03 Mar 2013 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2013
Undangan Pribadi
3 Maret 2013

Tuhan kita datang ke dunia ini untuk menyelamatkan orang-orang berdosa, untuk menyelamatkan mereka dari murka, untuk menyelamatkan mereka dari neraka, untuk menyelamatkan mereka dari neraka. Dan Yesus Kristus menyeatakan tujuan-Nya pada inkarnasi ketika Dia mengatakan di Matius 18:11, “Karena Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang.” Itulah tujuan dan pesan Kekristenan, yaitu keselamatan.

Undangan yang sama kita dapat melihat di Yesaya 55:1-3 yang mengatakan, “Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran! 2 Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. 3 Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud.”

Pada akhir Alkitab ada undangan lagi di Wahyu 22:17, “Roh dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!” Allah selalu mengundang orang-orang untuk diselamatkan. Itulah karakter Allah.

Di Yohanes 6:35, Dia mengatakan kepada mereka, “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” Ketika Yesus mengatakan datanglah Dia mengatakan percayalah Aku. Aku ini roti kehidupan dan air hidup.

Lihatlah sekarang undangan yang indah ini di Matius 11:25-30, “Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. 26 Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. 27 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya. 28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. 29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”

Apakah Anda mengerti sepenuhnya bagian ayat-ayat yang indah ini? Kuncinya untuk mengerti ini adalah untuk mengetahui apakah yang ditawarkan Yesus. Ketika Ia mengatakan – Datanglah kepada Aku – apakah alasan-Nya? Secara sederhana, Aku akan memberikan Anda istirahat. Dia mengatakan itu di ayat 28, “Akau akan memberi itu” dan Dia mengatakan itu di ayat 29, “Anda akan mendapat itu.” Namun janji Tuhan Yesus adalah untuk istirahat.

Sekarang apakah artinya istirahat ini? Kita tidak akan mengerti undangan ini kecuali kita mengerti artinya istirahat. Bahasa Yunani harfiah mengatakan saya akan memberi istirahat kepada Anda atau saya akan menyegarkan Anda atau saya akan menghidupkan Anda kembali, namun apa maksud-Nya Tuhan kita? Marilah kita melihat Ibrani 3 untuk mendapat jawabannya. Nah istirahat adalah kata umum di Perjanjian Lama. Namun konsep istirahat adalah suatu konsep Yahudi. Mereka melihat janji Allah itu sebagai janji ada istirahat.

Marilah kita mulai dengan Ibrani 3:7-9, “Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus (Dikutip dari Mazmur 95): “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, 8 janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun, 9 di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya.”

Ini suatu peringatan. Pertama-tama, Ibrani ditulis bagi komunitas orang Kristen Yahudi, namun kadang-kadang didalam buku ini ada peringatan bagi orang Yahudi yang dari luar sudah yakin semua ini benar namun mereka tidak mau berkomitmen kepada Kristus karena mereka takut keluarga dan teman-teman Yahudi mereka dan takut dikeluarkan dari rumah ibadat mereka.

Jadi mereka bimbang dan itu tempatnya orang calon murtad yang tahu segalanya namun tidak pernah mengambil keputusan yang benar dan akhirnya mengeraskan dirinya masuk kedalam hukuman yang paling berat karena dia yang tahu paling banyak juga akan dihukum paling berat.

Jadi di Ibrani 3:10-11 dikatakan, “Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata: Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku, 11 sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku.” Sekarang bagi orang Yahudi tempat perhentian atau tempat istirahat di padang gurun berarti tanah Kanaan, tanah perjanjian.

Kita percaya bahwa ada beberapa diantara mereka yang benar-benar diselamatkan dalam sejarah, namun dalam analogi yang digambarkan ini Dia mengatakan – Orang-orang sudah mulai menuju ke arah yang benar dan mereka percaya ada tanah yang baik, namun mereka mengembara dalam keraguan sampai mereka meninggal tanpa masuk kedalamnya. Dan Dia mengatakan janganlah terus yakin bahwa Injil itu benar namun berdiam dalam keadaan bimbang.

Dalam analogi-Nya istirahat itu berarti keselamatan. Sekarang tunjukkanlah aku seseorang yang tidak mengenal jalan Allah, yang selalu bersalah dalam hatinya, seseorang yang mengeraskan dan melawan Allah dan yang tidak mendengar suara- Nya dan aku menujukkan Anda orang yang tidak percaya. Mereka adalah orang- orang yang tidak percaya yang tidak masuk ke dalam istirahat, yang belum diselamatkan.

Kembali ke Matius 11, jadi apakah istirahat itu? Kita ada konsep yang sama disini, Yesus mengatakan di ayat 28, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Anda akan menemukan istirahat bagi jiwa Anda, Yesus menawarkan mereka keselamatan, istirahat yang menyelamatkan. Ada lima definisi dalam kamus untuk istirahat dan mereka paralel dengan pengertian istirahat keselamatan.

Nomor satu, kamus mengatakan bahwa istirahat adalah berhenti segala tindakan atau gerakan, berhenti bekerja dan berusaha. Dan itulah istirahat yang disediakan Tuhan. Masuk kedalam istirahat Allah berarti tidak perlu berusaha lagi untuk berkenan kepada Allah, tidak ada lagi usaha daging untuk mendapatkan belas kasihan-Nya. Kita berhenti legalisme, dan berhenti membenarkan diri. Kita beristirahat dalam anugerah-Nya yang melingkupi.

Kedua, kamus mengatakan bahwa istirahat adalah kebebasan dari apapun yang melelahkan dan mengganggu. Dalam hal rohani, untuk masuk ke dalam istirahat Allah berarti ada damai sejahtera dengan Allah, memiliki damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal, memiliki hati yang benar-benar tenang ditengah badai, tanpa ada frustasi atau kekuatiran tentang hidup dan tujuan akhir, dosa-dosa telah diampuni dan tidak ada lagi perasaan bersalah.

Ketiga, kamus mengatakan istirahat berarti semua sudah diselesaikan dan ditentukan. Masuk kedalam istirahat Allah berarti kedudukan kita aman di dalam Allah, tidak perlu lagi pindah dari filsafat ke filsafat, dari agama ke agama, dari guru ke guru. Keempat, beristirahat berarti menjadi penuh kepercayaan dan menikmati iman tanpa ketakutan, yakin bahwa kekekalan kita adalah dalam perawatan dan kasih-Nya.

Dan kelima, masuk kedalam istirahat Allah berarti mulai dari sekarang kita bergantung kepada Dia untuk segala-galanya. Itulah undangan Yesus Kristus sendiri supaya orang-orang datang kepada Dia. Dan bagaimana cara-Nya Dia melakukan itu? Marilah sekarang kita melihat khususnya kepada alasan pertama dari lima alasan malam ini dan moga-moga kita dapat membahas keempat yang lain Minggu depan.

Tuhan kita tahu sikap orang Yahudi akan menolak-Nya secara total di seluruh negara, namun Dia tetap menjangkau mereka yang masih mau datang. Hari-hari awal popularitas sudah berlalu, tantangan telah membentuk diri, namun ditengah itu Tuhan tetap mengundang orang dengan lemah lembut.

Pada saat undangan ini mulai perhatikanlah caranya ini mulai. Yesus mengatakan, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.” Ini adalah pengakuan bahwa segala tanggapan, yang negatif dan yang positif, berada di dalam kendali Allah yang berdaulat.

Ayat 26, “Meskipun demikian, Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.” Dengan kata lain dalam semua undangan harus ada pengakuan bahwa Allahlah yang harus dupuji, dan Dialah yang menentukan apa yang akan terjadi. Setiap kali Anda memperkenalkan Kristus, Anda harus percaya di dalam hati Anda bahwa Allah adalah Yang berdaulat dibalik segala sesuatu.

Ada lima unsur dalam undangan-Nya. Yang pertama adalah kerendahan hati atau ketergantungan, Anda dapat memakai kedua-duanya. Ayat 25-26 lagi, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. 26 Meskipun demikian, Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.”

Ada beberapa orang yang mengartikan, “semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai” ini semakin Anda cerdas, semakin Anda dipersulit karena Allah tidak ingin orang pandai masuk ke surga. Bukan itu yang dikatakan. Lihatlah frase “semuanya itu.” Kita harus tahu apa semua itu yang disembunyikan-Nya. Apakah semuanya itu?

Dia membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan Kerajaan, ajaran Yesus tentang Allah, tentang kebenaran, tentang keselamatan, ajaran Yesus tentang ketaatan dan tunduk, tentang kebenaran rohani yang mendalam dan kekal. Apakah itu berarti bahwa kebenaran rohani yang mendalam tidak disediakan untuk orang terpelajar dan bijaksana? Memang benar.

1 Korintus 2: 9-14 mengatakan, “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga.” Nah ini mengacu kepada penelitian duniawi yang empiris dan eksternal. Allah mengatakan bahwa pengetahuan spiritual tidak tersedia secara empiris atau obyektif. “Dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia.” Ini subyektif, ini tidak dapat dimengerti dari dalam, “Semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” Disini kita kembali kepada semua hal itu lagi. Hal-hal yang berhubungan dengan Kerajaan tidak dapat diketahui oleh persepsi eksternal atau rasionalisasi internal.

“10 Namun kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.” Kemudian di ayat 14, “Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.”

Yesus mengatakan, hal-hal ini tentang Kerajaan, tersembunyi dari orang pandai, itu berarti itu tersembunyi dari orang yang berpendapat bahwa mereka dapat menemukan kebenaran dengan kecerdasan mereka sendiri saja. Ini sebenarnya mengacu kepada satu kelas orang-orang yang membayangkan bahwa kebenaran mutlak dapat diketahui oleh pikiran manusia.

Pernyataan ini bukan berarti bahwa Allah telah menahan kebenaran dari orang- orang pandai, ini hanya berarti bahwa setiap orang yang memikir dirinya begitu pandai sehingga dia tidak memerlukannya, adalah celaka. Bahkan jika Anda memikir Anda begitu pandai sehingga Anda tidak memerlukan kebenaran dan Anda sengaja menolaknya, Allah kemudian akan menutup pikiran Anda sekali untuk selamanya.

Di Yohanes 12:37 dikatakan, “Dan meskipun Yesus mengadakan begitu banyak mujizat di depan mata mereka, namun mereka tidak percaya kepada-Nya.” Di ayat 39 dikatakan, “Karena itu mereka tidak dapat percaya.” Jadi dari keputusan pribadi untuk menolak, itu menjadi penggenapan ilahi dalam hal itu. Dan Yohanes 12:40 mengatakan, “sebab Yesaya telah berkata juga: 40 "Ia telah membutakan mata dan mendegilkan hati mereka, supaya mereka jangan melihat dengan mata, dan menanggap dengan hati, lalu berbalik, sehingga Aku menyembuhkan mereka.”

Jadi siapakah orang kecil yang disebut dalam Matius 11:25? Ini adalah sinonim untuk anak kecil yang belum memiliki kecerdasan, yang belum ada pendidikan, yang terbatas sekali. Jadi kita melihat anak yang tidak berdaya, yang belum bisa bicara, yang masih belum bisa makan makanan padat, yang masih menyusui pada payudara ibunya dan benar-benar bergantung.

Siapakah mereka yang dapat masuk kedalam keselamatan? Mereka adalah orang yang tergantung, bukan yang mandiri. Mereka adalah yang rendah hati, bukan yang sombong. Mereka adalah yang tidak berdaya dan mereka menyadari hal itu. Mereka hampa dan mereka tahu hal itu. Mereka menyadari tidak ada sumber daya di dalam kehidupan mereka. Anda harus mencapai titik di mana Anda meninggalkan semua sumber daya Anda sendiri.

Jadi perbandingan antara orang bijak dan orang kecil bukanlah perbandingan antara orang pandai dan orang bodoh. Ini perbandingan antara mereka yang memikir mereka sanggup menyelamatkan diri berdasarkan akal mereka sendiri dan mereka yang tahu mereka tidak sanggup dan bergantung seluruhnya kepada anugerah Allah.

Di Khotbah di Bukit di Matius 5 Yesus mengajarkan, “berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” Roh yang mengemis adalah seseorang yang tidak ada sumber daya dan menyadari hal itu, yang malu untuk mengangkat kepalanya. Namun dialah yang masuk Kerajaan. Ini benar-benar kebalikan segala sesuatu yang diajarkan kepada orang Yahudi oleh orang Farisi dan ahli-ahli Taurat.

Selanjutnya di Matius 5:4 dikatakan, “Berbahagialah orang yang berdukacita.” Yang bukan saja menyadari kemiskinan jiwa mereka namun juga berdukacita atas keadaan mereka. Dan kemudian selanjutnya, “Berbahagialah orang yang lemah lembut.” yang rendah hati. Dan kemudian mereka yang lapar dan haus akan kebenaran. Mereka tahu mereka tidak memiliki kebenaran. Mereka tahu hal itu dan mereka lapar dan haus untuk itu.

Dan itulah yang berkenan kepada Allah. Mengapa? Karena itu memuliakan Allah. Dan itulah alasan utama untuk segala-galanya di alam semesta. Jika orang sombong masuk ke dalam Kerajaan itu tidak akan memuliakan Allah. Karena itu sulit sekali untuk menjangkau yang menonjol dan terkenal, orang-orang yang memikir mereka sudah memiliki segala sesuatu, dan dibanding itu gampang sekali untuk menjangkau orang-orang yang patah hati.

Dengarkanlah Yesaya 57:15, “Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: "Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati.” Bukankah itu luar biasa? Manusia berpikir ia harus mencapai hal itu menyembah kecerdasan dan akalnya. Dan Allah ada diatas bersama dengan yang menyesal dan yang rendah hati.

Kemudian dia meneruskan, “untuk memberi istirahat kepada orang-orang yang rendah hati dan untuk memberi istirahat kepada hati orang-orang yang remuk.” Allah mengatakan Aku memberi istirahat, namun Saya memberikannya kepada orang yang rendah hati, dan orang yang remuk hatinya, yang patah hati dan yang bergantung. Undangan macam inilah yang Tuhan berikan. Tidak ada tempat untuk keangkuhan.

Di Lukas 18, dua orang masuk ke Bait Allah untuk berdoa dan orang Farisi mengatakan – Aku bersyukur kepada Engkau karena saya tidak seperti orang lain, seperti pemungut cukai ini. Saya berpuasa dua kali seminggu dan saya memberi seperpuluh dari segala yang aku miliki. Dia memikir dia cukup baik dengan kesombongan akal rohani. Saya tidak seperti orang lain, saya lebih unggul.

Dan jauh di pinggir ada si pendosa yang memukul diri dan mengatakan, “Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.” Bahkan dia tidak berani menegadah ke langit. Dan Yesus mengatakan, “Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak.” Tidak ada tempat di Kerajaan Allah untuk kesombongan, itu hanya bagi orang yang rendah hati, orang kecil dan orang yang bergantung.

Dan Yesus, Anak Allah memberikan contoh kepada kita. Dengarkanlah apa yang dikatakan di Filipi 2:5-9, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.”

8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. 9Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama.” Marilah kita mengingat hal itu saat kita ikut Perjamuan Kudus dan memikirkan pengorbanan-Nya bagi kami.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu