15 Apr 2012 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2012
Pilihlah Jalan yang Benar
15 April 2012

Matius 7:15-20 mengatakan, “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. 16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? 17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. 18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. 19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. 20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.”

Sebelum Paskah kita khususnya melihat bagaimana Tuhan kita minta kepada kita untuk memilih. Lihatlah ayat-ayat 13-14 ketika Yesus berkata, “Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; 14 karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”

Yesus mengundang dan memohon kita dengan mengatakan “masuklah melalui pintu yang sesak itu.” Kemudian Dia memberikan kita dua kemungkinan. Anda dapat memilih gerbang lebar prestasi manusia dimana Anda memikir Anda cukup baik untuk masuk ke surga yang menuju kepada kebinasaan atau gerbang sesak prestasi ilahi, dimana Anda menyadari keberdosaan Anda sendiri dan menerima perbuatan Kristus, yang menuju kepada kehidupan.

“Masuklah pintu yang sesak itu,” adalah panggilan agung yang datang dari hati Tuhan, datanglah dengan cara Allah, hilangkanlah kebenaran diri Anda, kesombongan Anda, swasembada Anda, dosa Anda, keinginan diri Anda, tujuan diri Anda dan datanglah ke jalan Allah.

Pintunya sesak karena Anda harus datang sendirian, sesak karena Anda tidak dapat membawa barang Anda, sesak karena memang masuknya susah dan sempit karena Anda harus menghitung ongkosnya menempatkan diri Anda dibawah kendali Yesus Kristus. Orang berkata, orang Kristen itu pikirannya sempit, memang benar, itulah yang dikatakan Alkitab.

Di Matius 11:28-30 Yesus mengakui beban yang orang mengikat kepada diri sendiri dengan keberdosaan mereka dan semua kewajiban agama yang mereka menanggung sendiri dan Dia mengatakan, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. 29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”

Kuk adalah alat kayu yang diletakkan pada lembu untuk menarik beban atau bagi manusia untuk menanggung tanggung jawab. Bagi orang Yahudi itu kata kiasan dimana memikul kuk guru itu berarti memikul beban yang diberikan guru itu. Disini Yesus mengatakan untuk belajar dari Dia dan dengan cara yang sama lembu itu bekerja keras, kita juga harus bekerja keras untuk belajar dari Yesus.

Perbedaannya adalah bahwa daripada mengikuti hukum-hukum legalis di dalam kekuatan sendiri, sekarang Yesus telah menempatkan Roh Kudus di dalam hati Anda dan kasih yang datang dari Kristus itu mendorong Anda untuk menaati perintah-Nya. Namun ini berhubungan dengan menujukkan buah Roh dan menyangkal kedagingan Anda dan menantang cobaan dalam hidup Anda dan itu selalu pekerjaan keras.

Jadi terdapat undangan di Perjanjian Lama dan juga ditemukan di Perjanjian Baru seperti di Buku Wahyu 22:17, “Roh dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!”

Ada alasan lain mengapa ini sukar, dan itu adalah karena didepan kedua pintu itu, pada saat Anda ada di persimpangan kedua pintu gerbang itu ada nabi-nabi palsu yang berusaha sekuat mungkin untuk mendorong Anda ke jalan yang salah. Mereka itu ada disitu untuk menyembunyikan pintu sesak itu dan menunjuk orang kepada jalan yang luas yang menuju kepada kebinasaan.

Jadi Yesus mengatakan, setelah Anda diundang Aku juga ingin memperingatkan Anda dan sekarang kita tiba di ayat 15. Dia mengingatkan kita untuk memilih jalan yang benar, dan setelah itu tercatat, “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu.” Mereka berdiri ditengah persimpangan jalan dan berusaha keras untuk menipu Anda dan untuk mendorong orang-orang kepada jalan yang luas, dan sukses mereka besar.

Jika Anda tidak setuju lihatlah akhir jalan yang luas itu dimana semuanya akan berakhir di Matius 7:22, banyak orang sama seperti di ayat 13, “banyak orang yang masuk melaluinya.” Banyak orang yang berpikir mereka telah tiba di surge dan yang mengatakan, “Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?”

23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" Banyak orang masuk kejalan itu karena ada nabi-nabi palsu yang mendorong mereka kesitu. Yesus sebenarnya mengatakan: saat Anda berusaha untuk masuk kedalam pintu sesak itu waspadalah akan mereka yang ingin menipu Anda.

Malam ini kita akan mempelajari ‘peringatan’ ini berhubungan dengan nabi-nabi palsu, dan Minggu depan kita akan mempelajari “mengamati.” Ayat 15, “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.” Nah, jelas sekali Tuhan sekarang membicarakan nabi-nabi palsu.

Dan Tuhan telah memperingati kami di Perjanjian Lama dan di Perjanjian Baru. Misalnya Musa memberikan kita di Ulangan 13 ajaran Allah tentang nabi-nabi palsu, “Apabila di tengah-tengahmu muncul seorang nabi atau seorang pemimpi, dan ia memberitahukan kepadamu suatu tanda atau mujizat, 2 dan apabila tanda atau mujizat yang dikatakannya kepadamu itu terjadi, dan ia membujuk: Mari kita mengikuti allah lain, yang tidak kaukenal, dan mari kita berbakti kepadanya,”

“3maka janganlah engkau mendengarkan perkataan nabi atau pemimpi itu; sebab TUHAN, Allahmu, mencoba kamu untuk mengetahui, apakah kamu sungguh-sungguh mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu. 4 TUHAN, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintah-Nya, suara-Nya harus kamu dengarkan, kepada-Nya harus kamu berbakti dan berpaut. 5 Nabi atau pemimpi itu haruslah dihukum mati, karena ia telah mengajak murtad terhadap TUHAN, Allahmu.”

Dan Anda melihat Perjanjian Baru dan di Matius 24:11 dikatakan, “Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.” Disini ada kata ‘banyak’ lagi. Matius 24:24, “Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.”

Mereka mencoba untuk memperkenalkan diri seolah-olah mereka Kristus, mereka adalah pendusta dan penipu. Dan Yohanes mengatakan di 1 Yoh 4:1, “ujilah roh- roh itu, apakah mereka berasal dari Allah.” Jadi Firman Allah memperingati kita berkali-kali tentang nabi-nabi palsu, mereka selalu akan ada, dan selama kita masih ada di dunia mereka pasti akan ada, sampai saat Yesus datang kembali.

Marilah kita merenungkan hal ini bersama, saya ingin memberikan Anda empat kata yang akan menjelaskan peringatan ini di ayat 15. Nomor satu adalah definisi dan bersama ini saya ingin menerangkan apakah nabi palsu itu.

Dan kita tahu di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru bahwa nabi yang benar dikenal dari dua hal, dia memiliki tugas ilahi dan pesannya ilahi. Dia dipanggil Allah dan dia diberikan isi oleh Allah, dia memberitakan pesan Allah dan dia adalah manusia Allah. Nabi tulen adalah suara Allah.

Coba lihat Keluaran 4 dan Anda akan menemukan Tuhan mengatakan kepada Musa, jangan kuatir akan apa yang Anda akan bicarakan. Musa, Aku akan menaruh perkataan-Ku ke dalam mulutmu. Sebelum itu Allah sebenarnya telah memanggil Musa dari semak duri menyala untuk masuk kedalam kantor nubuatan-Nya. Jadi disitu kita tahu ada tugas dari Allah dan dia menjadi orang ilahi yang memberitakan pesan Allah.

Segera setelah Allah mengirim nabi-nabi-Nya yang benar untuk memberitakan yang benar, untuk menjadi gembala benar yang menarik domba kesasar kembali ke Allah, mulailah Iblis itu dengan nabi palsu. Dan selagi Anda mempelajari Perjanjian Lama Anda akan menemukan berkali-kali masalah nabi-nabi palsu, mereka ada dimana-mana di Perjanjian Lama. Sama seperti mereka ada dimana- mana sekarang juga,

Yeremia 14:14 mengatakan, “Para nabi itu bernubuat palsu demi nama-Ku! Aku tidak mengutus mereka, tidak memerintahkan mereka dan tidak berfirman kepada mereka. Mereka menubuatkan kepadamu penglihatan bohong, ramalan kosong dan tipu rekaan hatinya sendiri.”

Di Yeremia 5:31 dikatakan, “Para nabi bernubuat palsu dan umat-Ku menyukai yang demikian!” Sama seperti sekarang dimana orang mencari guru yang hanya mengatakan apa yang mereka ingin dengar. Jadi di Perjanjian Lama hal yang sama terjadi, mereka mengatakan apa yang orang ingin dengar, dusta kecil yang menyenangkan semua orang, dan itu menyenangkan hati orang, meskipun semuanya bohong.

Di Yeremia 23:14 nabi mengatakan, “Tetapi di kalangan para nabi Yerusalem Aku melihat ada yang mengerikan: mereka berzinah dan berkelakuan tidak jujur; mereka menguatkan hati orang-orang yang berbuat jahat, sehingga tidak ada seorangpun yang bertobat dari kejahatannya; semuanya mereka telah menjadi seperti Sodom bagi-Ku dan penduduknya seperti Gomora."

Mereka membuat Anda bangga, mereka mementingkan ego Anda, mereka jahat, mereka penuh kedagingan, mereka berzinah, mereka menguatkan tangan orang jahat, mereka berdusta namun mereka mengatakan apa yang Anda ingin dengar. Jadi Perjanjian Lama selalu memperingati kita bahwa akan ada nabi-nabi palsu.

Perjanjian Baru seringkali menamakan mereka nabi semu (artinya palsu) dan saudara palsu, 2 Korintus 11:26; rasul-rasul palsu, 2 Korintus 11:13; guru palsu, 2 Petrus 2:1; pendusta-pendusta, 1 Timotius 4:2; dan Kristus palsu di Matius 24:24.

Di Kolose 2:8, “Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu.” Jadi peringatan ini mulai dengan suatu definisi, nabi palsu adalah orang yang tidak memiliki tugas dari Allah dan tidak memiliki pesan dari Allah karena filsafatnya kosong dan berasal dari manusia.

Nomor dua, nabi palsu berbahaya, dan mereka licik. Lebih baik Anda memeluk ular kobra, lebih baik tiduran dengan singa lapar, lebih baik minum botol racun daripada berdekatan dengan nabi palsu. Karena bahaya-bahaya itu hanya mempengaruhi tubuh Anda, akan tetapi nabi palsu menyerang dan merusak pikiran dan jiwa Anda.

Sekarang mengapa mereka begitu berbahaya? Akhir ayat 15, karena “sesungguhnya” yaitu sebenarnya, dari dalam mereka berbeda dengan apa yang terlihat dari luar, mereka benar “serigala yang buas.” Di Yehezkiel 22:27-28 dia memakai istilah yang sama, jadi kita melihatnya bukan saja di Perjanjian Baru namun juga di Perjanjian Lama.

Musuh domba nomor satu di Palestina adalah serigala, itu musuh alami, menjelajahi bukit-bukit, melihat kawanan dan pada saat yang tepat waktu dia membuntuti kawanan itu dia akan keluar dari persembunyiannya dan menyambar domba itu dan domba itu sama sekali tidak berdaya melawan serigala.

Nah gembala yang baik menurut Yohanes 10 ketika Yesus mengajarkan kita suatu pola dan prinsip untuk bertindak sebagai gembala yang baik, selalu waspada terhadap serigala, gembala yang baik memelihara domba-dombanya jadi dia mengamati mereka, dia terjaga dan siap untuk melindungi mereka.

Ada tiga macam nabi palsu di Alkitab, dan ini penjelasan yang mungkin dapat memberi Anda pengertian tentang hal ini. Nomor satu adalah orang sesat, ini adalah orang yang mengatakan, itu tidak benar, itu semua bohong, saya tidak percaya Alkitab dan dia mengajar dusta.

Kedua adalah orang murtad yang menyangkal iman, yang menyangkal Kekristenan, yang menjauhkan diri darinya. Ambillah Alkitab Anda dan lihatlah, gampang untuk melihat siapakah orang murtad karena mereka menyangkalnya. Matius 7:5 mengatakan, “Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.”

Macam ketiga, nabi palsu itu, yang dinamakan si pendusta adalah yang diacu Yesus disini. Inilah orang yang tidak kelihatan, inilah orang yang datang dengan pakaian seperti gembala. Ini bukan orang kultis, ini bukan orang Mormon atau Saksi Yehova, atau seseorang yang menjadi anggota Christian Science, yang terbuka dan terang-terangan mengajarkan ajaran salah, mereka itu adalah orang murtad dan sesat.

Inilah orangnya yang selalu berbicara tentang Yesus dan tentang kayu salib dan tentang Allah dan tentang Alkitab dan dia bicara tentang gereja dan Roh Kudus dan dia selalu bersama orang-orang yang benar-benar Kristen. Dan dia ikut campur dalam kerangka penginjilan, dan dia ada di radio, dan dia ada di TV dan dia ada di mimbar dan dia menulis buku-buku dan dia kelihatannya seperti orang Kristen.

Nah janganlah kita heran tentang ini karena di 2 Korintus 11:14 ditulis, “sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat terang.” Dan di ayat 15 berikutnya dikatakan, “Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran.” Kita membicarakan pendusta penyamar yang berada diantara kita. Yudas 4 mengatakan, “orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu.”

Dan kita mengenal mereka bukan berdasarkan apa yang mereka katakan, namun berdasarkan apa yang mereka tidak pernah katakan. Mereka berbicara tentang Yesus dan kayu salib dan surga dan Kekristenan, namun tidak pernah tentang dosa dan neraka dan duka cita dan kelemahlembutan dan kerendahan hati dan patah hati. Mereka berbicara tentang caranya menjadi bahagia dan penyembuhan dan bagaimana menjadi ini dan itu. Mereka baik-baik dan kelihatannya benar Kristen, mereka mengatakan yang benar dan bahkan kehidupan mereka tampaknya bersih.

Mereka adalah penyembuh Roh Kudus yang bahagia dan mereka pemikir-pemikir positif dan mereka adalah pedagang-pedagang Kristus. Banyak orang di dunia ini sekarang dan juga di negara ini memakai Yesus Kristus sebagai produk untuk memperkaya diri. Dan mereka ada di setiap bidang dari buku-buku sampai ke musik sampai ke khotbah di gereja dan televisi dan radio.

Nabi palsu selalu mementingkan diri, memperkaya diri, memenuhi keserakahan diri, prestasi, kuasa, kepentingan dan uang, seluruhnya. Waspadalah, karena mereka ada disekitar kita. Dan dengarkanlah saudara-saudara, saya akan mengatakan hal ini lagi, mereka bukan orang sesat dan orang murtad, mereka adalah yang dianggap kebanyakan orang adalah orang Kristen.

Di 2 Petrus 2 dikatakan, “Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah- tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka.” Dan jika Anda melihat di akhir Wahyu 19 Anda akan melihat nabi palsu utama, Antikristus di zaman akhir bersama dengan nabi palsu akan dilemparkan hidup- hidup kedalam lautan api yang menyala selama-lamanya.

Nah, apakah Anda dapat mengenali nabi-nabi palsu ini, bagaimana Anda tahu siapakah mereka? Itu terdapat di ayat 16-20, dan itu untuk Minggu depan. Yang paling diperlukan di dalam gereja Yesus Kristus adalah kemampuan untuk membedakan yang benar dari yang palsu. Saya tidak pernah melihat suatu saat di dalam hidup saya dimana pengertian doktrin orang Kristen begitu tidak jelas dan kekurangan, begitu gampang ditipu semua orang yang datang dan bicara tentang Yesus. Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu