27 Nov 2011 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2011
Terang yang Menang
27 November 2011

Yohanes 1:1-5, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. 4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. 5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.”

Selama tiga hari Minggu yang akan datang saya harap untuk memberi tiga khotbah dari Yohanes 1:1-18 sebelum kita ada pesan Natal sendiri. Tujuan Kristen musim ini adalah untuk memusatkan pikiran kita kepada realitas besar yang digambarkan dalam ayat 1 dan 14. Pada akhir ayat Yohanes 1:1 dikatakan, “Firman itu adalah Allah.”

Dan pada permulaan ayat 14 dia mengatakan, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita.” Semua yang kita jadi dan percaya sebagai orang Kristen bergantung kepada hal ini: Yesus Kristus adalah Allah dan Yesus Kristus adalah manusia. Sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia. Jadi meskipun Natal tidak diajarkan di dalam Alkitab, arti Kristen yang diberi Natal adalah fondasi Alkitab.

Dan tujuan Alkitab dan tujuan Allah menjadi manusia dan tujuan injil Yohanes ini semuanya sama. Yohanes 20: 31 mengatakan, “tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.”

Jadi supaya semua khotbah sesuai dengan tujuan Yohanes dalam injil ini, tujuan saya haruslah untuk menolong Anda percaya kepada Anak Allah dan memiliki kehidupan kekal. Jadi inilah yang harus menjadi doa Anda bagi saya. Malam ini kita mulai dengan ayat-ayat 1-5 dan saya pikir saya dapat menjelaskan semua ini lebih baik dengan membahasnya dalam urutan terbalik.

Ayat 5 mengatakan, “Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.” Di bagian Alkitab lain Yohanes menggunakan kata Yunani ini di Yohanes 12:35 yang mengatakan, “Selama terang itu ada padamu, percayalah kepadanya, supaya kegelapan jangan menguasai kamu.” Inilah yang saya namakan “terang yang tak terkalahkan.”Itu tidak akan dikuasai. Jadi bisa saja kita memberi ayat 5 judul: “Terang mengalahkan kegelapan.”

Tetapi mengapa hal ini benar? Mengapa kegelapan tidak sanggup mengalahkan terang? Bagaimana kita dapat memastikan bahwa terang itu akan terus menerus dan mengalahkan kegelapan? Inilah alasannya ada tulisan ayat 1-4 untuk menjawabnya. Ada tiga alasan mengapa terang akan menang atas kegelapan. Jadi marilah kita fokus sebentar kepada konflik terang dan kegelapan di ayat 5 dan kemudian belajar mengapa ada tiga alasan di ayat-ayat 1-4 yang memastikan bahwa terang akan menang.

Terang Mengalahkan Kegelapan. Ketika Yohanes mengatakan di ayat 5 bahwa “Terang itu bercahaya di dalam kegelapan,” maksudnya adalah bahwa Firman itu telah menjadi daging. Yesus telah datang kedalam dunia gelap dan Dia adalah terang dunia.

Sekarang di Yohanes 1: 9-11 dikatakan, “Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. 10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. 11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.”

Jadi sudah terang bahwa yang dibicarakan adalah Yesus. Dia adalah terang di ayat 5. Dialah yang bercahaya di dalam kegelapan. Di Yohanes 8:12 Yesus mengatakan, “Akulah terang dunia.”

Kegelapan itu adalah dunia penuh kejahatan dan ketidakpercayaan dan kematian dan penghakiman. Yohanes 3:19 mengatakan, “Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.” Jadi kegelapan adalah kuasa kejahatan dan ketidakpercayaan.

Dan kuasa kejahatan dan ketidakpercayaan itu terdapat dimana-mana Anda pergi, di tempat kerjaan, di waktu Anda bersenang-senang, pada saat Anda belajar di universitas, pada saat kita mendengar radio, pada saat kita nonton pilem dan pada saat kita mendengar orang bicara. Kegelapan bukan saja kejahatan, kegelapan adalah yang tidak percaya Kristus.

Ini menjadi perbedaan yang sangat besar. Jadi yang dikatakan ayat 5 adalah bahwa Yesus Kristus, terang dunia telah masuk ke dalam kegelapan kejahatan dan ketidakpercayaan dan kematian, dan kegelapan ini tidak menguasai Yesus. Nah ini menjadi perbedaan yang sangat besar bagi mereka yang percaya Yesus.

Di Yohanes 12:46 Yesus mengatakan, “Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan.” Jadi semua orang percaya telah pindah dari kegelapan kepada terang. Paulus mengatakan di Efesus 5:8, “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang.”

Yohanes 12:36 mengatakan, “Percayalah kepada terang itu, selama terang itu ada padamu, supaya kamu menjadi anak-anak terang." Ketika Anda percaya Yesus, bukan saja Anda meninggalkan kegelapan dan masuk ke dalam terang, Anda sebenarnya menjadi anggota keluarga terang – Anda menjadi anak-anak terang.

Jadi bagi kita perbedaannya sangat besar siapakah yang menang, terang atau kegelapan. Dan itulah yang diterangkan di ayat 5, “Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.” Terang itu akan menang dan itu berarti bahwa Yesus akan menang dan semua yang percaya kepada Dia, anak-anak terang itu, juga akan menang.

Kita perlu mendengar hal ini sekarang di Amerika dan di Indonesia, karena kegelapan rupanya semakin bertumbuh di banyak bidang. Kita semakin banyak membaca kisah-kisah tentang keadaan–keadaan yang 30 tahun yang lalu tidak mungkin ada.

Ada sepasang lesbian, Ruth Frost dan Phyllis Zillhart (yang sekolah di Luther Northwestern Seminari), yang dipanggil untuk menjadi asisten pendeta bersama di Gereja St. Francis Lutheran di San Francisco. Michael Hiller, seorang pendeta lain di gereja itu juga mengatakan, “ini bukan masalah moral … ini masalah keadilan.”

Perhatikanlah dengan seksama apa yang dia katakan. Itu mewujudkan semangat zaman ini. Ketika keadilan dipisahkan dari moralitas, ketika hak-hak individu dipisahkan dari apa yang benar dan yang salah, definisi satu-satunya yang tersisa adalah bahwa keadilan adalah hak setiap orang untuk melakukan sesukanya sendiri. Dan ujung jalan itu adalah anarki dan barbarisme.

Dan kita sebagai kultur menuju ke arah itu cepat sekali. Namun saya akan mempertaruhkan hidup saya atas kebenaran Yohanes 1:5. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan – Yesus bercahaya, Injil bercahaya, gereja bercahaya – dan kegelapan tidak akan menguasainya. Bagaimana kita mendapat kepastian akan hal itu? Yohanes memberikan kita tiga alasan.

1. Terang itu adalah kehidupan Anak Allah. Pertimbangkanlah ayat 4, “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.” Ini berarti bahwa cahaya yang bersinar di dalam kegelapan adalah cahaya kehidupan. Yohanes 8:12 mengatakan, “Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”

Kehidupan Anak adalah cahaya dunia. Alasan pertama cahaya akan mengalahkan kegelapan adalah karena cahaya itu hidup. Itu adalah terang yang hidup. Apakah artinya ini? Jika kehidupan Anak Allah adalah terang yang bercahaya di dalam kegelapan (yang dikatakan di ayat 4), maka ada paling sedikit empat hal yang kita dapat mengatakan tentang terang ini.

Pertama, terang kehidupan itu memiliki tenaga dan kekuatan karena kehidupan Anak memiliki tenaga dan kekuatan. Kedua, terang kehidupan ini memiliki tujuan dan gerakan. Ini tidak statis seperti tiang lampu atau mercusuar di pantai. Terang ini berrencana dan bergerak, kadang bersinar disini, kadang disana. Terang itu dihidupi kehidupan Anak.

Ketiga, terang hidup ini bertumbuh dan berkembang. Beginilah cara hidup Anak Allah. Mazmur 36:9 mengatakan, “Sebab pada-Mu ada sumber kehidupan, di dalam terang-Mu kami melihat terang.” Begitu sinar cahaya itu keluar dari terang ini, mereka semakin panjang terus menerus. Keempat, terang kehidupan ini melahirkan keturunan. Yohanes 12:36 mengatakan, “Percayalah kepada terang itu, selama terang itu ada padamu, supaya kamu menjadi anak-anak terang."

Jadi alasan pertama mengapa terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak dapat mengalahkannya adalah karena terang ini hidup – dan memiliki tenaga dan tujuan dan perkembangan dan reproduksi. Ini bukan hal statis seperti lampu merah yang dapat diabaikan. Terang yang bersinar di dunia saat ini adalah memang kehidupan Anak Allah.

Terhadap itu mungkin orang berkata, “Jadi? Bukankah mungkin kuasa kegelapan itu sama kuatnya dengan kehidupan-Nya?” Nah ini membawa kita kepada alasan kedua mengapa kita bisa yakin kegelapan itu tidak mungkin menguasai terang.

2. Kehidupan itu Adalah Kehidupan Pencipta Segala Sesuatu. Itu diberikan kita di ayat 3, “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.”

Nah “Dia” di dalam ayat ini adalah sama dengan “Dia” yang di ayat 4, “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.” Jadi pokoknya: kehidupan yang ada tenaganya, yang memiliki tujuan, yang bertumbuh dan yang dapat mereproduksi dan yang bersinar di dalam kegelapan adalah kehidupan tidak lain dari Yang melaluinya segala sesuatu diciptakan. Kehidupan yang bersinar dalam terang itu adalah kehidupan Sang Pencipta.

Jadi kita tahu bahwa kuasa-kuasa kege;apan tidak sekuat kehidupan ini karena kehidupan ini menciptakan kuasa kegelapan itu.” Ayat 3, “tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.” Dan tidak ada ciptaan yang lebih kuat dari sang Pencipta.

Mungkin ada yang berkata, “bukankah bom nuklir lebih kuat daripada orang yang menciptakannya? Saudara-saudara kekasih, ada perbedaan yang tak terbatas dari, disatu sisi, membuat bom dari bahan-bahan yang sudah ada dan yang dikendalikan hukum-hukum yang tidak ditulis Anda, dan disisi lain, menciptakan dari kehampaan bahan-bahan khusus itu untuk semesta alam dan hukum-hukum yang mengontrolnya.

Jika Anda dapat menciptakan sesuatu dari kehampaan, Anda selalu dapat merubahkan sesuatu itu menjadi kehampaan lagi. Dan karena itu Sang Pencipta selalu akan menang di dalam dunia-Nya. Dia pasti akan menang karena Dia memiliki segala kekuasaan.

Dan kuasa-kuasa kegelapan tahu akan hal ini, karena ketika Yesus datang ke daerah orang Gadara kepada orang yang kerasukan setan di Matius 8:29, mereka berseru, “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?”

Lukas 22:53 mengatakan, “Padahal tiap-tiap hari Aku ada di tengah-tengah kamu di dalam Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. Tetapi inilah saat kamu, dan inilah kuasa kegelapan itu." Allah membiarkan mereka melakukan apa yang mereka lakukan, tanpa itu mereka tidak dapat melakukan apa-apa. Namun mereka tahu bahwa ada waktu tertentu yang telah disediakan bagi kebinasaan mereka dan untuk penjara kekal mereka di neraka. Mereka tahu benar bahwa terang itu akan menang.

Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya, pertama karena, terang itu adalah cahaya dari kehidupan yang bertenaga, yang bertujuan, yang bertumbuh, dan yang mereproduksi, dan kedua, karena kehidupan itu adalah kehidupan yang melaluinya segala sesuatu yang lain diciptakan – dan itu termasuk juga kuasa-kuasa malaikat yang jatuh ke dalam kegelapan.

3. Terang dan kehidupan itu adalah Allah. Jadi hanya ada satu alasan akhir yang tinggal yang memastikan bahwa terang itu tidak akan dikuasai kegelapan. Bukan saja cahaya itu terang hidup, dan bukan saja kehidupan terang ini kehidupan firman Allah melaluinya Ia menciptakan segala sesuatu, namun Firman ini, kehidupan ini, terang ini adalah ALLAH! Dan tidak ada siapapun yang dapat mengalahkan Allah mahakuasa.

Yohanes 1:1, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” “Firman itu bersama-sama dengan Allah” berarti bahwa mereka Pribadi-pribadi tersendiri dan mereka dapat bersekutu satu sama lain. Namun “Firman itu adalah Allah” juga berarti bahwa mereka adalah satu Allah, bukan dua.

Kita berpegang teguh kepada misteri Alkitab: Allah Bapa dan Allah Anak dan Allah Roh Kudus memiliki kesatuan dimana mereka adalah satu Allah, dan bukan tiga, dan mereka juga memiliki perbedaan khusus sehingga mereka adalah tiga Pribadi dan bukan satu.

Pada mulanya, pada permulaan itu, satu-satunya permulaan yang dapat kita mengetahui adalah penciptaan, karena sebelum ada penciptaan tidak ada permulaan, tidak ada waktu, tidak ada permulaan sesuatupun karena Allah berada dalam keberadaan kekal. Jadi pada mulanya, permulaan satu-satunya yang kita tahu adalah permulaan penciptaan Allah yang adalah Firman.

Ini pernyataan yang sangat mengagumkan yang melebihi kemampuan kita untuk memahaminya. Kita hanya dapat menerima hal itu. Ketika langit dan bumi diciptakan Firman itu sudah ada. Sejak kekekalan itu sudah ada.

Secara praktis pokoknya begini: Cahaya terang ini tidak dapat dikalahkan kegelapan karena:
1, Terang itu hidup – itulah terang hidup; dan
2. melalui kehidupan itu – Firman yang hidup ini – segala sesuatu tercipta; dan
3. firman hidup ini adalah Allah.

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. 4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. 5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.”

Yohanes 16:33 mengatakan, “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia." Jadi bersemangatlah, dan beranilah. Kristus telah mengalahkan dunia kegelapan.

Yohanes 12:36 mengatakan, “Percayalah kepada terang itu, selama terang itu ada padamu, supaya kamu menjadi anak-anak terang." Cobalah musim ini kita menyerang. Serbulah kegelapan itu. Itu tidak dapat menguasai Anda semua sebagai anak-anak terang.

Ketika Anda mengenal dan mengasihi Yesus Kristus, selalu ada pengharapan. Dunia ini tidak menakutkan saya. Orang-orang selalu bicara tentang bencana- bencana yang mengerikan yang akan datang; saya yakin saya tidak akan pernah mengalami kejadian-kejadian itu.

Saya percaya Yesus Kristus mengasihi umat-Nya sendiri dan saya percaya bahwa lama sebelumnya semua itu terjadi, Yesus akan mengangkat umat-Nya, anak-anak terang-Nya, keluar dari dunia ini. Saya tidak takut karena harapan ada di dalam Dia, dalam pengharapan kebangkitan-Nya.

Apakah Anda percaya terang yang hidup ini? Apakah Anda anak-anak terang? Apakah terang-Nya bersinar terang di dalam kehidupan Anda sekarang dari hari Senin sampai Sabtu? Apakah Anda juga mengalahkan kegelapan di dalam hidup keluarga Anda sendiri dengan terang-Nya? Jika tidak, pelajarilah Firman-Nya dan berdoa ya, Amin?

Marilah kita mengingat terang ini selagi kita diperingatkan lagi apa yang Yesus melakukan bagi kita ketika dia makan Perjamuan Kudus itu dengan murid-murid- Nya sebagai lambang pengorbanan-Nya untuk dosa-dosa kita di kayu salib.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu