13 Nov 2011 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2011
Bagaimana hidup menunggukan kedatangan-Nya kembali
13 November 2011

Jadi dengan sikap apa kita menantikan hari Allah, kekelan yang mulia yang Allah telah siapkan bagi kita? Kita telah membahas pada mulanya sikap menantikan itu, kita menunggukan hal itu dengan tidak sabar. Dan dengan damai, yaitu damai sejahtera karena rekening kami telah diselesaikan penuh sampai saat ini sehingga pada saat Dia datang tidak ada perasaan malu dan takut.

Setelah itu dengan sikap pemurnian, hidup dalam hidup yang murni dalam karakter dan reputasi. Kemudian dengan pengabaran injil, untuk memastikan bahwa selama kesabaran Allah tetap ada, semangat kita untuk membawa orang kepada keselamatan masih tetap dipertahankan. Kita adalah rencana Allah A untuk melakukan itu, tidak ada rencana cadangan.

Jadi malam ini kita mulai membahas sikap nomor lima, kita perlu memiliki sikap yang membedakan sambil menunggukan Allah. Marilah kita berhati-hati pada waktu kita melihat bagian ini karena ini sangat penting. Ini dapat membawa kita kepada banyak subyek yang berbeda-beda, namun saya ingin melawan itu dan mengikuti aliran pemikiran Petrus.

2 Petrus 3:15-18, “Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. 16 Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat- suratnya itu ada hal-hal yang sukar dipahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan (tulisan- tulisan) Firman Allah yang lain. 17 Tetapi kamu, saudara-saudara-ku yang kekasih, karena kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya, waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh. 18 Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.”

Dia mengatakan pada saat Anda hidup mengantisipasi kedatangan hari Allah, Anda harus menyadari bahwa banyak orang akan datang yang akan mencoba untuk membingungkan Anda mengenai hal ini. Dan Anda perlu menggunakan penilaian yang baik. Paulus telah memperingati kita mengenai hal itu dalam surat-suratnya yang lalu.

Sekarang marilah kita melihat bagian-bagian ini tersendiri. Dia memanggil Paulus saudara kita yang kekasih. Sebenarnya Paulus itu sama-sama rasul. Petrus menggunakan terminologi ramah untuk menggambarkan Paulus. Itu benar-benar baik. Mereka itu bekerja sama pada Dewan Yerusalem. Dan di Kisah 15 Petrus dan Paulus bekerja sama disitu juga.

Mereka juga berbagi mitra pelayanan bersama. Keduanya memiliki asisten yang sama, seorang pria bernama Silas. Bandingkanlah 1 Petrus 5:12 dengan Kisah 15:40. Jadi mereka melayani bersama di Dewan Yerusalem dan mereka mengasihi Tuhan yang sama dan percaya kebenaran yang sama.

Namun apakah Anda masih ingat bahwa pada permulaan pelayanan Paulus ada suatu konflik diantara Paulus dan Petrus? Coba kembali ke Galatia 2 sebentar ketika Paulus berada di Antiokhia. Dia pergi kesana untuk menjadi utusan Tuhan dalam mendirikan gereja. Dan dari Antiokhia mereka mulai pelayanan ke dunia, saat Paulus dan Barnabas dikirim dari tempat itu.

Namun ketika Paulus berada di Antiokhia, Petrus juga datang. Petrus telah datang ke Antiokhia dan pada dasarnya telah menarik semua orang percaya kembali kepada legalisme. Itu benar dosa dari pihak Petrus. Dan di Galatia 2:11, Paulus mengatakan, “aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah.”

Petrus dulu makan bersama dengan orang bukan Yahudi akan tetapi ketika orang baru datang dia mulai menarik diri karena dia takut “partai orang sunatan”, dan sisa orang Yahudi mengikutinya dalam kemunafikan ini dengan akibat bahkan Barnabas juga dibawa mengikuti hal ini.

Ketika Paulus melihat bahwa merka tidak terus terang mengenai kebenaran injil, dia mengatakan kepada Kefas dihadapan semua orang, “Jika Anda sebagai orang Yahudi hidup seperti orang non-Yahudi dan bukan seperti orang Yahudi, mengapa Anda mengharuskan orang non-Yahudi untuk hidup seperti orang Yahudi? Dia pada dasarnya mengatakan mengapa Anda dengan bebas makan bersama dengan orang non Yahudi sebelum orang Yahudi baru datang, dan sekarang Anda munafik.

Ingatlah bahwa Petrus adalah pemimpin awal dari gereja dan juru bicara utama mereka. Dan tentu saja, orang seperti itu tidak senang kehilangan muka di depan umum. Bukankah itu indah pada saat kebenaran menang dan ketika kedua orang itu menyadari kebenaran itu, mereka dapat berurusan dengan dosa sebagai dosa dan tidak tersinggung secara pribadi?

Petrus sudah terang tidak tersinggung secara pribadi. Petrus tahu itu dosa. Dan Petrus memperlakukannya sebagai dosa. Dan saya yakin bahwa Petrus menyadari iman kebenaran Paulus dan mengasihinya karena itu dan sekarang dia mengatakan, “Paulus saudara kita yang kekasih.” Dan masih banyak lagi dalam kata-kata itu dari sekadar yang kelihatan.

Jadi dia mengatakan, “seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya, ini pernyataan yang luar biasa. Hikmat yang dikaruniakan kepadanya dari Allah menulis kepada Anda. Disini dia mengacu kepada surat-surat yang ditulis Paulus. Apakah yang dibicarakannya?

Apakah dia maksud satu surat saja? Dia tidak mengatakan itu hanya satu surat. Dia tidak mengatakan itu satu surat khusus hanya bagi mereka. Kita malah tidak tahu apakah mereka suatu kelompok orang yang dapat diidentifikasikan dengan gampang. Dia hanya mengatakan ….Paulus menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya dari Allah menulis kepada Anda.

Kemudian ia menambahkan, “yang juga berada di dalam semua suratnya.” Apakah maksudnya? Apakah dia memikirkan sebuah surat tertentu? 2 Petrus ditulis kepada kelompok orang Kristen yang sama seperti 1 Petrus. Jadi kepada siapa 1 Petrus itu dituliskan?

Marilah kita kembali kepada 1 Petrus 1:1 dan cari tahu. Itu dituliskan kepada, “orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia, yaitu orang-orang yang dipilih.” Itu adalah orang Kristen yang tersebar dimana-mana jadi kita tidak tahu pasti kepada kelompok yang mana itu dituliskan. Itu dibaca semua orang Kristen dimana-mana.

Semua tempat yang disebut di 1 Petrus 1:1, yaitu Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia dan Bitini, berada di Asia Kecil. Itu daerah yang sama dimana Paulus menulis kepada orang Galatia dan Efesus, dan itu semua surat-surat edaran yang ditulis kepada semua orang. Kita juga tahu bahwa ada surat-surat yang ditulis kepada orang-orang Kolose dan surat-surat itu juga dibagikan kepada gereja-gereja lain.

Lihatlah Kolose 4:16, “Dan bilamana surat ini telah dibacakan di antara kamu, usahakanlah, supaya dibacakan juga di jemaat Laodikia dan supaya surat yang untuk Laodikia dibacakan juga kepadamu.” Mereka membagikan semua surat-surat itu. Dan mereka mulai mengumpulkan surat-surat itu selagi mereka membagikan-nya kepada gereja lain.

Di 1 Tessalonika 5:27, ketika menulis kepada orang-orang Tessalonika, Paulus mengatakan, “Demi nama Tuhan aku minta dengan sangat kepadamu, supaya surat ini dibacakan kepada semua saudara.” Jadi kita tidak dapat mengatakan bahwa ada surat khusus, namun yang dikatakan adalah bahwa Anda tahu hikmat dari Allah yang telah diberikan kepada Paulus, saudara kita yang kekasih, yang telah menulis kepada Anda di dalam surat-suratnya.

Jadi apakah intinya? Petrus mengatakan bahwa Paulus telah menulis kepada Anda tentang Kedatangan-Nya yang Kedua. Paulus telah menulis tentang kemuliaan di surga dan tentang hari Allah. 1 dan 2 Tesalonika misalnya adalah tulisan Paulus yang paling awal dan mereka berhubungan banyak dengan nubuatan kedatangan Tuhan Yesus.

Seri kedua surat-surat Paulus adalah Roma, Galatia dan 1 dan 2 Korintus, dan semuanya memiliki bagian yang menantikan kedatangan Yesus Kristus, bagian- bagian yang menguraikan rencana Allah masa depan untuk Israel dan gereja.

Seri ketiga dari surat-surat Paulus adalah surat-surat penjara, Efesus, Kolose, Filipi dan Filemon, dan ada lagi pernyataan tentang masa depan, dan bagaimana semua hal menuju kepada klimaks mulia dalam Dia, rekonsiliasi akhir semua hal.

Kemudian seri terakhir, seri keempat adalah Surat-Surat Penggembalaan. 1 Timotius, 2 Timotius dan Titus, dan bahkan surat-surat itupun menantikan kedatangan Tuhan Yesus Kristus.

Jadi Petrus mengatakan bahwa Paulus telah menulis dalam semua suratnya, termasuk surat yang Anda miliki sekarang, tentang kedatangan kembali Kristus, tentang kemuliaan surga dan tentang keadaan kekal. Dengan kata lain, saya bersandar ke Paulus disini untuk dukungan.

Yang saya katakan itu telah dikonfirmasikan dia. Dia telah menulis tentang hari Tuhan. Dia telah menulis tentang keadaan kekal. Dia menulis tentang fakta-fakta bahwa Allah akan menepati janji-janji-Nya, menghakimi orang fasik, merubah alam semesta, dan membawa kebenaran kekal akhir yang mulia.

Petrus masih belum selesai. Dia akan membicarakan hal yang lebih dalam lagi dalam ayat 16 yang menarik ini, “ada hal-hal yang sukar dipahami.” Kata kerja ini sebenarnya berarti sukar untuk diterjemahkan. Catat ya, ini sukar namun tidak mustahil. Ada orang yang mengatakan, “Ah kita tidak mungkin akan tahu. Saya tidak yakin kita akan tahu.”

Ada beberapa bagian dari Paulus tentang Pengangkatan gereja, masa Tribulasi, kedatangan orang dosa, kedatangan kembali Kristus dalam penghakiman, seribu tahun yang dinamakan Millenium, surga kekal akhir yang mulia, dan ada yang dikatakan Paulus yang memang sukar dimengerti, dan secara harfiah sukar untuk ditafsirkan.

Petrus tidak mengatakan bahwa dia tidak mengerti hal-hal itu, dia hanya mengatakan itu sukar ditafsirkan sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya memutarbalikkannya. Dia mengatakan bahwa ini memang sukar dan karena itu orang gampang ditipu.

Ada perkembangan yang tidak ada berhentinya dari hal yang ditulis tentang kebenaran yang dinubuatkan mengenai masa depan. Itu keluar terus menerus. Dan tentu saja bagi yang tidak stabil, dan yang belum diajarkan, mereka itu gampang ditip, khususnya kalau itu dilakukan oleh guru-guru palsu yang tidak bermoral.

Sekarang mereka bukan melakukan itu dengan nubuatan saja, dia mengatakan orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya memutarbalik-kannya sama seperti yang juga mereka buat dengan Firman Allah yang lain. Mereka melakukan itu dengan seluruh Alkitab. Yang tidak memahaminya berarti kekurangan informasi, yang tidak teguh imannya berarti mereka goyah dalam karakter rohani mereka.

Yang tidak diajarkan dan yang tidak teguh menjadi korban kesalahan. Mendistorsi secara harfiah berarti mereka memutar dan menyiksa kebenaran. Karena semua nubuatan memang kurang jelas itu memberi kesempatan bagi mereka yang bodoh dan tidak bermoral untuk membingungkan kebenaran. Dan mereka tidak melakukannya hanya dengan nubuatan, katanya, mereka juga melakukan itu dengan Firman Allah yang lain.

Nah ingatlah di ayat 3 bahwa alasannya guru palsu itu menyangkal Kedatangan Kedua itu bukannya karena mereka telah menemukan kebenaran nubuatan yang besar, itu karena mereka ingin memenuhi nafsu mereka sendiri dan mereka ingin masa depan yang tidak menahan mereka bertanggung jawab untuk imoralitas mereka.

Jadi bersama dengan penyesatan dan mendistorsi hukuman masa depan, dan kemuliaan masa depan orang percaya dan semua yang lain yang terlibat dalam kedatangan Kristus, mereka memutar balikkan ajaran penghakiman itu sendiri, dan ajaran tentang kebenaran, dan ajaran tentang penghakiman itu sendiri, dan ajaran tentang hukum Taurat, dan ajaran tentang kebenaran, tentang pertobatan dan tentang keselamatan oleh anugerah oleh iman. Jadi mereka memutarbalikkan berbagai hal.

Apakah Anda lihat bahwa Petrus mengatakan “seperti mereka berbuat dengan Firman Allah lain?” Itu berarti bahwa dia memanggil yang ditulis Paulus itu Firman Allah. Inilah pernyataan paling terang di halaman Firman Allah yang menegaskan tulisan Paulus adalah Firman Allah. Dan guru-guru palsu memutarbalikkan semua itu.

Di akhir ayat 16 dikatakan, “menjadi kebinasaan mereka sendiri.”Jika Anda kembali sebentar ke bab 2, itu sudah jelas. Pada akhir ayat 1 dikatakan bahwa mereka segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. Ayat 3 mengatakan bahwa hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.

Ayat 3:7 mengatakan, ada Hari Penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik. Empat kali disebut kata “kebinasaan,” dan empat kali semuanya mengacu kepada guru palsu, nabi palsu dan orang yang mengikuti mereka. Di Yudas 10 dikatakan bahwa mereka seperti binatang tidak berakal akan dibinasakan. Ayat 13 mengatakan bahwa baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya.

Sekarang marilah kita melihat kesimpulan semua ini di ayat 17, “Tetapi kamu, saudara-saudara-ku yang kekasih, karena kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya, waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang- orang yang tak mengenal hukum. Karena Anda sudah tahu informasi ini, jaga- jagalah.

Janganlah tertipu guru-guru palsu dengan ajaran palsu mereka yang menghancurkan. Karena itu Paulus mengatakan di 2 Timotius 2:15, “Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah.” Waspadalah. Mengapa? “Supaya janganlah terpengaruh kesalahan orang yang tidak berprinsip.”

Ada judul lain bagi guru-guru palsu, Orang yang tidak berprinsip adalah orang yang hidup jauh dari hukum Taurat. Anda tidak bisa duduk di gereja ketika ada seseorang yang memutarbalikkan Firman Allah tanpa ada risiko terpengaruh.

Anda tidak bisa di kuliah yang dinamakan Kristen atau tidak, dan mendengar orang memutarbalikkan Firman Allah tanpa ada risiko Anda terpengaruh. Anda tidak bisa kuliah di seminari karena ingin memiliki reputasi terpelajar, dan duduk disana dan mendengar kesalahan selalu tanpa ada risiko terpengaruh orang yang tidak berprinsip dan tanpa hukum. Hanya kebenaran akan membawa kekudusan.

Yadi Anda harus dapat membedakan mana yang benar dan mana yang tidak. Akhir ayat 17 mengatakan, “dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh.” Apakah artinya kata pegangan itu? Itu adalah sebaliknya dari tidak stabil. Yang dipikirkan Petrus adalah memegang teguh kebenaran. Masih ingat ketika Paulus menulis pada akhir 1 Timotius 1 tentang Himeneus dan Aleksander yang telah membawa orang yang imannya menjadi kandas, kehilangan pegangan mereka.

Dia tidak mengatakan bahwa mereka kehilangan keselamatan mereka, itu sudah ditentukan untuk selamanya. Namun jika Anda kehilangan pegangan Anda, maka Anda kehilangan pengangan dalam doktrin, dalam kebenaran, dalam keyakinan dan dalam kepercayaan diri. Jadi Petrus mengatakan...Lihatlah, demi tujuan kekal kami marilah kami memegang kebenaran. Jaga dirilah. Dan satu-satunya jalan adalah dengan mempelajari Firman Allah dan dengan melayakkan diri.

Tinggal dua. Pendewasaan, ayat 18, “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.” Dia mengatakan sambil Anda menunggu kemuliaan kekal Anda, bertumbuhlah menuju ke hal itu. Paulus mengatakan di Efesus 4:14, “sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan.”

Dan ada perkataan akhir selagi Petrus menutup dan perkataan itu adalah pemujaan. Dia mengatakan, “Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya, Amin.” Ini memanggil kita untuk beribadah. Paulus mengatakan di 1 Korintus 10:31, “lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.”

Kemuliaan adalah milik Allah dan Allah saja. Disini Roh Kudus melalui Petrus mengatakan muliakanlah Yesus Kristus. 2 Petrus 3:18 adalah suatu pujaan besar (doxa adalah kata untuk kemuliaan) yang diberikan kepada Yesus Kristus. Karena itu ini menegaskan bahwa Allah dan Kristus keduanya adalah ilahi dan layak untuk dipuji, Amin?

Apakah Anda mengingat semua ini dan rela untuk melakukan semua itu? Ingatlah bahwa kita ada dalam peperangan rohani yang tidak akan berakhir sampai saat Yesus kembali atau kita mengalami pengangkatan. Kuatkanlah diri Anda dan Anda akan menuai keuntungannya di surga.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu