17 Feb 2013 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2013
Kritik dan Ketidakpedulian
17 Februari 2013

Tuhan kita ingin supaya orang-orang merespon terhadap amanat-Nya. Jadi salah satu ucapan yang sering dipakai Yesus adalah, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!” Bahkan kita melihat Tuhan kita mengatakan itu dari sorga di Wahyu 2 dan 3 dalam surat-surat ke gereja-gereja dimana Dia berkali-kali mengatakan, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”

Dengan kata lain, Tuhan ingin supaya orang merespon terhadap apa yang Dia katakan. Namun ketika memanggil Dia tahu kebanyakan orang tidak mendengar. Ini dasar kebenaran alkitabiah bahwa orang-orang diberi pilihan ketika diperhadapkan kebenaran Allah, untuk mendengarnya, untuk percaya, untuk melakukannya atau menolaknya.

Dan sekarang di Matius 11 dan 12 kita melihat berbagai respon terhadap Kristus. Sekarang kita sudah melihat bahwa salah satu respon adalah keraguan jujur. Yohanes Pembaptis percaya namun masih ada keraguan. Jadi Tuhan telah menangani hal itu dalam ayat-ayat limabelas yang pertama. Ada respon lain yang jauh lebih serius.

Yesus sekarang akan membicarakan penolakan, suatu takjub yang dangkal. Dan Dia akan membicarakan penghujatan di akhir bab 12. Namun dalam bagian malam ini Dia akan membicarakan dua respon kepada Kristus yang lain yang cukup umum. Yang pertama adalah kritik dan yang kedua adalah ketidakpedulian.

Yang pertama membicarakan apa yang dilakukan orang dan yang kedua membicarakan apa yang tidak dilakukan orang. Dan orang dapat menjadi terkutuk ke neraka sama banyaknya dengan apa yang mereka tidak lakukan dibanding dengan apa yang mereka lakukan. Ketika kita melihat kedepan ke penghakiman takhta putih yang besar, sudah pasti ada orang yang mengatakan – aku tidak pernah melakukan sesuatu melawan Allah. Dan itu memang kesalahan mereka. Mereka tidak melakukan apa-apa.

Jadi Yesus menanyakan di Matius 11:16, “Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini?” Aku telah memanggil generasi ini untuk mendengar, namun mereka tidak mendengar. Mayoritas mereka tidak peduli mendengar Yesus Kristus, meskipun mujizat-mujizat-Nya sangat menyakinkan Dia dari Allah.

Kemudian Yesus menggambarkan semua cara negatif generasi ini merespon terhadap-Nya. Yang pertama dibicarakan adalah kritik. Sifat mereka terus menerus mengritik, tidak peduli apa yang Dia lakukan atau katakan, mereka mengritik terus. Kritik itu tidak ada validitas, mereka hanya mencari sesuatu untuk dikritik.

Dan ada orang seperti itu sekarang juga. Tidak peduli beritanya apa, tidak peduli apa yang dilakukan gereja atau dilakukan mereka yang mewakili Kristus, mereka tetap akan mengritiknya, karena yang mereka cari bukanlah kebenaran. Mereka tidak mau mengaku dosa-dosa mereka dan mereka tidak peduli Penyelamat, jadi mereka duduk saja dan mengritik.

Yesus mulai dengan mengatakan, “Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini?” Dan kemudia Dia berkata di Matius 11:16-17, “Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: 17 Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung.”

Idenya adalah bahwa pasar itu adalah seperti alun-alun kota dan anak-anak sering main-main dan meniru apa yang dilakukan orang tuanya. Salah satu permainan popular mereka adalah “Pernikahan” dan favorit lain adalah “Pemakaman” karena keduanya adalah kegiatan sosial masyarakat. Jadi banyak anak-anak ingin ikut main namun ada beberapa anak yang segan main.

Sekarang prinsip perumpamaan Yesus jelas sekali. Selalu akan ada orang yang tidak mau berpartisipasi dalam mainan apapun juga, benar? Mereka akan mengritik pernikahan dan mereka akan mengritik pemakaman. Tidak ada yang dapat memuaskan mereka. Nah Yesus mengatakan angkatan ini seperti itu. Mereka seperti anak kecil yang selalu ingin mengritik.

Sekarang lihatlah Matius 11:18 dan disini terdapat aplikasinya, “Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan.” Apa maksud mereka? Yohanes datang dengan modus keras. Dia datang berkhotbah penghakiman dan penghukuman, Yohanes mengatakan ada kapak tersedia pada akar pohon. Dia berseru supaya mereka bertobat dan minta supaya ada buah hasil pertobatan.

Dan tahukah apa yang mereka katakan tentang dia? Dia ada setannya, dia kerasukan. Mereka tidak ada nabi selama 400 tahun dan mereka dapat menyaksikan bahwa dia hebat. Dia memiliki kuasa kepribadian untuk menarik mereka. Dan mereka dipengaruhi cahayanya selama satu musim. Namun yang mengritik akhirnya mengatakan – wah, ini orang gila. Daripada melihat gaya hidupnya sebagai kritik atas cara hidup mereka, mereka hanya mengejeknya.

Disisi lain lihatlah Matius 11:19, “Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum.” Dengan kata lain, Dia sebaliknya dari Yohanes. Dia datang dan mengikuti arus kehidupan sosial. Dia makan bersama orang-orang dan tinggal dirumah mereka dan datang ke aktivitas sosial. Dia ada di tempat ibadah mereka. Dan Dia berjalan dari kota ke kota. Dia masuk perahu dan Dia menjadi bagian dari kehidupan mereka .

Jadi Tuhan datang dengan cara yang sangat berbeda dari pada Yohanes dan dengarkanlah apa yang mereka katakan lebih lanjut di ayat 19, “Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum anggur, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa!” Jadi karena Yesus bergaul mereka mengritik, dan karena Yohanes tidak bergaul, mereka mengritik.

Supaya Anda tahu, kata pelahap adalah seseorang yang selalu makan banyak. Dan mereka mengatakan Dia juga seorang peminum anggur berarti dia tukang mabuk. Tahukah Anda bahwa apa yang diminum Tuhan adalah anggur dicampur air, yang akibatnya sama dengan minum teh atau kopi. Namun pokoknya Dia datang dan hidup seperti orang biasa.

Namun mereka mengatakan seterusnya, “Dia sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.” Mereka mengatakan Dia orangnya tidak baik karena Dia bergaul dengan bermacam orang yang sakit dan yang membutuhkan pertolongan, dan berbagi penderitaan dan sukacita mereka. Dan karena Yohanes datang dari kehidupan di padang gurun, dan berpuasa, dan tampilnya berbeda dan makan makanan yang berbeda, mereka mengatakan dia gila dan kerasukan setan.

Pokoknya semuanya yang menyaksikan selalu dikritik saja. Tidak ada sesuatu yang dapat menyenangkan mereka. Itu respon yang buruk karena pada akhir Matius 11:19 tertulis, “hikmat Allah dibenarkan oleh anak-anaknya." Penterjemahan terbaik adalah “Hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya,”

Dengan kata lain, Anda dapat mengritik perbuatan Yesus atau Yohanes, namun pada akhirnya kebenaran akan membenarkan dirinya dengan apa yang dihasilkan. Anda dapat mengritik Kristus, namun bagaimana Anda dapat menerangkan orang-orang yang kehidupannya telah berubah, benar? Anda dapat mengritik gereja namun terangkanlah akibat dan hasil gereja di dunia ini.

Kebenaran dan hikmat pada akhirnya dibenarkan dengan apa yang dihasilkan, dan itu argumentasi yang tak terjawab. Hikmat Yohanes Pembaptis yang mementingkan pertobatan dan hikmat Yesus yang mementingkan keselamatan terbukti benar dengan apa yang dihasilkan di dalam hati dan kehidupan orang yang percaya, Dan itulah kesaksian kepada kebenaran.

Ada orang yang selalu mengritik, dan kita semua telah ketemu mereka. Bahkan mereka tidak mencari kebenaran. Mereka hanya mencari kesalahan dengan Kristus dan dengan Kekristenan dan itu respon yang tragis. Karena pada akhirnya kebenaran itu akan dibuktikan dengan apa yang dihasilkan. Sekarang kita telah melihat respon terhadap kritik, sekarang marilah kita melihat respon terhadap ketidakpedulian, apa yang tidak dilakukan orang.

Penting sekali untuk menyadari bahwa apa yang tidak dilakukan orang cukup untuk menghukum mereka. Di Matius 7:26-27 Yesus mengatakan, “Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. 27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”

Dan kemudian di Lukas 17:26-27 tertulis, “Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: 27 mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.” Dan Tuhan mengatakan keadaannya sama sekarang.

Banyak orang mengritik yang mengelilingi bahtera yang dia bangunkan di tengah padang gurun, kira-kira pada tahun ke 110, dan mengatakan, “Orang ini gila. Dia membangun bahtera di padang gurun. Dan dia mengatakan akan hujan, apakah hujan itu? Tidak ada orang yang pernah melihat hujan. Dan ada juga orang-orang yang makan dan minum saja, mereka kawin dan dikawinkan, yang tidak peduli, sampai saatnya ada hujan. Dan pada saat itu sudah telat, pintunya sudah ditutup.

Dan Tuhan mengatakan nanti caranya sama. Sekarang bagian-bagian ini mengilustrasikan ketidakpedulian orang terhadap Allah, namun tidak sebaik dan sekuat ayat berikut ini di Matius 11:20, “Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat- mujizat-Nya.”

Kelemah-lembutan dari ayat 19 sudah hilang. Mereka telah menyaksikan pelayanan Galilea sepenuhnya dengan semua mujizat-mujizatnya, mereka telah melihat sehingga mereka harus tahu, pengampunan dosa, pengusiran setan, pembangkitan orang mati, dan semua yang lain. Dan sekarang mereka tetap masih belum bertobat jadi Dia teruskan dengan pernyataan penghakiman-Nya.

Ini adalah murka Domba, meskipun Dia sebagai Anak Allah berteman dengan orang berdosa dengan penuh anugerah, Dia sangat keras dalam penghakiman-Nya terhadap mereka yang tidak mau mengaku dosa-dosanya. Ini kemarahan kudus. Yang Anda lihat di bagian firman ini adalah amarah kudus.

Sekarang Yesus menyebut kota-kota dimana kebanyakan dari mujizat-mujizat- Nya dilakukan. Inilah kota-kota di Galilea dimana pelayanan-Nya terjadi. Kota disini mengacu kepada penduduknya yang tinggal disana. Dan alasan-Nya Dia mulai menghakimi mereka adalah karena perbuatan hebat dilakukan waktu mereka hadir namun mereka tidak bertobat.

Ketika orang telah mengalami semua itu dan tetap tidak bertobat, kesalahan mereka semakin besar dan mereka lebih bersalah dari pada mereka yang tidak pernah mendengar atau melihat suatu mujizat. Jauh lebih baik bagi Anda untuk tidak mengenal Yesus Kristus daripada mengenal sesuatu tentang Dia dan menolak-Nya. Ibrani 10:26 mengatakan, hukumannya lebih besar bagi orang yang tahu tentang Kristus dan masih menginjak darah-Nya dari pada seseorang yang tidak pernah tahu.

Dan saya mengatakan itu karena Allah berfirman seperti itu karena Dia mengasihi Anda. Dia mengatakan di Lukas 12:48, “Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.” Satu komentator mengatakan, “Setiap pendengar kebenaran Perjanjian Baru adalah jauh lebih senang atau jauh lebih terkutuk dari pada orang-orang yang hidup sebelum kedatangan Kristus.”

Sekarang Yesus memberikan kita dua ilustrasi ketidakpedulian di kota-kota di Galilea. Pertama di Matius 11:21, "Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.”

Celaka sama dengan kutukan. Khorazim adalah desa kecil di bukit empat kilometer sebelah utara Kapernaum. Sekarang ini sudah punah, hanya ada reruntuhan. Kemudian ada Betsaida di dataran Genesaret, diatas laut Galilea. Itu kota kelahiran Filipus, Andreas dan Petrus. Dan Yesus telah melakukan banyak mujizat di dalam desa kecil itu.

Namun lihatlah apa yang Dia katakan, “Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.” Dalam pikiran orang Yahudi kedua kota itu paling celaka dalam sejarah. Mereka itu masyarakat orang-orang non Yahudi yang kafir. Dan Allah telah menghancurkan mereka.

Dengan kata lain, Yesus mengatakan Anda lebih buruk dari pada mereka. Bagi orang Yahudi jika dikatakan dia lebih buruk daripada orang non-Yahudi itu adalah paling buruk di dalam masyarakat itu. Kemudian Dia tambahkan ini di Matius 11: 22, “Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.”

Apakah hari penghakiman itu? Yang dimaksud Yesus adalah penghakiman akhir Takhta putih yang besar ketika semua orang mati dari semua abad akan dibawa menghadap takhta Allah untuk dihakimi untuk penghakiman abadi. Dan Dia katakan, hukuman penduduk Khorazim dan Betsaida lebih besar dari pada hukuman bagi Tirus dan Sidon.

Saudara-saudara, ini memberitahu kita bahwa ada berbagai tingkat hukuman di neraka. Neraka yang lebih parah adalah milik mereka yang tahu tentang Tuhan Yesus Kristus dan tetap menjauhkan diri dari Dia, lebih parah dari pada orang paling bejat yang tidak mengenal-Nya.

Namun keadaannya makin memburuk. Ilustrasi kedua terdapat di Matius 11:23- 24, “Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini. 24 Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.”

Yang Dia katakan adalah bahwa Kapernaum adalah yang paling bersalah. Desa nelayan kecil itu sekarang reruntuhan saja. Dulu ini rumahnya Yesus selama pelayanan-Nya di Galilea dimana Tuhan melakukan begitu banyak mujizat. Dia menyembuhkan anak perwira. Dia menyembuhkan orang kerasukan setan di tempat ibadah. Dia menyembuhkan mertuanya Petrus dan ada orang lumpuh yang digotong dan tilamnya diturunkan dari atap yang disembuhkan.

Dan orang-orang Kapernaum punya ilusi bahwa mereka makmur dan mereka berkata, “Kami akan dinaikkan begitu saja ke surga.” Mereka begitu membenarkan diri. Namun Yesus mengatakan, “Anda akan masuk ke neraka.” Bagi jiwa-jiwa penduduk itu akan ada hukuman abadi.

Mereka sudah dipenjarakan di tempat hukuman sekarang juga. Namun penghakiman terakhir menunggukan takhta putih yang besar dan mereka akan divonis berat untuk apa yang mereka tidak lakukan. Jika seseorang menanyakan aku, apakah kota terburuk dalam sejarah manusia? Mungkin jawaban Anda adalah Sodom. Maksudku, di kota mana lagi turunlah hujan api dan belerang dari langit?

Yesus mengatakan rubahlah daftar Anda. Sekarang itu Kapernaum. Apakah mereka ada masalah homoseksual? Setahu kita tidak ada. Apakah mereka menyerang umat Allah? Tidak, mereka hanya mengabaikan Yesus, itu saja. Mereka tidak peduli.

Anda tidak dapat mengabaikan Yesus Kristus dan memikir itu hanya mengubah perasaan Allah terhadap Anda. Anda hanya membawa rasa bersalah yang lebih besar terhadap diri Anda. Apakah Anda tahu dosa terbesar yang membutakan Kapernaum? Mereka pikir mereka sudah benar. Orang yang benar diri tidak akan mengaku hal itu. Tetapi hukuman mereka malah lebih besar.

Karena itu sepanjang Perjanjian Baru Tuhan kita mengampuni pelacur-pelacur dan mengatakan celakalah hai orang Farisi, karena mereka tidak memerlukan- Nya. Apakah menyebabkan mereka lebih buruk? Mereka tidak peduli. Mereka tidak terang-terangan melawan Kristus, tidak mengejek-Nya, mereka tidak peduli. Janganlah kita melakukan kesalahan yang sama, marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu