04 Des 2011 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2011
Seorang Saksi Terang
4 Desember 2011

“Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; 7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. 8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. 9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. 10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh- Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. 11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; 13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.”

Mengapa injil dituliskan? Yohanes 20:31, “tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.” Jadi tujuan saya malam ini adalah supaya Anda percaya Yesus sebagai Anak Allah dan supaya Anda mengalami kehidupan yang baru.

Alasan mengapa saya mengatakan kehidupan baru adalah karena di Yohanes 10:10 Yessu mengatakan bahwa alasannya Dia masuk ke dalam dunia adalah supaya domba-domba-Nya memiliki kehidupan berlebihan: “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”

Kata “berkelimpahan” berarti berlebihan, meluap dan surplus. Idenya adalah bahwa Yesus memberi kehidupan yang lebih dari pada kehidupan biasa. Kehidupan orang Kristen adalah kehidupan ditambah kehidupan, kehidupan spiritual ditambahkan kepada kehidupan fisik.

Dan caranya untuk memiliki kehidupan ini dari Yesus adalah dengan percaya kepada Dia. Yohanes 5:24, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.”

Perhatikanlah: Bukan saja Anda akan memiliki hidup kekal suatu hari sesudah meninggal; NAMUN Anda telah pindah (dengan kepercayaan) dari maut ke dalam hidup. Anda dapat memiliki hidup baru malam ini juga: kehidupan yang melebihi kehidupan Anda sebelumnya, hidup yang begitu menarik sehingga sepertinya pindah dari kematian kepada kehidupan.

Bahkan orang Kristen yang imannya sudah lemah dan kehilangan tenaga kehidupan baru dapat menemukan iman yang kuat dan kehidupan yang lebih penuh malam ini. Itulah tujuan kami: hal-hal ini tertulis di dalam Yohanes dan pesan ini di khotbahkan supaya Anda percaya kepada Yesus (lebih dari semula) dan dengan kepercayaan itu memiliki kehidupan (yang melebihi kehidupan Anda semula).

1. Allah telah mengirim Seorang Saksi bernama Yohanes. Yohanes 1: 6, “Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes.” Mengapa Yohanes Pembaptis diperkenalkan disini sekarang? Sepertinya tiba-tiba. Ayat 5 membicarakan terang bersinar di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya, dan ayat 9 membicarakan terang yang datang ke dunia. Jadi ayat 6-8 tampaknya seperti interupsi.

Ini tidak harus seperti ini. Allah bisa saja menyebabkan terang Kristus disebar dengan cara lain. Dia bisa saja melakukan itu dengan malaikat-malaikat. Dia bisa saja menuliskan injil di langit dengan huruf putih besar dari awan. Dia bisa saja menyebabkan angin itu bicara.

Tetapi dari pada itu pada saat terang itu masuk ke dunia, pada saat Yesus datang, Allah mempersiapkan dan mengirim seseorang disamping terang itu untuk memberi kesaksian tentang terang ini. Yesus tidak memerlukan Yohanes Pembaptis untuk memperkenalkan diri-Nya. Dia bisa saja melakukan hal itu sendirian karena Dia adalah terang dunia.

Namun Allah khususnya memakai seseorang waktu itu dan menggunakan banyak orang waktu sekarang. Anda juga harus waspada atas kemungkinan ada panggilan dari Allah di dalam hidup Anda. Semua orang Kristen sebagai pengikut Yesus, harus menjadi terang dunia (Matius 5: 16). Semua dipanggil untuk menjadi saksi terang (Kisah 1:8, 1 Petrus 2: 9). Dan Allah tetap memanggil beberapa orang dengan cara khusus untuk tugas khusus, seperti:

“Karena itu mintalah kepada Tuhan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu” (Matius 9:38). “Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? 15Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus?” (Roma 10:14-15). “Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik” (Kisah 20:28).

Alasan kedua di dalam teks ini adalah bahwa caranya Allah menggunakan orang untuk mempromosikan terang ini adalah dengan kesaksian mereka. Yohanes adalah seorang saksi. Seorang saksi adalah seseorang yang ada pengalaman dan pengetahuan pribadi yang dapat menolong untuk menentukan kebenaran dari suatu fakta yang dalam sengketa.

Allah telah berbicara dengan Yohanes di padang gurun tentang kedatangan Mesias, dan pertemuannya dengan Yesus pada pembaptisan itu memberikannya pengalaman yang diperlukan. Yohanes 1:33-34, “Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. 34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."

Pertimbangkanlah beberapa sifat dari Yohanes yang akan membuat kesaksian kita kepada Kristus lebih dapat dipercaya. Kerendahan hati Yohanes. Di satu sisi peran Yohanes itu tragis – dia nabi terakhir sebelum Tuhan datang, dan ia dibunuh ketika gerakan Kekristenan yang dia layani baru saja mulai (sama seperti Musa yang mati tanpa diperbolehkan masuk tanah perjanjian, tetapi Yohanes tidak berbuat dosa seperti Musa).

Namun Yohanes menerima perannya itu tanpa kebencian. Dia mengatakan di 1:27, “Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.” Dan ketika murid-murid- Nya mengeluh bahwa Yesus menjadi lebih penting (3:26, “semua orang pergi kepada-Nya.”), Yohanes mengatakan di 3:30, “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.”

Keberanian Yohanes. Yohanes memegang pesan kebenaran itu sampai akhir, dan ia membayar dengan nyawanya. Bisa saja kita memberi banyak alasan untuk mengabaikan dosa Herod dalam mengambil isteri saudaranya! Yohanes adalah teladan baik dari seseorang yang bertindak berdasarkan prisip dan bukan berdasarkan kewaspadaan atau ketakutan.

Dan Yesus mengatakan di Lukas 7:28, “Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorangpun yang lebih besar dari pada Yohanes.” Kesaksiannya semua realitas karena dia seseorang yang keberaniannya luar biasa. Cara Allah memakai orang untuk menyebarkan terang itu adalah melalui kesaksian mereka. Yohanes adalah lampu terang untuk Yesus. Semangatnya berapi-api dan bersinar dengan terang kebenaran.

Namun tidak semua orang yang menyaksikan dan melihat Yesus percaya. Yohanes 1:10-11 mengatakan, “Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. 11 Ia datang kepada milik kepunyaan- Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.” “Tetapi” ayat 12 mengatakan, “semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.”

Ini berarti bahwa mereka yang menolak terang itu bukan anak-anak Allah. Allah bukan Bapa bagi semua orang. Dia menciptakan semua orang, dan mereka adalah milik-Nya. Namun Yesus berkata di Yohanes 8:42, “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku.” Allah bukan Bapa semua orang. Dan ujian siapakah Bapa Anda adalah, apakah Anda mengasihi Anak-Nya.

Apakah kita menjadi anak-anak Allah? Ayat 12 dan 13 sangat penting karena mereka mengajarkan kita bagaimana kita bisa menjadi anak-anak Allah. Yesus mengatakan di Yohanes 8:34-36, “Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. 35 Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. 36 Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."

Paulus mengatakan di Roma 8:16-17, “Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. 17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.”

Dengan kata lain, jika Anda menjadi anak Allah, Anda juga menjadi ahli waris segala milik Allah. Semua milik Allah adalah warisan Anda. Di dalam kebangkitan semua yang ada akan menjadi milik Anda. Dan Allah akan memelihara Anda untuk selamanya dan memberikan Anda suka cita tanpa batas di dalam hadirat-Nya.

Namun jika Anda tidak menjadi anak Allah, maka hanya akan ada penghakiman. Tidak akan ada budak di zaman yang akan datang, hanya anak-anak. Para budak tidak akan menetap di rumah selamanya (8:35). Mereka akan mengalami yang dinamakan Yesus “kebangkitan untuk dihukum” (5:29), dan itu sudah terlambat untuk proses adopsi.

Jadi bagaimana Anda bisa menjadi anak Allah? Apakah harus terjadi malam ini supaya Anda menjadi anak Allah? Dan jika Anda sudah menjadi anak Allah, apakah Anda mengerti bagaimana Anda telah menjadi anak? Apakah Anda bisa menuntun orang lain masuk ke dalam keluarga Allah?

Ayat 12 memberikan dua persyaratan: menerima Yesus dan percaya Yesus. “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.” Menerima Yesus berarti mengikuti Yesus ke dalam hidup Anda sesuai dengan keberadaan-Nya. Ini tidak berarti semacam hidup berdampingan secara damai dengan Kristus yang tanpa persyaratan – seakan-akan Dia bisa tinggal di rumah Anda selama musik- Nya tidak terlalu keras.

Ketika Yesus berkhotbah di Nazaret, orang-orang menerima-Nya dengan senang hati. Lukas 4:22 mengatakan, “Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya.” Namun beberapa ayat kmudian dikatakan di Lukas 4:28, mereka “sangat marah” dan mereka mencoba melemparkan-Nya dari tebing.

Mereka senang menerima Dia pada waktu perkataan-Nya menyenangkan. Namun ketika harga diri mereka tersentuh, mereka menolak-Nya. Menerima Yesus berarti mengambil Dia ke dalam hidup Anda (rumah Anda, sekolah Anda, pekerjaan Anda, perkawinan Anda, cita-cita Anda) dengan kesadaran siapakah Dia sebenarnya.

Itulah persyaratan pertama di ayat 12, “menerima Yesus, terang dunia. Persyaratan kedua adalah percaya dalam nama-Nya, “mereka yang percaya dalam nama-Nya, Dia memberi kuasa supaya menjadi anak-anak Allah.”

Apakah artinya percaya dalam nama Yesus? Yohanes 3:18 mengatakan bahwa percaya kepada Yesus sama seperti percaya dalam nama Yesus. “Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.”

Yohanes 5:43-44 mengatakan, “Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia. 44 Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa?”

Ayat 44 menunjukkan bahwa Anda tidak dapat percaya Yesus jika Anda senang pujian orang. Ini berarti bahwa kepercayaan itu sebaliknya dari kesombongan dan puji diri karena ini memerlukan kerendahan hati. Ini berartti menghilangkan keinginan untuk dipuji manusia, dan lebih mementingkan pujian Allah.

Yohanes 6:35 mengatakan, “Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” Ayat ini mengajarkan bahwa kepercayaan kepada Yesus berarti kepuasan dengan Yesus. Ini berarti bahwa Yesus adalah makanan yang memuaskan kelaparan jiwa Anda.

Jadi saya ingin mengulangi ayat 12 dengan kata lain seperti ini, “Semua orang yang telah menerima Yesus ke dalam hidup mereka untuk siapa Dia sebenarnya, dan Dia menjadi bagi mereka roti hidup yang memuaskan sepenuhnya, kepada mereka diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah.”

Perhatikanlah sekarang dua perbedaan besar yang penting diantara ayat 12 dan ayat 13. Ayat 13 mengatakan tentang anak Allah, “yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki- laki, melainkan dari Allah.” Perhatikanlah di ayat 12, Yesus yang bertindak –“semua orang yang menerima-Nya, Dia (Yesus) memberi kuasa.” Tetapi di ayat 13 Allah bertindak – Yang diperanakkan ... dari Allah.”

Perbedaan yang lain adalah bahwa di ayat 13 Allah memperanakkan orang- orang dan mereka adalah anak-anak-Nya karena Dia adalah Bapa mereka. Namun di ayat 12 Yohanes mengatakan bahwa orang-orang harus diberi kuasa untuk menjadi anak-anak-Nya. Mengapa mereka memerlukan otoritas dari Yesus?

Sebelumnya Allah menyebabkan siapapun dilahirkan kembali, kita semua hanya daging saja. Tidak ada kehidupan rohani di dalam kita. Yohanes 3:6 mengatakan, “Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.” Dengan kata lain kita mati secara rohani sebelumnya ada kelahiran baru. Dan itu berarti kita membutuhkan dua hal untuk mewarisi kehidupan kekal sebagai anak-anak Allah.

Kita perlu dilahirkan kembali untuk memiliki kehidupan spiritual . Dan inilah yang dilakukan Allah menurut Yohanes 1:13 tanpa pertolongan dari kita - orang- orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.” Kita lahir oleh Allah melalui tindakan bebas anugerah berdaulat. Dia memilih kita sebelumnya kita memilih Dia.

Namun ketika Allah melakukan itu, kita sekarang memiliki pendosa yang telah lahir baru. Kehidupan rohani itu ada , tetapi dosapun ada, dan seluruh sejarah dosa juga ada. Dalam keadaan itu kita tidak berhak untuk mengambil tempat di rumah Allah, kecuali satu hal. Allah menyediakan otoritas untuk mengklaim warisan kita, walaupun kita berdosa.

Disinilah khususnya dimana Yesus masuk. Saat Anda percaya Yesus, pada waktu Anda menerima Yesus sepenuhnya sebagai Allah yang berdaulat, pada saat itu Dia memberikan Anda bukan saja kelahiran baru, akan tetapi juga hak dan otoritas, sebagai pendosa, untuk mengklaim warisan sebagai anak Allah - untuk menjadi secara hukum apa yang Anda menjadi karena kelahiran baru – karena Anda “diperanakkan Allah.”

Diantara kita dan kehidupan kekal ada dua hambatan besar. Yang satu adalah bahwa secara rohani kita tanpa hidup dan mati, Yang lain adalah bahwa kita penuh dosa dan bersalah. Kita tidak layak mewarisi hidup sebagai anak Allah jika kita mati dan bersalah. Namun Allah begitu mengasihi kita sehingga Dia berbuat dua hal.

Dia mengirim Roh-Nya untuk menyebabkan kita lahir kembali, untuk menyebabkan kita pindah dari kematian kepada kehidupan. Jadi Dia mengatasi hambatan pertama. Namun dengan harmoni sempurna dengan pekerjaan Roh- Nya, Allah mengirim Anak-Nya untuk mati menebus dosa kita (Yoh 1:29) dan menghilangkan dosa semua orang yang percaya kepada-Nya.

Inilah penyelamatan besar bagi pendosa-pendosa seperti Anda dan saya. Ini lengkap dan bebas dan sesuai dengan kebutuhan khusus kita dan kondisi kita. Saya menawarkan ini kepada Anda malam ini di dalam nama Yesus. Terimalah Dia seperti Dia adalah sebenarnya. Percayalah Dia sebagai damai sejahtera yang dicari dan yang memuaskan secara total. Amin?
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu