04 Jul 2010 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2010
Janganlah doamu terhalang
4 Juli 2010

“Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang. 8 Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara- saudara, penyayang dan rendah hati, 9 dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat.”

Didalam surat Petrus pertama, dia menyebut soal doa tiga kali. Yang luar biasa mengenai hal ini adalah bahwa ada sesuatu yang umum untuk masing-masing doa. Marilah saya membacakannya dan mungkin Anda bisa menebak apa yang sama untuk setiap doa itu.

Pertama, Petrus ada nasihat untuk suami-suami tentang berdoa dan hubungan mereka dengan isteri (3:7): Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.

Kedua, di dalam paragraf berikutnya dia berbicara kepada semua orang percaya (ayat 8) hendaklah kamu semua mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati, 9 dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, hendaklah kamu memberkati.”

Setelah itu untuk mendukung nasihat itu dia mengutip dari Mazmur 34:10-12, “Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu. 11 Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya. 12 Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat."

Ketiga, di 1 Petrus 4:7 dia mengatakan, “Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.” Sekarang apakah yang sama dalam ketiga referensi dalam berdoa? Ketiga-tiganya mengajarkan kita bahwa bukan saja berdoa menolong kita hidup benar, tetapi hidup benar menolong kita berdoa juga.

Memang benar berdoa itu adalah salah satu jalan yang diberi Tuhan untuk menolong kita hidup seharusnya (lihatlah Kolose 1:9-10). Namun inti Petrus dalam setiap teks adalah bahwa sebaliknya juga benar. Allah telah menentukan suatu cara hidup yang akan menolong kita berdoa.

Ada cara hidup yang menghalang doa-doa dan ada cara hidup yang menolong doa-doa. Marilha kita melihat apa yang sama dalam ayat-ayat itu dan Anda sekarang menanyakan diri apakah yang dikatakan Petrus tentang cara hidup kita yang akan menolong doa-doa kita.

Yang pertama di ayat 3:7 mengatakan kepada kita bahwa suami itu harus hidup dengan isterinya dengan suatu cara tertentu supaya doa-doanya tidak terhalang. Dia harus berusaha untuk mengerti isterinya dan harus tahu kebutuhannya. Harus ada perhatian khusus dari suami tentang kelemahan isterinya dan suatu proses mencari tahu apa yang terutama diperlukan dari suaminya.

Dia perlu menyadari bahwa dia sebagai isterinya adalah sesama pewaris anugerah Allah dan dia harus dihormati dan bukannya diremehkan atau direndahkan. Ketika kita sebagai suami hidup seperti itu dengan pengertian yang mengasihi, dengan memedulikannya dan dengan menghormati, maka doa-doa kita tidak terhalang. Jika kita tidak hidup seperti itu. doa-doa Anda akan terhalang.

Allah begitu peduli supaya suami Kristen hidup dengan penuh pengertian dan kasih dengan isteri- isterinya sehingga Dia sementara memoting hubungan doa-Nya dengan mereka apabila mereka tidak hidup benar.

Janganlah ada suami Kristen yang berpikir mereka bisa menghasilkan perbuatan-perbuatan yang saleh dengan hidup mereka jika mereka tidak belajar pelayanan berdoa. Dan tidak ada suami yang dapat mengharapkan hidup berdoa yang efektif tanpa hidup penuh pengertian dan menghormati dengan isterinya.

Mengambil waktu untuk mengembangkan dan mempertahankan perkawinan yang baik adalah kehendak Allah; itulah melayani Allah; itulah suatu aktivitas rohani yang menyenangkan-Nya. Dan itulah caranya Allah telah mengajarkan kita untuk hidup menjadi teladan yang baik memperlihatkan kasih kepada satu sama lain. Dan Allah memberkati kita jika kita hidup dengan isteri seperti itu, dan itu membebaskan doa-doa kita dan menolong memperkuat akibat rohaninya.

Dan Petrus meneruskan di ayat 8 dan 9 dengan memanggil kita semua, bukan saja suami-suami saja, untuk menjadi simpatik, memperlihatkan persaudaraan dan baik hati dan rendah hati, dan tidak mengembalikan kejahatan dengan kejahatan akan tetapi memberkati mereka yang jahat kepada kita.

Setelah itu dia memberikan kita alasannya mengapa kita harus hidup seperti itu. Ini kutipan dari Mazmur 34 dan di ayat 12 alasannya sama seperti yang di 3:7, yaitu, doa-doa terhalang jika tidak hidup seperti itu.

Allah memberikan berkat khusus bagi doa-doa mereka yang mencari kedamaian dan yang bibirnya murni dan yang tidak menipu orang. Ayat 12, “Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada doa-doa mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang- orang yang berbuat jahat."

Allah mendengar doa-doa mereka yang hidup seperti ini: menjauhkan lidah dari kejahatan, menjauhkan diri dari penipuan, yang mencari damai dan yang berbuat benar. Jadi disini Petrus mengajarkan kita bagaimana doa-doa tidak terhalang. Apakah setiap orang Kristen berdoa seperti seharusnya?

Ada sebuah kisah tentang seorang wanita yang tinggal di sebuah lembah terpencil di Wales, Inggris. Dia mengalami banyak kesulitan dan biaya untuk memasang daya listrik di rumahnya. Namun setelah beberapa bulan perusahaan listrik melihat tampaknya ia tidak menggunakan listrik sama sekali.

Mereka mikir ada masalah dengan pemasangannya, jadi mereka mengirim seorang pembaca meter untuk memeriksa masalah tersebut. Orangnya datang ke pintu dan mengatakan, “Kami baru saja memeriksa meteran dan tidak tampak bahwa Anda menggunakan banyak listrik. Apakah ada masalah?” “Oh tidak” ujarnya, “Kami cukup puas. Kami menyalakan lampu listrik setiap malam untuk melihat bagaimana menyalakan lampu kita yang lain dan kemudian kita mematikan listrik itu lagi.”

Nah sekarang mengapa wanita ini tidak menggunakan listriknya lebih banyak? Dia percaya akan listrik. Dia percaya janji perusahaan listrik ketika mereka menjelaskannya. Dan dia mengalami banyak kesulitan dan biaya untuk memasang listrik itu di rumahnya. Namun – dia tidak mengerti kemampuan listrik itu di dalam rumahnya. Jadi dia hanya memakai listrik itu sedikit sekali.

Saya rasa masih banyak orang di gereja kita yang memakai doa dengan cara yang sama. Mereka percaya akan berdoa. Mereka mengerti janji-janjinya Allah. Mereka pernah baca dan mendengar orang yang doanya terkabul. Namun mereka hanya berdoa sedikit sekali.

Dengan kata lain, hidup berdoa yang bebas, terbuka, yang nyata dan yang memuaskan tidak terjadi secara otomatis. Itu tidak akan terjadi jika Anda pasif saja. Jika tidak demikian teks ini tidak ada gunanya. Hidup doa Anda di tahun 2010 sebagian besar bergantung pada bagaimana Anda memilih untuk hidup di rumah, ditempat bekerja dan di dalam kehidupan pribadi Anda.

Saya percaya bahwa alasannya ini terjadi (setidaknya untuk beberapa orang Kristen) adalah banyak orang tidak mengerti bagaimana doa itu bekerja dan banyak orang percaya bahwa tidak ada perbedaan mereka berdoa atau tidak.

Mereka percaya salah satu: Allah akan melakukan apa yang Tuhan akan lakukan, jadi kenapa kita harus berdoa – Atau: Mereka menganggap doa sebagai usaha terakhir setelah semua usaha lainnya mereka telah gagal. Sama seperti lemparan “Hail Mary” dalam football. Mereka melempar bolanya ke udara dan mengharapkan itu akan sampai kepada tujuan yang diinginkan.

Mereka berdoa sedikit. Kadang-kadang mereka akan minta suatu permohonan khusus…Tetapi dalam hati kecilnya mereka tidak memandang doa itu sebagai yang membuat dampak besar pada keputusan- keputusan yang mereka ambil setiap hari.

Namun Daniel tidak berdoa seperti itu di Perjanjian Lama, Daniel berdoa tiga kali sehari. Dia berdoa di dalam kamarnya. Dia berdoa di gua singa. Dia berdoa untuk kebijaksanaan. Dia berdoa untuk bimbingan. Dia berdoa supaya Allah mengampuni dosa bani Israel dan memulangkan mereka.

Dan sekarang di Daniel 10, kita melihat Daniel bergumul dalam doa selama 21 hari karena dia berkabung karena mimpinya. Banyak orang Kristen jarang berdoa selama 21 hari untuk apapun juga. Kapan Anda berdoa terus menerus untuk satu hal? Mengapa kita harus berdoa selalu dan tidak putus asa?

Maksud saya apakah Allah tidak mendengar doa-doa kita? Apakah sukar untuk mendapat perhatian- Nya? Apakah kita selalu harus mengganggu Dia sampai Dia marah dan angkat tangan dan mengatakan, “Jika saya tidak mendengar permohonan mereka saya tidak bisa beristirahat?” Tidak, bukan itu masalahnya.

Dengarkanlah Daniel 10:10-12 malam ini, karena ini mengatakan sesuatu yang sangat berbeda. Perhatikanlah apa yang dikatakan di ayat 12, “Lalu katanya kepadaku: "Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu.”

Ini bukan pertama kalinya malaikat itu mengatakan kepada Daniel hal ini, lihatlah Daniel 9:23, “Ketika engkau mulai menyampaikan permohonan keluarlah suatu firman, maka aku datang untuk memberitahukannya kepadamu, sebab engkau sangat dikasihi. (karena engkau hidup saleh, sehingga hidup doamu tidak terhalang) Jadi camkanlah firman itu dan perhatikanlah penglihatan itu!”

Dengan kata lain, jika Anda hidup saleh, setiap kali Anda berdoa menurut kehendak-Nya, bukan saja Allah senang mendengar doa-doa Anda, ada kemungkinan malaikat dikirim segeradari takhta Allah untuk menjawab doa-doamu.

Namun tetap ini masih belum menjawab pertanyaan: Mengapa kita harus selalu berdoa dan tidak berhenti berdoa. Kisah doa Daniel di bab 10 memberikan kita paling tidak satu alasan mengapa kita jangan putus asa dan berhenti berdoa.

Dengarkanlah lagi Daniel 10:12-13, “Lalu katanya kepadaku: "Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu. 13 Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku; tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia.”

Ini adalah salah satu kejadian yang jarang terjadi dimana Allah menarik kembali tirai dan memungkinkan kita melihat apa yang terjadi di balik layar. Ketika Daniel berdoa ada kuasa-kuasa gelap melawan (pemimpin kerajaan Persia) dan mulailah peperangan malaikat.

Dengarkanlah perkataan Iblis pada waktu dia mencoba Yesus di Lukas 4:5-6, “Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia. 6 Kata Iblis kepada-Nya: "Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki.”

Iblis masih sementara menguasai dunia ini, malah Paulus memanggil iblis di 2 Korintus 4:4, “ilah zaman ini.” Dia dipanggil “penguasa dunia ini” di Yohanes 14:30 oleh Tuhan Yesus sendiri. Dan Setan sanggup melakukan mujizat-mujizat dan di 1 Yohanes 5:19 dikatakan “seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.”

Dan inilah yang masih dilakukan Iblis sekarang juga memakai cobaan dunia untuk membujuk Anda untuk memberi lebih banyak waktu, tenaga dan keuangan untuk dirimu sendiri dan bukan untuk Tuhan. Dan Setan masih menggoda Anda untuk mengejar posisi duniawi, kekuasaan, gengsi dan harta benda daripada hal-hal ilahi.

Dan salah satu senjata peperangan yang diberikan Allah kepada kita untuk melawannya adalah hidup saleh dan berdoa. Seperti dikatakan di Ibrani 1:14, “Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan?” Ketika Anda berdoa para malaikat bekerja untuk kita. Jadi Yesus mengajar bahwa kita harus “selalu berdoa dan tidak berhenti.”

Sekarang ada pertanyaan yang menarik…Daniel berdoa untuk 21 hari. Malaikat itu dikirim pada hari pertama dia mulai berdoa, namun baru sampai pada hari ke duapuluh satu. Apa yang mungkin terjadi jika Daniel putus asa dalam doa-doanya dan ia berhenti pada hari ke 14, atau 15? Apakah malaikat itu akan tiba dengan jawabannya? Alkitab tidak mengatakan, tetapi implikasinya - Mungkin tidak!

Tidak…Yesus mengajarkan kita untuk selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu karena ketika kita berdoa, doa-doa kita dianggap penting bagi Tuhan, dengarkanlah Lukas 18:1, “Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.” Setiap kali Anda dan saya berdoa, Allah mendengar doa kita dan Dia mungkin melepaskan lebih banyak kuasa dari takhta-Nya.

Apakah Anda berdoa supaya seseorang dari keluarga Anda menjadi Kristen? Setiap doa Anda berdoa menempatkan lebih banyak tekanan pada orang tersebut untuk mendengarkan Tuhan....Apakah Anda berdoa untuk teman-teman Anda dalam pergumulan mereka sehari-hari? Setiap doa yang Anda doakan memberikan mereka kekuasaan lebih banyak dari Allah. Apakah Anda mengalami kesulitan dengan seseorang di tempat kerja? Setiap doa Anda angkat kepada takhta Allah memberikan lebih banyak tekanan kepada orang yang sulit itu dan situasi-situasi.

Berdoa bukanlah sesuatu tindakan pasif dari kita. Berdoa itu suatu pelayanan yang agresif dan aktif. Anda berusaha banyak dan Anda minta kuasa-kuasa surga untuk ikut serta. Ada kuasa yang dilepaskan oleh karena doa-doa.

Sekarang Anda menanyakan saya “Mengapa?” Yah, jujur saja, saya tidak mengerti itu semua. Tapi kemudian masih banyak hal tentang doa yang adalah misteri ilahi. Mengapa Allah bertindak menjawab doa? Mengapa Dia mengharuskan kita untuk berdoa? Aku tidak tahu itu semua!

Tapi aku tahu kebenaran hal itu. Berdoa adalah bentuk berbicara yang paling sederhana, bahkan bibir bayi dapat mencobanya; doa merupakan permohonan yang paling menakjubkan yang mencapai keagungan yang tinggi E.M. Bounds menulis, “Tujuan Allah adalah berkomitmen kepada manusia; Allah sendiri berkomitmen pada orang yang berdoa yang menjadi bupati wakil Allah, mereka melakukan pekerjaan-Nya dan melaksanakan rencana-Nya.”

George Mueller terkenal karena doa-doa yang kuat. Selama pelayanannya kepada yatim piatu di Inggris dai tidak pernah minta bantuan uang dari orang-orang, hanya dari Tuhan dan dia selalu menerima apa yang diperlukan sampai jumlahnya tepat.

Pernah pada waktu dia sedang dalam perjalanan ke Quebec untuk berkhotbah, diatas dek kapal yang membawanya menuju ke tempat tujuannya, dia memberitahukan kapten bahwa ia harus ada di Quebec Sabtu sore.

Waktu kapten cerita kisah itu, katanya, "Tidak mungkin. Apakah Anda tahu bagaimana padat kabut ini?" ‘Tidak,’ jawab George, “Mataku tidak pada kerapatan kabut, namun pada Allah yang hidup yang mengendalikan setiap keadaan dalam kehidupan. Aku tidak pernah batal khotbah dalam 57 tahun, marilah kita pergi ke dalam ruangan peta dan berdoa.”

Ia berlutut dan ia berdoa salah satu doa yang paling sederhana. Ketika ia telah selesai aku mau berdoa, tapi ia meletakkan tangannya di pundak saya dan mengatakan saya tidak perlu berdoa. Karena Anda tidak percaya Dia akan menjawab, dan karena aku percaya Dia, tidak ada keperluan bagi Anda untuk berdoa tentang hal itu."

Saya menatapnya dan George Mueller berkata," Kapten, aku tahu Tuhan saya 57 tahun dan belum pernah ada satu hari dimana saya gagal untuk bertemu dengan Raja. Bangunlah, Kapten, dan bukalah pintu dan Anda akan menemukan bahwa kabut itu hilang. Aku bangkit dan kabut itu memang hilang, dan pada hari Sabtu sore George Mueller terus menepati janjinya untuk berkhotbah.

Marilah kita hidup saleh dan berdoa selalu, dan Tuhan kana mendengar doa-doamu! Dan Dia akan menjawab dengan cara-Nya tersendiri dan pada waktu-Nya sendiri, namun Dia tidak akan pernah terlambat, Amin?
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu