27 Jan 2013 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2013
Memilih Kristus atas keluarga
27 Januari 2013

Jadi seorang murid sejati, seorang Kristen tulen adalah seseorang yang tidak takut dunia. Begitu besar komitmennya kepada Ketuhanan Kristus sehingga ia tidak takut akan penganiayaan manusia dan dia memilih Tuhan. Dan saat ia perlu memberi kesaksian dia akan mengakuidan tidak menyangkal Yesus Kristus tidak peduli biayanya.

Sekarang marilah kita melihat tanda ketiga dari murid sejati, seorang Kristen tulen akan meninggalkan keluarganya. Di Matius 10:34, Tuhan kita mengatakan, “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.” Wah, ini pernyataan yang sangat dramatis.

Dengan kata lain Yesus mengatakan – Ada beberapa diantara Anda yang akan mengakui Aku ketika Anda menghadapi orang-orang dalam kehidupan Anda sehari-hari dan ketika Anda dibawa ke pengadilan manusia. Ada beberapa diantara Anda yang akan menyangkal Aku karena bukan itu yang penting bagi Anda dan Anda lebih ingin menyelamatkan reputasi dan nyawa Anda.

Yesus mengatakan bahwa ini membuktikan Aku datang membawa pedang, Aku menyebabkan ada perpecahan. Aku memaksa orang untuk mengambil keputusan yang akan memisahkan satu dari yang lain. Faktanya ada orang yang mengaku Kristus dan ada yang menyangkal Kristus membuktikan bahwa kedatangan-Ku akan menyebabkan peperangan.

Sekarang orang-orang Yahudi tahu dari Perjanjian Lama bahwa ketika Mesias datang Dia akan membawa damai. Dan kita mengerti hal itu karena memang itu sebagian dari keseluruhannya. Dan pada waktu Yesus berbicara dengan murid- murid-Nya, mereka sudah mulai mengalami damai di dalam hati mereka yang datang dari hubungan mereka dengan Yesus.

Namun Yesus ingin supaya mereka mengerti bahwa ada lebih dari pada hanya hal itu. Jadi Tuhan mengatakan – Janganlah memikir Aku hanya membawa damai. Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Disini terdapat lagi paradoks. Di satu sisi Tuhan mengatakan Aku adalah Raja Damai, namun disisi lain akan ada pedang.

Bahkan di Perjanjian Lama ini sudah dinubuatkan. Mikha 7:6 menggambarkan waktunya kedatangan Tuhan, “Sebab anak laki-laki menghina ayahnya, anak perempuan bangkit melawan ibunya, menantu perempuan melawan ibu mertuanya; musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.” Campur tangan Allah di dalam sejarah melalui inkarnasi Kristus akan membagi dunia menjadi pihak yang akan melawan satu sama lain.

Bahkan Martin Luther mengatakan, “Jika Injil kita diterima secara damai, pasti itu bukan Injil tulen.” Dan dia melihat perpecahan itu. Ketika dia berkhotbah kebenaran di Gereja Katolik akibatnya bukan damai, ini menyebabkan celah terbesar di dalam sejarah agama. Ini secara efektif memecahkan Gereja Katolik dan memulai Reformasi Protestan.

Nah, ayat 34 adalah suatu paradoks karena saat para malaikat mengproklamirkan kelahiran-Nya mereka mengatakan “damai di bumi.” Dan Yesus mengatakan di Yohanes 14:27. “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu.” Dan di Yohanes 16:33 Dia katakan, “Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia,” dan sekali lagi menjanjikan mereka damai.

Memang benar, kedatangan pertama membawa damai parsial, yaitu damai yang datang kedalam hati mereka yang percaya. Namun Tuhan mengatakan - ingat ya pada saat Anda keluar, Anda akan menyebabkan perpecahan, pemisahan yang nyata. Itulah pekerjaan Injil, yaitu api pemurnian yang membakar habis ketidakpercayaan. Saat Kritus datang terjadilah peperangan.

Lukas 12:49-53 mengatakan, “49Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala! 51 Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan. 52 Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga. 53 Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki- laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya.”

Jika Anda murid sejati, Anda akan mengiktu Yesus di dalam rumah Anda sendiri meskipun keluarga Anda tidak setuju, dan ini sukar benar? Karena itulah tempatnya untuk damai dan keintiman. Mereka adalah orang yang dikasihi. Lihatlah Matius 10:35, dan beginilah caranya Yesus berbicara, “Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya.”

Sekarang ini ayat yang paling sukar. Masalahnya tidak begitu buruk seandainya Anda ada perselisihan dengan tetangga Anda atau majikan Anda, atau teman Anda atau kenalan Anda, namun ketika ini berurusan dengan keluarga Anda dan komitmen Anda kepada Yesus Kristus, ini berarti Anda berlawanan dengan keluarga Anda, ini sukar sekali.

Yesus mengatakan tidak ada hubungan yang lebih penting daripada suatu hubungan dengan Dia. Dan mengikuti Yesus Kristus mungkin berarti Anda telah menyebabkan ada perpisahan yang besar di dalam rumah Anda sendiri. Namun itulah tanda murid sejati.

Ada isteri yang tidak mau datang kepada Kristus karena ia takut ada perpisahan dari suaminya. Ada suami yang tidak akan datang ke Kristus karena takut ada perpisahan dari isteri mereka. Ada anak-anak yang tidak akan datang kepada Kristus karena mereka takut akan bapa atau ibu mereka dan sebaliknya juga.

Kita membicarakan Ketuhanan Kristus, menjadi orang Kristen berarti menegaskan komitmen Anda bahwa Kristus adalah Tuhan Anda, penguasa mutlak Anda, sampai Anda rela meninggalkan segala sesuatu. Ini bukan saja menangkat tangan Anda, menandatangani kartu, maju kedepan dan mengatakan – Aku mengasihi Yesus. Ini adalah iman dimana kenyataan iman itu dibuktikan dengan suatu komitmen yang tidak dapat digugat apapun juga.

Matius 10:36 mengatakan, “musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.” Itu benar. Kristus datang dengan pedang, bahkan di dalam rumah Andapun. Dan kemudian di ayat 37 berikut, “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki- laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.”

Yesus mengatakan, “Anda tidak dapat menerima keselamatan jika keluarga Anda lebih penting dari pada Aku.” Anda perlu memilih. Dan kadang pilihan itu termasuk hidup Anda sendiri. Mungkin Anda memilih Kristus dan kehilangan keluarga Anda, namun apakah Anda rela memilih Kristus dan kehilangan nyawa Anda?

Sekarang kita mulai serius tentang siapakah orang Kristen, benar? Jaid kita katakan seorang murid tulen tidak takut dunia, mementingkan Allah, meninggalkan keluarga dan sekarang keempat murid sejati mengikuti panggilannya. Matius 10:38 mengatakan, “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.”

Pasti Anda telah mendengar banyak renungan atau khotbah tentang, “memikul salib Anda.” Dan Anda telah mendengar banyak definisi tentang apakah artinya kayu salib itu, seperti isteriku adalah salibku atau suamiku adalah salibku. Atau guru yang menyebabkan Anda seperti orang gila, atau tetangga Anda atau majikan Anda adalah salib Anda. Tidak saudara, tidak satupun dari mereka adalah salib Anda.

Ketika Yesus mengatakan – pikullah salibmu, orang Yahudi langsung mengerti apa maksud-Nya. Dia membicarakan kematian diatas kayu salib. Ketika Yudas dari Galilea memimpin pemberontakan dan mencoba untuk menggulingkan pemerintah Roma, mereka dihancurkan. Dan jenderal Roma bernama Varus ingin melakukan sesuatu supaya mereka tidak akan berani mencoba itu lagi, jadi dia menyalibkan lebih dari dua ribu orang Yahudi.

Dan dia membangun kayu salib mereka sepanjang perjalanan di Galilea supaya dimanapun orang pergi mereka bisa melihat orang-orang disalibkan dipinggir jalan. Dan setiap orang Yahudi yang disalibkan diharuskan memikul kayu salibnya untuk eksekusi mereka sendiri setelah ia berjalan ke tempat penyaliban. Dan orang Galilea semua ingat hal itu.

Jadi Yesus berbicara dengan mereka dalam konteks sejarah dan Dia mengatakan – Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Dan yang dikatakan-Nya adalah – Pikullah salibmu, yang berarti: ikutlah Aku dan Anda harus rela mati kematian yang paling menyakitkan.

Sekarang ingatlah hal ini, penyangkalan dirimu adalah penyangkalan sampai mati. Tuhan benar memusatkan diri-Nya kepada siapa benar-benar orang Kristen. Dan sekarang Yesus mengajarkan bahwa kita harus memilih kematian demi Dia lebih dari kehidupan demi kita. Dan memang itulah teladan-Nya: Dia mati dikayu salib demi penyelamatan kita.

Dan Kristus menambahkan pemikiran kaya ini di Matius 10:39, “Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.” Dalam mempertahankan nyawanya, dalam mengamankan kehidupan fisik dan berfokus kepada dunia ini Anda baru saja kehilangan jiwa Anda. Namun jika Anda bersedia untuk kehilangan hidup Anda demi Saya, Anda benar-benar akan menemukan kehidupan kekal pada akhirnya.

Orang yang mengakui Yesus Kristus dan mati untuk itu keadaannya jauh lebih baik daripada orang murtad, orang yang tidak percaya yang tidak mati dengan menyangkal Kristus dan yang menerima kutukan abadi. Lebih baik untuk kehilangan hiburan Anda dan lebih baik di aniaya dunia, bahkan lebih baik kehilangan keluarga Anda, bahkan lebih baik kehilangan nyawa Anda daripada meninggalkan Yesus Kristus.

Dan puji Tuhan, kita belum tentu harus melakukan semua hal ini, namun jika kita memang benar murid sejati dan jika keadaannya mengharuskan ini kita rela melakukannya. Lihatlah, sampai sekarang semuanya rada negatif. Apa positifnya? Iya, memang ada dan ayat-ayat ini berakhir secara positif, dan memang ini sangat menarik.

Nomor lima, Matius 10:40 mengatakan, murid sejati mengakibatkan penghargaan. Kita ada efek positif. Tahukah Anda bahwa kita adalah penentu- nasib di dunia ini? Ketika kita membawa pedang yang memisahkan, disisi satu ada orang yang tidak percaya, namun disisi lain ada orang percaya. Dan ketika kita berkhotbah dan kita hidup dan ketika kita memberi kesaksian, beberapa orang menjadi orang percaya, benar?

Dan bagi mereka Kristus positif sekali. Tidak semua orang akan menolak pesan murid itu, ada yang akan percaya, beberapa orang akan menerima Tuhan mereka. Dan karena kita tidak mampu untuk menghargai iman mereka, Tuhan akan melakukan itu untuk kita. Lihatlah Matius 10:40, “Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.”

Dan ketika Anda mewakili Yesus Kristus dan Anda memberitakan Injil, orang- orang yang percaya hal itu adalah mereka yang menerima Anda. Dan ketika ada beberapa yang menerima Anda, mereka menerima Tuhan. Dan mereka yang menerima Tuhan juga menerima Yang mengutus Tuhan. Anda menjadi agen dari mereka yang menerima Allah sendiri.

Malah ada lebihnya. Matius 10:41, “Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.” Ketika Anda keluar mewakili Allah dengan kehidupan Anda dan dengan khotbah Anda dan dengan cara hidup Anda, mereka yang menerima Anda akan menerima upah Anda juga.

Apakah artinya ini? Ini berarti percis seperti apa yang dikatakan. Setiap orang yang mengabarkan Kristus, kepada orang yang menerimanya akan dibagikan upah si pengabar. Jika Tuhan memberi upah kepada kami karena kami mengproklamirkan-Nya kepada Anda, Yesus akan memberikan upah yang sama kepada mereka yang menerimanya. Dan kita semua berbagi.

Jadi ini berarti saya menjadi sarana berkat Anda. Apakah Anda ingin menjadi berkat di dunia ini? Maka akuilah Kristus kepaa manusia. Kemudian berdirilah dengan berani tanpa mengurangi kesaksian Anda dan janganlah malu akan Kristus. Dan biarlah kehidupan Anda menjadi sumber upah mereka.

Ketika Anda merenungkan nabi-nabi dan orang-orang benar, mungkin Anda memikir mereka itu hebat sekali. Namun Tuhan memberikan kita suatu pikiran yang indah di Matius 10:42, “Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."

Siapakah orang kecil itu? Mereka adalah murid-murid baru itu. Dan itulah keadaannya keduabelas murid itu waktu itu, mereka masih sekelompok orang yang hampa dan tak terbukti. Masih ingat permulaan Matius 10? Mereka tidak berarti.

Dan Yesus mengatakan – Ketika Anda melihat orang mengabarkan Injil, Anda dapat memperlihatkan bahwa Anda menerima Injil itu dengan memberikan mereka secangkir air sejuk. Maka orang-orang akan diberkati ketika mereka percaya pesan kami karena mereka akan diselamatkan. Mereka akan menerima upah mereka karena mereka akan dibagikan upah yang sama yang kita kabarkan.

Menjadi murid Yesus Kristus itu sangat ajaib. Anda akan menjadi sumber konflik untuk mayoritas orang di dunia dan menjadi sumber berkat bagi sebagian minoritas. Dan Anda dan saya yang menjadi pengikut Kristus, kita menjadi alasan mengapa ada banyak peperangan di dunia. Kita menjadi garis tegak bagi Allah untuk menentukan siapa akan masuk surga dan siapa tidak.

Saya berdoa kepada Allah supaya kita semua bersedia untuk mengikuti Ketuhanan Kristus meskipun biayanya tinggi, supaya banyak orang mungkin menjadi musuh dan semoga beberapa orang diberkati. Tantangan ini tidak gampang dan karena itu kita selalu harus bersandar kepada Roh Kudus untuk kekuatan, kebijaksanaan dan ketekunan.

Ada misionaris di India yang bernama Henry Martyn. Dia sepanjang hidupnya telah melayani lebih dari pada bagiannya ketika dia mengumumkan dia akan pergi ke Iran karena Allah telah mengutusnya untuk menterjemahkan Perjanjian Baru kedalam bahasa Iran. Pada waktu itu usianya sudah lanjut.

Mereka menasihatkannya bahwa jika dia tinggal di India dia akan mati kepanasan. Dan mereka mengatakan cuacanya di Iran malah lebih panas. Namun dia tetap pergi dan mempelajari bahasa Persia. Dia menterjemahkan seluruh Perjanjian Baru di dalam waktu sembilan bulan. Dan kemudian dia diberitahu bahwa dia tidak diperbolehkan untuk mencetaknya sampai ada izin dari Shah Iran.

Jadi dia berjalan diatas keledai selama 800 mile ke Tehran, namun dia tidak diizinkan untuk bertemu dengan Shah. Dia memutar balik dan pergi sejauh 400 mile untuk bertemu dengan kedutaan Inggris. Duta besar memberikannya semua surat yang diperlukan dan ia dikirim kembali kepada Shah. Jadi dia berjalan 400 mile lagi, jadi seluruhnya 1600 mile. Dia naik keledainya waktu malam hari dan beristirahat pada siang hari.

Akhirnya dia tiba dan diterima Shah yang memberikan izin untuk mencetak dan menyebarkan Alkitab di Iran. Sepuluh hari kemudian dia meninggal. Namun sebelumnya itu dia sempat menulis dbuku hariannya pernyataan ini, “Saya duduk dan merenungkan dengan penghiburan manis Allahku, Pendampingku, Sahabatku dan Penghiburku pada waktu saya sendirian.” Ini bukanlah kehidupan yang gampang namun suatu kehidupan yang layak diingat.

Dalam arti sebenarnya Allah dapat memanggil Anda dan saya untuk menyerahkan hidup kita untuk membangun suatu jembatan bagi sisa orang untuk menyebrang ke hadirat Allah. Dan ini mulai sekarang juga, dimana saja Anda berada, dengan siapapun Anda bertemu dan dalam situasi apapun Allah telah menempatkan Anda dan dengan tugas apapun yang Dia berikan kepada Anda, Amin?
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu