20 Feb 2011 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2011
Bagaimana kita menjadi garam dan terang?
20 Februari 2011

Matius 5:17-20 masih menjadi fokus kita malam ini. Ketika kita datang kepada bagian firman ini yang benar kaya dan agung masih terlalu banyak yang kita perlu pelajari. Di Matius 5 kita mempelajari khotbah pertama yang besar dan luar biasa ini yang diberikan Tuhan Yesus di Perjanjian Baru.

"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. 19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. 20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika kebenaranmu tidak melebihi kebenaran ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Teologi liberal telah bertahun-tahun berpendapat bahwa Alkitab tidak diilhami oleh Allah, tetapi itu hanya orang yang religius mengomentari pengalamannya dengan Allah menurut pendapatnya, tetapi kita tidak dapat benar-benar yakin bahwa itu adalah Allah sendiri.

Serangan terhadap Alkitab hari ini datang dari mereka yang mengatakan bahwa apa yang benar- benar mendefinisikan kebenaran adalah pengalaman, sehingga mereka menafsirkan Alkitab dengan pengalaman mereka. Ada serangan lain yang datang dan berkata, "Alkitab tidak cukup dengan sendirinya, kita perlu menambahkan filsafat, psikologi dan hikmat manusia," sehingga Alkitab terus diserang dari semua pihak.

Namun kita sebagai orang Kristen memiliki alasan nomor satu mengapa kita dapat percaya Alkitab secara mutlak, karena Yesus berkata bahwa itu adalah kebenaran mutlak dan hal itu menimpa segala sesuatu. Yesus berkata bahwa Perjanjian Lama tidak berbohong, dan bahwa tidak satu iota atau titikpun akan berlalu dari situ sampai semua itu terpenuhi, dan itu haruslah bukti cukup baik bagi kita semua.

Jadi disini, pada permulaan pelayanan Yesus, pada permulaan Khotbah-Nya di Bukit, Dia memberikan pendapat-Nya tentang Perjanjian Lama , Hukum Taurat Allah dan Firman Allah. Dan kita akan melihat bahwa ini sama dengan pendangan-Nya Perjanjian Baru.

Yesus berbeda dengan semua guru-guru lain di Israel. Dia tidak berkhotbah dan mengajar seperti ahli-ahli Taurat dan orang Farisi; Dia lemah lembut dan rendah hati dan mereka sombong. Dia tidak mengikuti tradisi para rabbi, sedangkan mereka cermat mengamati tradisi rabbi. Yesus berkhotbah anugerah dan belas kasihan sedangkan semua yang mereka beritakan hanya hukum dan penghakiman.

Yesus berbicara dengan otoritas mutlak dan tidak perlu mengacu selalu beberapa sumber rabbi. Dia berteman dengan orang buangan dan pendosa-pendosa sedangkan pemimpin agama lain selalu mengabaikan mereka. Dia tidak pernah mementingkan peraturan luar; Dia selalu mementingkan hati kita.

Yesus berkhotbah tentang Kerjaan-Nya disini, Dia mengumumkan bahwa Ia adalah Raja, dan itu juga tujuan Matius di seluruh Injil Matius. Dia telah memberitahu kami tentang kelahiran Raja, nubuatan dipenuhi oleh Raja, dan tentang kemenangan Raja atas Setan dalam godaan-Nya.

Yesus mulai dengan menentukan karakter mereka yang boleh masuk ke Kerajaan-Nya. Pertama, semua itu internal (ayat 3-12). Setelah itu karakter itu menjadi eksternal sebagai kesaksian orang Kristen (ayat 13-16) dan Dia mengatakan kita garam dan terang dunia supaya karakter internal itu diwujudkan secara eksternal di dunia.

Setelah itu Yesus mengatakan bahwa hidup di Kerjaan-Nya bergantung kepada ketaatan kepada hukum Allah (ayat 17-20). Dan ini benar sampai sekarang. Kita tidak bisa memanifestasikan kebajikan sejati anak-anak Kerajaan kecuali kami berkomitmen kepada otoritas mutlak Firman Allah.

Masalahnya di dunia sekarang adalah bahwa gereja sendiri tidak hidup terpisah dari dunia dengan baik. Kita tidak memiliki kesaksian yang dapat dipercaya orang karena kita sendiri tidak mematuhi standar kebenaran yang diberi Tuhan kepada kami. Jika kita adalah orang-orang dengan karakter, seperti yang diberbicarakan Sabda Bahagia, maka orang akan mengakui kita sebagai garam dan terang dunia.

Kita belajar minggu yang lalu bahwa Yesus memenuhi seluruh Hukum Taurat dan itu termasuk hukum peradilan, hukum upacara dan hukum moral. Dia menjadi teladan sempurna Hukum Taurat dalam segala hal kehidupan-Nya. Namun seperti dikatakan Tuhan Yesus di ayat 20, kita harus melebihi kebenaran orang yang paling baik di Israel untuk masuk ke surga.

Jadi marilah kita mencoba memahami Hukum Taurat itu lebih mendalam. Apakah Anda menyadari bahwa hukum moral ada dibelakang semuanya? Di belakang hukum peradilan dan hukum upacara ada hukum moral Allah. Mereka adalah standar benar dan salah dalam hal perilaku dan sikap. Hukum moral adalah ekspresi dari karakter Tuhan.

Untuk membantu orang memahami hukum moral itu, Allah mengembangkan di Israel hukum upacara untuk menolong mereka fokus kepada cara yang benar untuk menyembah Dia. Dan Dia juga mengembangkan hukum peradilan supaya membantu mereka fokus kepada bagian peradilan dari karakter-Nya.

Hukum peradilan telah hilang karena Kristus ditolak Israel, jadi ini dikesampingkan untuk sementara. Hukum upacara juga telah berlalu sejak Kristus menjadi wujud korban terakhir yang telah digambarkan seluruh Perjanjian Lama. Namun masih ada unsur-unsur dalam semua kategori itu - peradilan, upacara dan moral - yang kita masih praktekkan sekarang.

Contoh, standar peradilan Allah untuk perkawinan tidak berubah. Allah tetap menginginkan kejujuran dan kemurnian dianta mereka yang telah kawin. Allah masih mengingini monogami dan bukan poligami. Tuhan masih memiliki perasaan yang sama terhadap pernikahan, perceraian dan pernikahan kembali, dan hal-hal seperti itu. Dengan kata lain, ketika sebagian dari hukum peradilan menyentuh suatu prinsip ilahi yang tidak terbatas waktu, itu tetap berlaku sampai sekarang.

Lihatlah hukum upacara, kita tidak lagi membunuh lembu, kambing, domba dan burung merpati, namun apakah Anda tahu bahwa kami masih melakukan beberapa upacara yang juga dilakukan Israel? Israel berdoa kepada Allah dan kita melakukan hal itu malam ini. Israel menyanyi lagu-lagu dan kita juga melakukan yang sama. Israel memiliki paduan suara dan alat-alat musik dan kita memakai itu juga.

Sekarang, sama dengan unsur-unsur hukum peradilan dan unsur hukum upacara Israel yang masih dilakukan, janganlah heran jika kebalikannya juga terjadi. Ada unsur yang menjadi bagian hukum moral yang sudah berlalu juga. Jika Allah dapat membiarkan bagian dari hukum itu, Dia juga dapat menghilangkan yang lain.

Saya percaya hari Sabat sudah berlalu juga. Mengapa? Ini satu dari ke Sepuluh Perintah yang tidak pernah diulangi di Perjanjian Baru, semua yang lain di ulangi di Perjanjian Baru. Kita juga tahu bahwa gereja mula-mula selalu bertemu pada hari pertama dari minggu itu, yaitu hari Minggu. Ini terjadi karena hari Sabat telah digenapkan Yesus.

Ingat perintah itu mengatakan, “Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat.” Namun orang Yahudi menafsirkannya salah. Dasarnya bukan soal bekerja, dasarnya adalah menjadi kudus. Apakah Anda mengerti hal itu? Dalam hukum Sabat Allah tidak mengatakan, “janganlah bekerja,” karena jika demikian semua orang yang tidak bekerja hari Sabtu memenuhi hukum Sabat,. Tidak, yang Tuhan inginkan adalah menjadi kudus.

Apakah Anda tahu bahwa ketika Yesus mati di kayu salib dan pada saat Anda percaya Dia dengan iman, langsung Anda menjadi kudus? Roh Allah mulai berdiam di dalam hati Anda dan sesuatu terjadi di Perjanjian Baru yang tidak pernah terjadi di Perjanjian Lama. Pada saat itu juga kebenaran Kristus langsung diperhitungkan kepada Anda.

Apakah Anda mengerti sekarang? Hari Sabat itu suatu gambaran saja, dan akhirnya ketika Yesus datang itu menjadi suatu hubungan. Ketika Anda percaya, Anda masuk kedalam Yesus Kristus dan Anda masuk ke dalam Sabat. Sejak itu 24 jam setiap hari selama hidup Anda, Anda memenuhi hukum Sabat, Anda dalam proses menjadi kudus.

Jadi, mengapa kita beribadah pada hari Minggu? Karena kita merayakan Kebangkitan; Tuhan bangkit dari antara orang mati pada hari pertama, dan itu juga dilakukan gereja mula-mula, jadi kita juga melakukan itu. Namun terus terang, tidak ada masalah jika kita beribadah pada hari lain.

Jadi ada beberapa hal yang berubah di dalam hukum peradilan, upacara dan moral karena kedatangan Kristus, Dia menggenapkan banyak hal, namun masih ada yang masih belum digenapkan. Masih ada beberapa nubuatan yang masih belum terpenuhi, benar? Ada beberapa yang akan terkabul di masa depan.

Namun Dia mengatakan di ayat 18, “Sesungguhnya satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.” Dia mengatakan ini “selama belum lenyap langit dan bumi ini.” Pada suatu waktu semesta alam akan mengakhiri keadaan sekarang; Alkitab sangat jelas tentang hal ini. Pada saat itu kita akan masuk kepada Langit baru dan dunia baru dan kita tidak memerlukan Alkitab lagi karena kita semua akan hidup benar, Amin?

Dalam bahasa Ibrani ada sebuah huruf yang dinamakan ‘yodh’ dan itu hampir sama dengan apostrof. Suatu ‘yodh’ adalah huruf terkecil. Dalam bahasa Yunani, huruf terkecil itu adalah’ iota’. Jadi yang dikatakan-Nya adalah, “Tidak ada huruf terkecilpun dari bahasa Iberani dan Yunani yang akan berlalu dari hukum ini sebelum semuanya digenapkan.”

Apakah Alkitab itu masih Firman Allah yang berotoritas bagi kita? Tentu saja! Yesus menggenapkan sebagian, namun hukum Allah moral tidak pernah dikesampingkan, dan itu semua akan ada sampai semua digenapkan dan Langit dan Bumi akan berlalu. Sebaliknya, Langit dan Bumi tidak akan menghilang sampai setiap unsur Buku ini di penuhi.

Ketika Anda mempelajari Alkitab, Anda akan melihat betapa Yesus mendukung keaslian Alkitab. Enam puluh empat kali Dia mengacu Perjanjian Lama selalu berwibawa. Dia mengatakan di Yohanes 10:35, “Kitab Suci tidak dapat dibatalkan.” Yesus menyamakan firman-Nya dengan Firman Tuhan sebagai benar-benar otoritatif dan ilahi.

Ada beberapa ulama mengatakan bahwa Perjanjian Lama penuh mitos, tetapi apakah Anda tahu bahwa Yesus mengkonfirmasi kebenaran Perjanjian Lama berkali-kali? Dia membenarkan identitas Adam dan Hawa. Yesus membenarkan kisah Penciptaan dan standar perkawinan sebagai Allah merancangnya di Taman dalam Matius 19. Dan Dia membenarkan pembunuhan Habel di Lukas 11:51.

Yesus menguatkan dan mengesahkan Nuh dan air bah di Matius 24:37-39. Dia mengkonfirmasi Abraham dan imannya di Yohanes 8:39-40. Dia membenarkan kejadian Sodom dan Lot di Lukas 17:28-30. Dia mengesahkan panggilan dan hukum Taurat di Markus 12:26-27. Dia membenarkan kejadian ada roti dari surga di Yohanes 6:31-32. Dia mengesahkan adanya ular yang ditinggikan di Yohanes 3:14, dsb, dsb.

Jadi kita percaya Perjanjian Lama karena, dengan kata-kata-Nya sendiri, Yesus bergantung kepadanya. Dia menempatkan kata-kata-Nya sendiri sebagai kata-kata ilahi, setara dengan Kitab Suci, sehingga dengan cara itu menjamin keilahian mereka. Dia mengesahkan kejadian-kejadian Perjanjian Lama.

Yesus juga percaya bahwa Firman Allah dapat membebaskan orang dari kesalahan. Di Markus 12:24 Dia mengatakan, “Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah.” Dengan kata lain, Tuhan kita bergantung kepada kepada waktu sekarang dari bahasa Iberani untuk penafsiran pernyataan Akulah Allah. Yesus mengatakan semua yang ada di Perjanjian Lama itu benar seperti tertulis.

Tahukah Anda, di dalam Matius 4, Dia bahkan menggunakan Alkitab untuk membela Diri sendiri. Ketika Iblis datang kepada Dia tiga kali dan mencoba Dia di tiga bagian berbeda, setiap kali Yesus menjawab dengan mengatakan, “Ada tertulis.” Dia mengutip Ulangan 8:3, 6:16 dan 6:3. Dia tidak perlu mengutip Perjanjian Lama; Dia bisa saja bikin ayat baru. Namun Dia mengajarkan kami pola tentang bagaimana menghadapi godaan: dengan menggunakan Kitab Suci.

Tahukah Anda apa yang dilakukan Yesus pertama kali Dia berkhotbah di kota-Nya sendiri? Dia tidak berbuat apa-apa selain membaca Yesaya 61:1-2 dan terus duduk, dan mereka semua heran sekali. Firman Allah begitu agung dan kuat. Beberapa waktu kemudian dalam pelayanan-Nya, murid Yohanes Pembaptis datang kepada-Nya di Matius 11 dan bertanya, “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?" Jadi langsung Dia mengutip lagi dari Yesaya. Dia bergantung kepada Firman Allah.

Ketika Dia mengusir semua pedagang di Bait Allah di Markus 11, Dia melakukan itu berdasarkan otoritas Perjanjian Lama yang mengatakan, “Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.” Ketika Dia disalibkan di kayu salib, Dia melakukan itu karena Perjanjian Lama telah menulis bahwa Dia harus mati.

Pokoknya : Jika Anda menerima Yesus Kristus dan percaya bahwa Dia adalah Allah, Anda harus mendengar apa yang Dia katakan tentang Firman Tuhan. Yang Dia katakan adalah bahwa hal itu mengikat Anda dan Anda sebaiknya hidup sesuai dengan prinsip-prinsipnya. Jika Anda ingin menjadi warga negara Kerajaan dan memiliki karakter Kerajaan dan memberi kesaksian Kerajaan, Anda harus mematuhi deklarasi Raja.

Suatu hari, murid-murid-Nya ada bersama Yesus dan orang banyak telah meninggalkan tempat itu. Di Yohanes 6:67-68 tertulis, “Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: "Apakah kamu mau pergi juga?" 68 Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal.” Apakah Anda juga percaya hal itu?

Anda dibombardir di dunia ini dengan segala macam teori manusia dan iblis. Apakah yang Anda akan perbuat? Yang lebih penting apakah yang Tuhan ingin kita perbuat setelah mendengar ayat- ayat ini? Disini ada lima hal yang kita harus lakukan disini dan sekarang juga di Denver, CO.

Pertama, percaya Firman Allah. Kami harus percaya itu karena keagungan tak terbatas dari penulis, karena laporan berwibawa Kristus tentang hal itu, dan karena harga yang dibayar Allah untuk mendapatkannya untuk Anda. Kita harus percaya karena itu satu-satunya standar kebenaran, sukacita, keselamatan, dan berkat, dan kami lebih baik menerimanya karena jika tidak menerima itu akan membawa penghakiman.

Kedua, hormatilah Firman Allah. Dikatakan di Mazmur 138:2, “Kaubuat nama-Mu dan firman-Mu melebihi segala sesuatu.” Mazmur 119:103 mengatakan, “Betapa manisnya firman-Mu itu.” Apakah Anda memiliki sikap kasih dan hormat terhadap Buku ini, atau Anda selalu menentangnya? Apakah itu selalu mengancam Anda, atau Anda dengan penuh kasih tunduk kepada Firmannya?

Ketiga, pelajarilah Firman. 2 Timotius 2:15 mengatakan, “Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan Perkataan Kebenaran itu.” Yeremia 15:16 mengatakan, “aku bertemu dengan perkataan-Mu, maka aku menikmatinya.” Ambillah dan jadikanlah itu milikmu, supaya memungkinkan, seperti Kolose 3:16 mengatakan, "firman itu diam dengan segala kekayaannya di dalam kamu."

Keempat, belalah Firman itu. Yudas 3 mengatakan, “Berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus.” Kita harus membela iman kita dan berjuang untuk integritasnya Firman Tuhan dan otoritasnya melawan serangan mereka di dunia yang selalu mencoba untuk merusaknya.

Terakhir, beritakanlah Firman itu. 2 Timotius 4:2 mengatakan, “Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.” Dimanapun Anda berada, biarkanlah ini menjadi perintah agung bagi Anda dan memberi motivasi kepada Anda untuk memberitakan Injil kepada siapapun yang Nada bertemu karena itulah Firman Tuhan.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu