29 Mar 2013 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2013
Kata-kata terakhir ke Israel
29 Maret 2013

Pagi ini kita membahas salah satu adegan yang paling menyedihkan dari Firman Allah karena ini menyatakan malapetaka pada bangsa Israel. Mereka dihukum karena mereka telah menolak Tuhan Yesus Kristus dan dalam penolakan itu mereka telah menolak Allah sendiri. Dan sekarang pada hari Jumat Agung mereka akan membunuh-Nya.

Dan mereka dipimpin oleh Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mereka. Yesus menyerang dan menghakimi pemimpin-pemimpin rohani palsu ini. Selama berabad- abad orang Yahudi telah menunggukan kedatangan Mesias mereka. Harapan dan hati orang Yahudi adalah ketika Mesias datang dan mendirikan Kerajaan-Nya, ada kebahagiaan datang untuk setiap orang Yahudi bersama Kerajaan itu.

Namun ketika Mesias datang, daripada percaya dan menyambut Yesus malah Yesus ditolak dan dianggap hina dan akhirnya mereka mengeksekusikan-Nya. Dan bersama Dia mereka mencoba membunuh semua orang yang mewakili-Nya. Jadi inilah puncak pelayanan Tuhan Yesus bagi Israel. Dia telah menerangkan Injil kepada mereka. Dia telah memberikan mereka banyak kesempatan untuk bertobat dan untuk percaya kepada- Nya tapi mereka menolak. Dan sekarang hukuman akan datang.

Dan ini juga khotbah terakhir yang dikhotbahkan Yesus di depan umum. Ini bukan berarti bahwa Israel tidak akan mendengar lagi berita Injil. Setelah Yesus disalibkan dan bangkit dari antara orang mati dan naik ke surga, masih ada pengkhotbah Injil yang akan pergi ke Yerusalem dan negara Israel. Dan jika ada orang yang mau mendengar mereka, masih ada harapan bagi beberapa individu.

Dan Yesus yang telah berkhotbah kepada banyak orang di halaman tempat ibadah pada waktu perayaan Pelewatan pada hari Rabu minggu itu, sekarang menghadap pada orang Farisi dan Ahli-ahli Taurat yang berdiri bersama orang banyak itu dan memberikan mereka serangkaian tujuh kutukan yang mulai dengan “celakalah.” Ini tindakan yang sangat berani dan dramatis di depan orang banyak.

Semua kutukan di Matius 23:13-29 dapat diringkaskan sebagai berikut; pertama Dia menghakimi pemimpin palsu karena mereka menghalang orang-orang untuk masuk ke surga. Kedua, Dia mengutuk mereka karena orang-orang dijadikannya anak-anak neraka. Kemudian Dia mengutuk mereka untuk merusak kebenaran dan menggantikannya dengan kebohongan. Kemudian Dia mengutuk mereka karena mereka lebih mementingkan upacara dari pada keadilan, belas kasihan dan iman. Setelah itu Dia mengutuk mereka karena mereka mencuri dari orang-orang. Dan akhirnya Dia mengutuk mereka karena mereka pura-pura saleh dan kudus seolah-olah mereka lebih baik dari pada semua yang mendahului mereka padahal kenyataannya mereka sama, jika tidak lebih buruk.

Dan sekarang di bagian ini Tuhan kita mengatakan di ayat 32, “Penuhilah juga takaran nenek moyangmu! Penuhilah adalah istilah yang sering dipakai dalam Firman Allah berhubungan dengan dosa, penghakiman dan murka. Itu gambaran cawan yang diisi penuh dengan murka ilahi Allah. Wahyu 16:19 membicarakan cawan yang penuh dengan anggur kegeraman murka-Nya. Di Matius 26:39 Yesus mengatakan, “biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku,” itu adalah cawan penghakiman ilahi.

Allah mengijinkan hanya begitu banyak dan ketika cawan itu penuh, penghakiman akan datang. Jadi Tuhan kita memerintahkan kepada mereka untuk memenuhinya, untuk menyelesaikannya, untuk melakukan sisa kejahatan yang harus dilakukan. Ini serupa dengan apa yang Dia katakan kepada Yudas di Yohanes 13:27, “Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.”

Perhatikanlah apa yang Dia namakan cawan itu. Dia menamakannya, “takaran nenek moyangmu.” Penuhilah cawan yang sama yang dipenuhi nenek moyangmu. Sejarah Israel adalah sejarah memenuhi cawan mereka dengan dosa. Generasi Israel terus menerus berdosa dan mereka terus mengisi cawan mereka sampai penghakiman itu datang. Dan sekarang Yesus mengatakan bahwa cawan kejahatan manusia sudah hampir penuh.

Di ayat 30 mereka berkata, “Jika kami hidup di zaman nenek moyang kita, tentulah kami tidak ikut dengan mereka dalam pembunuhan nabi-nabi itu.” Dan Yesus berkata di ayat 31, “Tetapi dengan demikian kamu bersaksi terhadap diri kamu sendiri, bahwa kamu adalah keturunan pembunuh nabi-nabi itu.” Mengapa? Karena Dia melihat ke dalam hati mereka dan mereka merencanakan kematian-Nya. Mereka mengisi cawan yang sama penuh dengan dosa pembunuhan sama seperti yang dilakukan nenek moyang mereka.

Mereka seperti ular berracun yang sulit di deteksi dan licik dan mematikan. Itulah percis apa yang Yohanes Pembaptis memanggil mereka di Matius 3:7 waktu dia mengatakan, “Hai kamu keturunan ular beludak.” Dan sekarang beberapa tahun kemudian mereka tetap saja belum berubah. Pelayanan Yohanes Pembaptis dan pelayanan Yesus Kristus tidak ada efeknya.

Dan kemudian Yesus mengatakan di ayat 33, “Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka?” Dan jawabannya adalah, tidak mungkin! Dia membicarakan pemimpin mereka dan Dia mengatakan bahwa hukuman akan datang cepat sekali. Perhatikanlah ayat 34, “Sebab itu, lihatlah, Aku mengutus kepadamu nabi- nabi, orang-orang bijaksana dan ahli-ahli Taurat: separuh di antara mereka akan kamu bunuh dan kamu salibkan, yang lain akan kamu sesah di rumah-rumah ibadatmu dan kamu aniaya dari kota ke kota.”

Mengapa Yesus mengutus lebih banyak nabi-nabi dan guru-guru dan penulis? Karena ada beberapa yang akan bertobat. Kan ada 3000 orang pada hari Pentakosta, benar? Dan beribu-ribu orang akan datang sesudah itu. Namun kamu pemimpin-pemimpin dan bangsa ini tidak akan menerima mereka, kamu akan membunuh mereka dan menganiaya mereka dan kalian akan menambahkan rasa bersalah diatas kepalamu dan dengan demikian penghakiman itu akan bertambah besar.

Allah tidak seluruhnya kasih, anugerah, kebaikan dan belas kasihan. Dia adalah Allah yang kudus, adil dan Allah dalam penghakiman dan murka dan Allah yang membalas kejahatan. Dan jika manusia memilih itu, Dia akan dipermuliakan dalam penghukuman sama banyaknya Dia dipermuliakan dalam konversi mereka yang percaya. Allah akan dimuliakan dengan cara apa saja.

Ini adalah kata-kata terakhir di Wahyu 22:11, “Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!” Dengan kata lain, sebagaimanapun keadaannya pada akhir, demikian pula keadaannya untuk selama-lamanya. Allah akan dimuliakan melalui semua itu.

Saya harap kita dapat melihat hal itu juga di dalam negara kita sendiri, baik di Amerika maupun di Indonesia, karena kita sekarang juga sedang mengisi cawan murka Allah. Dan generasi yang hidup sekarang ini lebih bersalah dari pada generasi di masa lalu, karena kita telah mengumpulkan kesaksian dari kebenaran Allah di dalam kultur ini dan kita juga memiliki kumpulan pelajaran mengapa kita janganlah melawan Allah yang kudus.

Sekarang perhatikanlah di ayat 35, Dia mengatakan, “supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, orang benar itu, sampai kepada Zakharia anak Berekhya, yang kamu bunuh di antara tempat kudus dan mezbah.” Cawan murka itu hanya bisa diisi sampai penuh dan kemudian itu akan tumpah kepada Anda.

Dari permulaan Perjanjian Lama, di Kejadian 4, ada pembunuhan pertama dari orang benar. Kain tidak bisa tahan kekudusan Habel, jadi dia membunuhnya. Dan membunuh orang-orang benar terjadi sepanjang sejarah, sampai martir Perjanjian Lama yang terakhir, Zakharia, anak Barakiak, yang menulis nubuatan Zakharia.

Kalian sama bersalahnya seperti mereka yang membunuh Zakharia dan semua orang diantara mereka berdua. Ayat 36, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semuanya ini akan ditanggung angkatan ini!” Semua hal itu, semua perasaan bersalah karena darah orang benar akan ditumpahkan di kepalamu. Namun hati Allah berduka sama seperti seharusnya kita juga.

Ini generasi yang paling bersalah di dalam sejarah Israel, karena mereka menolak terang cahaya yang telah terkumpul oleh wahyu ilahi selama ribuan tahun. Dan semua itu akan dijatuhkan kepada kalian. Kamu semua telah mengisi cawan itu dan sekarang itu akan dituangkan, Dan itu mulai di tahun 70 Sesudah Masehi dengan penghancuran Yerusalem yang mengerikan dan itu terus terjadi sampai sekarang juga.

Lihatlah ayat 37-38, “Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan membunuh dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. 38 Lihatlah rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi.”

Dia mengatakan, “Yerusalem, Yerusalem,” pengulangan itu adalah pengulangan kesedihan dan emosi. Dan Dia mencirikan kota itu bukan sebagai kota kedamaian, dan bukan seperti kota kudus. Dia mencirikannya seperti, “engkau yang membunuh nabi- nabi dan membunuh dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu,” kota seperti itu kamu sekarang.

Inilah puncaknya emosi besar dan belas kasihan. Tuhan Yesus mengatakan Yerusalem, tidak ada yang akan membajak tanah Anda lagi. Tidak ada orang yang mengolah lapangan Anda. Tidak ada yang menanam tanaman. Tidak ada yang menyiramnya. Tidak ada yang memangkas Anda. Tidak ada yang melindungi Anda. Anda sekarang akan dibiarkan begitu saja.

Hak istimewa diberikan kepada Israel yang melebihi semua hak yang telah diberikan kepada bangsa lain, namun bersama itu ada tanggung jawab yang besar. Nah ada 23 bab di Injil Matius, tentang kedatangan Mesias, kelahiran-Nya, pelayanan-Nya, pesan- Nya, mujizat-Nya, panggilan-Nya dan seruan-Nya kepada Israel. Mesias telah datang dalam daging manusia dan Dia mendemonstrasikan semua yang adalah Allah, akan tetapi mereka menolaknya secara total.

Selama hampir 2000 tahun bangsa Israel dibiarkan hidup tanpa Allah dan tanpa perlindungan-Nya. Perbedaannya adalah karena Allah telah membiarkan mereka tanpa perlindungan dari semua marabahaya yang dapat dicurahkan dunia. Mengapa? Karena Yesus datang dan mengatakan bahwa Dia ingin melindungi mereka. Dia berkata, “Aku ingin mengumpulkan kamu dibawah sayap-Ku tetapi kamu tidak mau.”

Dan tahukah Anda bahwa keadaan mereka akan bertambah buruk? Penganiayaan Israel belum selesai. Tangan perlindungan Allah sudah tidak ada lagi dan Iblis terus menerus menyerang. Ada waktu di Alkitab yang digambarkan sebagai Tribulasi besar. Itu juga dinamakan waktu kesulitan Yakub. Yang terburuk masih belum datang. Cawan masih dicurahkan.

Bahkan di Wahyu 11:8 Allah menamakan Yerusalem Sodom dan Mesir. Itu bukan kota kudus. Itu bukan kota kedamaian. Itu bukan kota Allah. Penting untuk diperhatikan bahwa Yerusalem itu adalah lambang untuk seluruh bangsa seperti sering dipakai dalam pelayanan nabi-nabi. Ketika Yesus mengatakan, “Yerusalem, Yerusalem, “ Dia membicarakan lambang Yerusalem yang berarti semua orang dan bangsa Israel.

Yesus mengatakan, “Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu.” Bahkan sepanjang pelayanan-Nya Dia ingin mengumpulkan mereka. Dia ingin memanggil mereka kepada diri-Nya. Matius 11:28, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Bahkan waktu Dia mau mati di kayu salib Dia masih mengumpulkan seorang pencuri yang mau percaya. Begitulah caranya sampai mereka menutup suara-Nya dalam kematian.

Dan akhirnya, ayat 39, “Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi.” Berhentilah sebentar. Yesus berkata, pelayanan-Ku sebagai Juruselamat kepadamu sebagai bangsa telah berhenti. Namun apa perkataan berikutnya lagi? “Hingga,” itu berarti masih ada harapan. “hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!” Sekarang apakah artinya itu?

Nah, di Matius 21: 9 ketika Yesus masuk ke kota Yerusalem mereka memuji Dia sebagai Mesias, sambil berseru, “Hosana bagi Anak Daud,” dan mereka mengutip Mazmur 118:26, “diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan.” Itu mengidentifikasikan Mesias. Yesus mengatakan sekarang, “Sampai saat kamu mengakui Aku sebagai Mesias- Mu,” sejarah bangsa Israel akan terus memburuk. Kita dapat membaca itu di Daniel, di Wahyu dan di Matius 24.

Namun Allah janji di Zakharia 12: 9, “Maka pada waktu itu Aku berikhtiar untuk memunahkan segala bangsa yang menyerang Yerusalem." 10 "Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi Dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi Dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung.”

Allah akan menghancurkan bangsa-bangsa yang akan melawan Yerusalem. Dan pada suatu hari Dia akan mencurahkan ke Yerusalem roh kasih karunia. Dan mereka akan melihat kembali kepada Yang mereka tikam yaitu Kristus. Dan mereka akan berkabung seperti orang meratapi anak tunggal. Iya, karena hanya ada satu Mesias dan mereka akan mengaku, iya, sekarang kami tahu, kami telah membunuh anak satu-satunya, anak sulung, Mesias.

Dan Zakharia 13:1-2 melanjutkan, “Pada waktu itu akan terbuka suatu sumber bagi keluarga Daud dan bagi penduduk Yerusalem untuk membasuh dosa dan kecemaran. 2 Maka pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, Aku akan melenyapkan nama-nama berhala dari negeri itu, sehingga orang tidak menyebutnya lagi. Juga para nabi dan roh najis akan Kusingkirkan dari negeri itu.”

Zakharia 13:8-9, ketika semuanya berakhir, “Maka di seluruh negeri, demikianlah firman TUHAN, dua pertiga dari padanya akan dilenyapkan, mati binasa, tetapi sepertiga dari padanya akan tinggal hidup. 9 Aku akan menaruh yang sepertiga itu dalam api dan akan memurnikan mereka seperti orang memurnikan perak. Aku akan menguji mereka, seperti orang menguji emas. Mereka akan memanggil nama-Ku, dan Aku akan menjawab mereka. Aku akan berkata: Mereka adalah umat-Ku, dan mereka akan menjawab: TUHAN adalah Allahku!"

Kemudian di Roma 11:23-27, membicarakan akhir Israel dikatakan, “Tetapi merekapun akan dicangkokkan kembali, jika mereka tidak tetap dalam ketidakpercayaan mereka, sebab Allah berkuasa untuk mencangkokkan mereka kembali. 24 Sebab jika kamu telah dipotong sebagai cabang dari pohon zaitun liar, dan bertentangan dengan keadaanmu itu kamu telah dicangkokkan pada pohon zaitun sejati, terlebih lagi mereka ini, yang menurut asal mereka akan dicangkokkan pada pohon zaitun mereka sendiri.”

“25 Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk. 26 Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub. 27 Dan inilah perjanjian-Ku dengan mereka, apabila Aku menghapuskan dosa mereka."

Jadi apakah artinya “seluruh Israel akan diselamatkan.”? Bukankah itu berlawanan dengan Zakharia 13:9 yang kita baru baca dan pengetahuan berapa banyak orang Yahudi tidak percaya dulu dan tidak percaya sekarang kepada Kristus dan telah tewas selama berabad-abad?

Marilah kita melihat Roma 9:6-8, “Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel, 7 dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: "Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu." 8 Artinya: bukan anak-anak menurut daging adalah anak-anak Allah, tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang benar.”

Tidak semua orang Yahudi dinamakan Israel, namun orang-orang yang percaya Yesus Kristus, merekalah yang dinamakan Israel, anak-anak Abraham. Jadi apakah hubungan semua ini dengan aku? Jika Allah menghajar dan menghukum umat-Nya sendiri dengan meninggalkan mereka, apakah kau pikir akan terjadi dengan Anda jika Anda mengabaikan Yesus Kristus? Hari ini kita memperingati pengorbanan-Nya bagi dosa-dosa kita di kayu salib!

Prinsipnya sama untuk suatu bangsa atau seorang individu. Anda memilih setiap hari agar Anda percaya atau tidak karena oleh karena perbuatan Anda Allah tahu apakah Anda melayani Dia atau tidak. Apakah Anda benar-benar anak Abraham? Apakah perkataan terakhir dari Yesus bagi Anda pada hari Jumaat Agung ini? Jadi apapun keputusan Anda pagi ini, kami menyediakan undangan-Nya untuk percaya dan kami berdoa supaya Anda menanggapinya. Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu