03 Mar 2013 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2013
Bahaya Berkat
3 Maret 2013

Kebanyakan orang setuju dengan kebenaran, “Terlalu banyak hal yang baik dapat berakibat buruk,” benar? Terlalu banyak uang menjadikan orang memanjakan diri, tidak bertanggung jawab dan materialistis. Terlalu banyak popularitas membuat orang bangga dan egois. Terlalu banyak kekuasaan membuat orang berkepala batu, tanpa belas kasihan, tak terkalahkan dan kasar. Terlalu banyak berkat juga menyebabkan masalah.

Tahukah Anda bahwa kebijaksanaan Allah mengatakan kepada kita bahwa menyangkal diri adalah sehat; ada kalanya kekurangan itu menguntungkan. Hal ini bermanfaat bagi karakter Anda untuk diperhadapkan dengan bebepara kelemahan yang tidak gampang diatasi.

Yang benar sukar untuk ditangani adalah memiliki segala yang Anda inginkan bila Anda menginginkannya, karena kemudian pengendalian diri, penyangkalan diri dan disiplin menghilang. Dan ketika orang hidup dalam kebebasan tanpa disiplin, mereka hidup di tepi penghancuran diri.

Dan luar biasa ini juga bisa terjadi di Kerajaan Allah. Lihatlah Ulangan 6. Umat Israel telah berada di Mesir selama 400 tahun. Mereka menjadi budak dan keberadaan mereka satu tingkat diatas binatang. Mereka hidup dalam kemiskinan dan kekurangan dan kelemahan dan kebutuhan dan pelecehan.

Dan kemudian Allah, dalam tampilan kekuasaan perkasa, membawa seseorang bernama Musa dan menetapkan dia untuk memimpin Israel keluar dari tanah Mesir. Dua juta budak meninggalkan Mesir. Untuk melakukan itu, Allah membawa serangkaian sepuluh tulah yang mematikan, yang belum pernah dilihat sebelumnya.

Masih ingat mujizat terakhir dimana Allah mengutus malaikat kematian untuk mengeksekusi anak sulung. Namun bagi tiap keluarga Yahudi yang memercik darah Pelewatan di pintunya, malaikat maut itu lewat dan menghindari anak sulung itu. dan dalam mujizat penghakiman yang besar itu, juga ada mujizat keselamatan, dan itu semua menjadi batasnya apa yang Mesir dapat menerima.

Dan mereka mengatakan, “Keluarlah dari negara ini. Kami tidak tahan menerima penghancuran lagi dari Allah Anda.” Dan demikianlah anak-anak Israel dilepaskan. Namun tidak lama kemudian Firaun mengejar mereka dengan pasukannya. Anda tahu mujizatnya. Laut Merah terbelah. Mereka berjalan diatas tanah kering. Firaun mencoba untuk mengikuti mereka dan seluruh tentara Mesir tenggelam.

Kemudian mereka dipimpin masuk ke padang gurun akibat mujizat-mujizat besar yang membebaskan mereka. Setelah mengembara 40 tahun, mereka diberi hak istimewa untuk masuk ke tanah Kanaan, tanah susu dan madu, tanah yang berbuah paling hebat di dunia. Allah memberikan mereka yang terbaik dan mereka mengambil alih tanah itu dari orang Kanaan, dan tanah itu sangat baik. Namun ketika keadaannya menjadi terlalu baik selalu ada bahaya.

Allah tahu hal ini dan inilah peringatan-Nya di Ulangan 6:10-15, “Maka apabila Tuhan Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu--kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kaudirikan; 11 rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan kebun- kebun zaitun, yang tidak kautanami--dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang, 12 maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan Tuhan, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.”

Itulah peringatan Allah kepada mereka tentang bahayanya berkat. Kota-kota besar dibangun oleh peradaban maju di dunia kuno, orang Kanaan. Mereka masuk ke dalam rumah-rumah yang mereka tidak bangun. Kemudian mereka mengambil air dari sumur-sumur yang mereka tidak pernah gali, dan mereka memetik anggur dari pokok anggur yang mereka tidak pernah tumbuhkan, dan buah zaitun dipanen dari pohon yang mereka tidak pernah tanam.

Jadi di ayat 13 Dia katakan, “Engkau harus takut akan Tuhan, Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah.” Yaitu, Anda harus berjanji kepada Allah untuk setia. “14 Janganlah kamu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa sekelilingmu 15 sebab Tuhan, Allahmu, adalah Allah yang cemburu di tengah-tengahmu, supaya jangan bangkit murka Tuhan, Allahmu, terhadap engkau, sehingga Ia memusnahkan engkau dari muka bumi.”

Sekarang Perjanjian Baru memberikan kami suatu ilustrasi lain dari hal itu di 1 Korintus 10. Sedihnya mereka melakukan apa yang dilarang Allah. Mereka menikmati semua rumah-rumah dan segala isinya, mereka menikmati sumur- sumur dan air didalamnya, mereka menikmati segalanya di dalam tanah yang mengalir dengan susu dan madu. dan meskipun demikian mereka tetap menyembah berhala.

Kerajaan itu terbelah dua. Kerajaan utara dibawa kedalam tawanan dan dihancurkan di 722 SM. Kerajaan selatan masuk dalam tahanan 586 SM dan dibawa ke Babel, dan Allah menghancurkan tanah itu juga. Itu adalah pengabaian sedih dari peringatan yang jelas sekali tentang bahayanya berkat.

Keadaannya sama dengan orang Korintus. Rasul Paulus menulis kepada gereja yang sangat diberkati dan dia berada bersama mereka selama hampir dua tahun. Dia sangat mengasihi orang-orang disitu. Dalam pengantarnya di 1 Korintus 1: 4-5 Paulus mengatakan, “Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus. 5 Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal.”

Mereka adalah gereja yang didirikan oleh Paulus, mungkin pengkhotbah terbesar selain dari Yesus. Di 1 Korintus 1:7 dia mengatakan, “Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karuniapun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus.” Bahkan di 1 Korintus 4:8 dia mengatakan, “Kamu telah kenyang, kamu telah menjadi kaya.” Tidak ada kekurangan apapun.

Sekarang untuk menunjukkan maksudnya lebih kuat lagi Paulus memakai ilustrasi alkitabiah dari 1 Korintus 10:1-5, “Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut. 2 Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut. 3 Mereka semua makan makanan rohani yang sama 4 dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus. 5 Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun.”

Paulus mengatakan, saya khawatir tentang bahaya berkat-berkat ini, saya khawatir Anda menikmati semua kebebasan ini yang adalah milik Anda di dalam Kristus. Dan berkat-berkat anugerah ditambah anugerah dimana semua dosa anda telah diampuni dan Anda tidak lagi dibawah hukum Taurat. Saya khawatir Anda tidak akan mendisiplin tubuh Anda. Jadi marilah saya memperingatkan Anda tentang Israel.

Marilah kita kembali kepada waktunya mereka keluar dari Mesir. Mereka semua keluar dan dia mengingat semua orang. Paulus mengatakan “nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan.” Maksudnya apa? Itulah awan mulia, awan Shekina yang memimpin Israel ketika mereka mengembara di padang gurun. Apakah Anda masih ingat mereka dipimpin tiang api di malam hari dan tiang awan pada siang hari?

Jadi dia mengatakan, mereka semua mengalami arahan ilahi dan bimbingan ilahi. Dan dia mengatakan mereka semua telah melintasi Laut Merah. Mereka semua mengalami penyelamatan ilahi luar biasa. Jadi inilah orang-orang yang yang telah mengalami banyak mujizat-mujizat, 10 mujizat penghakiman di Mesir, mujizat besar waktu mereka keluar dari Mesir waktu mereka dipimpin awan mulia Shekina, yaitu kehadiran Allah sendiri dalam bentuk yang bisa dilihat.

Kemudian 1 Korintus 10:2 mengatakan. “mereka semua telah dibaptis oleh Musa dalam awan dan dalam laut.” Arti sederhana adalah bahwa mereka semua disatukan dengan pemimpin mereka. Tidak ada lagi kelompok-kelompok yang terpisah atau berbeda. Mereka mengalami solidaritas dalam kepemimpinan. Mereka mengalami kepemimpinan ilahi dan ajaib di bawah Musa.

Kemudian mereka diberi penyediaan ilahi. Mereka semua makan makanan rohani yang sama, manna yang sama, burung-burung yang sama yang disediakan Allah. Mereka semua minum minuman rohani yang sama. Dan minuman rohani itu adalah minuman yang disediakan sumber rohani yang adalah Allah.

Dan sebenarnya dikatakan di 1 Korintus 10:4 bahwa mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus. Ini Kristus sebelum inkarnasi (menjadi manusia), sebelum Dia lahir di Betlehem Dia berada selamanya sebagai Anak Allah, anggota kedua Trinitas. Dan tentu saja Dia melayani Israel. Dia akan menjadi Juruselamat Israel.

Namun sebelum inkarnasi-Nya, Dia benar-benar bersama mereka, mengikuti mereka di pengembaraan mereka di padang gurun jadi memang Kristus sendiri berada ditengah umat-Nya sendiri. Mereka telah disediakan makanan dan minuman ilahi. Mereka selalu berada di dalam pemeliharaan khusus dari batu karang yang adalah Kristus yang mengkuti mereka, yang sebenarnya adalah sumber semua mujizat yang memenuhi pemeliharaan mereka.

Anda gereja HKBP juga memiliki hak-hak istimewa ini yang sama. Ini adalah yang terbaik yang Allah dapat memberi. Dan kenyataan sedih dari ayat 5 adalah bahwa sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun.” Ini sangat mengerikan, dua juta orang tewas di padang gurun. Dari angkatan pertama yang keluar hanya dua orang masuk ke Tanah Perjanjian, yaitu Yosua dan Kaleb.

1 Korintus 10: 6 mengatakan, “Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat.” Ini bukan sejarah saja, ini contoh bagi kita. Masalah pertama, mereka mulai mengingini hal-hal duniawi. Mereka ingin apa yang mereka miliki di Mesir. Mereka ingin apa yang orang lain miliki.

Kemudian mereka menyembah berhala, ayat 7, “dan supaya jangan kita menjadi penyembah-penyembah berhala, sama seperti beberapa orang dari mereka, seperti ada tertulis,” dan ini mengutip dari Keluaran 32 dimana dikatakan: "Maka duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria.” Mereka masuk ke dalam keduniawian.”

Mereka melakukan percabulan di ayat 8 dan pada suatu hari tewaslah 23,000 orang. Kemudian ada orang lain yang mencobai Kristus di ayat 9. dan ada orang lain di ayat 10 yang mengeluh dan mereka mati. Tahukah Anda bahwa empatbelas ribu tujuh ratus penggerutu dimusnahkan?

Jadi apakah menggerutu masuk katagori dosa besar? Ketika kami tidak bisa melihat semua berkat yang Allah telah memberikan kami dan kami egois, itu adalah dosa. Mengapa mereka mengeluh? Apa sih yang masih kekurangan? Dan mengapa mereka tidak menghargai kebaikan Allah dengan mujizat-mujizat-Nya?

Dan mengapa mereka ingin berbuat sesuatu yang tidak bermoral pada waktu Allah telah memberikan mereka semua berkat-berkat di dalam pernikahan? Mengapa menyembah anak lembu emas ketika mereka mengenal Allah yang benar dan hidup yang menyelamatkan mereka dari Mesir? Dan mengapa mereka mengingini apa yang terdapat di dunia karena hal-hal duniawi juga yang hampir memusnahkan mereka?

Bagaimana ini berhubungan dengan hidup kita sekarang ini? Berapa banyak orang bersetubuh sebelum menikah yang adalah tidak bermoral? Berapa banyak orang berselingkuh dengan seseorang yang bukan pasangannya? Kita tidak menyembah anak lembu emas namun berapa banyak diantara kita menyembah uang dan harta milik lebih dari pada memberi perpuluhan kepada Tuhan? Hati- hati saat Anda diberkati!

Nah inilah firman Allah bagi kita pagi ini, sebaiknya kita belajar mendisiplin diri, menyangkal diri dan hidup moderasi atau kita akhirnya akan didiskualifikasi. Bahayanya adalah kita merasa nyaman, kita mulai merasa Alah berhutang kepada kami yang memberi alasan untuk mengeluh dan kami tidak memiliki sukacita keselamatan.

Atau kami hanya berfokus kepada pencobaan hidup tanpa melihat semua hal yang Allah telah memberkati kami. Anda tidak menghargai dan tidak mengingat semua yang Allah telah melakukan bagi Anda. Dan Anda tidak memberi perpuluhan dan Anda mencuri dari Allah. Dan Anda semakin dekat kepada dosa- dosa lama yang akrab.

Inilah yang saya kuatirkan bagi jemaat.gereja. Apakah yang terjadi bagi kami saat kami hanya memetingkan diri dan kami menyalahgunakan anugerah Allah. Karena itu sangat penting bagi kami untuk menanyakan, “Apakah kami telah melakukan yang maksimal untuk menyenangkan engkau ya Tuhan?” Apakah aku terlalu mementingkan diri? Inilah waktunya kita menyelidiki hati kami, Amin?
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu