paskah? Ini mulai dengan kebangkitan Kristus, Penebus kami dan berakhir dengan kebangkitan semua yang ditebus, orang- orang percaya dan kita hidup diantara dua kejadian Paskah dan di dalam kekuasaan Paskah pertama, kita menuju ke Paskah kedua. Dengan kata lain, kita sekarang hidup diantara kebangkitan Kristus dan kebangkitan semua orang yang percaya yang akan datang.

Paulus memberitakan di 1 Korintus 15 suatu kasus yang tak tertanding untuk kebangkitan tubuh. Ini adalah dokumen yang teragung yang pernah ditulis tentang hal ini. Dan ini semua berdasarkan realitas bahwa tubuh Yesus Kristus bangkit dari kuburan. Kita tidak mungkin menjadi orang percaya tanpa ada kepercayaan kebangkitan Kristus karena Roma 19: 9-10 mengatakan bahwa jika Anda percaya di dalam hati Anda bahwa Allah telah membangkitkan-Nya dari antara orang mati dan mengaku Dia sebagai Tuhan, maka Anda akan diselamatkan.

Kesebelas ayat pertama 1 Korintus 15 adalah penegasan dari apa yang telah dipercaya orang-orang percaya di Korintus, yaitu bahwa Yesus bangkit dengan tubuh-Nya dari kuburan. Kemudian setelah menjelaskan realitas kebangkitan Kristus di permulaan sebelas ayat itu, di ayat 12 Paulus menunjukkan konsekuensi dari penyangkalan kebangkitan tubuh itu.

Paulus mengatakan jika Kristus tidak bangkit, semua pemberitaan Injil sia-sia. Iman Anda kosong. Semua Rasul adalah pembohong, dan kita semua masih berada dalam dosa. Kemudian Paulus menunjukkan itu secara negatif dan memperlihatkan Injil Kristen itu benar-benar bencana dan seluruh rencana ilahi untuk penebusan itu hancur jika tidak ada kebangkitan tubuh.

Kemudian Paulus mulai penegasan itu di 1 Korintus 15:20-29, “Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. 21 Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. 22 Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. 23 Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai hasil pertama; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. 24Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan.”

“25 Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. 26Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut. 27Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya. Tetapi kalau dikatakan, bahwa "segala sesuatu telah ditaklukkan", maka teranglah, bahwa Ia sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu tidak termasuk di dalamnya. 28 Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua.”

Jadi marilah kita mulai dengan ayat 20, “Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati,” Mereka tahu hal itu dari saksi-saksi di 1 Korintus 15:5-8, “bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. 6 Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal. 7 Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul. 8 Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya,”yaitu rasul Paulus sendiri.

Jadi kebangkitan itu fakta sejarah. Mereka percaya masalah Kristus. Sekarang Paulus ingin supaya mereka mengerti bahwa sebagai orang percaya mereka akan bangkit juga. Segala sesuatu dalam rencana Allah memerlukan kebangkitan. Seluruh rencana penebusan bergantung kepada kebangkitan jasmani dari Kristus dan semua orang yang percaya. Kristus telah bangkit dan begitupun kami akan bangkit.

Inilah perkataan Yesus di Yohanes 14:119, “Sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup.” Faktanya adalah Kristus dibangkitkan dari antara orang mati dan Dia terus menerus hidup. Itu bukan seperti anak perempuan Yairus yang dibangkitkan dan kemudian mati, ini bukan seperti anak janda yang dibangkitkan dan setelah itu mati, ini bukan seperti Lazarus yang bangkit kemudian mati. Kristus dibangkitkan untuk hidup selama-lamanya, Itulah fondasi Injil.

Marilah kita mulai dengan Sang Penebus, ayat 20, “Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai hasil pertama dari orang- orang yang telah meninggal.” Setiap orang Yahudi mengerti “hasil pertama”, itu istilah pertanian bagi panen pertama. Dan ketika hasil pertama itu masuk, pastilah sisa panen itu akan masuk juga.

Orang Yahudi diperintahkan Allah di Imamat 23:10, “kamu harus membawa seberkas hasil pertama dari panenmu kepada imam.” Inilah tanda kedatangan penuaian dan itu menjamin ada panen. Dan begitu juga dengan kebangkitan Yesus Kristus, itu adalah jaminan kebangkitan sepenuhnya dari semua orang percaya.

Ini cara yang sama untuk tanaman yang mulai hidup dari benih mati yang terkubur di dalam tanah, bahkan Yesus mengacu kepada diri-Nya dengan cara itu, bahwa Dia seperti benih yang terkubur di Injil Yohanes, yang akan bangkit ke kehidupan. Dan ketika Dia bangkit, Dia menjamin bahwa panen akan datang di masa depan.

Dan sama seperti Kristus yang menjamin kebangkitan itu dan yang hidup, kami juga akan dibangkitkan. Kristus bukan orang pertama yang dibangkitkan. Namun Dialah yang pertama bangkit dan yang tidak mati. Jadi begitupun Dia menjamin bagi kita suatu kebangkitan yang bukan seperti Lazarus namun yang seperti Dia sendiri, bahwa kita akan dibangkitkan dan kami juga tidak pernah mati lagi.

Yesus mengatakan di Yohanes 11:25, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.” Jadi disini kita memiliki fondasi dari kebangkitan kita sendiri dalam kebangkitan Kristus. Dan perhatikanlah lagi di ayat ini, Dia adalah hasil pertama dari mereka yang telah tidur. Tidur itu istilah yang mengacu kepada kematian orang-orang percaya. Ketika Anda mati, jiwa Anda tidak tidur, tubuh Anda yang tidur. Ketika Anda mati, 2 Korintus 5:8 mengatakan, “kami terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.”

Bagaimana kebangkitan satu orang menyebabkan ada efek terhadap semua kita orang percaya? Jawaban Paulus terdapat di ayat 22, “Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.” Analoginya adalah antara Adam dan Kristus. Adam sebagai manusia adalah kepala urutan alam, dan Kristus sebagai Allah adalah kepala urutan spiritual.

Roma 5:12 mengatakan, “Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.” Demikian pula ada hubungan sebab akibat di antara kebangkitan Kristus dan kebangkitan semua orang percaya. Tindakan Allah/Manusia itu mempengaruhi banyak orang.

Jadi dari Adam kita mewarisi dosa, perasaan bersalah dan korupsi. Namun dengan Kristus, rangkai itu dipatahkan. Kristus membayar upah dosa kami, dan mengalahkan kematian atas nama kami dan kematian itu kehilangan kuasanya. Dan semua orang yang percaya Kristus, semua yang menjadi bagian dari benih rohani-Nya memiliki hidup kebangkitan-Nya.

Semua orang yang bersatu dengan Adam disebabkan demikian oleh keturunan alami. Semua orang yang bersatu dengan Kristus disebabkan keturunan spiritual. Dengan kata lain, semua dalam Adam berada di Adam oleh generasi alami. Semua dalam Kristus berada di dalam Kristus oleh regenerasi rohani. Semua orang di dalam Adam memiliki factor umum dosa. Semua orang di dalam Kristus memiliki factor umum kehidupan.

Jadi kita telah bertemu dengan Sang Penebus, marilah sekarang kita melihat yang ditebus di ayat 23, “Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai hasil pertama; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.” Ini semua tidak terjadi pada saat yang sama. Ada urutan tertentu dan ada proses khusus.

Kristus hasil pertama datang duluan, kemudian setelah itu mereka yang menjadi milik Kristus. Dan kapan terjadi kebangkitan kami? Di akhir ayat 23 dikatakan, “pada waktu kedatangan-Nya.” Harapan orang Kristen adalah kedatangan Kristus di akhir zaman. Kata disini adalah kata “parousia” yang berarti saat tiba-Nya, sehingga penggenapan kebangkitan bagi semua orang yang ditebus akan terjadi ketika Kristus datang.

Sekarang tubuh jasmani mati kami telah busuk atau hanya abu yang tinggal. Namun orang percaya yang ada bersama Tuhan, dan beralih dari tubuh ini (2 Kor. 5:8) dinamakan, “Roh manusia yang telah dijadikan sempurna.” Mereka ada di dalam kepribadian mereka tetapi tidak dalam bentuk fisik. Mungkin Anda bertanya, “Apakah mereka semacam mengambang disana menunggukan tubuh kekal mereka?

Mungkin dari sudut pandangan kami mereka mengambang, namun di surga tidak ada waktu, tidak ada konsep menunggu. Kita hanya tahu dari Alkitab bahwa pada kedatangan Kristus ada kebangkitan besar dari semua yang saleh dari segala abad. Hal ini dinamakan kebangkitan hidup dan itu juga disebut kebangkitan pertama. Kebangkitan kedua adalah kebangkitan orang yang tidak benar untuk kebinasaan.

Dan disinilah kita harus membicarakan sebentar komponen kebangkitan. Acara pertama yang memulai akhir zaman adalah Pengangkatan gereja, orang-orang percaya akan diangkat ke surga. Lihatlah 1 Tesalonika 4, dan tidak ada tanda-tanda untuk memperingatkan kita. Ini tidak menggambarkan kedatangan kembali Kristus untuk menghakimi dan mendirikan Kerajaan-Nya.

1 Tesalonika 4:16-17, “Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; 17 sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa.” Jadi kebangkitan pertama orang percaya akan terjadi pada saat Pengangkatan, saat Kristus menyongsong orang percaya-Nya.

Kemudian datanglah masa Tribulasi Besar, suatu periode penghakiman di bumi, Wahyu 5-19 menggambarkan itu secara rinci. Inilah adalah periode urutan penghakiman yang mulai sebagai hukuman-hukuman meterai dan kemudian hukuman-hukuman sangkakala dan kemudian hukuman-hukuman cawan di dunia. Pada waktu yang sama ada karya keselamatan dan penebusan besar yang berjalan bersama dengan hukuman-hukuman itu.

Namun pada akhir periode waktu itu, pada akhir Tribulasi tujuh tahun, ada juga bagian kedua dari kebangkitan orang percaya, bagian panen yang lain. Dan bagian panen itu dijelaskan di Wahyu 20:5 yang menggambarkan akhir masa Tribulasi dan permulaan Kerajaan seribu tahun, “Tetapi orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu.”

Mengapa? Karena orang-orang akan terus mati, orang-orang percaya akan mati di masa Tribulasi, ada beberapa yang dibunuh oleh Antikristus, dan mereka akan mati dalam kerajaan seribu tahun itu. Pada akhir seribu tahun itu akan ada pemberontakan besar dan banyak orang akan meninggal dalam periode itu.

Jadi ada empat bagian: kebangkitan Kristus, kebangkitan pertama gereja pada saat Pengangkatan, kebangkitan kedua semua orang kudus dari Perjanjian Lama dan masa Tribulasi pada akhir masa Tribulasi itu dan kebangkitan ketiga dari mereka yang lahir dan mati di Kerajaan pada akhir waktu seribu tahun. Itulah tahap terakhir dan semua itu dikompresi dalam tiga kata, “Pada kedatangan-Nya.”

Itulah tahap-tahap kebangkitan dari yang ditebus. Mari kita melihat inti bagian ini, penebusan. 1 Korintus 15:24-27, “Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. 25 Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. 26 Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut. 27 Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan- Nya di bawah kaki-Nya.”

Apa gunanya Allah mentolerir segala sesuatu dalam sejarah manusia? Supaya Ia dapat memberikan kepada Anak-Nya suatu Kerajaan yang terdiri dari orang-orang yang akan mengasihi-Nya, dan menyembah-Nya, dan memuja-Nya dan melayani-Nya untuk selama- lamanya dalam sukacita, damai dan kekudusan sempurna. Ini Kerajaan orang-orang yang ditebus dari segala abad. Gereja, orang kudus Perjanjian Lama dan orang kudus Tribulasi dan orang kudus yang meninggal di waktu kerajaan seribu tahun, semua telah dibangkitkan dan sekarang ada di surga.

Kita tahu Kerajaan seribu tahun itu akan berakhir ketika dikatakan di 2 Petrus 3:10, “unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api,” alam semesta akan berubah, “dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.” Dan ditempatnya ada langit baru dan bumi baru. Dan itulah waktunya Yesus menyerahkan selurh Kerajaan kepada Allah Bapa.

Kapan? Sampai Dia telah meniadakan semua otoritas dan kuasa lain. Rencana penebusan belum lengkap hingga saatnya tidak ada musuh Allah lagi untuk menghalang tujuan-Nya. Mereka semua akan dibuang kedalam Lautan Api untuk selama-lamanya, mereka akan terikat disana bersama Setan dan malaikat-malaikatnya karena pada permulaannya neraka diciptakan bagi mereka untuk selamanya.

Itulah tujuan sejarah. Dan kemudia kita ada ayat 27, “Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya. Tetapi kalau dikatakan, bahwa "segala sesuatu telah ditaklukkan", maka teranglah, bahwa Ia sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu tidak termasuk di dalamnya.”

Jadi kebangkitan Kristus menjamin kebangkitan kita dan akhirnya menjamin penghapusan kematian. Kristus kemudian mengambil segala sesuatu yang telah ditaklukkan dibawah kakinya, ayat 28, “Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua.”

Dengan kata lain, ketika Anak telah menerima umat manusia yang telah ditebus-Nya, ketika semua musuh-musush-Nya telah dihancurkan dan Dia Raja diatasa segala Raja dan Tuhan diatas segala Tuhan, semua yang Allah Bapa telah memberikan-Nya, Dia akan memberikan kembali kepada Allah Bapa sebagai tindakan timbal balik dari kasih ilahi supaya Allah menjadi semua dalam semua.

Ini merupakan suatu cara mulia antar-Trinitas diluar pemahaman kita, Allah Bapa yang telah menentukan sejarah penebusan untuk mengumpulkan pengantin bagi Anak-Nya, suatu Kerajaan bagi Anak-Nya, ketika Anak menerima Kerajaan itu sebagai hadiah kasih Allah Bapa, dalam tindakan kasih timbal balik, Amak itu mengembalikan Kerajaan itu kepada Allah Bapa. Kemegahan acara penobatan itu tidak sanggup dimengerti.

Kadang kita memikirkan keselamatan itu soal pribadi sekali. Namun lebih baik bagi kita untuk memikirkan keselamatan itu adalah anugerah Allah, itu sebenarnya bukan tentang kita, ini tentang kasih tanpa batas dari Allah Bapa kepada Anak dan keinginan untuk memberikan suatu hadiah kasih-Nya kepada Anak yang adalah umat manusia yang ingin mengasihi-Nya, memuja-Nya, menyembah-Nya, memuji-Nya dan melayani-Nya untuk selama-lamanya.

Dan Anak Allah mengakui bahwa semua orang yang ditebus adalah karunia dari Allah Bapa jadi Dia mengatakan di Yohanes 6:37, “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku.” Anak Allah setelah Dia menerima mereka semua, mengembalikannya kepada Allah Bapa. Segala sesuatu dipulihkan kepada Allah Bapa supaya Allah menjadi semua di dalam semua.” Anak Allah telah datang sebagai hamba Allah ke dalam dunia ini untuk mengambil kembali semua jiwa-jiwa yang ditebus. Dia telah menaklukkan kematian dan Dia dengan kebangkitan-Nya sendiri telah menyediakan kebangkitan bagi semua orang yang percaya.

Apakah Kristus masih memerintah? Tentu saja Dia memerintah. Dia duduk disebelah kanan Allah Bapa dan memerintah. Dan Wahyu 11:15 mengatakan bahwa Dia akan memerintah untuk selama-lamanya. Dan di Lukas 1:33. malaikat Gabriel mengatakan pada saat dia mengumumkan Jesus akan lahir, “Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”

Wahyu 3:20-21, “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. 21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagai- mana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta- Nya.” Dengan suatu cara kita juga akan diberi peran dalam memerintah bersama-sama. Ini adalah sekilas ibadah surgawi.

Kita juga sebagai orang percaya pada suatu hari akan memiliki tubuh kebangkitan kekal dan Allah adalah semua di dalam semua karena Anak Allah memberikan kembali apa yang Allah Bapa memberikan-Nya. Ini gambaran luar biasa dari firdaus akhir di bumi baru dan langit baru dan itu semua terjadi karena kebangkitan Kristus! Wow. Marilah ingat hal itu di Perjamuan Kudus.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu