30 Okt 2011 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2011
Hidup mengantisipasi kedatangan Kristus
30 Oktober 2011

Jadi marilah kita kembali ke 2 Petrus 3 dimana kami masih belum selesai beberapa bulan yang lalu, dan marilah kita melihat bagian terakhir dari surat ini, mulai dari ayat 11 sampai 13 dulu. Petrus telah menerima wahyu ilahi untuk membela jemaat gereja dari serangan-serangan guru palsu dalam surat ini.

Ingatlah bahwa di dalam bab pertama dia memberikan kita petunjuk yang sangat penting untuk memastikan bahwa kita berada dalam hubungan yang benar dengan Allah. Kemudian dalam bab kedua dia menggambarkan karakteristik guru-guru palsu itu. Dan di bab ketiga dia melawan serangan mereka melawan Kedatangan Kristus yang Kedua.

Kita harus bersyukur kepadanya untuk menjelaskan bahwa sejarah itu ada maksudnya, bahwa sejarah ada gunanya. Allah akan campur tangan melalui kedatangan Kristus dan akan mengakhiri sejarah dengan baik. Tanpa tujuan dalam sejarah manusia, tanpa akhir, tanpa masa depan, hedonisme merajalela dalam hati beberapa orang dan mereka hidup seenaknya sendiri dan hidup itu tidak berarti.

Namun setelah itu, Petrus ingin supaya kita sebagai orang-orang percaya memiliki pengertian yang tepat dan respon yang tepat untuk kedatangan kembali Yesus Kristus. Dan kata-kata akhir itu mulai di ayat 11, “Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup, 12 yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.”

Nah Petrus memakai di ayat 12 istilah “hari Allah”, yang mengacu kepada keadaan kekal. Jangan bingung dan menyamakan ini dengan “Hari Tuhan” yang adalah hari Penghakiman. Dia mengatakan jika Anda menunggukan keadaan kekal itu, yaitu langit yang baru dan bumi yang baru, seharusnya ada akibat terhadap hidup Anda sekarang ini.

Ketika Yesus datang untuk memberi upah kepada Anda, ketika Yesus datang untuk memberikan Anda langit baru dan bumi baru, ketika Yesus datang untuk menyelamatkan Anda dari penghukuman untuk membawa Anda kepada hari Allah kekal yang besar itu, itu harus mempengaruhi kehidupan Anda. Dengan kata lain, jika Anda dicipta untuk hal itu, ditebus untuk hal itu, dibenarkan untuk hal itu, maka Anda harus mulai hidup sesuai dengan hal itu.

Bahkan di 2 Korintus 5: 9-10 Paulus menambahkan kepada hal itu ketika dia mengatakan, “Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya. 10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.”

Kita semua akan menghadap tahkta pengadilan itu ketika kita akan menerima upah kekal kami. Seperti Paulus mengatakan di 1 Korintus 4:5, pada waktu itu ketika Tuhan akan menghakimi apa yang tersembunyi di dalam hati kami, setiap orang akan menerima pujian Allah yang berbeda-beda dan kita akan masuk ke dalam upah kekal kami.

Jadi bagaimana kita harus hidup menunggukan kedatangan kembali-Nya? Petrus mendaftarkan sejumlah atribut yang kita akan membicarakan malam ini dan minggu malam yang akan datang. Pertama, kita baca di ayat 11, “betapa suci dan salehnya kamu harus hidup.” Hidup suci mengacu kepada tindakan dan kesalehan mengacu kepada sikap.

Kelakuan kudus mengacu kepada cara saya mejalani hidup, kesalehan mengacu kepada sikap hati yang hormat yang mengatur kehidupan saya. Kelakuan kudus mengacu kepada apa yang mengatur perilaku saya dan kesalehan mengacu kepada apa yang menguasai hati saya. Jadi dia mengatakan orang itu harus seperti apa yang ada dalam hati dan kelakuan, dalam motivasi dan tindakan, dalam sikap dan kewajiban.

Jawabannya terdapat di dalam ayat 12 sampai ke ayat 18. Apakah yang seharusnya memberi karakter kepada kami? Marilah saya memberikan Anda daftar kecil dari Petrus, dan kita akan membicarakannya satu per satu: pengharapan, pendamaian, pemurnian, pengabaran injil, diskriminasi, pendewasaan dan pemujaan. Saya hanya ingin memberikan Anda sedikit pengarahan dalam hal ini. Itulah hal-hal yang harus mendefinisikan kami dalam sikap kudus dan kesalehan.

Pertama, marilah kita menamakannya pengharapan. Perhatikanlah ayat 12-13, “yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. 13Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.”

Kata kerja “menantikan” idenya adalah pengharapan, dan waspada akan kedatangan Tuhan. Kata “mempercepat” menambahkan ide keinginan besar. Ini berarti bahwa saya akan berurusan dengan beberapa masalah dalam hidup saya supaya saya tidak malu pada kedatangan-Nya.

Frase kecil “kedatangan”, sekali lagi kata indah parousia itu, secara harfiah artinya kehadiran tubuh pribadi Yesus Kristus. Ini bukan tentang kehadiran di suatu tempat, ini tentang kehadiran seseorang. Dan jika kita tidak memiliki dosa yang belum diakui, kita dapat menantikan kedatangan Yesus Kristus dengan harapan besar. Kita tidak mengharapkan hari Tuhan, namun kita menantikan hari Allah.

Jadi jika Anda ingin mempercepat kedatangan hari Allah, sesuatu yang lain harus terjadi duluan. Allah harus menghancurkan alam semesta sekarang ini. Jadi kita dapat mengatakan bahwa sebelum ada kemungkinan hari Allah (keadaan kekal) harus terjadi hari Tuhan (Hari Penghakiman).

Sama seperti yang kita baru belajar di ayat 5 dan 6, bahwa Tuhan pernah menghancurkan bagian bumi dari alam semesta dengan air, menenggelamkan semua orang yang di dalamnya dengan air yang dari bawah bumi dan air dari atas bumi, demikian pula di masa depan Ia akan menghancurkannya dengan api.

Hari Tuhan itu bukan akibat suatu bencana alam. Dan itu bukan akibat beberapa negara menggunakan senjata nuklir. Ini bukan hasil manusia atau kejadian alam atau bencana alam. Ini penghakiman ilahi oleh Allah yang Mahakuasa melalui kuasa Kristus yang kepada-Nya Dia telah memberikan pekerjaan penghakiman itu.

Nah jangan lupa bahwa hari Tuhan itu datangnya dalam dua bagian. Hari Tuhan itu mulai ketika Yesus datang kembali pada Kedatangan Kedua-Nya pada akhir masa Tribulasi. Dan kemudian Dia mendirikan Kerajaan seribu tahun-Nya. Dan kemudian pada akhir seribu tahun itu, tahap kedua dari hari Tuhan itu datang.

Lihatlah Wahyu 8:7, sangkakala ditiup untuk menyatakan penghakiman pada akhir masa Tribukasi itu, “Lalu malaikat yang pertama meniup sangkakalanya dan terjadilah hujan es, dan api, bercampur darah; dan semuanya itu dilemparkan ke bumi; maka terbakarlah sepertiga dari bumi dan sepertiga dari pohon-pohon dan hanguslah seluruh rumput-rumputan hijau.”

Dan kemudian Wahyu 16:8, dimana penghakiman terakhir terjadi pada akhir masa Tribulasi, sebelum kedatangan Tuhan Yesus, “Dan malaikat yang keempat menumpahkan cawannya ke atas matahari, dan kepadanya diberi kuasa untuk menghanguskan manusia dengan api. 9 Dan manusia dihanguskan oleh panas api yang dahsyat, dan mereka menghujat nama Allah yang berkuasa atas malapetaka-malapetaka itu dan mereka tidak bertobat untuk memuliakan Dia.”

Ini semacam deskripsi figuratif dari kekuatan api besar. Mungkin Allah membuka bumi sedikit dan mengekspos kapasitas vulkaniknya, yang panasnya sampai 4,000 derajat Celcius dan yang menghancurkan sepertiga dari dunia. Itu hanya pratinjau, itu hanya sedikit dari apa yang akan terjadi pada akhir Kerajaan seribu tahun itu.

Lihatlah Wahyu 9:16-18, “Dan jumlah tentara itu ialah dua puluh ribu laksa pasukan berkuda; aku mendengar jumlah mereka. 17 Maka demikianlah aku melihat dalam penglihatan ini kuda-kuda dan orang-orang yang menungganginya; mereka memakai baju zirah, merah api dan biru dan kuning belerang warnanya; kepala kuda-kuda itu sama seperti kepala singa, dan dari mulutnya keluar api, dan asap dan belerang. 18 Oleh ketiga malapetaka ini dibunuh sepertiga dari umat manusia, yaitu oleh api, dan asap dan belerang, yang keluar dari mulutnya.”

Dan begitulah permulaan penghancuran akhir dengan api. Dan Tuhan telah memberikan kita cukup banyak peringatan, di Perjanjian Lama, di Perjanjian Baru, pratinjauan yang sangat deskriptif yang datang pada akhir masa Tribulasi tujuh tahun itu, sebelum Yesus kembali untuk mendirikan Kerajaan seribu tahun-Nya.

Dan akhirnya di Wahyu 20:7-10, “Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya, 8 dan ia akan pergi menyesatkan bangsa- bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog (orang-orang yang hidup selama 1000 tahun itu dan tetap menolak Kristus), dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut. 9 Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka, 10 dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.”

Dan kemudian datanglah waktunya seluruh alam semesta di konsumsi dan semua unsur-unsur meleleh dari panas yang hebat itu. Apakah artinya unsur-unsur? Itu berarti komponen-komponen yang membentuk blok bangunan materi semua akan dikonsumsi. 1 Yohanes 2:17 mengatakan, “dunia ini sedang lenyap.” Alam semesta, bumi fisik dan dunia yang berarti sistim sosial, ekonomi, budaya dan agama semua akan hilang.

Ketika hari Allah tiba semua penhancuran akhir sudah terjadi. Hari manusia telah lewat. Karena itu sekarang adalah hari Allah, bukan hari manusia lagi. Korupsinya alam semesta dan malaikat-malaikat yang jatuh akhirnya semua telah dihakimi.

Sesuai janji-Nya Tuhan akan membawa langit baru dan bumi baru, yaitu firdaus yang diciptakan kembali setelah api itu. Itulah janji Allah. dan menurut janji-Nya, Dia tidak mungkin berdusta, dia selalu berfirman kebenaran, kita akan melihat bumi yang baru dan alam semesta yang baru.

Dan janji itu telah dijanjikan dari dulu. Nabi Yesaya mengatakan hal itu di Yesaya 65:17, “Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati.”

Dengarkanlah, salah satu realitas besar dari kekekalan adalah bahwa Anda tidak lagi akan mengingat waktu. Anda akan dipenuhi langit baru dan bumi baru dan hal-hal dulu tidak akan teringat lagi atau timbul dalam hati. Bersuka citalah untuk selama-lamanya, Dia mengatakan, dengan apa yang Saya ciptakan.

Dan kemudian di Yesaya 66:22 dia mengatakan hal itu lagi, “Sebab sama seperti langit yang baru dan bumi yang baru yang akan Kujadikan itu, tinggal tetap di hadapan-Ku, demikianlah firman Tuhan, demikianlah keturunanmu dan namamu akan tinggal tetap.”

Iya, Petrus mengatakan, menurut janji-Nya akan ada langit baru dan bumi baru. Perkataan “baru” adalah kata kainos, yang berarti baru dalam kualitasnya, bukan baru dalam hal kronologi, dan bukan baru dalam rangka, tetapi baru dalam kualitas, berbeda, tidak sama seperti apapun yang pernah kita tahu.

Dan bagaimana caranya Petrus menyimpulkan karakter hal baru itu? Di 2 Petrus 3:13 tertulis, “di mana tinggal kebenaran.” Jadi dia mengatakan bahwa ini dunia baru dimana dimana kebenaran itu tidak lagi aneh, dunia dimana kebenaran tidak lagi asing, dunia yang menjadi rumah kebenaran, yang permanen dan keberadaannya sempurna.

Itulah dunia yang dijanjikan kepada kami didalam Yesus Kristus. Itulah tujuannya sejarah kami. Itulah yang disediakan bagi mereka yang mengasihi- Nya. Di Yesaya 60:19, dikatakan, “Bagimu matahari tidak lagi menjadi penerang pada siang hari dan cahaya bulan tidak lagi memberi terang pada malam hari, tetapi Tuhan akan menjadi penerang abadi bagimu dan Allahmu akan menjadi keagunganmu.”

20 Bagimu akan ada matahari yang tidak pernah terbenam dan bulan yang tidak surut, sebab Tuhan akan menjadi penerang abadi bagimu, dan hari-hari perkabunganmu akan berakhir.”

Lihatlah Wahyu 21:1-7, “Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi. 2 Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. 3 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.”

Ayat 4-7 mengatakan, “Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." 5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!"

“Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar." 6 Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. 7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.”

Lihatlah Wahyu 21:23-27 hampir sama dengan Yesaya, “Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya. 24 Dan bangsa-bangsa akan berjalan di dalam cahayanya dan raja-raja di bumi membawa kekayaan mereka kepadanya; 25 dan pintu-pintu gerbangnya tidak akan ditutup pada siang hari, sebab malam tidak akan ada lagi di sana; 26 dan kekayaan dan hormat bangsa-bangsa akan dibawa kepadanya.”

Semua orang yang telah ditebus dari segala bangsa akan berada disitu dalam kemuliaan itu. Akan tetapi ayat 27 mengatakan, “Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.”

Dan tahukah Anda, jika kita tahu kita akan menuju kepada langit baru dan bumi baru, jika kita tahu bahwa kita akan diselamatkan dari hari Tuhan tahap pertama dan tahap kedua, jika kita yakin bahwa kita telah lolos dari hukuman karena kita telah dipilih untuk hidup kekal, kemuliaan kekal, dan kebenaran kekal, dan tempat kediaman kekal kita adalah di hari Allah yang kekal, dimana hanya ada kebenaran saja, jika itulah rencana Allah bagi kita dan itulah alasan-Nya Dia menebus kita, kita harus menjadi orang seperti apa?

Pertama, kita harus menjadi orang yang memiliki karakter yang penuh pengharapan. Urutan kejadian adalah sebagai berikut: Tuhan Yesus datang untuk Pengangkatan gereja-Nya, kemudian datanglah tahap pertama dari hari Tuhan, yaitu penghakiman ketika Tribulasi. Dan kemudian kita datang kembali bersama Dia untuk memerintah bersama Dia selama seribu tahun itu dalam tubuh kita yang telah dimuliakan.

Pada akhit masa itu Dia menghancurkan semesta alam, dengan mempertahankan mereka sudah dibenarkan dan ditebus melalui penghancuran itu dan membawa kita pada akhir seribu tahun itu kedalam hari Allah, Dan kita harus hidup dengan pengharapan itu. Yang terbaik masih akan datang. Marilah kita membicarakan hal itu minggu depan. Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu