16 Jan 2011 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2011
Guru-guru Palsu
16 Januari 2011

Marilah kita melihat Firman Allah dan melihat malam ini 2 Petrus 2:1-3 sebagai pesan wahyu berikut yang Allah akan memberikan kepada kita melalui firman-Nya, “Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan ajaran-ajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. 2 Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat. 3 Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.”

Apakah ada sesuatu yang lebih menyebalkan kepada Allah dari penafsiran yang salah atas Firman-Nya? Apakah ada kemunafikan lebih buruk daripada mengatakan Anda berbicara bagi Allah untuk keselamatan jiwa-jiwa ketika pada kenyataannya Anda berbicara bagi Iblis untuk kutukan jiwa? Apakah ada penipuan lebih keji daripada menjadi seorang guru palsu di gereja?

Jawab semua pertanyaan adalah “tidak” yang kuat. Namun penipuan seperti itu diberikan kepada gereja-gereja oleh Iblis sendiri. Malah penipuan seperti itu adalah taktik utamanya untuk mengutuk jiwa-jiwa orang ke nereka selamanya. Setan selalu berusaha untuk menyusup umat Allah dengan orang-orang yang mengatakan mereka berbicara bagi Allah padahal berbicara atas dirinya sendiri. Setan selalu berusaha untuk mempengaruhi kita dengan mereka yang mengklaim berbicara kebenaran tetapi yang sebenarnya berbicara kesalahan.

Dan Allah telah sering memperingati kita bahwa hal ini sangat serius. Jika Anda membaca Ulangan 13:1-18, Anda akan menemukan bahwa setiap nabi yang datang dan menyarankan penyembahan palsu atau reprensentasi Tuhan yang keliru, atau penafsiran yang salah atas kebenaran Allah, orang itu harus tewas seketika itu juga. Dan hukuman mati itu tetap berlangsung walaupun orang itu masih keluarga.

Di 2 Korintus 11:13-15, Paulus mengacu kepada beberapa yang telah masuk kedalam gereja Korintus, dia memanggilnya “rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. Dan memang benar, ayat 14 mengatakan, “Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang.” 15 Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan- pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka.”

Setan itu selalu sibuk diluar komunitas umat Allah, menciptakan berbagai macam aliran agama palsu, semua dari kepercayaan Islam sampai kepada Buddisme dan kultus, agama-agama timur dan berbagai bentuk agama ritual. Dan Iblis itu menguasai semuanya dari yang paling primitive seperti animisme sampai ke yang adda berbagai setan, dari yang memiliki banyak allah sampai agama dunia yang sangat terkenal sekarang.

Dan disini kita melihat konsep yang sama bahwa agen-agen Iblis yang datang di dalam nama Allah akan menyusup umat Allah, menamakan nama Kristus akan tetapi mewakili Setan. Nah, Iblis itu bekerja sepertyi yang kita katakan diatas, namun di dalam gereja umat Allah kita akan membicarakan suatu taktik yang sangat khusus.

Dan pada waktu kita belajar dari ayat-ayat ini di 2 Korintus 11, dosa tidak pernah mendekati kita sebagai dosa, Iblis tidak pernah datang sebagai Iblis, dosa selalu datang kepada kita sebagai kesenangan dan Setan selalu mendekati kita di dalam nama Kristus dan di dalam nama Tuhan. Kesalahan tidak pernah datang sebagai kesalahan, kesalahan selalu datang kepada kita sebagai kebenaran, namun itu dusta.

Hamba-hamba Iblis yang mempromosikan dosa dan menyebarkan kesalahan tidak pernah datang sebagai hamba Iblis, mereka selalu datang sebagai hamba Allah. Mereka selalu menyamar sebagai pelayan Allah yang benar dan jujur. Mereka adalah guru agama yang memakai nama Allah dan menamakan nama Kristus tetapi yang memutarbalikkan kebenaran, yang adalah utusan iblis yang mengajar doktrin setan.

Dan di dalam Firman Tuhan mereka tidak pernah dibiarkan saja. Mereka tidak pernah ditoleransi sebagai semacam yang benar sebagian dan perlu dibantu supaya kebenaran mereka penuh, tidak, mereka benar-benar dicela dan dikutuk untuk hukuman kekal. Dibelakang guru-guru palsu itu ada kuasa dalam bentuk pribadi yaitu Iblis. Dia dari dulu dan sekarang dan di waktu akan datang selalu akan bekerja untuk merusak rencana Allah sampai pada saat terakhirnya.

Saya takut gereja sekarang tidak begitu mengerti hal-hal seperti ini. Gereja malah menjadi sangat toleran terhadap kesalahan, dan malah menyerap penipuan yang diperingati Paulus dan Petrus itu. Teriakan sekarang adalah supaya semua orang setuju dengan semua orang lain, supaya kita bersikap toleransi terhadap semua yang menamakan nama Yesus tidak peduli apa ajarannya. Toleransi seperti itu menyebabkan orang tidak peduli akan kebenaran. Dan banyak gereja sekarang dungu, ceroboh, bodoh dan buta.

Cara penyelesaian masalah dari Paulus sangat berbeda, dan begitupun cara Petrus. Pendekatan mereka adalah untuk mengidentifikasi lawan, memanggilnya apa dia seadanya, dan melawan dia atas dasar semangat untuk kebenaran. D.A. Carson menulis, “Orang Jerman ada pepatah bijaksana, “beritahukan siapakah Anda melawan dalam peperangan, dan saya akan memberitahu Anda siapakah Anda.” Sembilan tahun lalu, Jay Gresham Machen sering mengajar murid-muridnya bahwa hal terpenting bukanlah hal apa mereka setujui, namun hal apa yang menyebabkan mereka berperang.

Mengapa? Karena Setan itu selalu akan menyerang hal-hal yang paling penting sehingga itu selalu menjadi tempat pertempuran. Taktik Iblis adalah selalu untuk memalsukan kebenaran Allah dari dalam gereja, melalui orang-orang yang menamakan nama Kristus, dan dengan demikian menipu dan mendistorsi dan akhirnya mencelakakan orang-orang ke neraka yang berpikir bahwa mereka memiliki kebenaran walaupun mereka tidak.

Ini khususnya yang ada di dalam hati Petrus. Surat ini adalah suatu peringatan tentang guru-guru palsu dan ajaran mereka di dalama pasal tengah ketiga bab singkat ini dimana dia menggambarkan siapakah guru palsu itu. Dia ingin supaya kita tahu siapakah mereka dan apakah tindakan mereka. Dia ingin supaya kita tahu pembicaraan mereka dan cara mereka berfungsi dan bekerja.

Perhatikanlah pada waktu Anda membaca ayat 1, bahasanya kelihatannya untuk masa depan. “Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu.” Kedengarannya untuk waktu akan datang dan memang itu benar. Ini mengatakan bahwa guru-guru palsu selalu akan datang.

Di ayat 2, “Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat.” Memang benar dia melihat ke masa depan. Namun tidak lama lagi di dalam pasal ini dia mulai berbicara dalam waktu sekarang. Mulai dalam ayat 10 dan mengalir melalui seluruh bab dia berbicara di waktu sekarang. Dan masa depan menjadi sekarang.

Sekarang dia ingin menjelaskan banyak hal, dan ini memerlukan 22 ayat untuk mengeluarkan semua itu. Namun dia mulai dengan suatu gambaran sederhana di ayat 1 sampai 3. Sepertinya dia memerlukan waktu untuk menggambarkan potret ini namun pada permulaan dia mulai dengan sketsa dan kemudian dia mengisi warnanya. Warnanya mulai di ayat 4 namun di ayat 1 sampai 3 dia memberikan kita hanya sebuah sketsa guru-guru palsu itu.

Perhatikanlah bagaimana dia mulai di ayat 1, “Namun”, kita perlu berhenti sebentar karena terjemahannya dalam bahasa Indonesia tidak sama. Tetapi dalam bahasa Inggris kata ”but” itu penting sekali karena itu merupakan suatu transisi penting. Seharusnya ini ayat 11 karena ini langsung setelah ayat 10 yang mengatakan, “tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.”

Dia mengatakan bahwa Firman Allah dituliskan saksi mata yang di ilhamkan Roh Kudus yang menuliskan Firman Tuhan itu sehingga Alkitab itu bukan bikinan manusia melainkan Firman yang pasti dari Allah. Allah memiliki nabi- nabi-Nya dan mereka menuliskan Firman-Nya dengan orang-orang dari Allah.

Namun Setan memiliki manusia juga, nabi-nabinya yang palsu dan guru-gurunya yang palsu. Perkataan “namun” merupakan perubahan yang sangat penting. Kita perlu waspada. Memang Alah telah memberikan kita Firman yang benar yang datang dari nabi yang benar, namun Iblis juga memiliki nabi sendiri sama seperti Allah. Jadi kata “namun” itu penting karena sekarang ada suatu kontras.

Jadi sekarang Petrus mengatakan “demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu.” Ditambah orang- orang yang digerakkan Roh Kudus, orang-orang kudus yang berbicara untuk Tuhan, ada juga nabi-nabi palsu di antara kamu. Frase “diantara kamu” itu penting. Maksudnya di Perjanjian Baru adalah orang Israel.

Misalnya di Lukas 2:32 dibicarakan umat-Mu, Israel. Di Kisah Para Rasul 26: 27, dikatakan “Aku akan mengasingkan engkau dari bangsa ini (maksudnya bangsa Israel) dan dari bangsa-bangsa lain”(maksudnya orang bukan Yahudi). Dan di ayat 23, dikatakan, “Mesias akan memberitakan terang kepada bangsa ini (maksudnya orang Yahudi) dan kepada bangsa-bangsa lain (maksudnya orang bukan Yahudi)."

Jadi Petrus mengatakan, “demikian pula diantara kamu ada nabi-nabi palsu”, maksudnya diantara orang Yahudi. Nabi-nabi palsu diluar berbahaya, namun mereka jauh lebih berbahaya jika mereka ada di dalam dan mereka klaim mereka milik Tuhan, Allah yang benar. Perjanjian Lama menjelaskan bahwa selama sejarah Israel mereka sibuk dan sangat efektif.

Dan itulah keadaannya selalu. Dan dia bukan saja melihatnya di dalam sejarah Perjanjian Lama, namun dia juga memikirkan waktunya Tuhan Yesus, malah pada waktunya Petrus sendiri hidup dimana Yudaisme didominasi nabi-nabi palsu.

Bukan saja mereka salah, mereka itu mematikan. Mereka adalah serigala rakus, ganas. Mereka tidak akan hanya menipu Anda, mereka akan menghancurkan Anda. Gembala mengenakan pakaian wol, itu adalah pakaian gembala dan jubah nabi. Dan orang-orang yang datang berbulu domba akan datang dalam pakaian wol seolah- olah mereka adalah gembala benar dan nabi yang benar, namun di dalam pakaian itu ada serigala.

Mereka menyamar sebagai gembala. Mereka menyamar sebagai nabi. Mereka kelihatannya ortodoks. Mereka berbicara positif tentang Allah. Mereka bergaul dengan umat Allah. Tapi mereka adalah anak-anak setan. Yesus berkata tentang orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, pemimpin palsu itu, mereka dari luar kelihatannya putih, namun di dalam mereka bau busuk dengan bau tulang orang mati itu.

Dan Tuhan kita mengatakan bahwa keadaannya akan seperti itu, jadi janganlah heran. Kalau perlu lihatlah Matius 24:4-5, “Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! 5 Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.” Ini sudah biasa. Guru-guru palsu dan nabi palsu pasti akan muncul. Dia melihat kedepan kepada zaman akhir, yaitu waktu sekarang.

Di Roma 16:17 Paulus mengatakan, “Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka! 18 Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya.”

Sekarang marilah saya memberikan Anda beberapa petunjuk di dalam gambaran sederhana malam ini. Nomor satu: dimana ini terjadi. Ini terjadi di dalam gererja yang menamakan nama Kristus, di dalam persekutuan Anda, di dalam denominasi Anda, di dalam seminari Anda, di dalam mimbar Anda, di dalam sekolah minggu Anda dan didalam pimpinan gereja Anda.

Yang dibicarakan Petrus adalah orang-orang terkenal di dalam Kekristenan, bukan orang luar. Lihatlah 2 Timotius 4:3-4 supaya Anda mengerti sekali strategi si Iblis. Di 2 Timotius 4:2 Paulus mengajarkan Timotius, “Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.”

Disitu tidak dikatakan memanjakannya, membujuk atau membuat mereka merasa baik. Dikatakan disitu palulah mereka, tegurlah mereka, ajarlah mereka, nasihatilah mereka, bersabarlah tetapi beritakanlah Firman. Mengapa? 2 Timotius 4:3-4 mengatakan, “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. 4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.”

Banyak orang gereja tidak suka khotbah yang kuat. Mereka tidak suka diberitahu mereka salah, mereka tidak suka ditegor dan dinasehati. Perkataan “menerima lagi” berarti bertahan. Akan datang waktunya orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, bertahan mendengar ajaran yang baik, ajaran yang membawa kesehatan, keutuhan dan vitalitas, kehidupan, kekuatan dan kedewasaan untuk gereja.

Apa sih yang mereka mau? Nah, ayat 3 mengatakan mereka ingin guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka tidak mau mendengar sesuatu yang negatif. Mereka ingin mendengar hal-hal yang membuat mereka merasa baik tentang diri mereka sendiri, yang memberikan perasaan yang menyenangkan telinga mereka. Nah, ini sebenarnya berarti bahwa mereka mau mendengar hanya guru-guru yang setuju dengan hawa nafsu mereka, keinginan mereka dan dosa-dosa mereka.

Jangan mengatakan kepada kita kebenaran, berikanlah kebutuhan egois kita, berikanlah keinginan kita dan beritahukanlah kita hal-hal yang menyenangkan biarpun itu tidak benar. Mereka ingin guru-guru yang akan mengatakan apa yang mereka ingin dengar, yang akan menyenangkan mereka, yang akan memberikan apa yang mereka inginkan. Dan itulah tangisan baru hari ini.

Orang sering berkata: Anda ingin tahu caranya berkhotbah? Carilah apa yang diinginkan orang-orang, cari tahu apa yang diinginkan komunitas Anda, dan Anda mengatakan apa yang mereka ingin dengar dan begitulah caranya Anda akan memenangkan mereka. Guru-guru palsu mengikuti keinginan manusia, keinginan diri mereka dan kepentingan diri mereka.

Mereka tidak peduli Tuhan, mereka tidak peduli penyembahan. Mereka tidak peduli tentang ajaran doktrin. Mereka tidak peduli diperhadapkan dengan dosa-dosa mereka. Mereka malah tidak peduli kebenaran. Mereka hanya ingin memuaskan diri mereka dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka.

Akibatnya adalah ayat 4, “Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.” Kami memiliki banyak pengkhotbah populer seperti itu hari ini, yang menghibur orang, yang memberikan mereka pesan harga diri dan yang membangun ego yang membuat mereka merasa baik tentang diri mereka sendiri.

Dan mereka bisa pergi ke gereja dan tidak pernah sekalipun diperhadapkan dengan sesuatu yang negatif, dan ini terjadi di dalam beberapa gereja yang terbesar di Amerika. Kenyataan sedih adalah bahwa dengan cara itu mereka langsung mengikuti keinginan Setan karena mereka yang tidak mau mendengar keburukan sifat and bahayanya dosa mereka, sehingga semakin lama mereka tertarik kepada guru-guru yang tidak mau mengikuti kebenaran.

Perkataan memalingkan itu berarti menjauhkan diri. Dan setelah mereka menjauhkan diri dari kebenaran, mereka terbuka lebar untuk pengaruh Iblis. Mereka ingin merasa nyaman. Dan itulah perbuatan Setan di dalam gereja, disitulah dia ingin bekerja. Kebenaran itu tidak menyenangkan kedengarannya, kebenaran itu memukul dan membakar suara hati mereka. Namun itulah yang mereka perlu dengar.

Kedua, caranya dia bekerja sangat halus. 2 Petrus 2:1 mengatakan, “Guru palsu itu akan secara diam-diam memasukkan ajaran-ajaran sesat yang membinasakan.” Secara diam-diam berarti tidak terbuka, jadi caranya sangat halus supaya orang tidak tahu itu ajaran sesat. Yudas 1:4 mengatakan, “Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum.”

Karena itu tragis ketika ada gereja yang mengatakan toleransi itu suatu kebajikan sehingga dengan sendirinya mereka melupakan kebenaran. Dan masuklah penipu-penipu yang menyelusup dengan ajaran-ajaran mereka yang sesat, ajaran mereka yang membinasakan dan yang mengutuk. Malah ada orang yang mengitik dan yang ingin memusnahkan kekristenan di KPR yang memanggil kekristenan suatu sekte.

Dan pendapat-pendapat yang dibikin sendiri itu menyebabkan adanya perpecahan di gereja, menyebabkan ada yang memberontak dan akhirnya ada perpisahan. Mereka masuk ke gereja dengan ajaran bikinan manusia dan mereka menghancurkan, membagi dan memisahkan gereja. Sudah berapa gereja Anda tahu yang sudah pecah?

Petrus memanggilnya ajaran sesat yang membinasakan, yang pada dasarnya berarti kutukan. Dan ini dipakai lima kali dalam surat ini dan selalu artinya kutukan akhir. Marilah kita mempelajari lebih banyak lagi Minggu depan untuk mempersiapkan diri kita untuk guru-guru palsu itu. Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu