04 Sep 2011 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2011
Kerendahan hati untuk Pelayanan
4 September 2011

Pernahkah Anda melihat betapa mudahnya Anda sombong ketika Anda benar? Dan kadang karena kita benar dan karena kita tahu kebenaran dan karena kita mengaishi kebenaran dan mengerti kebenaran, kita bisa menjadi tidak toleran dan berat tangan. Dna kita semua perlu belajar kerendahan hati.

Kita harus membicarakan kebenaran dengan kasih. Kita perlu sabar dan lemah lembut dan rendah hati. Dan tahukah Anda bahwa kita hidup di dalam dunia yang mementingkan kasih-diri, kepuasan diri dan promosi diri. Jadi kita sekarang ini hidup sebagai orang Kristen dalam kultur yang bertentangan yang berlawanan dengan dunia. Penuh dengan kerendahan hati yang dianggap kelemahan dalam dunia ini.

Namun Firman Tuhan melihat kesombongan itu sebagai dosa yang buruk. Itu adalah dosa si Iblis. Itulah yang menyebabkan dia dan semua malaikat lain yang mengikuti pemberontakannya sampai dibuang dari surga. Dan pada dasarnya itu juga yang menyebabkan Adam dan Hawa dilempar keluar dari Taman. Keangkuhan itu yang berusaha untuk menjadi seperti Allah dan yang berusaha untuk menyerang keberdaulatan-Nya yang sempurna dan kemuliaan-Nya, dan berusaha untuk menggantikan-Nya dengan diri sendiri.

Dan kebanggaan itu menguasai setiap hati manusia. Karena itu sangat sukar untuk datang kepada Kristus. Karena itu pintu gerbangnya sempit dan karena itu jalannya berat dan karena itu kita harus bertekun untuk masuk kedalam Kerajaan, karena memang sukar untuk menyangkal diri.

Tidak ada orang yang dapat mengatasi kesombongannya kecuali kita sudah lepas dari tubuh ini. Kebanggaan akan menetap dalam kedagingan yang jatuh ini. Dan akan tinggal sampai kita dipermuliakan. Kesombongan harus dipatahkan bagi orang untuk diselamatkan, dan itu harus berulang kali di patahkan bagi orang untuk dibenarkan.

Kita harus memiliki hati yang patah dan menyesal. Namun kerendahan hati daatngnay sulit, khususnya pada saat Anda berpikir Anda benar. Dan semakin banyak Anda tahu, dan semakin Anda menjadi dewasa, dan semakin besar pengaruh Anda terhadap orang lain, dan semakin besar berkat-berkat Anda di dalam hidup ini, semakin itu semua malah memberi makan kepada kesombongan Anda.

Sangat penting kita mengerti kepentingan kerendahan hati. Paulus mengatakan di 2 Korintus 12:7-9, “Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan- penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. 8Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. 9Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Pada saat kita mengakhiri kepentingan diri kita baru menjadi kuat.

Itulah masalahnya dengan murid-murid Jesus. Bukalah Alkitab Anda kepada Lukas 9. Hampir tiga tahun murid-murid itu sudah bersama dengan Yesus. Ini sesuatu yang berlangsung 24/7, mereka berada bersama Yesus dan dimanapun sepertinya ruangan kelas dan semuanya suatu pelajaran.

Dan semuanya yang diajarkan Yesus itu semua benar. Segala sesuatu adalah penafsiran benar dari pikiran ilahi. Mereka diajarkan dengan sempurna. Selain menjadi benar tentang segalanya, mereka juga diberi otoritas untuk mewakili Yesus Kristus dan untuk memberitakan Injil Kerajaan dari kota ke kota dan desa ke desa.

Dan mereka diberi otoritas besar sehingga ketika mereka masuk ke suatu tempat dan pesan mereka tidak diterima, mereka diperbolehkan untuk menghakimi mereka dan kebaskan debu kaki mereka dan meneruskan perjalanan mereka

Mereka diberikan kuasa untuk mengusir setan. Mereka diberi kuasa untuk menyembuhkan penyakit. Mereka orang-orang biasa yang diberikan banyak sekali kebenaran, otoritas dan kuasa ilahi yang dipergunakan atas nama Yesus Kristus.

Dan memangnya kedagingan itu sukar sekali tidak sombong. Jadi perlu untuk Tuhan kita untuk mengajarkan mereka berkali-kali bagaimana mereka harus rendah hati. Dan salah satu tertdapat di Lukas 9.

Dan kita akan belajar dari Yesus dalam sekolah yang bukan sekolah teologia akan tetapi sekolah kerendahan hati. Nah kita harus mengerti satu hal sebelumnya kita membaca ayat 46. Mereka baru saja menerima kuasa itu di permulaan bab 9, kekuatan dan otoritas diatas setan-setan, menyembuhkan penyakit, memberitakan Kerajaan, menghakimi kota-kota dan mengebaskan debu kaki mereka.

Lalu pergilah mereka, di ayat 6, “memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat.” Dan ditambahkan itu, tiga dari antara mereka, Petrus, Yohanes dan Yakobus, menurut ayat 28, telah mengalami kejadian yang sangat luar biasa. Mereka dibawa keatas gunung dengan Yesus dan disitu Dia berubah rupa dan mereka melihat kemuliaan Allah yang bersinar.

Dan mereka juga bertemu dengan Musa dan Elia diatas gunung itu. Nah, itu pengalaman yang menakjubkan, unik dan tiada bandingnya. Disini mereka berada dengan segala kuasa itu, semua otoritas itu, wakil-wakil Mesias, yang telah melihat tokoh Perjanjian Lama yang terbesar, yaitu Musa, pemberi hukum, dan nabi Perjanjian Lama yang terbesar, Elia secara pribadi diatas gunung dan Kristus yang telah berubah rupa.

Memang sukar untuk merendahkan diri. Jadi mereka turun dari gunung, dan mereka mulai bertengkar. Ayat 46, “Maka timbullah pertengkaran di antara murid-murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka.” Maklumlah. Salah satu dari mereka mungkin mengatakan, siapakah yang terbesar, mungkin sayalah.

Dan Yakobus mengatakan, nah kalau memang itu Anda, pastilah Anda diundang untuk naik ke gunung bersama kami. Kami diajak naik ke gunung dan Anda tidak. Atau mungkin permasalahan mulai dengan pertanyaan, berapa banyak orang kau sembuhkan? Iya, ada beberapa yang sakitnya tidak seberapa. Wah, saya sembuhkan 5 orang yang penyakitnya parah. Kita seolah-olah bisa mendengar cara mereka bertengkar ya?

Ingatlah, jumlah rasul itu 12 orang. Dan ada empat daftar di Kitab Suci dari mereka, dan di setiap daftar ada tiga kelompok dari empat orang, dan mereka selalu dalam kelompok yang sama. Dan keintiman mereka dengan Yesus menurun dengan setiap kelompok. Tetapi mereka selalu berdebat tentang siapa yang terbesar dan mereka sering membandingkan semua pengalaman rohani mereka, semua kesempatan mereka untuk memperlihakan kuasa mereka dan waktu mereka intim bersama Yesus.

Jadi disinilah kita diperhadapkan dengan masalah kesombongan. Berita mereka benar, mereka diberi otoritas dari Allah. Mereka adalah wakil-wakil yang dipilih- Nya, namun tetap mereka tidak sanggup menangani panggilan yang mulia ini. Memang sangat sukar untuk merendahkan diri ketika kita benar. Namun itulah yang diperlukan.

Dan di dalam teks ini kita melihat Tuhan Yesus mengajarkan kerendahan hati. Mereka baru saja kembali. Mereka baru saja bersama lagi dan di perjalanan perdebatan mereka semakin besar. Sampai Yakobus dan Yohanes minta ibu mereka untuk menanyakan Yesus supaya mereka dapat duduk disebelah kanan dan kiri-Nya. Mengapa? Karena ibu mereka bersaudara dengan ibu Yesus dan mereka ingin menggunakan hubungan keluarga itu (Matius 20:20-26).

Jadi marilah kita pelajari akibat keangkuhan itu. Pertama, kesombongan itu menghancurkan kesatuan. Lukas 9:46 mengatakan, “Maka timbullah pertengkaran diantara mereka.” Itu tidak baik. Pertengkaran itu menghancurkan kesatuan. Mereka satu tim, mereka menjadi satu. Janganlah bersaingan satu sama lain. Hanya kerendahan hati mendorong kesatuan.

Karena itu Paulus mengatakan di Filipi 1:27, “Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil.”

Kedua, kesombongan ingin superioritas atas orang lain. Kebanggaan ingin mengangkat dirinya sendiri. Kesombongan membandingkan diri dengan semua orang lain, sama seperti Paulus mengatakan di 2 Korintus 10:12 mengenai guru- guru palsu, “Mereka membandingkan dirinya dengan diri mereka sendiri.” Yesus berkata di Matius 20:26-27, “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, 27dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu.”

Filipi 2:3-4, “dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; 4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.”

Ketiga, kebanggaan itu memperlihatkan dosa atau sifat dosa. Lukas 9:47 mengatakan, “Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka.” Bagaimana jika Anda bersama Yesus selama tiga tahun, 24 jam 7 hari yang tahu segala pikiran Anda?

Mungkin ini bukti terbesar dari anugerah Allah dalam memakai kami. Dia tahu semua pikiran Anda dan semua pikiran saya. Dia tahu pikiran mereka. Dia tahu dosa dalam hati mereka. Kesombongan itu dosa dan Anda seluruhnya terbuka. Akan tetapi Allah tetap rela memakai Anda.

Jadi karena Dia tahu apa yang mereka pikirkan Dia memberikan mereka suatu pelajaran tentang kerendahan hati. Di Lukas 9:47 Yesus meneruskan, “Karena itu Ia mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di samping-Nya.” Menurut Markus 9:36, anak itu cukup besar untuk dipeluk Yesus.

Yesus mengatakan bahwa kita dapat masuk ke surga kecuali kita menjadi seperti anak kecil. Apakah maksud Tuhan Yesus dengan ajaran ini? Anak itu tidak memiliki prestasi, tidak bangga atas kemampuannya. Anda datang tanpa ada apa-apa dari dirimu yang dapat menghasilkan tempat bersama Allah.

Dosa kesombongan itu adalah kegagalan untuk menyadari bahwa kita bergantung kepada Dia, dan kita tidak memiliki prestasi atau apapun. Apakah kesaksian Paulus di 1 Korintus 15:10, “Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang.” Semuanya adalah pekerjaan Allah. Dan kerendahan hati adalah mengaku dan menyadari bahwa tanpa Allah kita tidak berdaya.

Nomor Empat. Kesombongan menolak keilahian. Lihatlaj Lukas 9:48. Yesus berbicara dengan mereka memakai anak kecil sebagai obyek pelajaran yang hidup, “Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku.”

Matius 18:5 mengatakan, “Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku." Kita harus menerima satu sama lain seperti anak-anak, karena caranya kita menerima satu sama lain adalah caranya Anda menerima Aku. Dan didalam setiap orang dimana ada Kristus, Allah Bapa juga berada. Kesombongan itu menolak Allah di dalam orang percaya lain.

Hanya ada satu cara untuk menerima orang percaya dari manapun dia asalnya, yaitu dengan cara Kristus menerima saya. Kita janganlah mengatakan, ah Aku tidak ada waktu untuk orang seperti itu. Aku mau keluar saja. Yesus mengatakan rendahkanlah dirimu supaya Anda juga dapat mengasihi setiap pendosa lain.

Prinsip kelima, kesombongan memutarbalikkan realitas. Lihatlah bagian terakhir dari Lukas 9:48, “Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar.” Dunia mementingkan sebaliknya, “siapa yang paling popular, yang paling terkenal, yang paling berpengaruh, yang paling berkuasa adalah yang terbesar.”

Realitasnya adalah bahwa yang paling rendah, dan yang paling rendah hati di mata Tuhan adalah yang tertinggi. Masih ingat 1 Korintus 1:26, dimana rasul Paulus mengatakan bahwa Tuhanlah yang membangun gereja-Nya, dan yang dipanggil bukan orang-orang bijak dan orang yang berpengaruh?

Namun Dia ambil orang-orang bawahan, yang dasar, yang lemah dan Dia membangun gereja-Nya dari mereka supaya tidak ada penjelasan lain dari gereja itu selain dari tujuan Allah. Kami adalah rendah dan tidak layak. Yakobus 4:6 mengatakan, “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”

Nomor enam, kesombongan bereaksi ekslusif. Orang sombong memikir hanya merekalah yang special, hanya mereka terpilih. Lukas 9:49, “Yohanes berkata: "Guru, kami lihat seorang mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita."

Yang kita katakan kepada dia adalah, hey saudara, Anda tidak termasuk kelompok kami. Anda bukan denominasi kami. Tetapi dia mengusir setan demi nama Yesus. Disitu tidak dikatakan dia mencoba. Disitu dikatakan dia mengusir setan, dia memiliki kuasa. Mungkin dia salah satu dari kelompok 70 orang itu yang menyendiri. Dan dia melakukan itu sesuai dengan nama Yesus, dan demi kehendak-Nya.

Kesompongan mengatakan saya lebih maju dari Anda. Saya tidak tahu saya dapat bekerja bersama Anda. Anda perlu pertolongan, Anda masih belum dewasa. Ketika Anda sudah mencapai tingkat itu, saya akan bekerja sama dengan Anda. Itulah pembicaraan orang sombong.

Kerendahan hati mengatakan jika Anda berjuang sebisanya untuk melayani Kristus, saya akan membantu Anda. Orang rendah hati memiliki hati yang besar. Yesus mengatakan kepadanya di ayat 50, “Jangan kamu cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu."

Gereja yang benar dan setia sangat beragam, benar? Saya pernah berada di bermacam gereja untuk orang Kristen yang benar-benar mengasihi Tuhan Yesus Kristus yang memakai jenis ekspresi ibadah dalam pelayanan yang sangat berbeda-beda.

Sekali lagi rendahkan diri Anda dan sadarlah bahwa kita semua masih dalam proses pertumbuhan. Ada beberapa yang prosesnya masih dibelakang Anda. Jadi berusahalah untuk mengajarkan apa yang mereka perlu ketahui supaya lebih sesuai Firman Allah. Kerendahan hati itu sama dengan kebesaran.

Kerendahan hati ada di dalam hati mereka yang mengejar kesatuan dengan mementingkan orang lain. Kerendahan hati ada di dalam hati mereka yang tidak mau membandingkan diri mereka dengan orang lain. Kerendahan hati itu adalah milik mereka yang meninggikan Allah saja dan berhubungan dengan orang percaya lain, mereka menghormati dan mengasihi orang percaya itu karena orang itu seperti Kristus bagi mereka.

Bagaimana dengan orang-orang yang tidak percaya? Apakah kita harus berkelahi dengan mereka? Dengarkanlah Lukas 9:55, “Yesus berpaling dan menegor mereka, kamu tidak tahu kamu Roh mana.” Anda tidak dapat menahan diri. Luke 9:56, “Karena Anak manusia tidak datang untuk membinasakan manusia namun untuk menyelamatkan mereka.”

Mereka yang benci orang Kristen bukanlah musuh kami. Kita menyerang semua orang yang tidak setuju dengan kami. Seperti orang homo seksual, feminis, orang kiri liberal, dan memanggil mereka nama dan mencoba untuk menggantikan kuasa mereka melalui pemilihan. Mereka orang terhilang. Bagaimana Anda mengharapkan mereka bertindak?

Dalam kondisi yang sama pastilah Anda juga bertindak sama. Bukan mereka yang menjadi musuh kita. Mereka malah menjadi ladang misi kami. Kita dalam misi pengampunan. Kita janganlah mengasingkan mereka yang kita perlu menjangkau. Dan hanya melalui kerendahan hati kita dapat belajar hal itu.

Ketujuh, kesombongan menghalang belas kasihan. Bagaimana Anda akan menghadapi hal itu? Akhir ayat 56 mengatakan, “Lalu mereka pergi ke desa yang lain.” Mereka terus berjalan ketempat lain. Kita tahu kebenaran, Kita memiliki kebenaran. Namun kita harus mengabarkan kebenaran itu dengan kasih dan kerendahan hati. Yesus mengatakan ini, “hendaklah kamu murah hati sama seperti Bapamu murah hati. Dan rendahkanlah dirimu sama seperti Kristus merendahkan diri-Nya bagi kamu.” Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu