09 Mei 2010 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2010
Ibu yang menderita
9 Mei 2010

Seorang ibu meninggal dengan bayinya waktu duduk bersama suaminya di sebuah Cessna 185 bermesin tunggal diatas hutan Peru Sembilan tahun yang lalu. Angkatan Udara Peru mengira pesawat misionaris untuk sebuah pesawat obat dan melepaskan tembakan.

Misionaris Veronica Bowers berumur 35, sedang memegang Charity putri berusia tujuh bulan di pangkuannya di belakang pilot MAF Kevin Donaldson. Bersama mereka suaminya Veronica bernama Jim dan Cory putra berusia enam tahun. Kaki pilot ditembak dan ia memasukkan pesawat ke dalam menyelam darurat dan luar biasa sanggup mendarat di sebuah sungai di mana ia tenggelam sesaat setelah mereka semua keluar.

Satu peluru melewati kepala Jim dan membuat lubang di kaca depan. Dan satu peluru lain menembus punggung Veronica dan berhenti di dalam bayinya, membunuh mereka berdua. Bagaimana Anda menangani kemunduran, kekecewaan, penganiayaan, sakit hati, bencana itu, yaitu takdir pahit hidup Anda? Dan saya menanyakan khususnya ibu-ibu karena menjadi ibu itu adalah panggilan untuk menderita.

Ketika Yesus memilih suatu perumpamaan penderitaan yang diikuti suka cita, Dia mengatakan di Yohanes 16:21, “Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.”

Menjadi ibu adalah panggilan untuk menderita . Bukan saja pada permulaan hidup, namun juga pada akhir hidup. Simeon mengatakan kepada Maria di Lukas 2 :34-35, “Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu, "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan 35 --dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri--,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang."

Ibu menderita pada saat anak itu lahir. Ibu menderita pada saat anak-anak meninggalkan mereka dan menikah atau pergi ke tempat jauh di ladang misi. Ibu menderita saat anaknya meninggal. Dan ibu menderita ketika anaknya melakukan sesuatu yang bodoh seperti di Amsal 10:1, “Anak yang bijak mendatangkan sukacita kepada ayahnya, tetapi anak yang bebal adalah kedukaan bagi ibunya.”

Menjadi ibu itu adalah panggilan untuk menderita. Ya benar, menjadi ibu itu lebih dari itu, akan tetapi tidak kurang. Jadi apakah yang kita harus perbuat? Apakah kita mengikuti “teologi terbuka” untuk menangani kekecewaan dan sakit hati atau bencana hidup?

Dan mengikuti ajaran satu penulis popular, “Ketika seseorang menyakiti orang lain, janganlah kita cari “tujuan Tuhan “ dalam hal itu. Orang Kristen sering membicarakan “maksud Allah” ditengah tragedy yang disebabkan orang lain. Namun saya menganggap ini hanya suatu cara berpikir saleh yang bingung.

Dengan kata lain, menurut mereka Allah tidak memiliki tujuan khusus saat Roni dan Charity Bowers diambil dan Jim bersama Cory ditinggalkan. Apakah semua kata-kata Elisabeth Elliot dan Steve Saint dan Jim Bowers pada upacara pemakaman Roni hanya “suatu cara berpikir saleh yang bingung”, dan bukan dasar benar untuk penghiburan dan kekuatan?

Saya akan cerita apa yang mereka katakan sebentar lagi. Namun ssaya ingin memberikan Anda suatu dasar Alkitabiah sebelumnya, karena pada akhirnya bukan kesaksian manusia yang akan menyelesaikan ini, akan tetapi kesaksian Allah di Firman Tuhan melalui Yesus Kristus.

Pertimbangkanlah dua ayat dari Firman Tuhan, yang satu dari Mazmur dan yang lain dari Injil Matius. Di Mazmur 105 kita mendapatkan suatu penterjemahan ilahi dari kisah Perjanjian Lama, yaitu kisah Israel yang pergi ke Mesir dan didahului Yusuf, yang telah dijual menjadi budak oleh saudara-saudaranya.

Kita belajar dua hal yang sangat penting dari ayat-ayat 16-17, “Ketika Ia mendatangkan kelaparan ke atas negeri itu, dan menghancurkan seluruh persediaan makanan, 17 diutus-Nyalah seorang mendahului mereka: Yusuf, yang dijual menjadi budak.” Perhatikanlah dua hal: pemerintahan Allah atas bencana alam, dan pemerintahan Allah atas tindakan berdosa manusia.

Disini dikatakan “Allah mendatangkan kelaparan”, yaitu suatu bencana alam datang kepada dunia. Dan dikatakan, Allah “mengutus seorang mendahului mereka: Yusuf, yang dijual menjadi budak.” Perbuatan saudara-saudaranya adalah dosa,namun dalam perbuatan dosa mereka Allah memiliki tujuan, sehingga si Pemazmur memanggil dosa mereka utusan Allah.

Sama seperti dikatakan di Kejadian 50:20 ketika Yusuf berbicara kepada saudara-saudaranya, “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.” Ketika tertulis, “Allah mereka-rekakan” maksudnya lebih dari itu, “Allah memakainya.”

Dan ini adalah percis sebaliknya apa yang diajarkan “teologia terbuka.” Allah ada tujuan-Nya yang baik, maksud baik dan arti baik dalam penderitaan yang disebabkan orang lain. Dan kita boleh dan harus mendapatkan penghiburan besar dari kebaikan berdaulat ini dalam kemunduran, kekecewaan, penganiayaan, sakit hati dan bencana itu, yaitu takdir pahit kehidupan kita.

Pertimbangkanlah kata-kata Yesus mengapa calon misionaris janganlah takut pergi ketempat-tempat yang sukar dan bahaya, dan mengapa ibu-ibu janganlah takut melepaskan anak-anak mereka bahkan mengantar mereka. Di Matius 10:28-31 Yesus mempersiapkan murid-muris-Nya supaya mereka siap menderita:

“Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. 29 Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. 30 Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya. 31 Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.”

Perhatikanlah tiga hal. Pertama, Yesus tahu bahwa ada orang yang akan membunuh tubuh para misionari. Itu akan terjadi. Namun Dia mengatakan di ayat 28, “janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa.

Kedua, Dia mengatakan bahwa kita tidak usah takut permusuhan ini karena tidak ada seekorpun burung pipit akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan Anda, murid-murid-Nya, jauh lebih berharga dari pada banyak burung pipit. Jadi kemungkinannya Anda ditembak dari langit jauh berkurang selain dari kehendak Allah. Allah berkuasa atas penerbangan burung pipit, dan Allah berkuasa atas penerbangan panah dan peluru.

Inilah dasarnya setiap kisah Alkitab tentang kemenangan Allah. Amsal 21:31 mengatakan, “Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan Tuhan.” Karena segala sesuatu yang terjadi termasuk penerbangan burung dan penerbangan panah dan penerbangan peluru semuanya milik Allah. Inilah fondasi kokh untuk penghiburan kita ditengah bencana: yaitu kebaikan berdaulat Allah bagi semua yang percaya Dia.

Sekarang dengarkanlah kesaksian suami Roni Bowers pada upacara pemakaman isterinya dan juga kata-kata Steve Saint dan Elisabeth Elliot. Kesaksian-kesaksian ini tidak menambahkan otoritas Alkitab. Akan tetapi mereka memperlihatkan kuasa Firman Tuhan untuk memelihara orang dengan cara yang berbeda sekali dari penghiburan “teologia terbuka.”

Setelah itu Jim Bowers berdiri di hadapan duabelas ratus orang di gereja Calvary di Fruitport, Michigan dan berkata, “Yang terpenting, aku ingin mengucap syukur kepada Allahku. Dia Allah yang berdaulat. Saya sekarang mulai mengerti hal ini lebih baik. Apakah benar ini rencana Allah bagi Roni dan Charity; dan rencana Allah bagi Cory dan saya dan keluarga saya? Saya ingin menceritakan mengapa saya percaya hal ini, mengapa saya mulai percaya ini benar.

Dan setelah itu dia memberikan daftar panjang peristiwa-peristiwa yang tidak mungkin di dalam dan setelah penembakan itu, dan dia menyinggung Allah mengirim Anak-Nya di kayu salib. Disini ada beberapa kalimat kunci yang hanya akan dimengerti mereka yang percaya kepada kepedulian Allah yang berdaulat.

Dia mengatakan, “Roni dan Charity dibunuh instan dengan peluru yang sama. Apakah itu menurut Anda sebuah peluru nyasar? Dan itu tidak sampai kepada pilotnya Kevin yang berada di depan Charity, itu peluru tinggal di Charity. Itu peluru berdaulat...”

Dia membicarakan pengampunan dosanya terhadap mereka yang menembak kapal terbangnya. “Bagaimana saya dapat menolak,” ujarnya, “karena Allah telah mengampuni segala dosaku?” Setelah itu ia menambahkan, “orang itu hanya dipakai Tuhan. Terserah Anda percaya atau tidak, saya percaya hal itu. Mereka dipakai Dia, Allah untuk mencapai tujuan-Nya dalam hal ini. Dan tujuan-Nya mungkin sama dengan prajurit Romawi yang dipakai Tuhan untuk menyalibkan Kristus.”

Steve Saint ada di upacara pemakaman itu. Di tahun 1956, ketika Steve masih kanak-kanak, ayahnya ditombak mati oleh orang Indian Auca dari Ekuador. Steve datang kepdaa microfone dan melihat kebawah kepada Cory, anak enam tahun yang ibunya dan saudara telah terbunuh.

Cory, namaku adalah Steve. Tahukah Anda? Dulu ketika saya hampir sama besarnya, saya sedang rapat sama seperti ini. Saya duduk disitu dan sebenarnya saya tidak mengerti banyak.. Namun tahukan Anda, saya sekarang mengerti semuanya lebih baik.

Banyak orang dewasa memakai suatu perkataan yang saya tidak mengerti. Mereka memakai satu perkataan yang dipanggil tragedi. Tetapi tahukah Anda, sekarang saya sudah tua dan mereka mengatakan, “Ah masih ingat waktu tragedi itu terjadi dulu? Cary, saya tahu sekarang bahwa mereka salah.

Karena ayah saya, menjadi pilot sama seperti yang Anda namakan Paman Kevin, dan empat dari temannya yang paling baik baru dikuburkan di hutan, dan ibu saya mengatakan bahwa ayah saya tidak akan pulang lagi selamanya.

Ibu saya tidak sedih sekali. Jadi saya menanyakannya, “kemana ayahku pergi?” Dan dia jawab, “Dia hidup bersama Yesus. Dan tahukah Anda, ibu dan bapak saya sudah berkali–kali mengatakan kepada saya bahwa mereka ingin pergi dan hidup disana. Jadi, saya pikir, bukankah ini baik bahwa Bapak bisa pergi lebih duluan dari pada kita? Dan tahukah Anda? Pada waktu orang-orang mengatakan, “ini suatu tragedi,” saya tahu mereka salah.

Setelah itu Steve Saint melihat kepada duabelas ratus orang itu dan dia menjelaskan perbedaannya dunia yang tidak percaya dan pengikut-pengikut Yesus. Dia mengatakan, “Bagi mereka rasa sakit adalah fundamental dan sukacita adalah dangkal karena tidak akan bertahan. Bagi kita, rasa sakit itu dangkal dan suka cita itu fundamental.”

Mengapa hal-hal terjadi? Martir dipakai Allah untuk membawa kemuliaan kepada-Nya. Kelima misionaris memiliki senjata di dalam kamp mereka, namun mereka tidak memakainya untuk berperang dengan orang Indian itu. Ketika orang Auca Indian mendekati mereka dengan tombak mereka, mereka tidak menembak dengan senjata mereka.

Mereka tahu jika mereka menembak orang Indian itu, kemungkinan besar mereka menyelamatkan nyawa mereka. Akan tetapi mereka tidak akan dapat mengajarkan orang Auca itu tentang Yesus. Jadi mereka memilih untuk dibunuh, untuk memberi kesempatan lain kepada orang Auca untuk menjadi Kristen.

Orang Auca selalu mengingat kelima orang kulit pitih yang aneh itu yang begitu baik terhadap mereka dan tidak pernah mencoba untuk membunuh mereka. Jadi setahun kemudian ketika lebih banyak misionaris mencoba berbicara tentang Yesus dengan orang Auca itu, mereka sedia untuk mendengar.

Beberapa orang yang menolong membunuh Jim bersama teman-temannya dengan tombak sekarang menjadi Kristen. Satu diantara mereka memberikan kesaksiannya di suatu rapat. Dia menghitung memakai jarinya dan mengatakan, “Saya telah membunuh 12 orang dengan tombak saya! NAmun saya melakukan itu pada saat hatiku hitam. Sekarang darah Yesus telah membersihkan hatiku, supaya hidup saya berubah.” Kasih Allah telah merubahkan hidupnya.

Akhirnya, saya ingin memberitahu apakah yang dikatakan Elisabeth Elliot kepada keluarga itu. Kita sering ingin tahu apakah Allah lakukan sekarang, dan tentunya, kita tahu Allah tidak pernah berbuat salah. Dia tahu dengan tepat apa yang Dia kerjakan, dan penderitaan tidak pernah sia-sia.

Paulus mengatakan hal itu dengan baik di 2 Timotius 1:8-9, “Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil- Nya oleh kekuatan Allah. 9 Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman.”

Dia memberikan kepada Anda, Jim, cawan penderitaan yang dapat Anda bagikan kepada Tuhan Yesus yang mengatakan di Yohanes 18:11, “Sarungkan pedangmu itu; bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?"

Dia mengakhiri dengan sebuah sajak dari Martha Snell Nicholson, “Saya berdiri seorang pengemis Allah di hadapan tahkta kerajaan-Nya dan memohon Dia untuk satu hadiah tak ternilai, yang saya dapat memilikinya. Saya mengambil hadiah itu dari tangan-Nya, namun saat saya mau pergi saya menangis, “Oh Tuhan inilah duri dan telah menusuk hatiku. Ini suatu hadiah aneh yang menyakitkan yang Engkau telah berikan.”

Dia mengatakan, “Anakku, saya memberikan hadiah baik dan yang terbaik telah diberikan kepadamu.” Saya mengambilnya pulang dan pada permulaannya memikir duri kejam itu menyakitkan, tapi selama tahun-tahun panjang berlalu saya belajar mengasihinya semakin banyak. Saya belajar Dia tidak pernah memberikan duri tanpa adanya anugerah tambahan, Dia mengambil duri itu untuk membuka cadar yang menyembunyikan wajah-Nya.

Dan jika ini memerlukan duri untuk membukakan cadar itu, jika ini memerlukan kekecewaan dan kehilangan dan sakit hati dan bencana dan pengalaman pahit, maka kemudian demi Kristus, dan demi sukacita kita melihat dan berada bersama-Nya, biarkan ia datang.

Berapa banyak ibu-ibu yang Anda mengenal sedang menderita? Berapa banyak ibu yang menderita atas anak-anak mereka ketika mereka menolak Tuhan atau kawin orang bukan Kristen? Berapa banyak ibu menderita ketika mereka dilupakan anak-anaknya?

Yang dia lakukan adalah bagian rencana Allah dalam membesarkan Anda sehingga Anda menjadi orang percaya sekarang. Tidak masalah berapa banyak jalan putar diambil untuk sampai disini atau berapa lama Anda melupakan Allah dan betapa banyaknya dosa-dosa Anda.

Anda ada disini karena rencana Allah bagi kamu sebelum dunia dijadikan dimana Dia memilih Anda dan memilih ibu Anda juga. Ampunilah dia jika Anda tidak dibesarkan sesuai harapan Anda dan itu juga juga sebagian dari kuasa pemeliharaan Allah juga, karena Allah tahu masih banyak yang Anda perlu belajar tentang pengampunan.

Dan ucapkan terimakasih kepada dia untuk semua doa-doa yang dia doakan tahun-tahun ini, dan betapa lamanya dia kuatir bagi Anda dan semua pengorbanan yang diberikannya yang tidak dihargai Anda. Berterimakasih kepada dia karena dia percaya bahwa pada suatu hari Anda akan merespon kepada panggilan Tuhan dalam hidupmu.

Namun diatas segalanya bersyukurlah kepada Allah sendiri untuk memelihara ibumu, untuk mengatur semua hal yang terjadi kepada Anda untuk kebaikan Anda dan untuk kemuliaan-Nya. Pada saatnya terjadi Anda kecewa dan marah dan hanya sekarang setelah faktanya sudah berlalu lama Anda menyadari tangan Tuhan melindungi ibu Anda dan Anda sepanjang jalan. Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu