21 Nov 2010 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2010
Bagian Kita Dalam Jaminan Kekal
21 November 2010

Sedih mendengar ada beberapa orang Kristen yang tidak menikmati jaminan keselamatan mereka. Dan ini khususnya sedih karena alalh ingin kita memiliki jaminan penuh, seperti dikatakan di Iberani 6:11 dan 10:22. Dia ingin sesuai dengan 1 Yohanes 3:19, supaya hati kita ditenangkan di hadapan-Nya.

Jika tidak memiliki jaminan berarti hidup dalam keraguan, hidup dalam ketakutan dan hidup dalam suatu bentuk depresi rohani dan jenis kesengsaraan tertentu. Anda tidak dapat menikmati antisipasi dari semua janji-Nya dan Anda tidak dapat menikmati realitas iman dan harapan.

Tahukah Anda bahwa janji kehidupan kekal dan janji hidup berkelimpahan mengandaikan jaminan keselamatan. Jika saya akan menikmati semuanya yang menjadi milikku dalam Kristus, saya harus tahu bahwa saya berada di dalam Kristus. Jika tidak saya akan seterusnya hidup dalam ketakutan, kesengsaraan dan keraguan.

Petrus sangat prihatin bahwa pembacanya menikmati jaminan. Jadi dalam surat pendek ini inilah temanya. Ini lah buku singkat sekali, hanya ada tiga bab. Dan tema dominan buku ini terdapat di dalam bab 2. Dan bab 2 ini mengenai guru-guru palsu dan nabi palsu. Dan mereka di gambarkan dengan cara jelas sekali dalam bab kedua ini.

Nah bab 2 ini dikelilingi ajaran lain yang tujuannya adalah untuk melawan serangan-serangan mereka dengan baik. Dengan kata lain, bab 1 dan 3 berhubungan dengan tema itu dengan mengajarkan orang paercaya begaimana kita harus melawan guru-guru palsu itu.

Untuk melawan penipuan guru palsu yang makin mendekat, orang percaya itu harus mengetahui beberapa hal. Orang percaya itu harus memiliki pengetahuan yang benar dan akurat. Jadi pertanyaannya adalah apakah yang kita perlu tahu? Apakah yang benar penting?

Iya, 2 Petrus 1:12-21 menerangkan firman Allah kepada kita, kita perlu tahu apa yang dikatakan Firman Allah. Di bab 3 kita perlu tahu proses pembenaran kita. Kita perlu tahu proses kita menjadi lebih seperti Tuhan Yesus. Dan di dalam bab 1:3-11 kita perlu tahu keselamatan kita.

Jika Anda mengenal Alkitab dan jika Anda terpisah bagi Allah dan jika Anda yakin keselamatan Anda nyata, maka semua serangan guru palsu itu sia-sia. Namun jika Anda tidak mengenal Alkitab dan jika Anda tidak mengerti dan tidak mengalami santifikasi yang berjalan terus dan jika Anda belum yakin akan keselamatan Anda sendiri, maka Anda gampang menjadi korban.

Nah malam ini kita sedang memperhatikan bagian yang membicarakan yakin akan keselamatan Anda. Ini adalah pertahanan penting melawan guru-guru palsu. Jika Anda memakai ketopong keselamatan maka pukulan Iblis yang melawan Anda supaya Anda meragukan keselamatan Anda dan meragukan pekerjaan Allah semua digagalkan. Anda dilindungi dari guru palsu, roh-roh jahat dan Iblis sendiri.

Dan ini, saudara-saudara kekasih, adalah sangat penting dalam melawan serangan guru palsu, karena mereka selalu mencoba memberikan kita jalan lain untuk diselamatkan. Namun jika saya yakin akan keselamatan pribadi saya dan tidak mungkin saya bisa di pengaruhi tentang hal itu, maka ajaran palsu itu tidak menarik sama sekali.

2 Petrus 1:3-4 mengatakan bahwa kita memiliki semua yang diperlukan di dalam Kristus. Namun di ayat-ayat 5 -11 Petrus mengatakan bahwa kita harus melakukan segala yang mungkin kita lakukan untuk menambahkan kepada apa yang telah dilakukan Kristus supaya kita mendapatkan pengalaman kepastian. Itu kelihatannya seperti paradoks.

Marilah kita mempelajari lebih lanjut apa yang dikatakan ayat 5-7 tentang perjalanan kepada jaminan keselamatan itu, “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, 6 dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, 7 dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.”

Ayat 5 mulai dengan, “justru karena itu,” marilah kita berhenti disini. Justru karena apa? Justru karena “kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib,” seperti dikatakan di ayat 3.

Marilah saya menyimpulkan. Karena kita telah memiliki kuasa mulia, dan dianugerahkan segala sesuatu yang berguna untuk hidup saleh itu, dan karena ini datang dari pengenalan akan Yesus Kristus, Anda telah mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia, sekarang karena semua ini milik Anda di dalam Kristus, firman Allah mengatakan “lakukanlah itu.”

Dan di sini lagi adalah misteri kehidupan rohani. Kita telah diberikan semuanya di dalam Kristus namun kita memerlukan segalanya yang ada di dalam kita untuk mengikutinya. Karena kita telah memiliki semua itu di dalam Kristus, yaitu semua kebutuhan untuk kepenuhan rohani, kita dipanggil untuk memberikan usaha maksimal kita.

Ayat 5 memanggil kita “untuk sungguh-sungguh berusaha.” Dan yang saya ingin lakukan adalah untuk mengambil konsep jaminan dan memecahnya menjadi empat bagian untuk Anda. Pertama adalah upaya yang ditentukan, kedua kebajikan yang dikejar, ketiga opsi yang disajikan dan terakhir manfaat yang dijanjikan.

Marilah kita mulai dengan upaya yang ditentukan, kita baru membacanya. Ayat 5 lagi, “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan.” Karena pekerjaan penyelamatan Allah di dalam kita semuanya sudah lengkap, ini sama seperti Filipi 2:12, “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar.”

Allah telah memasukkannya, jadi kerjakanlah itu, berusahalah sungguh-sungguh dan kata berikutnya adalah “menambahkan”. Ini pernyataan yang cukup menarik. Marilah kita menyelidiki hal ini lebih mendalam.

“Berusahalah sungguh-sungguh.” Ini berarti memberi semaksimal mungkin. Artinya kita bekerja sama semaksimal mungkin dengan apa yang Tuhan telah lakukan bagi kita. Tuhan telah melakukan semua ini, dan sekarang kita menambahkan usaha kita. Dan Petrus mengatakan bersama dengan apa yang Allah telah dilakukan bawalah setiap usaha yang tekun, sabar dan bergegas dari pihak kita.

Setelah itu ada kata “menambahkan.” Apa sih artinya ini? Artinya memberi sebanyak mungkin. Ini perkataan yang berarti menjadi pemimpin paduan suara, karena tugas pemimpin itu adalah untuk menyiapkan segala kebutuhan paduan suara itu. Jadi arti kata itu akhirnya menjadi “supplier”.

Ini tidak pernah berarti menyediakan hanya secukupnya atau seadanya, tidak, ini berarti memberi sebanyak mungkin dan rela mencurahkan segalanya yang diperlukan untuk pekerjaan yang mulia. Dan itulah kata yang dipilih Roh Kudus.

Kembali ke ayat 5, “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan.” Iman adalah tanah dimana bunga sanktifikasi bertumbuh. Jadi tambahkanlah kepada imanmu, yaitu kepada kepercayaan mula-mula kepada Kristus, tambahkanlah kebajikan kepada apa yang telah dilakukan Kristus dan berusahalah sekuat mungkin.

Tetapi, bukankah ada jaminan kekal? Ija, ada jaminana kekal dan siapa yang percaya akan Tuhan Yesus Kristus, akan terjamin. Jika Anda percaya maka menurut Roma 15:13, “Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu.”

Ibrani bab 6 mengatakan kebenaran yang sama dan 1 Yohanes 5:13 mengatakan, “Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.” Memiliki iman dapat memberikan kita suatu jaminan. Saya dapat yakin akan kepercayaan saya dan Anda dapat memiliki jaminan.

Namun saya tidak percaya baywa iman, iman penyelamatan mula-mula itu, akan terus menerus memberikan kita buah jaminan keculai jika ada usaha untuk menaati apa yang dikatakan di firman ini. Anda dapat merasakan jaminan pada mulanya, namun jika tidak ada usaha sungguh-sungguh untuk menyediakan sepenuhnya apa yang diperlukan untuk ditambahkan kepada pekerjaan Yesus, maka pasti tidak akan ada suka cita jaminan kekal itu.

Jadi disini kita diberikan resep dan resep itu mengatakan untuk berusaha sungguh-sungguh untuk menambahkan semua hal itu. Dengarkanlah, jaminan sepenuhnya adalah hasil dari usaha maksimal untuk mendapatkan seluruh kebajikan rohani dan menambahkannya kepada apa yang Tuhan sudah menyediakan bagi Anda.

Ayat-ayat 5-7 mengatakan, “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, 6 dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, 7 dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.” Kita perlu mengejar enam kebajikan.

Pertama adalah keunggulan moral, itu adalah kata kebajikan, "arete". Pada zaman klasik kata itu berarti kemampuan yang diberikan Tuhan untuk melakukan perbuatan-perbuatan heroik. Dan akhirnya ini berarti kualitas hidup seseorang yang membuat mereka dianggap sangat baik.

Contoh, pisau itu dianggap arête jika pisau itu tajam sekali. Kuda dikatakan arête, jika ia berlari cepat dan kuat. Penyanyi itu arête jika dia nyaninya bagus sekali. Dan kadang kata itu juga berarti berani. Jadi sekarang Petrus mengatakan tambahkanlah dengan usaha maksimal memakai seluruh hati dan pikiran dengan segera dan rela hati seluruh persediaan keunggulan moral kepada hidup Anda.

Dan dimanakah kita akan mendapatkan teladan keunggulan itu? Kristus. Karena itu di Filipi 3:14 ada pernyataan Paulus yang luar biasa yang menjadi pola perilaku bagi semua orang percaya, “dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.”

Yang dikatakanya adalah Aku mengejar menjadi serupa dengan Kristus. Dia mengaku, itu belum tercapai, namun itu yang saya kejar. Tujuannya adalah untuk menjadi seperti Kristus, hadiahnya adalah untuk menjadi seperti Kristus, tujuan kita adalah hadiahnya. Kejarlah menjadi serupa Kristus, Kejarlah keunggulan.

Jadi ini membawa kita kepada kebajikan kedua. Ayat 5 mengatakan, “untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan.” Tidak mungkin ada keunggulan moral jika di dalam hati tidak ada pengetahuan, benar? Kata “pengetahuan” itu berarti wawasan yang benar, kebenaran dipahami dengan benar dan diterapkan dengan benar.

Kita harus tahu sebelumnya kita dapat hidup. Kita perlu mengerti bagaimana kita harus berperilaku sebelumnya kita dapat hidup sesuai perilaku itu. Keunggulan moral bergantung kepada “gnosis”, yaitu pengetahuan tentang karakter tinggi dengan kualitas tinggi. Memiliki pikiran yang diterangi atau diilhamkan kebenaran memerlukan usaha belajar rajin yang mengejar kebenaran dari Firman Tuhan.

Sekarang melekat pada pengetahuan Anda ada kebajikan lain, lihatlah ayat 6. “Dan kepada pengetahuan, nomor tiga, penguasaan diri. Terlibat dengan pengetahuan akan kebenaran dan pengertian akan kebenaran ada perkatan “penguasaan diri”. Arti kata ini dalam bahasa Yunani secara harfiah adalah “menahan diri.” Dan dimasa Petrus itu dipakai dalam perlombaan. Atlet adalah seseorang yang mengendalikan diri, menahan diri dan mendisiplin diri.

1 Korintus 9:27, “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” Kita perlu mengontrol kedagingan kita, hawa nafsu kita, keinginan tubuh kita daripada kita dikuasai keinginan-keinginan itu.

Jadi Petrus mengatakan kejarlah keunggulan moral karena kita sadar bahwa dasaranya keunggulan moral itu adalah pengetahuan rohani mana yang benar dan mana yang tidak, dan kita juga menyadari bahwa dasarnya pengetahuan rohani bergantung kepada penguasaan diri. Apa untungnya jika kita tahu soal rohani namun tidak ada penguasaan diri? Bagaimana saya dapat memiliki keunggulan moral?

Guru-guru palsu biasanya mengatakan bahwa pengetahuan mereka yang benar dan rahasia itu malah telah membebaskan mereka dari keperluan ada penguasaan diri. Kata mereka tidak ada salahnya mereka melakukan apa saja seenaknya sendiri. Mereka serakah dan mereka menggunakan orang. Mereka hanya mengikuti hawa nafsu mereka sendiri. Petrus akan menerangkan hal ini lebih lanjut di dalam bab 2 dan 3.

Namun Petrus membalikkan semua itu. Dia mengatakan bahwa setiap teologia yang memisahkan iman dari perilaku adalah teologia palsu. Ayat 5 mengatakan, “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, 6 dan kepada pengetahuan penguasaan diri.” Ini dasarnya hidup Kekristenan, mengontrol keinginan daging demi mencapai keunggulan moral. Penguasaan diri mungkin adalah kebajikan Kristen yang terbesar.

Ada kebajikan satu lagi, keempat. Ayat 6, “Dan ditambahkan kepada penguasaan diri ketekunan...” Penterjemahan terbaik adalah bersabar dan bertekun dalam berbuat baik, dan tidak pernah menyerah pada godaan, dan tidak menyerah kepada cobaan, tidak menyerah kepada kesusahan dan tidak menyerah kepada tarikan dosa.

Kata Yunani “hupomone” tidak bisa dijelaskan dengan satu perkataan dan tidak ada setaranya dalam bahasa Inggris. Chrysostom memanggil hupomone akar dari semua barang, ibu dari kesalehan, buah yang tidak pernah busuk, sebuah benteng yang tidak pernah dapat diambil dan sebuah pelabuhan yang tidak mengenal badai. Ia menyebutnya ratu kebajikan, dasar dari tindakan yang benar, perdamaian dalam perang, tenang dan badai, keamanan di perangkap dan baik kekerasan laki-laki maupun kekuasaan si jahat tidak bisa melukai itu.

Ketekunan adalah kualitas yang menjaga manusia berdiri tegak dengan mukanya menghadapi angin. Itu adalah kebajikan yang mampu merubahkan cobaan yang paling berat menjadi kemuliaan sebab melampaui segala rasa sakit itu selalu dapat melihat tujuan,” Berani, tabah, penuh sukacita, penguasaan diri, di bawah tekanan, menahan godaan, dibangun di atas kebijaksanaan rohani untuk mengejar keunggulan moral.

Dan intinya dari ketekunan ini adalah nomor lima, dan ketekunan itu menghasilkan kesalehan. Itu perkataan yang luar biasa. Itu dipakai di ayat 3 juga. Eusebia, arti sebenarnya adalah penghormatan.

Ini berarti kesadaran praktis Tuhan dalam setiap bidang kehidupan. Hal ini dapat diterjemahkan sebagai agama yang benar. Ini bisa diterjemahkan sebagai penyembahan yang benar. Ini memiliki gagasan menyembah Allah dalam segala yang kami lakukan. Itu adalah sebuah kata untuk menggambarkan seseorang yang menyembah, yang memiliki rasa hormat dan yang memuja Allah selalu.

Orang Kristen benar mengejar kesadaran praktis Allah dalam setiap bidang kehidupan. Mereka memiliki karakter yang menghormati Allah yang menujukan mereka kepada penguasaan diri yang berani dalam godaan, berdasarkan pengetahuan rohani dalam mengejar keunggulan moral. Ini seperti kain tenun yang luar biasa rumitnya.

Dan sekarang kebajikan keenam, “dan kepada kesalehan,” ayat 7 mengatakan, “ kasih akan saudara-saudara.” Persaudaraan kasih sayang, persahabatan, saling berkorban untuk satu sama lain. Intinya kesalehan dan dasar hati yang menyembah Allah adalah hati yang mencintai sesamamu manusia.

Kasih agape adalah kasih yang mengorbankan diri. Ini kasih berdasarkan kehendak, inilah kasih yang kita pilih dan bukan kasih berdasarkan emosi. Inilah kebajikan yang tertinggi. Inilah yang dinamakan Paulus hal yang tertinggi, kasih. Dasarnya penyembahan Allah adalah kasih kepada saudara.

Ini seperti sebuah lingkaran besar. Iman adalah dasar bagi semuanya dan cinta adalah puncaknya. Kita telah memiliki semuanya di dalam Kristus, namun kita harus menambahkan ke semua yang kita miliki itu usaha maksimal untuk keunggulan moral, kebijaksanaan praktis, penguasaan diri, ketekunan dalam semua godaan, penghormatan Allah dan kasih persaudaraan dan cinta murni kepada Allah dan orang lain.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu