06 Jan 2013 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2013
Tujuan Pemuridan
6 Januari 2013

Marilah kita mulai tahun baru 2013 ini dengan mendengar apa yang dikatakan Tuhan kita kepada murid-murid-Nya mulai dari Matius 10:24, “Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya. 25 Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya.”

Bagian Alkitab ini adalah permulaan bagian yang paling penting dan paling definitif yang pernah diucapkan oleh Tuhan kita mengenai topik pemuridan. Inilah ajaran Tuhan Yesus Kristus tentang apa biayanya dan apa yang terlibat. Dan karena itu ini memerlukan perhatian kami yang terbesar.

Pemuridan itu sangat penting di gereja kami. Tugas kami seperti dinyatakan Tuhan Yesus Kristus di Matius 28 adalah, “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Dalam Matius 10 Tuhan kita sedang membuat murid-murid. Dia membangun murid-murid. Dia memiliki kelompok dua belas itu dan Dia memuridkan mereka sampai dewasa untuk mengutus mereka mereproduksi diri dan untuk memajukan Kerajaan. Dan inilah proses yang sama bagi kita semua yang kita harus lakukan juga sekarang.

Dan ini artinya jauh lebih dari pada hanya membimbing orang kepada Yesus Kristus. Ini bukan akhir tugas kami, ini hanya awal. Dengan memakai perkataan Paulus di Efesus 4:12, tugas kami adalah “memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan.” Kita harus menghasilkan murid-murid dewasa yang melayani dan yang dapat mereproduksi diri mereka.

Itulah yang dicari Tuhan kita. Dia ingin supaya orang datang dan belajar dari Dia. Dia mengatakan di Matius 11:29, “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.” Itulah intisari konversi itu. Konversi berarti ada keinginan untuk belajar segala sesuatu dari Yesus Kristus, yaitu apa saja yang diperintahkan-Nya.

Dan komitmen saya adalah untuk melakukan itu meskipun saya masih bergumul dengan kelemahan saya dan kebodohan saya dan kedagingan saya untuk mencapai akhirnya, namun saya tahu tugas saya dan saya tahu komitmen saya kepada tugas itu. Yang saya tidak tahu adalah komitmen Anda kepada tugas untuk belajar ini dan itulah masalahnya.

Tuhan tahu tugas-Nya. Tuhan tahu kebenaran dan Dia tahu caranya untuk memberitahukan kebenaran itu namun yang Dia cari adalah hati yang terbuka untuk menerimanya, akal budi yang siap dan hati yang siap. Dan tujuan kita semua haruslah untuk memiliki kehidupan yang telah ditransformasikan seperti itu.

Ketika Yesus memanggil murid-murid kepada diri-Nya, Dia mengajar mereka perlahan-lahan apa yang mereka akan hadapi. Dan oleh karena itu orang-orang yang setengah hati yang belum sedia berkomitmen tidak mau masuk. Yesus melakukan hal yang sama ketika Dia membicarakan pintu yang sempit dan jalan yang sempit. Dia mengeluarkan orang-orang yang belum bersedia untuk berkomitmen, untuk membayar biaya yang ada.

Inilah pemuridan sejati. Beginilah keadaannya jika Anda menjadi pengikut Yesus Kristus. Dan bagian ini akan memaksa Anda untuk menghadapi realitas itu. Tuhan kita benar-benar mengurangi pemuridan itu menjadi beberapa masalah dasar yang jelas. Kita akan membahas beberapa di malam ini dan lebih banyak minggu berikut dan menyelesaikannya sesudah itu.

Jika Anda pernah bertanya-tanya apakah hal nyata dari komitmen itu, dan apakah artinya dikuduskan atau dipisahkan, Anda akan menemukan jawabannya disini. Ayat-ayat ini penuh dengan kebenaran tentang pemuridan sehingga ini telah menjadi fokus orang Kristen selama berabad-abad dalam mempelajari pandangan Yesus tentang artinya dedikasi kepada-Nya.

Pada saat Anda menjadi orang Kristen, Anda bukan hanya membeli asuransi kebakaran, Anda bukan saja melompat melarikan diri dari neraka, Anda menegaskan ketuhanan Kristus yang berarti Anda menegaskan ketaatan Anda. Anda mengatakan – Engkaulah guru, saya adalah murid. Dan Anda akan belajar segala sesuatu yang Dia perintahkan Anda. Seandainya Anda datang berdasarkan suatu persyaratan lain, belum tentu Anda benar diselamatkan.

Jadi orang-orang yang telah merespon terhadap kebenaran Matius 10:24-42 adalah jenis orang yang mengubah dunia. Kita membicarakan dedikasi total, komitmen total, hal sejati, tidak ada yang ditahan. Dan mereka adalah jenis orang yang melalui pemeriksaan diri yang mendalam telah mencapai tingkat dedikasi yang lebih tinggi daripada semua orang lain dan menjadikan mereka jenis orang yang dapat dipakai Allah untuk mengubah jalannya sejarah.

Jim Elliot, yang dimartir orang India Auca menulis dalam buku hariannya, “Allah, aku berdoa kepada-Mu, bakarlah tongkat-tongkat kehidupanku yang nganggur supaya aku dapat membakar bagi-Mu. Konsumsikan hidupku, Allahku, karena itu adalah milik-Mu. Aku cari bukanlah hidup lama, namun hidup yang penuh seperti kehidupan-Mu Tuhan Yesus.” Dan itulah khususnya yang dia terima. Pada saat mudanya orang India asli melemparkan tombak dan membunuhnya.

Dedikasi macam ini yang kita bicarakan. Ini menempatkannya dalam mode kontemporer supaya Anda tidak memikir kejadian ini hanya terjadi di zaman dulu. Jika Anda tahu sesuatu tentang sejarah kebangkitan rohani di Amerika Serikat, Anda pasti telah mendengar tentang nama Jonathan Edwards, pengkhotbah hebat. Allah sangat menggunakannya. Dan ada alasan. Alasannya adalah bahwa dia rela membayar biayanya. Alasannya adalah dia memberikan keseluruhannya.

Dan inilah tulisannya, “Saya tidak mengklaim hak atas diri saya sendiri, tidak berhak atas pengertian ini, kehendak ini, kasih sayang yang ada di dalam diriku. Dan saya juga tidak berhak atas tubuh ini, tidak berhak atas lidah ini, tangan ini, kaki, telinga dan mata. Saya telah memberikan diriku seluruhnya dan tidak ada yang lain yang aku miliki. Saya telah menghadap Allah pagi ini dan memberikan diriku seluruhnya kepada-Nya, saya telah memberikan-Nya seluruh kekuatan supaya dimasa depan saya tidak berhak mengklaim diri untuk apapun. Aku berjanji tegas kepada-Nya, supaya oleh karena anugerah-Nya saya tidak gagal. Hukum-Nya adalah aturan ketaatan saya yang konstan. Saya akan berjuang dengan segala kekuatan yang ada pada diriku melawan dunia, kedagingan dan iblis sampai akhir kehidupanku.”

Ini benar pengabdian. Dan Allah memakai orang itu melampaui imajinasinya. Sekarang kita juga dipanggil untuk komitmen seperti itu. Dan saya memperingatkan Anda bahwa itu adalah yang Anda akan hadapi di bab ini. Dan selagi kita membaca terus perkataan Yesus Anda berkali-kali akan diperhadapkan evaluasi dan pemeriksaan diri tentang tingkat komitmen Anda.

Sekarang marilah kita malam ini memeriksa Matius 10:24-25. Yesus telah memilih keduabelas murid-Nya, dan yang dipentingkan pada awalnya bab ini adalah keduabelas murid itu. Namun ketika kita meneruskan bab ini kita dapat melihat dengan jelas bahwa nasihat ini melebihi mereka. Bahkan di ayat 25 dibicarakan orang-orang yang akan melayani sampai saatnya Anak Manusia itu kembali pada kedatangan-Nya yang kedua kali.

Kita pada permulaannya melihat keduabelas dan kemudian kita melihat semua orang yang mengikuti Kristus. Pertama, misi awal mereka dan kemudian kita melihat misi mereka setelah mereka dikuatkan Roh Kudus. Dan setelah itu kita melihat misi semua orang yang melayani Kristus ketika kita meneruskan bab yang indah ini.

Sekarang setelah kita mempelajari Matius 10:23 kita telah membahas semua sampai kepada kedatangan-Nya yang kedua, sampai Anak Manusia datang kembali. Jadi sekarang Dia telah membawa kita ke tingkat yang luas, dan dalam konteks itu Dia membicarakan setiap murid Dia akan miliki selama seluruh periode itu dan Dia menjelaskan artinya pemuridan mereka dari ayat 24 sampai ke ayat 42.

Sekarang Tuhan kita akan mengatakan ini – Bagi mereka yang benar-benar ingin datang dan menjadi murid-Ku, inilah permintaan saya. Inilah persyaratan Aku. Inilah hal yang nyata dari pemuridan sejati. Perhatikanlah betapa jujurnya Yesus pada permulaannya. Dia tidak menahan apapun juga.

Dia menerangkan biayanya kepada mereka. Anda tidak berbuat sesuatu yang baik jika Anda mencoba supaya mereka menerima Kristus tanpa menjelaskan apa sebenarnya terlibat dalam penerimaan tersebut. Tahukah Anda bahwa mungkin Anda akan kehilangan keluarga Anda, Anda mungkin kehilangan warisan Anda dan Anda akan kehilangan kenyamanan Anda dan itulah persyaratannya.

Mungkin murid-murid itu berpikir – Wah di ayat 16, kita domba ditengah-tengah serigala. Ayat 17, kita akan diserahkan kepada majelis agama dan disesah di rumah ibadat. Ayat 21, keluarga sendiri akan menyerahkan kita untuk dibunuh. Ayat 22, dan kita akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Ayat 23, kita akan dianiaya sehingga kita harus melarikan diri dari kota ke kota.

Jadi sekarang di ayat 24, Yesus mulai ajaran-Nya yang umum tentang pemuridan. Dan Tuhan mengatakan, “Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya.” Dengan kata lain Yesus mengatakan, “Mengapa Anda harapkan perlakuan yang berbeda dari apa yang Aku telah terima?” Apakah Anda mendengar itu, apakah Anda mengerti hal itu?

Pernyataan ini sudah jelas. Murid itu selalu dibawah gurunya. Jika saya menjadi gurumu maka Anda akan belajar apa yang saya ajarkan. Namun Yesus memakai juga kiasan lain, yaitu hamba dan tuannya. Dalam kasus pertama kita anggap murid itu memilih gurunya, dalam kasus kedua – tuan itu beli dan memiliki hambanya.

Tetapi dalam kedua kasus, ada peran pengabdian, kita berada dibawah-Nya. Murid itu seorang pelajar. Guru adalah orang yang tahu. Tuhan adalah penguasa dan budak itu doulos. Dan per definisi dialah melakukan apa yang diperintahkan tuannya. Jadi Tuhan mengatakan, Prinsip dasar pemuridan adalah bahwa Anda menyerahkan diri kepada-Ku.

Kita memilih untuk menjadi murid yang belajar di kaki Yesus namun Dia memilih kita sebagai hamba-Nya secara berdaulat. Ketika Anda menjadi orang Kristen dan Anda menegaskan bahwa Anda akan mengikuti Yesus Kristus, Anda mengatakan – Saya akan menerima kebenaran dan kebijaksanaan yang Engkau akan ajarkan saya. Saya akan mengikuti perintah-perintah-Mu dan saya akan melakukannya.

Dalam hal ini ada sisi positif dan ada sisi negatif. Marilah saya membahas hal positif dulu sebentar. Yesus juga menggunakan frase itu di Lukas 6:40, “Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.”

Pada suatu hari murid itu akan menjadi sama dengan gurunya. Jadi apakah artinya menjadi murid sekarang? Artinya adalah untuk mengejar menjadi seperti Kristus, itu adalah unsur dasar pemuridan itu. Dari sisi positif Tuhan mengatakan – jika Anda telah diajarkan sepenuhnya Anda akan menjadi seperti Kristus.

Tujuan semua pemuridan telah dinyatakan dengan jelas di Amanat Agung - Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku. Apakah yang terlibat dalam hal itu? Matius 28:20, “ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu." Dengan kata lain, seorang murid adalah sesseorang yang tahu Firman Tuhan dan menaati Firman itu dan mengajarkan orang lain.

Jadi tujuan hidup Kekristenan adalah untuk bertumbuh menjadi seperti Kristus. Menurut 1 Yohanes 3:2, “Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.”

Disisi lain Yesus juga mengatakan bahwa murid itu tidak diatas gurunya, dan seorang hamba tidak diatas tuannya dalam hal penganiayaan. Dengan kata lain, Yesus mengatakan, janganlah harap sesuatu yang berbeda dengan apa yang saya telah alami. Dan semakin kita menjadi seperti Dia semakin orang-orang akan memperlakukan kita seperti mereka memperlakukan Dia.

Anda dapat mengukur kehidupan Kristen Anda sendiri dengan cara itu, benar? Semakin Anda menjadi seperti Kristus semakin dunia akan memperlakukan Anda seperti mereka memperlakukan Kristus. Mungkinkah Anda tidak dianiaya karena tidak ada banyak kesamaan antara kehidupan Anda dan kehidupan Yesus?

Konteks dunia ini adalah penganiayaan, permusuhan dan kematian. Dan kita harus terima hal itu. Ini adalah panggilan untuk pemuridan yang luar biasa. Saya ingin Anda menjadi murid-Ku dan menjadi seperti Aku dan siap untuk membayar biaya yang terbesar. Itulah yang Dia katakan. Dan jika Anda tidak mau datang berdasarkan persyaratan itu Anda tidak akan datang.

Nah sekarang lihatlah ayat 25 dan lihatlah bagaimana Yesus menambahkan frase berwawasan - Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya.” Murid sejati sudah merasa puas menjadi seperti gurunya dan seorang hamba tulen merasa puas untuk setia kepada tuannya. Itu sudah cukup.

Paulus seperti itu dan dalam doanya yang besar di Filipi 3:10 dia mengatakan, “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.” Saya tidak minta disayang dunia ini, saya tidak minta supaya orang menerima saya, biarkanlah saya mengenal persekutuan penderitaan- Nya, bahkan dalam kematian-Nya.

Dan apakah Anda ingin tahu bagaimana mereka diperlakukan? Di ayat 25 Tuhan memberikan kita sebuah ilustrasi, “Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya.” Disini Dia memakai perkataan ‘tuan rumah’, dan ini berarti Tuhan rumah itu. Jika mereka menamakan Yesus seorang setan dan Anda adalah dibawah Dia, apakah Anda harapkan mereka akan menamakan Anda?

Dan apakah orang menyebut Yesus setan? Iya, itu benar. Mereka menyebut-Nya Iblis karena Beelzebub adalah referensi ke Iblis. Lihatlah Matius 9:34 ketika Yesus menyembuhkan orang buta, dan menyembuhkan yang kerasukan setan, dan orang Farisi mengatakan, “Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan.” Dengan kata lain, Dia bekerja untuk setan – penghulu setan.

Mereka begitu benar diri dan mereka pikir mereka mengenal Allah, namun sebenarnya mereka jauh sekali dari kebenaran sehingga mereka melihat Anak Allah yang Kudus hidup dalam daging manusia dan mereka melihat dan mendengar-Nya dan mereka masih mengatakan – Dia kerasukan setan.

Lihatlah Matius 12:24, “Tetapi ketika orang Farisi mendengarnya,” dan disini Yesus sedang menyembuhkan orang dan mengusir setan, mereka berkata: "Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan.” Disini sekali lagi mereka mengatakan Dia kerasukan setan.

Sekarang lihatlah lagi Matius 10:25. Disini Yesus mengatakan, mereka akan menyebut saya Beelzebub. Mereka tidak akan mengatakan Dia bekerja untuk Beelzebub atau Dia mengusir setan dengan kuasa Beelzebub, mereka sekarang akan mengatakan Dia adalah Beelzebub. Dia adalah Iblis. Ini adalah penghujatan terbesar. Dan Yesus mengatakan jika mereka mengatakan hal itu tentang saya, apa Anda pikir mereka akan mengatakan tentang Anda?

Jadi apakah tujuan semua ini? Anda harus rela membayar biayanya. Semakin Anda menjadi seperti Kristus, yang adalah tujuan semua pemuridan, semakin dunia akan memperlakukan Anda dengan cara yang sama mereka memperlakukan-Nya dan mereka akan memperlakukan Anda jahat karena itulah caranya mereka menganggap-Nya.

Ada diantara kita menjadi orang Kristen karena kita melihat sesuatu dalam kehidupan orang lain yang kita ingini. Ada sesuatu yang menarik yaitu suka cita, tidak ada perasaan bersalah, ada rasa kita telah diampuni, ada harapan akan hidup kekal, damai didalam hati, dan semakin kita menjadi lebih seperti Yesus kita akan menjadi lebih menarik bagi mereka yang dipanggil Allah kepada-Nya.

Namun bagi sistim yang membenci Kristus kita akan menjadi lebih jijik. Itulah biayanya pemuridan, lebih menarik bagi mereka yang dipanggil dan lebih dibenci bagi mereka yang tidak percaya. Itu akan berlangsung bersamaan. Dan ini hanya introduksi saja sekarang. Kita akan belajar tentang kelima tanda murid yang tulen minggu depan. Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu