18 Mar 2012 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2012
Jalan mana menuju ke Surga?
18 Maret 2012

Bukalah Alkitab Anda dan marilah kita melihat Matius 7:13-14, “Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; 14 karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."

Yesus menggambarkan dua pintu yang mengarah seseorang kepada dua jalan yang menuju ke dua tujuan dan yang didiami dua macam penduduk yang berbeda. Sejak saatnya kita cukup besar untuk ambil keputusan sendiri, hidup ini selalu penuh dengan keputusan yang selalu harus kita ambil. Dan Yesus setelah membandingkan jalan orang Farisi dengan jalan Kerajaan mengatakan kepada kita, sekarang Anda juga harus ambil keputusan.

Allah minta supaya setiap orang memilih. Contohnya, melalui Musa Allah menghadapi bani Israel di Ulangan 30:15 dan mengatakan, “Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan... Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu.” Allah memberi orang-orang Israel pilihan terakhir, kehidupan atau kematian, kebaikan atau kejahatan dan memanggil mereka untuk memilih.

Yosua yang menjadi pemimpin orang Israel setelah Musa pada waktu mereka masuk tanah Perjanjian, di minta Allah di Yosua 24:15 supaya orang Israel memilih, “Pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!"

Ada dua hal yang tidak bisa di lakukan dengan Khotbah di Bukit ini. Salah satunya adalah Anda tidak dapat mengamatinya dan hanya mengaguminya. Yesus tidak tertarik kepada tepuk tangan untuk etika-Nya, Yesus tidak tertarik sama orang yang hanya ingin mengagumi kebajikan pernyataan etika Khotbah di Bukit. Yesus ingin ada keputusan tentang nasib Anda.

Yang kedua Anda tidak boleh lakukan adalah menunda hal itu sampai suatu masa depan nubuatan. Dia menuntut ada keputusan sekarang, di waktu sekarang ini. Saya merasa ada banyak orang yang melihat ajaran-ajaran Khotbah di Bukit dan tuntutannya dan memikir ah itu nanti saja di saat Kerajaan masa depan.

Yesus menuntut supaya ada jawaban. Anda tahu sekarang kualifikasi kerajaan; Anda tahu sekarang standar Kerajaan, apakah jawabanmu? Apakah reaksimu? Itulah masalahnya. Yesus minta supaya kita bertindak. Dia telah bergerak sepangjang seluruh khotbah ini, untuk membawa orang-orang, untuk membawa kita kepada saat dimana kita harus merespon.

Dan saudara-saudara, pilihan itu jelas sekali, hanya ada dua pilihan; pintu sesak dan jalan sempit dibanding pintu lebar dan jalan luas, hanya itu saja. Tidak ada pilihan lain, tidak ada.

Mungkin ada orang yang mengatakan, “Bagaimana sih Yesus bisa mengatakan hanya ada dua pilihan tentang agama ketika dihadapan manusia ada begitu banyak agama?” Nah, apakah benar ada banyak agama, kan hanya ada agama benar dan palsu, benar? Malah, sepanjang Khotbah di Bukit Yesus selalu membandingkan kebenaran ilahi dan tuntutan-Nya dengan kebenaran manusiawi dan tuntutannya.

Itu adalah kontras dua macam agama, keduanya ditandai sebagai jalan ke surga. Itu kontras di antara kebenaran ilahi dan kebenarnan duniawi, antara agama ilahi dan agama manusiawi, antara agama benar dan agama palsu. Masalah orang Farisi telah di beritahukan kepada kita di Lukas 18:9, “Dan beberapa orang (orang Farisi) menganggap dirinya benar.”

Setiap orang memilih sendiri. Dan inilah pilihannya, baik Anda sendirian cukup baik atau melalui sistimmu Anda sanggup masuk ke surga atau Anda tidak baik dan Anda bergantung kepada anugerah Allah melalui Kristus. Hanya itulah dua sistim agama di dunia ini. Nah, Anda dapat melihat ratusan nama dan persyaratan agama yang berbeda-beda namun pada dasarnya hanya ada dua agama di dunia.

Ada agama kasih karunia dan ada agama berdasarkan perbuatan. Ada agama berdasarkan iman dan ada agama berdasarkan kedagingan. Ada agama berdasarkan hati dan ada agama berdasarkan penyesuaian eksternal.

Ada sistim agama bikinan manusia yang berdasarkan pikiran bahwa kita tidak memerlukan Juruselamat, kita memiliki kemampuan dan kapasitas untuk mengembangkan kebenaran kita sendiri, berikanlah kita lingkungan religius kecil, berikanlah kita beberapa peraturan, beberapa rutine, beberapa upacara dan kita bisa saja melalukan itu sendiri.

Itulah agama prestasi manusia dan itu memiliki banyak judul yang berbeda namun itu semua sistim yang sama karena asalnya dari sumber yang sama yaitu Iblis sendiri. Dan dia membungkusnya dalam kotak-kotak yang berbeda namun produknya percis sama. Disisi lain, agama prestasi ilahi adalah Kekristenan dan itu berdiri sendiri.

Tahukah Anda bahwa orang Yahudi mengajarkan bahwa mereka mampu mencapai kebenaran itu dengan kekuatan sendiri. Karena itu tulisan Paulus di Roma 3:20 bahwa “tidak seorangpun dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat” itu sangat mengejutkan. Dan Paulus mengatakan bahwa mereka yang hidup di bawah hukum Taurat tersumbat mulutnya dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah.

Tujuan Tuhan di Khotbah di Bukit adalah untuk memperlihatkan mereka bahwa pandangan mereka tentang segala hal itu salah dan untuk membawa mereka ke tempat di mana Dia mulai khotbah itu: berbahagialah orang yang rohnya miskin, berbahagialah orang yang berdukacita, berbahagialah orang yang lemahlembut, berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran.

Dengan kata lain, Yesus mulai dengan apa yang Dia ingin orang itu menjadi yang patah hati, yang berdukacita tentang keberdosaan total mereka, yang lemahlembut di hadapan Allah dan hukum Taurat, dan yang lapar dan haus untuk apa yang mereka tahu mereka tidak memiliki namun sangat memerlukan, yaitu kebenaran Allah.

Namun orang Farisi tidak pernah mengerti pesan itu. Kita mendengar orang Farisi di Lukas 18:11 wakty dia berdoa, “Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain...;12 aku berbuat ini dan berbuat itu dan selama doa itu dia tidak pernah membahas kebutuhannya kepada Allah, tidak ada satu keperluanpun karena dia pikir dia tidak perlu apa-apa, karena dia anggap dirinya sudah begitu baik.

Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh sambil memukul diri dan berkata: “Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.” Yesus berkata, “Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak.” Yesus ingin membawa umat manusia kepada saatnya dia menyadari dia tidak mungkin dapat menyenangkan Allah di dalam kedagingan dirinya. Dan dengan putus asa dan hati yang patah, lemah lembut dan berdukacita dia berseru untuk kebenaran dari Allah.

Ini pilihan yang sama yang kita harus ambil juga. Setelah kita mempelajari Kerajaan di ayat 1-12, dan ketika kita tiba di ayat 13-14 pilihan itu sudah jelas. Ada dua pintu dan dua jalan, yang lebar dan gampang dan yang sempit dan sulit. Dan ada dua tempat tujuan, kehidupan dan kebinasaan. Dan ada dua macam penumpang, yang sedikit dan yang banyak.

Sekarang marilah kita melihat pintu yang sesak. Pertama, di ayat 13 kita harus masuk. Apakah Anda mengerti? Anda harus masuk. Tuntutannya adalah kita harus bertindak sekarang juga. Inilah waktunya, inilah panggilan Allah. Ini bukan kemungkinan, ini perintah. Dan Yesus berkata, masuklah ke pintu yang sesak.

Dia mengatakan ada pintu lebar juga namun Dia tidak mengatakan kepada Anda untuk masuk kesitu karena itu menuju kepada kebinasaan. Orang-orang berkata, “Kok Kekristenan tidak memberi tempat bagi orang lain.” Ya memang benar. Kita tidak melakukan itu karena kita egois atau sombong, kita melakukan itu karena itu firman Allah.

Yesus mengatakan di Kisah 4:12, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” Di Yohanes 10 dikatakan, “Akulah roti kehidupan ...Akulah jalan, kebenaran dan kehidupan....Akulah pintu ... siapa yang masuk dengan jalan lain adalah seorang pencuri dan seorang perampok.”

1 Timotius 2 mengatakan, “Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus.” Hanya satu, tidak ada nama lain, Kristus dan Kristus saja, memang itu jalan yang sempit. Tidak ada kemungkinan lain. Anda harus masuk berdasarkan kemauan oleh iman. Anda harus masuk dengan persyaratan Allah melalui pintu yang ditentukan Allah. Dan Kristus adalah pintu itu.

Dan Anda harus masuk sendirian. Malah, banyak komentator mengatakan gambaran terbaik hal ini sekarang adalah suatu pintu dorongan. Semacam pintu yang hanya memungkinkan satu orang saja masuk sendirian, dan besi itu sempit sekali dan ada semacam tangan besi yang harus di dorong untuk masuk.

Keselamatan adalah tersendiri, perorangan. Keselamatan semua orang eksklusif dan sangat pribadi. Dan itu sulit, karena sepanjang hidup kita bergegas main dengan orang banyak. Sepanjang hidup kita melakukan apa yang semua orang lain lakukan, menjadi bagian kelompok, diterima mereka dan sekarang Kristus mengatakan Anda harus masuk dalam hal ini sendirian.

Dan Yesus mengatakan bahwa Anda masuk dengan susah payah. Mungkin ini mengejutkan beberapa orang. Karena kita mendengar selalu bahwa penyelamatan itu mudah. Yang Anda harus lakukan hanya percaya, maju kedepan di gereja, angkat tangan dan berdoa, itu saja. Namun setelah selesai orang itu bukan berada di jalan yang benar karena mereka tidak masuk melalui pintu yang sesak. Marilah saya akan menunjukkan mengapa.

Dikatakan di akhir ayat 14, mengenai pintu sesak dan mengenai jalan sempit, “sedikit orang mendapatinya.” Perjanjian Lama mengatakan, “Anda akan menemukan Aku jika Anda mencari Aku dengan segenap hati.” Saya tidak percaya ada yang kebetulan terpeleset dan jatuh ke dalam Kerajaan Allah. Itulah cara penginjil KKR, angkat tangan dan maju kedepan dan langsung Anda masuk.

Coba saya jelaskan lebih lanjut. Sukar untuk diselamatkan, kata Yesus. Nomor satu karena Anda sendiri harus mencari. Dan banyak orang mencari namun pada saat mereka tahu ongkosnya mereka tidak tidak mau melakukan itu. Dengarkanlah, Anda tidak akan menjadi orang Kristen dengan cara murah dan mudah.

Nah mungkin itu bukan yang Anda dengar namun itu perkataan Yesus. Kerajaan adalah bagi mereka yang mencarinya dengan segenap hati. Kerajaan itu adalah bagi mereka yang mengejarnya, yang menderita untuk masuk, yang hatinya hancur atas keberdosaan mereka. Yang berdukacita dalam kelemahlembutan, yang lapar dan haus dan yang merindukan Allah mengubah kehidupan mereka.

Salah satu dusta Iblis yang luas di dunia saat ini adalah menjadi orang Kristen itu gampang. Hal ini tidak mudah. Pintunya sesak. Dan Anda harus masuk sendirian dan Anda masuk dengan menderita sepanjang jalan karena keberdosaan Anda. Anda harus memiliki hati yang hancur.

Ada orang muda dan kaya di Matius 19 yang datang ke pintu itu, dia benar mencari. Dan dia menemukan Yesus dan bertanya, “apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Dan Tuhan langsung berbicara tentang inti masalahnya dan mengatakan, “pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin.” Dia datang dengan kebenaran diri ditangan satu dan semua uangnya ditangan lainnya dan dia tidak dapat masuk pintu sesak itu dan Alkitab mengatakan dia pergi dengan sedih.

Anda tidak akan dapat masuk pintu itu kecuali hati Anda bertobat atas dosa. Ketika Yohanes Pembaptis mempersiapkan orang-orang untuk menerima Mesias mereka datang dan dibaptis karena mereka ingin dibersihkan dari dosa-dosa mereka. Siapapun yang memiliki latar belakang Yahudi mengerti bahwa persiapan untuk Mesias itu melibatkan pembersihan dosa.

Akhirnya, Anda harus masuk pintu sesak itu dalam penyerahan total kepada Kristus. Tidak seorangpun dapat diregenerasi seperti ditunjukkan Kristus disini dengan hanya menambahkan Yesus Kristus kepada semua aktivitas duniawi lainnya. Keselamatan bukanlah tambahan, keselamatan adalah transformasi.

Pesan Yohanes 1 adalah jika Anda benar-benar ditebus itu akan menyatakan dirinya dengan kehidupan yang ditransformasikan dimana dosa di akui, dimana ketaatan adalah bagian karakter baru Anda, dan dimana kasih itu nyata. Keselamatan ditandai kehidupan yang berubah. Malah Yesus mengatakan, “Saya tahu siapakah benar-benar murid saya karena mereka menaati firman-Ku.”

Persyaratan-persyaratan ini besar dan ketat dan halus dan jelas. Keinginan hati kita haruslah untuk memenuhinya dengan pengetahuan benar bahwa ketika kita gagal Allah akan menghajar kita dan kemudian Allah akan memaafkan kita dengan indah dan penuh kasih, dan mendirikan kita kembali.

Sebaliknya ada pintu yang lebar. Kita tidak perlu mengatakan banyak tentang hal ini karena sudah terang ini kontras. Yah, semua orang bisa masuk bersama-sama. Wah, Anda bisa membawa semua barang bawaan Anda, dosa-dosa Anda, semua amoralitas Anda, semua non-komitmen kepada Kristus, Anda bisa datang dan masuk pintu kesenangan diri sendiri.

Ada banyak orang yang mengklaim mereka adalah orang Kristen dan mereka hanya mementingkan diri secara total. Sombong, membenarkan diri, menyenangkan diri, dengan bermacam dosa, mereka semua diterima di jalan luas itu. Orang India Barat yang telah memilih Islam diatas Kekristenan mengatakan ini, “Alasan saya adalah bahwa Islam adalah suatu jalan luas yang mulia dan ada tempat bagi orang bersama dosa-dosanya dan jalan Kristus itu jauh terlalu sempit.”

Mungkin Anda berkata, “Wah, ini jalan yang keras dan ketat dan sempit, kedengarannya ini bukan yang saya ingin.” Satu hal yang indah adalah bahwa semua hal keras dan sempit dan semua persyaratan telah dipikul Kristus sendiri, “Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan” (Matius 11:30).

Namun itu tidak berarti tidak ada kesulitan sama sekali. Yesus mengatakan, jika Anda akan mengikuti Aku, Anda harus tahu bahwa banyak orang tidak akan setuju. Anda tidak bisa menjadi muridku jika Anda tidak mengasihi Aku lebih dari semua orang lain, bahkan bapa Anda, ibu Anda, isteri Anda, anak-anak Anda dan bahkan kehidupan Anda sendiri. Mungkin Anda harus meninggalkan semua orang yang dikasihi dan kemudian Anda harus memikul salib Anda dan menjalankan kehidupan bagi Yesus.

Dan Anda juga harus mempertimbangkan penganiayaan. Di dalam dunia Anda akan mengalami tribulasi. Pada suatu hari, kata Yesus kepada murid-murid-Nya, orang-orang pikir mereka akan melakukan perbuatan baik untuk Allah dengan membunuh Anda. Yohanes 16 mengatakan bahwa Anda sepanjang hidup akan melarikan diri dari mereka yang ingin membunuh Anda. Jadi jalan sempit ini mungkin jalan yang keras sekali.

Dan Anda selalu mencoba untuk berurusan dengan keberdosaan Anda sendiri: kebanggaan Anda, keinginan Anda sendiri, kehendak Anda yang mementingkan diri. Yesus mengatakan kepada Petrus, ikutilah Aku dan ngomong-ngomong, Petrus, ongkosnya termasuk hidup Anda sendiri. Apakah Anda tetap mau ikut dengan persyaratan seperti itu?

Sekarang lihatlah sisi yang baik, oh Tuhan, melalui pekerjaan dan keajaiban Roh Kudusmu, semoga Engkau mendorong hati orang-orang kearah pintu sesak, dengan pengertian bahwa akhirnya kesempitan itu meledak menjadi langit baru dan bumi baru dengan sukacita dan berkat yang lebarnya dan tingginya dan dalamnya dan panjangnya tak terbatas.

Memang, jalannya sempit namun saya gembira bahwa saya tahu itu cukup lebar untuk pendosa terbesarpun. Tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diselamatkan Allah. Namun Anda harus mengambil keputusan itu, Yesus memanggil Anda malam ini. Datanglah, Yesus sedang mengetok pintu hati Anda…
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu