20 Jan 2013 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2013
Pemuridan – bagian kedua
20 Januari 2013

Ada lima tanda seorang murid sejati. Kita mengatakan minggu kemarin tanda nomor satu adalah seorang murid tidak takut dunia. Ayat 26 sampai 31. Yesus mengajarkan kami bahwa kita ada di dalam keadaan bermusuhan, kita akan dianiaya, iya disini di Amerika juga keadaannya semakin menjadi masalah.

Dan Yesus memberikan kita tiga alasan mengapa kita tidak perlu takut. Dia mendorong murid-murid-Nya dan kita untuk menunjukkan keaslian kami pertama-tama karena kita akan dipulihkan, Pada suatu hari kebenaran itu akan keluar, apa yang tersembunyi akan menjadi nyata. Dengan kata lain Allah akan memutarbalikkan semua ketidakadilan dan Dia akan memulihkan orang benar.

Dan Anda akan dihormati dan dimuliakan jika Anda memiliki perpektif abadi. Apa yang disayang murid tulen itu bukanlah hal-hal duniawi, dia adalah ciptaan baru, dia adalah warganegara surga dan dia memiliki perspektif abadi dan dia tidak takut dunia karena dia tahu pada akhirnya itu semua akan diputarbalikkan dan dia akan dipulihkan.

Kedua, Yesus mengajarkan jangan takuti manusia namun takutlah akan Allah. Dan jika Anda benar-benar takut akan Tuhan maka Anda tidak akan takut manusia. Apakah manusia dapat lakukan? Yang paling buruk adalah mereka dapat membunuh tubuh kita namun Allah saja yang berkuasa atas tubuh dan jiwa manusia untuk selama-lamanya.

Mungkin saat Anda berada di pekerjaan Anda atau diruangan kelas Anda dan Anda sadar Anda harus lakukan apa yang benar dan ketakutan akan Allah mengatakan, saya harus bersaksi untuk Allah, namun ketakutan akan manusia mengatakan, hey tutup mulut saja, jangan mencari gara-gara. Dan Anda dapat melihat dengan caranya Anda berreaksi apakah Anda lebih takut manusia daripada takut akan Allah.

Dan dalam hal ketiga, Yesus mengatakan bahwa janganlah kita takut dunia karena kita tahu bahwa Allah sangat menghargai kita. Lihatlah dua burung pipit, meskipun mereka hanya berharga satu sen, setiap kali mereka melompat atau mati, Allah peduli. Lihatlah semua rambut di kepala Anda, Dia telah memberi label dan nomor kepada setiap rambut.

Jadi kita tidak takut karena Allah akan memulihkan kita dan Allah jauh lebih berkuasa dari pada manusia dan Allah sangat menghargai kita. Jadi tanda pertama seorang murid sejati adalah dia tidak takut dunia dan dia akan berani bersaksi saat dia diperhadapkan sistim dunia yang jahat dan dia akan mengaku Kristus.

Sekarang marilah kita melihat tanda kedua seorang murid tulen. Murid tulen akan mengakui Allah. Matius 10:32-33, “Karena itu setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. 33 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.”

Apakah maksudnya “karena itu”? Ya, semuanya dibangun atas bagian firman sebelumnya dan karena itu saya perlu mengulangi hal itu. Jika Anda tahu bahwa Allah berjanji untuk memulihkan Anda, dan Anda memiliki kuasa Allah dan Dialah yang kita harus takuti, dan jika Anda tahu Anda akan dilindungi Allah karena Dia sangat menghargai Anda dan karena itu Anda bersedia untuk mengaku Yesus Kristus di depan manusia tanpa takut, benar?

Untuk menjadi orang Kristen sejati kita harus percaya bahwa pada akhirnya Allah akan menang dan akan memulihkan umat-Nya. Dan Anda percaya bahwa kuasa Allah jauh lebih besar daripada manusia, dan Anda percaya bahwa Allah adalah Bapa yang sayang kepada anak-anak-Nya dan jika Anda percaya semua hal itu maka Anda pasti rela untuk mengakui Kristus.

Jadi mengingat janji Allah dan kuasa dan perlindungan-Nya, sepatutnya murid Kristus itu harus mengaku Yesus dihadapan orang tanpa takut meskipun mereka kelakuannya sangat bermusuhan. Perasaan malu apapun juga akan diatasi kemuliaan kekal.

Paulus mengatakan di Roma 1:16, “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya.” Dia tidak malu mengakui Injil karena dia yakin akan kuasanya. Dia tahu Allah akan melindunginya karena dia pernah dilempar batu sebelumnya dan mereka hanya berhenti saat dia mati dan walaupun demikian Allah membangkitkannya.

Inti pemuridan itu adalah komitmen untuk menjadi seperti Yesus Kristus. Dan menjadi seperti Yesus Kristus berarti diperlakukan sama seperti Dia diperlakukan dulu dan itu berarti menghadap dunia yang bermusuhan tanpa takut. Dan dalam melakukan itu berani mengaku Yesus sebagai Tuhan di depan manusia, dengan kepercayaan bahwa Dia akan melakukan yang sama dihadapan Allah Bapa di surga.

Sekarang Matius 10:32 memakai kata ‘mengakui’. Apakah artinya itu? Ini berarti menegaskan atau menyatakan atau menyetujui. Ini suatu pernyataan iman dan kepercayaan kepada Yesus sebagai Tuhan, dan kemudian kehidupan yang memperlihatkan pengakuan itu. Anda dapat mengakui dengan mulut, seperti di Roma 10, dan Anda dapat mengakui dengan kehidupan Anda pada waktu Anda hidup sehari-hari menurut pengakuan itu.

Allah akan melindungi umat-Nya dan Allah akan memelihara umat-Nya, Allah adalah hakim akhir dunia jadi kita tidak ada alasan untuk tidak melakukan tugas kami karena takut manusia. Dan ini berlaku saat ada penganiayaan atau keadaannya baik. Baik Anda berdiri dihadapan orang simpatik atau dihadapan orang yang bermusuhan, orang Kristen sejati tetap mengakui Yesus.

Sekarang perhatikanlah ayat 32, inilah kuncinya, “Karena itu setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia.” Ini mementingkan pengakuan yang umum. Jika seseorang tidak mau melakukan itu dia bukan murid-Nya. Roma 10: 9-10 mengatakan, “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. 10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.”

Ini bukan pekerjaan manusia, ini pekerjaan Allah. Dan karena itu ada biayanya menjadi orang Kristen, ini harus di depan umum, dan harus tulen, dan harus ditandai dengan kerelaan untuk mengakui, untuk menegaskan dan menyatakan bahwa kita milik Kristus biarpun musuh-musuh mengelilingi kita.

Di Wahyu 2:13 Yesus mengatakan kepada gereja di Pergamus, “Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, dibunuh di hadapan kamu.”

Yesus mengatakan, Anda telah menamakan nama-Ku dan tidak pernah menyangkal iman-Ku bahkan ditengah penaganiayaan dimana ada orang mati. Dan begitulah kita tahu ada orang yang benar-benar percaya, itulah tanda keasliannya. Inilah tempat yang baik untuk menyelidiki diri, mungkin kita berpikir, wah aku malu membicarakan Kristus di keluargaku. Apa ya yang aku akan lakukan ditengah-tengah penganiayaan?

Namun saya mau tambahkan bahwa di dalam kehidupan semua orang Kristen kita semua pasti sering jatuh dimana kita tidak memenuhi standar-Nya, benar? Maksudku untuk itulah ada pengampunan dosa, jika Tuhan mengatakan OK deh sekarang Anda adalah murid tulen dan Anda selalu sempurna tanpa salah, itu tidak mungkin karena tidak ada satu orangpun yang sempurna.

Ada murid-murid sejati yang juga jatuh dan menyangkal Tuhan. Ingatlah Petrus. Dia menyangkal Tuhannya, namun tahukah Anda reaksinya? Matius 26:75, “Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.” Dia patah hati karena dia tahu standarnya dan dia patah hati karena dia gagal mengikutinya.

Dan ada juga Timotius, murid pemuridan yang terbaik dari Paulus, ini orangnya yang akan menggantikannya, orang muda yang hebat ini yang dipenuhi dengan semua talenta dan karunia dari Allah, namun Paulus menulis di 2 Timotius 1:8, “Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita.” Jadi bahkan Timotiuspun pernah gagal.

Kita semua akan gagal namun murid tulen selalu mengaku. Jadi Anda perlu melakukan apa yang ditulis Paulus di 2 Korintus 13:5, “Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu!” Apakah Anda sedia untuk berdiri dan mengaku Yesus Kristus? Jika Anda rela, lihatlah pada akhir ayat 32, “Dia juga akan mengakui Anda di depan Bapa-Ku yang di sorga.”

Apakah artinya itu? Ini berarti bahwa Yesus pada Hari Penghakiman akan mengatakan kepada Allah, orang ini adalah milik-Ku. Dia akan menegaskan kesetiaan-Nya kepada Anda karena Anda telah menegaskan loyalitas Anda kepada-Nya. Orang Kristen sejati akan mengakui Kristus, yah masih akan ada penyimpangan, mereka akan gagal namun pola hidup mereka akan menunjukkan kesediaan untuk menjadi lebih seperti Yesus dan kerelaan untuk diperlakukan sama seperti Dia pernah diperlakukan.

Arkeolog telah menemukan informasi tentang seorang gubernur bernama Pliny di provinsi Bitinia yang menulis surat kepada Trajan untuk menjelaskan masalahanya dengan orang-orang Kristen. Ada informan yang mengatakan kepadanya ada orang Kristen diantara penduduknya jadi dia memutuskan untuk melarang semua orang Kristen untuk menyembah Kristus. Dan dia memerintahkan mereka untuk menyembah dewa-dewa Roma dan kaisar juga.

Dia telah mencoba semua hal ini dalam menghadapi orang Kristen ini tetapi pada akhirnya dia mengatakan ini, “semua tindakan ini bagi mereka yang benar- benar Kristen tidak berhasil dengan paksaan apapun.” Jika mereka orang Kristen benar-benar, dia katakan, mereka tidak akan melakukan itu meskipun mereka harus menanggung segala macam siksaan.

Nah marilah kita melihat sisi lainnya, ayat 33, “Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.” Nah ini bisa mengacu kepada orang-orang yang terang-terangan menyangkal Kristus, yang secara terbuka membenci-Nya. Namun ayat ini juga bisa berhubungan dengan seseorang yang dekat kepada Kekristenan.

Ada juga orang yang hanya dari luar mengikuti Kristus, mereka ikut saja selama semua hal berlangsung dengan baik. Akan tetapi begitu ada cobaan, saat hal-hal menjadi sedikit sulit, mereka menyangkal Tuhan. Anda bisa menyangkal Tuhan tanpa mengatakan sesuatu. Anda juga bisa menyangkal Tuhan dengan perbuatan Anda, dengan menjalani cara hidup yang sama seperti orang lain.

Anda juga dapat menyangkal Dia dengan perkataan Anda, Anda hanya bisa mengatakan hal-hal yang mereka katakan. Anda dapat menyangkal Kristus dengan berbagai cara. Tetapi penyangkalan macam itu dikatakan dalam ayat 38 akan dibalas dengan penyangkalan tingkat abadi ketika Tuhan menyangkal Anda dihadapan Allah Bapa di surga.

Perhatikanlah di ayat 32, “Aku juga akan mengakuinya,” dan di ayat 33, “Aku juga akan menyangkalnya,” dan tensa kalimat ini menunjukkan ini adalah penghakiman terakhir. Ingatlah Matius 7:21-23, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” Mengapa? Karena cara hidup mereka menyangkal Dia.

Ini sangat penting. Ada kegelisahan di dalam hati setiap pendeta sebagai gembala kawanan dombanya, bahwa ada seseorang ditengah domba-dombanya yang tidak sungguh-sungguh dan akan bangun pada suatu hari di neraka kekal. Yesus ada perasaan seperti itu di dalam hatinya selalu.

Yudas adalah contoh klasik dari hal ini, dia pura-pura ikut bersama mereka namun ketika keadaannya sulit ia keluar. Dan tidakannya pada dasarnya mengatakan, Yesus bukan Mesias, saya harus mencari jalan keluar dari keadaan ini. Dia tidak begitu saja keluar, dia mencoba cari untung dengan cara apa saja. Namun pada Hari Penghakiman hal yang sangat menakutkan akan terjadi padanya.

Lihatlah bersama saya dan selidikilah apa yang akan terjadi di Matius 25:34. Disini terdapat gambaran penghakiman dan ini adalah penghakiman para domba dan para kambing pada akhir masa tribulasi, penghakiman bangsa-bangsa. Tuhan datang dan memisahkan domba-domba disebelah tangan kanan-Nya, mereka adalah yang mengasihi-Nya dan mengenal-Nya dan kambing-kambing ada di sebelah kiri dan mereka adalah yang tidak mengenal-Nya.

Matius 25:34, “Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.” Dengan kata lain Dia mengatakan, mereka inilah yang telah mengakui Ketuhanan Kristus. Bagaimana mereka melakukan itu? Mereka melakukan itu dengan perkataan mereka di Roma 10 atau mereka melakukan itu dihadapan manusia di Matius 10.

Namun lihatlah bagaimana mereka melakukan itu dengan cara lain, “35 Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; 36 ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.”

“37 Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? 38 Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? 39 Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? 40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”

Apakah yang dimaksud? Ini mengatakan, dengarkanlah dengan seksama saudara-saudari, Anda harus mengakui Kristus dengan mulut Anda, yaitu penegasan iman Anda didepan umum biarpun mereka sangat bermusuhan. Dan disini Anda mengakui Kristus dengan tindakan Anda, dengan hidup seperti Kristus di dunia supaya dinyatakan kepada semua orang hati Yesus yang penuh kasih.

Dan Anda mengakui Kristus dengan memperlihatkan kasih. Dan jika Anda tidak ada kasih bagaimana Anda dapat mengatakan Allah tinggal di dalam Anda, kata Yohanes. Dengan kata lain Anda akan mengakui Kristus dengan memberi makanan kepada orang lapar dan memberi minuman kepada orang haus, dengan memberi tumpangan kepada orang asing, dan memberi pakaian kepada orang telanjang, dengan mengunjungi orang sakit dan orang di penjara. Mengapa? Karena ini menyatakan bahwa Anda seperti Kristus.

Mandat seorang murid sejati bukanlah hanya kuasa Allah namun juga kasih sayang Allah. Dan untuk menjadi seperti Yesus adalah untuk menyatakan Anda seperti Yesus juga dalam hubungan dan persekutuan. Yang memperlihatkan Kristus adalah sikap Anda dan perbuatan Anda dan perkataan Anda.

Kristus bisa melihat kerumunan orang dan kadang Dia menangis atas mereka, Kristus dapat melihat suatu ketidakadilan dan Dia ingin merubahnya menjadi adil, Kristus melihat ada orang lapar dan Dia ingin memberi makanan kepada mereka, Dia melihat orang haus dan Dia ingin memberinya minuman, melihat orang sakit dan Dia ingin menyembuhkan orang itu.

Saya pertama-tama mengaku saya tidak sebaik seperti seharusnya namun saya melihat ada kemajuan dalam hidup saya dan saya bersyukur kepada Allah. Jadi sekarang saya ingin Anda menyelidiki hidup Anda sendiri. Ada biayanya dan itu adalah pengakuan dosa terbuka, dan jika Anda rela melakukan itu maka Ia akan mengaku Anda di depan Allah Bapa.

Jadi saat Anda melihat hidup Anda dan Anda kekurangan, dan Anda tahu penyimpangan itu, apakah respon Anda terhadap dosa-dosa itu? Adakah ada perasaan patah hati, apakah Anda memohon pengampunan, apakah itu datang dari hati yang tulus dan apakah Anda mencoba untuk hidup lebih baik? Itulah sikap orang percaya.

Masih ada tanda orang Kristen lagi dan kita akan membahasnya minggu depan dan apakah Anda tahu tanda itu? Murid tulen bukan saja tidak takut dunia dan memilih Allah namun juga meninggalkan keluarganya sendiri. Kita akan membahas itu nanti. Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu