03 Jul 2011 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2011
Kemunafikan di gereja
3 Juli 2011

Marilah kita belajar lebih banyak lagi dari Firman Allah tentang kemunafikan. Berapa banyak diantara Anda tahu ada orang munafik di gereja yang duduk disebelah Anda? Hati-hati ya… Saya mengatakan minggu kemarin bahwa ada banyak orang yang mengaku Kristen yang memakai hal itu sebagai alasan untuk bolos dari gereja karena mereka mengatakan terlalu banyak orang munafik di gereja.

Mereka memakai alasan ini supaya mereka tidak ikut serta dengan gereja fisik, yang lokal dan yang sudah menjadi organisasi gereja cukup lama. Dan minggu kemarin saya mengatakan bahwa kita harus mengakui bahwa di gereja banyak orang munafik, namun janganlah memakai hal itu sebagai alasan untuk tidak datang ke gereja dan menjadi orang yang Allah kehendaki.

Ini teks yang sukar untuk diikuti dengan baik, jadi marilah kita mendalami apa yang kita mulai membicarakan minggu yang lalu. Setiap kali kita dibandingkan dengan umat abad pertama, ini tidak gampang. Namun Yesus juga berbicara dengan orang-orang yang baru belajar tentang kebenaran sifat dosa mereka. Seringkali kita ingin memikir bahwa perintah Tuhan Yesus kepada kita sebenarnya untuk orang lain.

Kita harus belajar untuk menerima Alkitab sebagai suatu surat pribadi dari Allah bagi setiap orang yang percaya. Dan ini memang benar untuk buku Matius. Kita mulai minggu kemarin dengan memberi definisi orang munafik dan kita baca di Matius 6:1, “Ingatlah, jangan kamu berbuat kebenaranmu (bukan kewajiban agamamu) di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.”

Dan minggu yang lalu kita diberi tahu bahwa ini ayat kunci yang mempengaruhi ketujuh belas ayat berikutnya. Dan setelah itu Yesus memakai tiga contoh untuk menjelaskan bagaimana seharusnya tingkah laku kita sehari-hari. Janganlah seperti orang munafik yang misalnya dalam hal memberi, berdoa dan berpuasa hanya mementingkan pujian orang.

Jadi definisi orang munafik adalah seseorang tanpa Allah yang berlaku seperti seseorang yang menjadi milik Allah. Orang yang munafik akan mendapat upah manusia disitu juga, namun hanya itu saja yang mereka dapatkan, karena mereka tidak akan menerima apapun dari Allah selamanya.

Nah beberapa dari kita biasanya mengatakan bahwa orang munafik itu adalah seseorang yang bersama Allah yang kelakuannya tidak seperti orang yang percaya Allah. Yaitu orang yang pergi ke gereja dan mengaku Kristus tetapi di dalam dunia tingkah lakunya tidak berbeda dengan orang lain. Tetapi definisi Alkitabiah orang munafik ini jauh lebih berbahaya dan ini sekarang bisa menjadi masalah pribadi.

Mengapa? Dimanakah kebanyakan orang munafik seperti yang didefinisikan Yesus? Dimanakah ada orang yang bertindak seperti mereka percaya Allah? Di dalam gereja, benar? Jadi dimana bahayanya terbesar bagi orang yang melakukan semua hal itu dan pada akhir kehidupannya mereka menyadari mereka masih tanpa Allah karena mereka sebenarnya tidak pernah mengenal-Nya? Di dalam gereja, benar?

Bagaimana jika seseorang berbuat segala hal rohani di dalam kehidupannya, seperti pergi ke gereja dan ikut pemahaman Alkitab, berdoa untuk orang sakit dan memberi uang tetapi hatinya tidak pernah berubah? Menurut Yesus itulah kondisi yang kita perlu pertimbangkan. Apakah kita orang munafik yang belum diselamatkan?

Kita munafik sebenarnya berarti menjadi seorang aktor yang memainkan peranan. Kita semua telah melihat aktor di atas panggung, dalam dram dan di program TV dan kita tahu bahwa mereka tidak benar- benar sama dalam karakter yang mereka main. Nama panggung mereka bukan nama asli mereka dan perilaku mereka bukan DNA mereka. Dan inilah kemunafikan.

Saya ingin menambahkan satu hal lagi untuk menambahkan pengertian dan menjelaskan siapakah orang munafik itu. Orang munafik itu adalah orang yang melakukan hal-hal benar namun alasannya salah. Ini sering hal yang di salahmengerti di dalam gereja tentang kemunafikan.

Lihatlah lagi Matius 6:1 dan perhatikanlah bagian pertama dari ayat 1 ini, “Ingatlah, jangan kamu berbuat kebenaranmu di hadapan orang supaya dilihat mereka.” Beberapa orang telah salah menafsirkan sebagian dari ayat ini dan itu telah menyebabkan pada suatu waktu ada kebingungan dalam pelayanan atau ibadah.

Ada yang mengingat hanya sebagian saja dari suatu ayat dan memang gampang kita ingat bagian pertama saja dari Matius 6:1, “jangan kamu berbuat kebenaranmu.” Jadi ada orang Kristen yang mengatakan Kekristenan bukanlah sesuatu yang kita lakukan, namun itu keberadaan kita dan mereka mengutip bagian ayat ini saja yang dikatakan Yesus.

Sebenarnya kata-kata “berbuat kebenaranmu” tidak sering dipakai, namun marilah saya memberikan Anda beberapa. Lihatlah 1 Yohanes 2:29, “Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya.” Yohanes mengatakan bahwa menjadi orang benar berarti kita harus berbuat kebenaran.

Lihatlah 1 Yohanes 3:7, “Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu (satu cara lain untuk mengatakan ingatlah, waspadalah). Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar.” Disini Yohanes mengatakan lagi, kita benar pada saat kita hidup benar dan berbuat kebenaran!

Apakah Anda bisa melihat betapa gampangnya kita tertipu? Ada orang yang mengatakan, perbuatanku dalam kehidupan sehari-hari tidak penting, Yesus telah menyelamatkan aku dan Dia tinggal di dalam hatiku sekarang dan saya yakin saya akan masuk ke surga. Apa yang saya perbuat setiap hari tidak masalah.

Namun bacalah apa yang Allah mengatakan kepada kita di 1 Yohanes 3:10, “Inilah tandanya siapakah anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.”

Sekarang ada juga orang lain yang mengingat lebih banyak lagi dari Matius 6:1 dan apa yang mereka ingat adalah, “Jangan kamu berbuat kebenaranmu di hadapan orang.” Hanya itulah yang mereka ingat. Dan ini sering menyebabkan ada suatu salahpengertian yang lain. Mereka ingin berbuat kebenaran namun mereka tidak mau supaya ada orang yang melihat mereka atau yang tahu tentang hal itu.

Lihatlah apa yang dikatakan Yesus mengenai hal itu di Matius 5:14-16, “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. 15Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. 16Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Allah mengatakan bahwa orang Kristen itu adalah orang-orang yang perlu memperlihatkan diri kepada orang lain supaya mereka tahu siapakah kita. Dan seandainya kita masih belum mengerti artinya ayat 14 dan 15, Yesus menerangkan hal ini lebih lanjut di ayat 16; kita harus berbuat baik supaya orang lain melihatnya dan memuliakan Allah.

Dan kita akan mendalami hal ini lebih mendalam lagi ketika kita membicarakan ketiga contoh yang dilakukan orang Yahudi untuk menjadi saleh. Yesus memakai hal khusus ini sebagai contoh untuk mengajarkan kita apa yang kita janganlah lakukan dan apa yang kita harus lakukan sebagai anak-anak Allah.

Jadi ada yang mengatakan sebagai contoh, janganlah memberikan uang Anda dimana orang-orang dapat melihatnya. Ada orang yang lebih suka memberi persembahan di dalam kantong kollekte dari pada di tempat terbuka, karena mereka tidak mau ada orang yang melihat berapa banyak persembahan mereka dan mungkin mereka teringat ayat ini. Ada juga orang yang tidak mau berdoa di tempat umum atau berdoa terlalu keras untuk alasan yang sama.

Namun bukan itu yang diajarkan Yesus! Malah Yesus melakukan hal-hal sengaja supaya orang dapat mendengar-Nya dan melihat-Nya. Coba lihatlah Markus 12:41-44, “Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu.” Coba bayangkan ada Yesus dan Dia sengaja duduk dekat peti penyembahan waktu orang-orang memberi persembahan mereka.

Mari kita teruskan, “Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. 42Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. 43Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. 44Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya." Disini Yesus bukan saja mengamati orang akan tetapi Dia mengajarkan murid-murid-Nya dan kita suatu pelajaran penting mengenai memberi berkorban.

Masih ingat kisah Lazarus yang sudag meninggal selama 4 hari? Bacalah Yohanes 11:39-42, “Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati." 40Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?" 41Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. 42Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku."

Yesus berdoa pada waktu orang melihat-Nya dan Dia melakukan itu untuk keuntungan orang lain. Dan saat kita melihat Perjanjian Baru, gereja juga berbuat kebenaran mereka dihadapan orang dengan berdoa dan berkhotbah kepada mereka. Malah keseluruhan ibadah kami dengan berkhotbah, bernyanyi dan memberi persembahan semua adalah bagian dari berbuat kebenaran.

Sebenarnya yang dimaksud orang dengan tidak mau berbuat kebenaran dihadapan orang adalah bahwa hubungannya dengan Allah itu soal pribadi. Inilah yang dikatakan orang terhilang pada saat Anda bersaksi kepadanya, agama mereka adalah soal pribadi.

Yang dimaksud orang yang di dalam gereja yang mengatakan bahwa hubungan mereka dengan Allah adalah suatu masalah pribadi, adalah bahwa mereka ingin melihat apa yang terjadi di dalam gereja, mereka ingin menerima namun segan untuk berpartisipasi, untuk melayani atau segan berdoa dan segan memberi. Ini suatu macam kemunafikan.

Kita diselamatkan supaya kita berada dalam komunitas, kita diselamatkan untuk berbuat baik, kita diselamatkan untuk melayani, untuk menghibur orang, kita diselamatkan untuk berbuat kebenaran supaya orang lain dapat melihat apa yang Allah telah melakukan untuk kita supaya mereka memuliakan Dia. Tidak ada orang Kristen yang pribadi saja.

Jadi apakah yang dikatakan Yesus? Matius 6:1 mengatakan, “Ingatlah, jangan kamu berbuat kebenaranmu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.”

Apa yang Yesus katakan adalah jangan berbuat kebenaran di hadapan orang lain dengan maksud mengesankan mereka atau memamerkan sehingga mereka mengagumi Anda dan ingin mengikuti Anda daripada mengatakan kepada mereka bahwa ini semua anugerah dan pekerjaan Allah dan hanya Dialah patut dimuliakan!

Tahukah Anda apakah artinya ini? Ini adalah kondisi hati. Yesus di bagian pertama dari Khotbah di Bukit di Matius 5 membicarakan motivasi hati kita. Lihatlah, semua hal yang dilakukan orang Farisi ini adalah hal-hal yang di ajarkan Allah. Mereka berbuat kebenaran, namun masalahnya adalah bahwa kondisi hati mereka tidak sesuai.

Kita sebagai orang tidak mampu mengetahui motivasi hati orang, hanya Allah yang sanggup. Bukti yang nyata adalah apa yang terlihat orang sebagai buah kehidupan Anda. Sebagian dari buah kehidupan itu adalah pekerjaan Anda yang memuliakan Allah.

Orang munafik berbuat hal yang sama seperti orang Kristen yang telah diselamatkan, mereka pergi ke gereja, mereka memberi persembahan dan mereka berdoa, berkhotbah dan mereka menjadi relawan dalam pelayanan dan mereka berbuat semua hal yang sama namun itu hanya sandiwara saja, itu adalah topeng di luar, mereka ingin orang percaya mereka Kristen padahal bukan.

Dan itulah alasannya Yesus mengatakan berjagalah! Dia tidak membicarakan orang-orang luar gereja, Dia membicarakan orang-orang gereja. Dia ingin memastikan orang beribadah bukan karena ingin dipuji orang, bukan karena Anda sendiri ingin merasa nyaman, supaya Anda dapat menyenangkan orang tua, supaya Anda kelihatannya orang baik-baik.

Amos 5:21-24 mengatakan, “Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. 22Sungguh, apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka, dan korban keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang. 23Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar. 24Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir."

Semua korban bakaran, korban sajian, korban keselamatan, nyanyian-nyanyian dan lagu gambus itu semua tepat berdasarkan perintah Allah! Tetapi sesudahnya Allah mengatakan: Aku benci semua itu, Aku tidak mau pandang. Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar. Karena kondisi hatimu tidak sesuai dengan ibadahmu itu.

Markus 7:6-7 mengatakan, “6Jawab-Nya kepada mereka: "Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.7Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.”

Pernahkah Anda berpikir bahwa Alkitab berbicara lebih banyak tentang kemunafikan dari pada aborsi atau homoseksualitas atau mencuri? Kadang-kadang kita sebagai orang Kristen evangelis benar-benar pintar dalam mengalihkan perhatian dari apa yang benar-benar penting.

Kadang-kadang kita hanya melakukan gerakan ibadah saja, kita jarang mengerti arti sebenarnya dari lagu yang kita nyanyikan, kita berdoa tetapi pikiran kita mengembara, kita tidak menyadari bahwa kita berada di depan takhta Allah Yang Mahakuasa sendiri yang selalu tahu pikiran dan niat hati kita!

Marilah kita semua menguji hati kita untuk menentukan sesuatu. Mungkinkah bahwa selama semua tahun ini kami telah berbuat kebenaran dan melakukan semua hal ini tetapi ketika kita meletakkan kepala kita di atas bantal pada malam hari kita tahu di dalam hati kita bahwa kita belum pernah dilahirkan kembali? Kami tidak pernah dirubah; itu semua hanya pertunjukkan saja!

Roh Kudus berkata kepada Anda sekarang, buanglah semua kebanggaan Anda, buanglah reputasi Anda, buanglah semua hambatan Anda, buanglah kesan orang, taruhannya sangat tinggi, ini perbedaan antara hidup kekal dan kematian kekal! Berikanlah hidup Anda kepada Yesus! Biarkanlah Dia membersihkan Anda dari dalam ke luar, sehingga Anda tidak hanya memberikan kesan bahwa Anda bersih.

Tidak peduli berapa lama Anda telah pergi ke gereja, tidak peduli apa yang Anda sembunyikan dari orang lain, tidak peduli berapa lama Anda telah berjuang dengan hal ini, jika Anda seorang aktor, biarkanlah Yesus mengubah Anda untuk menyatakan apa yang diinginkan Allah bagi Anda. Bertobatlah dari dosa- dosa Anda dan percaya Kristus saja untuk membuat Anda utuh kembali, Amin?
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu